Zat Aditif : Pengertian dan Contoh Jenis Bahan Kimia Pada Makanan

Posted on
GuruSekolah.co.id-Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang zat aditif meliputi pengertian dan contoh jenis bahan kimia pada makanan secara singkat dan jelas.
Mari sama-sama kita bahas penjelasannya berikut :
Zat aditif

Kali ini akan dijelaskan  mengenai bahan kimia dalam suatu makanan atau juga zat aditif didalam makanan yang berupa bahan pewarna pada makanan, bahan pengawet pada makanan, bahan pemanis pada makanan, bahan penyedap rasa pada makanan, bahan penguat rasa pada makanan, bahan pengatur keasaman makanan dan lain-lain.

Bagaimana ikan agar selalu terlihat segar dan tidak busuk? Supaya ikan Bisa bertahan lama maka harus ditambahkan bahan pengawet.

Tentunya pemakaian bahan pengawet ini tidak sembarangan, tetapi memakai bahan yang aman dan juga sesuai dengan batas yang dianjurkan.

Pengertian Zat Aditif

Zat-zat yang ditambahkan dalam suatu makanan untuk bisa menyempurnakan makanan disebut juga zat aditif makanan. Zat aditif ini ditambahkan pada makanan untuk dapat lebih menyempurnakan makanan itu baik secara kualitas ataupun pada penampilan makanan.

Zat aditif pada suatu makanan meliputi zat pewarna, pengawet, pemanis, penyedap, pengembang, dan juga penggumpal. Komposisi dari bahan utama dan bahan aditif pembuat makanan dapat dilihat dari kemasan suatu makanan tersebut.

Macam-macam Jenis Bahan Kimia dan  juga Zat Aditif pada Makanan

Berikut ialah contoh bahan-bahan kimia tambahan pada makanan atau juga sering disebut dengan istilah zat aditif makanan, yaitu sebagai berikut ;

A. Bahan Pewarna pada Makanan

Bahan pewarna atau juga zat pewarna pada makanan ialah bahan tambahan pada makanan yang dapat memperbaiki atau membuat warna pada makanan. Penambahan zat pewarna pada umumnya bermaksud untuk memperoleh warna makanan yang lebih menarik.

B. Bahan Pengawet dalam Makanan

Mengapa makanan perlu juga diawetkan? Salah satu tujuannya untuk  dapat mencegah pembusukan atau juga terjadinya perubahan kimia pada makanan itu sehingga masih bisa dikonsumsi setelah jangka waktu yang cukup lama.

C. Bahan Pemanis pada Makanan

Bahan pemanis digunakan untuk bisa membuat makanan menjadi manis atau juga lebih manis dibandingkan rasa aslinya.

Bahan pemanis makanan alami ialah gula pasir, gula kelapa atau gula jawa, dan gula bit yang banyak mengandung sukrosa.

Pemanis buatan atau sintetis dibuat untuk dapat mengganti bahan pemanis alami. Pada produksi makanan yang memakai pemanis buatan sebagai pengganti gula asli bisa menekan biaya produksi.

Pemanis buatan dipakai untuk mereka yang tidak boleh mengkonsumsi gula asli.

D. Bahan Penyedap Makanan

Mengapa makanan sering terasa kurang sedap meskipun telah diberi bumbu? Untuk dapat memberi rasa lebih sedap pada makanan, maka tambahan bahan penyedap makanan perlu diberikan.

Terdapat 2 jenis bahan penyedap makanan, adalah penyedap rasa dan aroma (flavour) serta juga penguat rasa (flavour enhancer).

Baca Juga : Metabolisme & Pengertian,Karbohidrat, Protein,Lemak Dan Prosesnya

E. Bahan pengatur keasaman

Bahan pengatur keasaman atau asidulan ialah bahan tambahan untuk bisa menjaga tingkat keasaman atau  juga pemberi rasa asam pada makanan.

Kadang, bahan pengatur keasaman memiliki fungsi sekunder, adalah sebagai pengawet, penegas rasa, dan juga pengemulsi.

Berikut ini ialah contoh dari bahan pengatur keasaman ;

a. Garam asam kalium tartat dipakai pada produksi kembang gula dan juga coklat.

b. Amonium bikarbonat untuk dapat menjaga keasaman coklat bubuk dengan ambang batas 50 g/kg.

c. Asam fosfat untuk dapat menjaga keasaman udang kalengan dengan ambang batas 850 mg/kg.

Namun demikian, perlu hati-hati pada bahan ini disebabkan pemakaian yang berlebihan dapat mengikat mineral kalsium dalam tubuh yang menyebabkan terjadinya pengendapan dalam ginjal (batu ginjal).

d. Asam sitrat untuk bisa menjaga keasaman minuman ringan dengan batas penggunaan secukupnya.

e. Bahan pengasam lainnya, seperti juga asam asetat, asam laktat, asam fumarat, dan asam malat.

F. Bahan antikempal

Bahan antikempal digunakan juga untuk menjaga agar makanan tidak menggumpal. Misalnya,

a. Aluminium silikat ialah bahan yang ditambahkan pada susu bubuk atau juga susu krim bubuk dengan ambang batas 1 g/kg.

b. Natrium alumino silikat ialah bahan yang ditambahkan pada garam meja, bumbu merica, dan juga susu bubuk dengan ambang batas 10 g/kg.

G. Bahan pemantap

Bahan pemantap dipakai untuk mengentalkan atau mengemulsi makanan. Misalnya, agar-agar, amonium algilat, dan juga gelatin.

H. Bahan pemucat (Pemutih)

Bahan pemucat (pemutih) digunakan pada produk tepung terigu, tepung beras, atau juga tepung tapioka. Cara bekerja bahan ini ialah mengoksidasi pigmen karotenoid (xantifil) menjadi bahan yang tidak
berwarna (putih).

Selain itu juga, bahan ini mengoksidasi gugus sulfhidril dalam gluten (protein pada tepung terigu) menjadi ikatan disulfida yang berlapis lapis.

Lapisan-lapisan yang terbentuk mempunyai fungsi sebagai penahan gelembung udara sehingga roti mengembang. Contoh dari bahan pemucat ini, antara lain benzoil peroksida, kalium bromat, kalium iodat, dan juga nitrosil klorida.

Baca Juga : 7 Urutan Organ Pernapasan pada Manusia Dan Fungsinya

I. Bahan pengembang

Bahan pengembang dipakai untuk mengembangkan adonan kue. Cara kerjanya ialah dengan memproduksi gas asam arang (CO2) yang membuat rongga-rongga pada adonan sehingga adonan menjadi mengembang.

Beberapa contoh dari bahan pengembang, yaitu ragi dan natrium bikarbonat (soda kue). Ragi merupakan bahan pengembang alami yang didapat dari jamur tertentu.

Ada dua jenis ragi ;

a. ragi yang bisa mengandung bakteri saccharomyces cerevisae yang dapat menguraikan karbohidrat (maltosa) menjadi glukosa dan kemudian menjadi etanol (alkohol), seperti ragi dalam pembuatan tapai;

b. ragi yang banyak mengandung bakteri rhizopus orizae atau rhizopus sp yang bisa menguraikan gluten (protein), seperti ragi dalam pembuatan tempe.

Fermipan ialah bahan sejenis ragi yang dapat digunakan untuk membuat roti, seperti kue donat. Gluten menjadikan roti menjadi elastis dan kobehesif karena berisi CO2.

Natrium bikarbonat adalah bahan kimia yang mempunyai fungsi sebagai pengembang. Pada umumnya berbentuk tepung soda kue yang merupakan campuran dari natrium bikarbonat, garam aluminium sulfat, dan juga garam kalsium hidrofosfat.

J. Bahan pengeras

Bahan pengeras dipakai agar makanan menjadi keras dan tidak lembek. Misalnya, kalsium karbonat untuk selai dan jeli, juga alumunium sulfat untuk membuat acar dalam botol.

Beberapa bahan kimia yang dilarang untuk ditambahkan atau dimasukkan pada makanan saji ada di bawah ini;

Zat Aditif atau juga Bahan Tambahan yang Dilarang Penggunaannya pada Makanan

  1. Asam borat (Boric Acid) dan senyawanya
  2. Dietilpirokarbonat (DEPC)
  3. Asam salisilat dan juga garamnya (Salicylic Acid and its salt)
  4. Dulsin
  5. Kalium Klorat (Potassium Chlorate)
  6. Kloramfenikol (Chloramphenicol)
  7. Minyak nabati yang dibrominasi (Brominated vegetable oils)
  8. Nitrofurazon
  9. Formalin (formaldehyde)
Demikian lah pembahasan kali ini tentang zat aditif pengertian dan contoh jenis bahan kimia pada makanan yang bisa Gurusekolah.co.id sampaikan semoga bermanfaat..
Artikel Lainnya :