Uang Giral-Pengertian, Jenis-jenis uang dan Contoh Gambarnya

Posted on
Gurusekolah.Co.id Pada kali ini akan membahas tentang materi Uang Giral yang meliputi pengertian, Jenis-jenis uang dan Contoh Gambarnya.

Untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini:

Uang giral

Pengertian

Pengertian uang giral adalah merupakan uang yang diterbitkan oleh Bank Umum dalam bentuk surat berharga dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Ada pula yang mendefinisikan uang giral (simpanan di Bank) sebagai uang yang disimpan pada rekening koran di berbagai Bank Umum dan juga dapat digunakan untuk melakukan suatu transaksi pembayaran yang sah dengan menggunakan media perantara yakni cek, giro, bilyet, atau perintah bayar dalam periode tertentu.

Tidak sama dengan uang kartal, jenis uang ini tidak bisa digunakan untuk melakukan transaksi sehari-hari secara bebas. Tetapi, bagi sebagian orang penggunaan uang ini sudah dianggap lebih praktis dan aman ketimbang uang kartal.

Baca Juga : Tujuan Budi Utomo Sejarah, Latar Belakang, Profil, Perkembangan

Jenis-Jenis Uang

Kalian sudah sering memegang uang kertas dan uang logam? termasuk jenis uang apakah? Jenis uang tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • Uang Kartal

Uang kartal adalah merupakan uang yang digunakan secara umum dalam transaksi sehari-hari. Uang kartal yang terdiri dari atas uang kertas dan uang logam.

Uang kertas adalah merupakan uang yang terbuat dari bahan kertas yang tidak mudah rusak, dilengkapi dengan ciri-ciri tertentu untuk menghindari dari pemalsuan, dan untuk memudahkan orang untuk mengenalinya, termasuk para tunanetra.

Uang logam yaitu terbuat dari logam seperti aluminium, nikel, tembaga, dan kuningan.

  • Uang Giral

Uang giral adalah alat pembayaran sah yang dikeluarkan dari pihak bank umum. Uang giral dikeluarkan untuk mempermudah transaksi dalam jumlah besar sehingga orang tidak perlu menggunakan uang kartal karena lebih berisiko.

Contohya, seorang pengusaha harus membayar barang sebesar sepuluh juta rupiah, jumlah tersebut cukup besar juga berisiko jika dibawa langsung.

Sebagai penggantinya, pengusaha tersebut menggunakan alat pembayaran yang berupa uang giral. Untuk menggunakan uang giral itu, pengusaha tersebut harus mempunyai rekening di bank.

uang giral
Contoh uang giral

Bentuk-bentuk uang giral

Bentuk uang giral adalah sebagai berikut:

1.Cek

Cek adalah surat perintah pembayaran kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang kepada seseorang yang tertera di lembar cek tersebut.

Cek ini juga disebut cek atas nama. Orang yang mencairkan dan menguangkan cek itu adalah seseorang yang namanya sama dengan yang tertera di lembar cek.

Jenis cek lainnya adalah cek atas tunjuk, adalah bank berkewajiban membayar kepada siapa saja yang menguangkan cek tersebut.

2.Giro

Giro adalah surat perintah kepada bank untuk memindahkan sejumlah uang kepada rekening orang atau perusahaan yang ditunjuk oleh  seorang nasabah.

Misalnya, Ardo membeli barang dari Budi seharga Rp500.000,00. Baik Ardo maupun Budi mempunyai rekening (simpanan) di bank. Saldo simpanan Ardo sebanyak Rp5.000.000,00 dan saldo simpanan Budi sebanyak Rp3.000.000,00.

Dengan mpembayaran tersebut Ardo mengeluarkan bilyet giro, berupa surat perintah kepada bank agar memindahbukukan uang sebanyak Rp500.000,00 dari rekening Ardo ke rekening Budi. Dengan demikian, setelah pemindahbukuan itu, saldo rekening Ardo menjadi Rp4.500.000,00 dan saldo rekening Budi menjadi Rp3.500.000,00.

3.Transfer Telegrafis

Pembayaran menggunakan transfer telegrafis adalah pemindahan uang antar rekening di bank secara cepat.

Baca Juga : Pakaian Adat Jawa Timur-Upacara beserta Gambarnya Dan Penjelasan

Ciri-Ciri Uang Giral