Tujuan Budi Utomo, Dan Pendiri, Serta Sejarah Budi Utomo Lengkap

Posted on
GuruSekolah.co.id-Pada pembahasan kali ini, kita akan menjelaskan materi tentang Tujuan Budi Utomo, Dan Pendiri, Serta Sejarah Budi Utomo Lengkap secara singkat dan jelas.
Mari sama-sama kita bahas penjelasannya berikut ;

budi utomo

Pendiri Budi Utomo

Pada tahun 1906 Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo, memulai merintis atau menggagas untuk mengadakan kampanye menghimpun dana pelajar (Studie Fund) di kalangan para priyayi di Pulau Jawa.

Dr. Wahidin Sudirohusodo ialah pencetus berdirinya Organisasi yang sekarang disebut Budi Utomo. Dr. Wahidin Sudirohusodo ( 1857- 1917) ialah inspirator atau penggagas bagi pembentukan organisasi modern pertama bagi kalangan priyayi Jawa.

Ia adalah lulusan sekolah Dokter Jawa dan bekerja sebagai dokter pemerintah di daerah Yogyakarta sampai dengan tahun 1899. Pada tahun 1901 menjadi redaktur pada majalah Retno Dhoemilah “Ratna yang berkilauan”.

Organisasi Budi Utomo (Boedi Oetomo)  ini adalah salah satu organisasi pemuda yang dibentuk atau didirikan pada tanggal 20 Mei 1908. Ketua dari organisasi ini tidak lain adalah Dr. Sutomo bersama mahasiswa STOVIA yakni Soeraji dan Goenawan Mangoenkoesoemo.

Organisasi ini juga didukung oleh para kaum pelajar STOVIA seperti Goenawan Mangoenkoesoemo, Soeradji, R. Gumbreg, Muhammad Saleh, Soetomo, Soewarno A., R. Angka, dan Suwarno B. Namadari organisasi itu diusulkan oleh Soeradji. Selanjutnya organisasi Budi Utomo dikumandangkan dengan semboyan Indie Vooruit (Hindia Maju). Organisasi Budi Utomo mempunyai arti yaitu usaha mulia.

Sejarah Budi Utomo

Kongres Budi Utomo yang pertama kali berlangsung di kota Yogyakarta pada tanggal 3 Oktober – 5 Oktober 1908. Kongres Budi Utomo ini dihadiri dari beberapa cabang yaitu Bogor, Bandung, Yogya I, Yogya II, Magelang, Surabaya, dan juga Batavia.

Ada beberapa hal yang berhasil diputuskan pada kongres pertama ini antara lain sebagai berikut;

a. Membatasi jangkauan geraknya kepada penduduk Jawa dan jugaMadura.

b. Tidak ingin melibatkan diri dalam bidang politik.

c. Bidang kegiatan yang difokuskan adalah bidang pendidikan dan budaya.

d. Menyusun para pengurus besar dari organisasi yang diketuai oleh R.T. Tirtokusumo.

e. Merumuskan tujuan utama dari Budi Utomo ialah kemajuan yang selaras untuk negara dan bangsa.

Terpilihnya R.T. Tirtokusumo yang seorang bupati menjadi ketua dimaksudkan agar lebih memberikan kekuatan kepada Budi Utomo. Kedudukan bupati memberi dampak yang sangat positif dalam rangka menggalang dana dan juga keanggotaan dari Budi Utomo.

Untuk usaha memantapkan keberadaan Budi Utomo diusahakan untuk dapat segera memperoeh badan hukum dari pemerintah Belanda. Hal ini terwujud pada tanggal 28 Desember 1909, anggaran dasar Budi Utomo dapat disahkan.

Dalam perjalanan perkembangannya, di tubuh Budi Utomo muncul dua aliran adalah sebagai berikut.

a. Pihak kanan, berkeinginan agar keanggotaan dibatasi pada golongan atau kaum terpelajar saja, tidak ingin bergerak dalam bidang politik dan hanya membatasi pada bidang pelajaran sekolah saja.

b. Pihak kiri, yang jumlahnya lebih kecil dari pihk kanan terdiri dari kaum muda berkehendak ke arah gerakan kebangsaan yang demokratis, lebih ingin memerhatikan kepentingan nasib rakyat yang menderita.

Adanya dua aliran dalam tubuh Budi Utomo tersebut menyebabkan terjadinya perpecahan. Dr. Cipto Mangunkusumo yang mewakili sebagai kaum muda keluar dari keanggotaan. Akibatnya pergerakan Budi Utomo
menjadi semakin lamban.

Baca Juga : Tujuan Budi Utomo & Sejarah, Latar Belakang, Profil, Perkembangan

Tujuan Budi Utomo

Pada awal munculnya Budi Utomo bukanlah sebuah partai politik. Tujuan utamanya ialah untuk kemajuan bagi Hindia Belanda.

Hal ini terlihat dari tujuan yang ingin dicapai :

  1. perbaikan pada pelajaran di setiap sekolah-sekolah,
  2. mendirikan badan wakaf yang bertujuan mengumpulkan tunjangan untuk kepentingan belanja anak-anak bersekolah,
  3. membuka sekolah untuk bidang pertanian,
  4. memajukan  bidang teknik dan industri,
  5. menghidupkan dan mengaktivkan kembali seni dan kebudayaan bumi putera, dan
  6. menjunjung tinggi cita-cita dari kemanusiaan dalam rangka untuk mencapai kehidupan rakyat yang layak.

Kemunduran Budi Utomo

Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan semakin lambannya pergerakan Budi Utomo.

  • Budi Utomo lebih cenderung ingin memajukan pendidikan untuk kalangan priyayi daripada untuk penduduk umumnya.
  • Menonjolnya kaum priyayi yang lebih mengutamakan jabatan sehingga menyebabkan kaum terpelajar tersisih.
  • Lebih baanyak mementingkan para pemerintah kolonial Belanda daripada kepentingan rakyat Indonesia sendiri.

Saat meletus Perang Dunia I tahun 1914, Budi Utomo mulai ikut dalam bidang politik. Berikut ini adalah beberapa bentuk peran politik Budi Utomo.

  • Melancarkan isu pentingnya pertahanan sendiri dari serangan bangsa-bangsa lain.
  • Menyokong gagasan wajib militer para pribumi.
  • Membentuk Komite Nasional untuk dapat menghadapi pemilihan anggota volksraad.
  • Mengirimkan komite Indie Weerbaar ke Negara Belanda untuk pertahanan Hindia.
  • Ikut juga duduk dalam Volksraad (Dewan Rakyat).

Budi Utomo mampu menerbitkan sebuah majalah bulanan Goeroe Desa yang memiliki kiprah masih terbatas pada kalangan penduduk pribumi.

Sejalan dengan adanya kemerosotan aktivitas dan juga dukungan para pribumi kepada organisasi Budi Utomo, maka pada tahun 1935 organisasi Budi Utomo masuk ke dalam Partai Indonesia Raya (Parindra). Sejak itulah organisasi Budi Utomo terus mengalami kemerosotan dan mundur dari arena bidang politik.

Demikian penjelasan tentang tujuan budi utomo, dan pendiri, serta sejarah budi utomo lengkap

yang Gurusekolah.co.id dapat sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terimakasih

Artikel Lainnya :

Sejarah Islam-Pengertian Dan Sejarah kebudayaan Lengkap

Peninggalan Kerajaan Kutai & Sejarah, Silsilah, Dan Masa Kejayaan