Teks Narasi – Pengertian,Ciri,Tujuan,Struktur,Unsur,Jenis Serta Contoh

Posted on

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Teks Narasi – Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Unsur, Jenis Beserta Contoh

teks narasi

Pengertian Teks Narasi

Teks narasi atau Paragraf Naratif ialah karangan yang berbentuk kisahan yang terdiri atas kumpulan yang disusun secara kronologis (menurut urutan waktu) sehingga menjadi suatu rangkaian cerita yang lengkap.

Definisi lain dari sebuah narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf yang ada dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu yang dijabarkan atau dijelaskan dengan urutan awal, tengah, dan juga akhir. Narasi bisa berupa fiksi dan dapat pula non fiksi. Narasi dapat kita dijumpai pada sebuah karya seperti cerpen, biografi, novel dan lain sebagainya.

Baca Juga : 7 Contoh Teks Pengumuman

Ciri-ciri Teks Narasi

Untuk mengenali sebuah teks atau paragraf narasi dan sekaligus untuk referensi membuat karangan atau teks narasi, maka harus mengenal ciri-ciri dari teks narasi.

Ciri dari teks narasi terdiri dari 18 ciri, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.

2. Dirangkai dalam urutan waktu.

3. Ada konfiks. 1. Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.

Konfiks ialah suatu imbuhan tunggal yang terjadi dari perpaduan awalan dan akhiran yang membentuk satu kesatuan. beberapa konfik diantaranya adalah:

  • Konfiks ke-an : keindahan
  • Konfiks pe-an : pengiriman
  • Konfiks per-an : pergaulan
  • Konfiks ber-an : berpandangan
  • Konfiks se-nya : setibanya
  • Konfiks me-kan : menyelesaikan

4. Menggunakan kata ulang.

Kata ulang atau proses pengulangan atau reduplikasi ialah pengulangan satuan gramatik baik seluruhnya maupun sebagian dan dalam hal ini ada yang berupa variasi fonem ataupun tidak. Hasil pengulangan itu disebut kata ulang.

Macam-macam pengulangan :

  • Pengulangan seluruh
    Yaitu pengulangan bentuk dasar tanpa perubahan fonem dan tidak berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, misalnya: Buku : buku- buku
  • Pengulangan sebagian
    Pengulangan bentuk dasar secara sebagian, misalnya : Membaca : membaca- baca
  • Pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks.
    Dalam golongan ini, bentuk dasar diulang seluruhnya dan berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks , misalnya : menghubung- hubungkan / memata- matai
  • Pengulangan dengan perubahan fonem
    Suatu bentuk pengulangan terhadap suatu kata yang memilikicsusunan kata yang berubah.
    Misalnya : Gerak : gerak- gerik
  • Kata ulang semu
    Kata ulang yang berupa kata dasar. seperti kupu-kupu, biri-biri

5. Ada unsur tempat, suasana pelaku dan waktu

6. Menguraikan atau mengisahkan suatu peristiwa

7.Membangun alur dan mengutamakan faktor kronologis dan waktu

8. Adanya unsur perbuatan atau tindakan

9. Adanya unsur rangkaian cerita

10. Adanya sudut pandang pengarang

11. Adanya keterangan nama tokoh dalam cerita

12. Adanya keterangan yang menjelaskan latar kejadian peristiwa

13. Unsur pikiran lebih tajam dibandingkan unsur perasaan

14. Menggunakan bahasa sehari-hari

15. Peristiwa atau kejadian yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.

16. Berlandaskan konfiks, sebab tanpa adanya konfiks biasanya narasi tidak menarik.

17. Memiliki nilai estetika.

18. Menekankan susunan secara kronologis.

Baca Juga : Teks Pidato

Tujuan Narasi

Secara fundamental ada beberapa tujuan menulis narasi yaitu:

  • Memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan
  • Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca

Struktur Narasi

  • Pengenalan
    Pada bagian ini berisi mengenai pengenalan suatu tokoh suasana ,latar dan lain sebagainya.
  • Awal Pertikaian
    Pada bagian ini berisi konfik atau juga permasalahan awal yang akan ditampilkan oleh seorang penulis.
  • Klimaks atau Puncak Pertikaian
    Pada bagian ini berisi mengenai ilustrasi konflik utama atau inti dari sebuah cerita.
  • Antiklimaks atau Penyelesaian
    Pada bagian ini berisi tentang penyelesaian permasalahan yang terjadi dalam cerita dan menandakan berakhirnya cerita.

Unsur-Unsur Narasi

  • Alur (Plot)
    Alur atau plot adalah deretan kejadian yang mengatur hubungan peristiwa demi peristiwa agar saling berkaitan secara logis.
  • Pengembangan
    Pengembangan adalah deretan kejadian yang dimulai dengan pengenalan atau pendahuluan (Pengenalan Tokoh), isi peristiwa (konflik antar tokoh) dan penutup (Penyelesaian)

Jenis-Jenis Narasi

  • Narasi informatif

Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.

  • Narasi ekspositorik

Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu kejadian atau peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Pada narasi ekspositorik, penulis akan menceritakan suatu peristiwa berdasarkan atas data yang sebenarnya atau fakta. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil hingga saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan dari eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositorik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan dalam bahasa yang logis, berdasarkan atas fakta yang ada, tidak untuk memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.

  • Narasi artistik

Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, Narasi artistik ini pula menyampaikan sebuah amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.

  • Narasi sugestif

Narasi sugestif adalah suatu narasi yang menceritakan suatu cerita untuk bisa memberika suatu maksud tertentu, serta dapat menyampaikan suatu amanat kepada para pembaca maupun pendengar sehingga seolah-olah tampak melihat.

Langkah-langkah menulis karangan narasi

  1. Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan
  2. Tetapkan sasaran pembaca
  3. Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
  4. Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan juga akhir cerita
  5. Rincian dari peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita
  6. Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandangan
  7. Mengerti aturan tanda bacanya dalam kalimat tersebut

Contoh Teks Narasi

Perhatikan contoh narasi singkat berikut ini:

Contoh Teks Narasi:
Pergilah Tedi ke pasar menggunakan sepeda bututnya, sesampainya di pasar dibelilah kebutuhan-kebutuhan hidupnya bersama sang ayah yang sakit-sakitan. Setelah semua barang terbeli ia kembali mengayuh sepeda bututnya menuju rumahnya yang hang hanya sebuah gubuk di pinggir sungai.

Itulah penjelasan singkat dan jelas tentang  “Teks Narasi – Pengertian, Ciri, Tujuan, Struktur, Unsur, Jenis Beserta Contoh” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :