Sistem Transportasi Tumbuhan Beserta Proses Mekanisme

Posted on

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Sistem Transportasi Tumbuhan Beserta Proses Mekanisme

Sistem Transportasi tumbuhan

Proses Pengangkutan Air Pada Tumbuhan

Berikut ini akan dibahas secara rinci tentang sistem transportasi pada tumbuhan yang meliputi;

  1. Penyerapan air dan mineral oleh akar
  2. Pengangkutan air dari akar ke daun
  3. Pengambilan CO2 oleh stomata pada daun
  4. Transfer hasi Fotosintesis dari darun

1. Penyerapan Air dan Mineral oleh Akar

Salah satu bahan penting untuk proses fotosintesis adalah air yang diperoleh tumbuhan dari dalam tanah melalui organ akar. Penyerapan air oleh tumbuhan melalui tahapan sebagai berikut.

Air akan diserap melewati rambut-rambut akar → masuk ke epidermis akar → korteks → bagian stele (bagian akar yang terdapat jaringan pembuluh angkut) → xilem → dihantarkan ke daun.

Air di sela partikel tanah akan masuk ke dalam rambut akar. Kemudian selanjutnya, air dan zat-zat mineral mengalir masuk ke daerah epidermis akar sampai ke korteks secara difusi. Hal ini tejadi karena perbedaan konsentrasi atau jumlah cairan terlarut (mineral).

Difusi merupakan proses bergerak atau berpindahnya zat/molekul cair dari tempat yang konsentrasinya tinggi ke yang lebih rendah. Konsentrasi mineral pada bagian manakah yang lebih tinggi?

Selanjutnya, air akan masuk ke endodermis dan xilem. Di endodermis, air akan melalui suatu membran selektif permeabel secara osmosis. Osmosis merupakan proses berpindah atau mengalirnya zat/molekul cair dari tempat yang konsentrasinya tinggi ke lebih rendah melalui membran selektif permeabel.

Membran ini memiliki fungsi sebagai penyaring sehingga hanya mineral-mineral yang dibutuhkan yang akan sampai xilem dan diangkut sampai ke daun.

Proses penyerapan air dan mineral oleh akar sangat dipengaruhi luas permukaan akar. Rambut-rambut akar berperan dalam memperluas bidang penyerapan air. Luas pada bidang penyerapan air ini bisa bertambah dengan adanya mikhoriza, yaitu simbiosis antara akar tumbuhan dengan jamur.

Baca Juga : Struktur Sel tumbuhan

2. Pengangkutan Air dari Akar ke Daun

Tahukah kalan, bagaimanakah caranya agar supaya air yang sudah diserap akar bisa sampai ke daun? Ada dua proses yang dapat menyebabkan air tersebut bisa terkirim sampai ke daun, yaitu dengan tekanan akar dan tarikan transpirasi.

Saat partikel mineral banyak yang terkumpul di bagian stele, potensial air akan turun sehingga banyak air yang masuk (terosmosis) ke stele. Banyaknya air yang mengalir dari korteks ke stele ini menghasilkan suatu dorongan besar yang “memaksa” cairan masuk dan naik di dalam xilem. Peristiwa ini yang dimaksud sebagai tekanan akar.

Saat siang hari, udara di luar daun lebih kering. Artinya, kandungan air lebih rendah dibanding kandungan air dalam daun. Akibatnya, air dalam daun akan terdifusi keluar melalui stomata. Proses ini disebut sebagai transpirasi.

Proses transpirasi menyebabkan tumbuhan kehilangan air. Dikarenakan gaya adhesi dan juga kohesi yang terjadi antara air dengan sel-sel jaringan mesofil daun, maka jaringan ini akan ‘menarik’ air dari jaringan yang ada di bawahnya agar untuk memenuhi kebutuhan air yang ada didalam daun yang hilang karena transpirasi.

Gaya tarik itu menyebabkan air yang terangkut akar (pada proses tekanan akar) akan mengisi xilem batang dan terus naik ke daun. Proses aliran air dari potensial tinggi ke potensial rendah karena tarikan transpirasi terjadi terus menerus sehingga air dapat sampai ke daun.

3. Pengambilan CO2 melalui Stomata

Bahan yang dipakai sebagai proses fotosintesis lainnya ialah CO2 yang didapatkan tumbuhan dari udara dengan cara difusi dalam bentuk gas melewati stomata. Stomata adalah merupakan ruang keluarnya air pada saat transpirasi. Agar proses transpirasi dan difusi CO2 ini menjadi seimbang, stomata bisa membuka atau juga menutup.

Proses membuka dan menutupnya stomata dipengaruhi oleh proses osmosis air pada sel-sel penjaga stomata. Pada saat sel-sel penjaga mengambil air, se-sel tersebut dan celah antar sel penjaga akan menjadi membesar sehingga stomata akan terbuka. Sebaliknya, pada saat air mulai berkurang, sel-sel penjaga akan menjadi mengkerut dan celah antarsel akan mengecil, sampai akhirnya menutup.

Baca Juga : Sel Tumbuhan

4. Transfer Hasil Fotosintesis dari Daun

Hasil proses fotosintesis adalah molekul gula (glukosa) dan gas oksigen (O2). Oksigen akan didifusi keluar dari daun melalui stomata untuk dimanfaatkan organisme lain, hewan atau manusia. Glukosa akan disebarkan ke seluruh tubuh tumbuhan sebagai sumber energi metabolisme.

Glukosa yang berlebih akan disimpan dalam organ cadangan makanan, seperti umbi batang, umbi akar, atau buah. Proses penyebaran zat hasil fotosintesis ini disebut juga dengan proses translokasi.

Zat hasil fotosintesis diangkut pembuluh tapis (floem). Proses pengangkutannya terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi antara ujung pipa floem yang telah terisi glukosa dengan ujung pipa lain yang belum terisi.

Pada ujung pipa yang terisi oleh glukosa, konsentrasinya akan menjadi tinggi sehingga air akan masuk ke floem. Adanya aliran air ini menimbulkan tekanan yang akan mengalirkan gula ke ujung pipa lainnya yang belum terisi. Proses ini terjadi terus di dalam floem yang tersebar di seluruh bagian tubuh tumbuhan sehingga zat hasil fotosintesis dapat disebarkan.

Menurut Sistem Pengangkutannya, Tumbuhan digolongkan menjadi dua yaitu:

  • Sistem pengangkutan pada tumbuhan tingkat tinggi
  • Sistem pengangkutan pada tumbuhan tingkat rendah

1. Mekanisme Transportasi Pada Tumbuhan Tingkat Tinggi

Pada tumbuhan tingkat tinggi, ada dua jenis proses transportasi yang terjadi pada pengangkutan zat-zat hara dan air yang diperoleh dari dalam tanah, yaitu secara intravascular dan secara ekstravaskular. Sistem Pengangkutan Ekstravaskular yaitu pengangkutan yang terjadi diluar jaringan xilem dan floem.

Mekanisme ekstravaskular yaitu, proses mengangkut air dan zat-zat hara (garam mineral) dari dalam tanah melalui akar, dari akar menuju ke seluruh tubuh. Sedangkan sistem pengangkutan intravascular yaitu pengangkutan yang terjadi melalui pembuluh pengangkut dimulai dari mengangkut air dan zat-zat hara yang masuk melalui akar. Akar lalu meneruskan mengangkut sampai pada bagian atas tanaman.

2. Mekanisme Transportasi Pada Tumbuhan Tingkat Rendah

Pada tumbuhan tingkat rendah, transportasi untuk penyerapan garam-garam mineral dan juga air tidak dilakukan didalam pembuluh jaringan, melainkan melewati semua jengkal tubuh tumbuhan tingkat rendah itu sendiri. Setiap tumbuhan maupun tanaman yang hidup membutuhkan air dan juga garam-garam mineral dari lingkungan sekitar untuk dapat tumbuh dan berkembang. Garam-garam atau zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan tersebut contohnya oksigen, karbon dioksida, air, dan mineral.

Pada tumbuhan yang mempunyai pembuluh jaringan pengangkut mengikat karbon dioksida dan oksigen melewati daun. Zat-zat lain (garam mineral) dan air diambil dari tanah melewati bagian-bagian akar. Tanaman atau tumbuhan akan menyerap oksigen, air dan karbon dioksida melalui transport aktif, difusi dan juga proses osmosis.

Air sangat dibutuhkan sekali oleh tanaman. Akibat dari kurangnya pasokan air bagi tumbuhan, maka tumbuhan tidak dapat hidup. Air masuk ke dalam tubuh tumbuhan melewati bagian ujung rambut-rambut akar. Air ini nantinya akan dipakai untuk memicu reaksi kimia yang berguna untuk membuat turgor, pengangkutan zat-zat hara, dan juga zat yang tidak berguna atau tidak dibutuhkan lagi oleh tanaman akan dikeluarkan melalui ujung daun berwujud air maupun uap.

Demikian penjelasan singkat dan jelas tentang “Sistem Transportasi Tumbuhan Beserta Proses Mekanisme” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :