Rukun Shalat Jum’at-Pengertian,Syarat,Rukun Dan Dasar hukumnya

Posted on
GuruSekolah.Co.id Pada kali ini akan membahas tentang Rukun Shalat Jum’at secara lengkap yang meliputi pengertian,syarat,rukun dan dasar hukumnya.
Untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini :
rukun shalat jum'at

Pengertian

Hukum Shalat Jum’at

Hukum melaksanakkan shalat jum’at adalah wajib bagi semua laki- laki yang sehat dan tidak memiliki uzur atau halangan seperti sakit parah dan bencana alam.

Syarat Wajib

  • Orang Islam
  • Baligh atau dewasa
  • Berakal sehat atau tidak gila
  • Laki-laki bukan wanita
  • Merdeka
  • Sehat badan

Syarat Sah

  • Bermukim pada daerah dilaksanakannya shalat jumat.
  • Jumlah orang yang melaksanakkan shalat jumat minimal 40 orang
  • Telah tiba  waktu shalat dzuhur

Baca juga : Sejarah Islam-Pengertian Dan Sejarah kebudayaan Lengkap

Rukun Shalat Jum’at

  • Khutbah dua kali
  • Shalat dua raka’at yang  dilaksanakkan  dengan berjama’ah

Syarat Khutbah Jumat

  • Telah masuk waktu dzuhur
  • Khatib harus menutup aurat
  • Berturut-turut antara dua khutbah
  • Suci dari hadas dan naji, baik pada badan, pakaian dan tempat
  • Khutbah terdengar oleh 40 orang jama’ah ahli jumat

Rukun Khutbah Shalat Jum’at

  • Membaca hamdalah pada dua khutbah
  • Membaca shalawat pada nabi saw pada dua khutbah
  • Berwasiat takwa kepada Allah pada dua khutbah
  • Membaca ayat al-quran pada salah satu dua khutbah
  • Berdoa untuk orang mukmin laki-laki dan perempuan

Sunah- Sunnah Shalat Jum’at

  • Mandi dan membersihkan tubuh
  • Berpakaian putih bersih dan suci
  • Memakai wangi-wangian
  • Memotong kuku dan kumis
  • Memperbanyak bacaan ayat al-quran, berdoa dan berzikir
  • Duduk diam dan tenang pada saat  khatib menyampaikan khutbah

Hikmah melaksanakkan shalat jum’at

  • Lambang persatuan Umat Islam
  • Doa yang kita panjatkan  kepada Allah Subhanahu wataala akan dikabulkan lebih cepat.
  • Sarana syiar Islam.

Dasar Hukum Pelaksanaan Sholat Jum’at

  • Al-Qur’an

Islam adalah merupakan agama yang bersumberkan dari wahyu yang diyakini termanifestasi dalam wujud teks yaitu Al-Qur’an dan As- Sunnah.

Kitab al-Qur’an mengandung tentang pesan-pesan Syar’i sebagai bentuk referensi untuk menentukan suatu hukum yang sebahagian bersifat rinci dan sebahagian masih bersifat global (mujmal).

Oleh sebab globalnya petunjuk-petunjuk dalam al-Qur’an maka sudah seharusnya memerlukan penjelasan-penjelasan yang bersifat memerinci (tafsil).

Al-Qur’an sebagai sumber yang pertama dalam istinbath hukum dan tidak diragukan keabsahan nashnya secara naqli. Semua madzhab fiqh sepakat menempatkan al-Qur’an sebagai sumber yang pertama dan utama dalam wacana penetapan hukum Islam (tasyri’ Islami), sedangkan As- Sunnah merupakan sumber kedua yang bersifat naqli.

Penggunaan As- Sunnah ini dilakukan setelah istinbath al-hukm tidak ditemukan pada al Qur’an atau dapat juga penggunaannya sebagai komplemen terhadap al Qur’an.

Di dalam Al Qur’an yang menjelaskan tentang kewajiban shalat Jum’at adalah QS.al Jumu’ah ayat 9 yang berbunyi;

Yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman apabila telah diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah perkara jual beli. Yang demikian ini lebih baik jika kamu mengetahuinya”.(QS. Al-Jumu’ah: 9)22

  • Al Hadits

As Sunnah sebagai sumber hukum yang kedua setelah al- Qur’an juga memuat tentang dasar pelaksanaan pada shalat Jum’at.

Dalam hadits banyak juga yang menerangkan tentang bagaimana pelaksanaan shalat Jum’at, diantaranya adalah:

  • Yang artinya: “Dari Thariq bin Syihab dari nabi solallahualaihiwasalam bersabda: shalat Jum’at wajib bagi setiap muslim dengan berjamaah kecuali bagi empat orang yaitu hamba sahaya, wanita, anak kecil, dan orang sakit”. (HR. Abu Daud)

Dalam hadits yang lain juga disebutkan tentang kewajiban shalat jumat Artinya: “Dari Hafsah r.a berkata : bahwasanya Nabi Solallahualaihiwasalam bersabda: pergi ke Jum’at wajib bagi setiap yang sudah bermimpi (baligh)”.(HR. An-Nasa’i)

  • Al-Ijma

Berdasarkan al qur’an surat al jumuah ayat 9-10 dan kemudian dikuatkan oleh hadits-hadits diatas, kaum muslimin (ijma) bahwa shalat Jum’at hukumnya fardlu A’in, kewajiban bagi masing-masing individu muslim yang sudah memenuhi kriteria yaitu sudah baligh, terkecuali bagi empat orang yaitu wanita, musafir, hamba sahaya dan anak-anak.

Dan pada pelaksanaannya harus dilakukan dengan berjama’ah dengan didahului khutbah.

Meskipun begitu, tidak seluruh ulama sepakat shalat Jum’at itu wajib. Ibnu Rusyd menerangkan bahwa pendapat yang ganjil berasal dari Imam Malik yang menyatakan shalat Jum’at adalah sholat sunnah.

GuruSekolah.co.id itulah makalah tentang Pengertian, Syarat, Dan Rukun Shalat Jum’at, semoga kita sebagai umat  islam diberikan kekutan dan kemampuan untuk bisa melaksanakan segala yang diperintahkan dan menghindari segala yang dilarang oleh Allah SWT. Sehingga kita diizinkan oleh-Nya untuk memasuki surga-Nya. Semoga bermanfaat.

Baca juga :