Politik Balas Budi Yang Diterapkan Belanda Saat Masa Penjajahan

Posted on

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang politik balas budi yang diterapkan belanda saat masa penjajahan secara singkat dan jelas

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

Politik Balas Budi Yang Diterapkan Belanda Saat Masa Penjajahan Di Nusantara

Pengertian

Pemerintah Belanda melakukan penjajahan di Nusantra selama ratusan tahun. Ini berawal sejak kebangkrutan VOC yang sebelumnya membuka industri dagang di Nusantara. Pada tahun 1816, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC.

Sejak saat ini mulai diterapkan berbagai kebijakan kolonial yang menguntungkan pemerintah Belanda. Kebijakan yang diterapkan seperti sistem tanam paksa tentu saja lebih banyak menyengsarakan rakyat di tanah air. Banyak pribumi yang mengalami kerugian bahkan sampai meninggal karena adanya kebijakan tersebut.

Seorang tokoh dari Belanda yaitu C.Th. van Deventer kemudian merasa prihatin atas nasib rakyat pribumi. Menurutnya Belanda berhutang pada bangsa Indonesia dan perlu membalas budi. Tulisan dari van Deventer ini kemudian memunculkan kebijakan baru yang dikenal dengan Politik Etis atau Trilogi van Deventer.

Politik Balas Budi Yang Diterapkan Belanda Saat Masa Penjajahan Di Nusantara

Trigoli van Deventer terdiri dari tiga kebijakan, yaitu:

  • Imigrasi

Kebijakan ini berupa memindahkan pekerja pribumi yang ikut memberikan tenaga pada tanam paksa. Para pekerja menjadi tidak terpusat di satu daerah saja sehingga menjadi merata. Namun kebijakan ini tetap menguntungkan Belanda karena hasil bumi tetap dikuasai oleh Belanda.

  • Irigasi

Sistem irigasi atau saluran air diterapkan oleh pemerintah Belanda yang memang salah satu keahlian mereka. Bangunan sistem irigasi ini bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak. Namun pada masa penjajahan tentu saja itu menguntungkan Belanda karena jika sistem irigasi membaik maka hasil bumi yang dikeruk bisa semakin banyak.

  • Edukasi

Belanda juga membangun pendidikan di Indonesia, sayangnya tak semua orang bisa mengenyam pendidikan pada masa penjajahan Belanda. Pendidikan ini hanya terbatas pada kaum bangsawan dan keluarga priyayi saja. Meskipun demikian, berkat adanya pendidikan ini akhirnya mulai banyak tokoh intelektual yang lahir dan sadar akan pentingnya nasionalisme.

Kebijakan politik balas budi atau politik etis ini sebenarnya bermaksud baik untuk memajukan Indonesia meskipun saat itu masih dalam penjajahan Belanda. Sayangnya penerapannya masih lebih banyak menguntungkan Belanda dan hanya memberikan sedikit saja pada rakyat Indonesia. Setelah itu, barulah banyak muncul tokoh pribumi yang mulai bergerak untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Itulah penjelasan singkat dan jelas tentang politik balas budi yang diterapkan belanda saat masa penjajahan yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima Kasih

Artikel Lainnya :