Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia

Posted on

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia Serta Tahap-Tahapannya Lengkap

Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia

Awal Kehidupan Manusia

Manusia, pada mulanya berasal dari sebuah sel telur yang dibuahi oleh sel sperma. Sel telur yang dibuahi tersebut, selanjutnya membelah diri menjadi dua sel yang sama dan membelah lagi menjadi empat, dan seperti itu seterusnya. Pembelahan sel ini diikuti dengan berkembangnya sel-sel tersebut membentuk suatu struktur dan fungsi tertentu.

Manusia akan mengalami beberapa tahapan dari pertumbuhan dan juga perkembangan, yakni periode pra-lahir atau sebelum lahir dan juga neonatus, selanjutnya masa bayi, masa kanak-kanak, masa remaja atau juga pubertas, masa dewasa, dan kemudian masa tua (manula).

Baca Juga : Pengertian Makanan, Jenis, Kandungan Dan Fungsi Bagi Tubuh

Tahap-Tahapnya

Periode Pra-lahir dan Neonatus

Periode pra-lahir atau sebelum lahir diawali dengan pembuahan sel telur oleh sel sperma, kemudian meleburkan inti selnya menjadi zigot.

Selama beberapa masa ini, perkembangan dan pertumbuhan seluruh struktur tubuh sangat begitu cepat suplai secara fisiologis. Janin yang ada di dalam rahim ibu mendapatkan suplai zat makanan dari ibunya melalui atau melewati plasenta ( tali pusar )

Setelah lahir, bayi akan mengalami periode neonatus, yakni periode bayi yang baru lahir (neonate) hingga sampai berusia 10–14 hari. Selama masa tersebu, bayi harus mesti menyesuaikan diri dengan lingkungan yang seluruhnya baru di luar rahim ibu. Pertumbuhan untuk sementara terhenti.

Masa bayi (2 minggu– 2 tahun)

Secara bertahap bayi akan belajar untuk mengendalikan ototnya agar bisa bergantung pada dirinya sendiri. Sistem saraf mulai berkembang dan juga mendukung perkembangan otot untuk dapat membentuk sistem kesadaran awal. Kapasitas otak akan semakin meningkat untuk memicu aktivitas respon, terutama untuk merespon pada hal-hal yang dilihat.

Masa kanak-kanak (2 tahun–pubertas / remaja)

  • Awal Masa kanak-kanak dini (2–6 tahun)

Masa ini merupakan masa prasekolah / prakelompok. Anak mulai berusaha untuk mengendalikan lingkungannya dan juga menyesuaikan diri secara sosial. Keterampilan fisik sudah mulai muncul / tampak berupa aktivitas aktif.

  • Akhir masa kanak-kanak

Pada periode ini, kematangan organ mulai terjadi dan selanjutnya memasuki masa remaja yang berbeda-beda untuk setiap jenis kelamin. Perempuan akan mengalalaminya pada usia 6–13 tahun, sedangkan pada laki-laki akan muncul pada rentang usia 12–14 tahun. Perkembangan utamanya ialah sosialisasi pada masa sekolah atau juga kelompok.

Masa remaja atau pubertas

Pubertas adalah merupakan masa yang tumpang tindih antara masa akhir kanak-kanak dan juga masa remaja awal. Masa puber mulai berlangsung antara usia 11–15 tahun pada wanita dan mulai dari umur 12–16 tahun pada laki-laki. Pada masa Pubertas ini, perubahan fisik yang cukup nyata akan terjadi terutama pada wanita.

  • Ciri-ciri Pubertas pada Laki-laki

Akan dimulai pada produksi sperma (sel kelamin jantan) dari kematangan organ reproduksi. Tanda dari kematangan organ reproduksi ini adalah peristiwa “mimpi basah” yang dialami oleh setiap laki-laki.

Tanda-tanda kelamin sekunder yang akan mulai muncul, yakni menguatnya otot-otot tubuh, bertambahnya ukuran tulang akan menjadikan tubuh bertambah tinggi dan juga besar. Selain itu, rambut-rambut halus, seperti tumbuh kumis, tumbuh bulu di ketiak atau pubis (rambut kemaluan) akan mulai tumbuh, dan suara akan menjadi terdengar lebih berat.

  • Ciri-ciri Pubertas pada Wanita

Bagi wanita/perempuan, perubahan fisik yang akan terjadi, yakni pinggul dan payudara menjadi membesar, kematangan organ reproduksi, serta akan tumbuh rambut halus di area kemaluan. Selain itu juga akan mengalami proses haid (mentruasi), yang mulai terjadi pertama kali pada usia 10–16 tahun. Pada saat haid pertama kali datang disebut juga dengan menarche, yakni puncak dari serangkaian perubahan seorang gadis yang sedang menginjak dewasa.

Perubahan timbul dikarenakan serangkaian interaksi antara beberapa kelenjar yang ada di dalam tubuh. Pengendali utama haid adalah di hypothalamus.

Selama proses terjadinya haid, hypothalamus juga akan mengirim sejumlah faktor pencetus FSH (Follicle Stimulating Hormone).

Fungsi Hormon

Atau hormon yang memiliki fungsi menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium kepada kelenjar bawah otak yang membuat FSH.

Jumlah FSH dalam darah akan semakin meningkat dan merangsang sel-sel folikel telur tumbuh dan membentuk estrogen, sehingga kandungan estrogen dalam darah meningkat. Hormon Estrogen tersebut merangsang penebalan dinding rahim.

Sementara itu, di dalam ovarium akan diproduksi sel telur. Setelah sel telur matang, kemudian dilepas ke saluran telur (tuba fallopi) yang akan menuju ke rahim. Pembuahan biasanya terjadi didalam saluran tuba fallopi.

Bila sel telur yang menuju rahim tidak dibuahi oleh sperma, maka sel telur akan keluar melalui vagina bersama luruhan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Peristiwa seperti inilah yang sering disebut haid atau juga mentruasi.

Pola Haid

Pola haid yang dimiliki oleh setiap wanita berbeda-beda dan biasanya terbentuk secara teratur dalam kurun waktu 4–6 tahun sejak menarche (kira-kira pada usia 17–19 tahun).

Haid pada umumnya datang sebulan sekali dan mulai terputus siklusnya ketika seorang wanita mengandung, serta berhenti ketika usia 45 tahun.

Siklus Haid

Siklus haid dapat dihitung sejak hari pertama haid hingga hari terakhir sebelum haid berikutnya. Kebanyakan siklus haid pada wanita sekitar 22–35 hari dengan rata-rata 28 hari.

Demikian penjelasan singkat dan jelas tentang  “Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia Serta Tahap-Tahapannya Lengkap” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :