Perjanjian Tuntang:Latar Belakang,Pengertian dan Isi Perjanjian Lengkap

Posted on

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang Perjanjian Tuntang:Latar Belakang,Pengertian dan Isi Perjanjian Lengkap

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

perjanjian tuntang

Inggris mendarat di wilayah Batavia pada tanggal 11 Agustus 1811 dan langsung menyerang Belanda. Pada akhirnya Batavia jatuh ke tangan Inggris dan Janssens sebagai pengganti Gubernur Jender Daendels lari ke wilayah Tuntang, Semarang.

Ia tidak memiliki pilihan lain, selain menyerah kepada pasukan Inggris yang dipimpin oleh Lord Minto. Menyerahnya Belanda itu tertuang dalam sebuah Perjanjian Tuntang (1811).

Latar Belakang Perjanjian Tuntang

Kebangkrutan VOC menjadikan VOC dihapus pada tahun 1799, dan pemerintahan di Nusantara langsung diserahkan kepada pemerintah kerajaan Belanda pada kala itu.

Dengan bangkrutnya VOC, dapat dilihat dengan buruknya serikat dagang VOC, seperti adanya kekosongan kas serta terjadi menumpuknya hutang diperusahaan.

Dengan terjadinya hal tersebut VOC tidak dapat menjalankan kegiatan-kegiatannya, faktor-faktor yang menyebabkan VOC menjadi bangkrut antara lain;

  1. Adanya korupsi di kalangan para pegawai VOC.
  2. Tidak adanya keteampilan yang cakap, sehingga pegawai VOC pengendalian perdagangan tidak bisa berjalan dengan baik.
  3. Banyaknya hutang VOC disebabkan peperangan dengan rakyat pribumi dan juga dengan tentara Inggris.
  4. Menurunnya moral para penguasa yang diakibatkan oleh sistem monopoli.
  5. Tidak berjalannya dengan baik verplichte leverantie.

Dengan bangkrutnya VOC maka kaisar Prancis Napoleon Bonaparte memberikan kekuasaan kepada saudaranya sendiri dan diangkat menjadi raja Belanda yakni Louis Bonaparte. Raja Louis Bonaparte memerintahkan kepada Herman Willem Daendels sebagai gubernur jenderal di Hindia-Belanda. Tugas dari Herman Willem Daendels yakni mempertahankan pulau jawa dari serangan Inggris serta dapat membereskan keuangan pemerintahan.

Herman Willem Daendels mulai menjual tanah negara kepada pihak swasta untuk bisa menstabilkan keuangan, hal tersebut adalah merupakan pelanggaran undang-undang, jadi dengan adanya hal tersebut, Herman Willem Daendels digantikan oleh Jansens.

Ketika pasukan Inggris menyerang pada 26 Agustus 1811 tidak banyak yang dapat dilakukan oleh Janssens kecuali dengan pergi ke Bogor. Mulai dari Janssens menarik mundur ke daerah Semarang, dengan adanya tambahan dari pasukan Eropa yang berada di daerah Semarang dan Surabaya, beserta prajurit dari Kraton Surakarta dan Yogyakarta untuk bisa membantu pihak Belanda menghadapi Inggris.

Dengan serangan menggempur dari pihak Inggris sehingga Inggris membuat Janssen menjadi mundur, maka Janssen dan pasukan terpaksa mundur ke Tuntang. Dan pada akhirnya, Janssen menyatakan pengumuman menyerah kepada Jenderal Auchmuty. Belanda mengalami kekalahan perang oleh tentara Inggris sehingga tercetuslah sebuah perjanjian tuntang.

Pengertian Perjanjian Tuntang

Pengertian dari Kapitulasi Tuntang atau juga disebut dengan perjanjian tuntang adalah, sebuah perjanjian penyerahan suatu kekuasaan yang ada di Nusantara Indonesia dari pemerintahan Hindia-Belanda untuk Pemerintah Britania-Raya, berlangsung pada tahun 1811 di sebuah desa yang bernama desa Tuntang, saat ini berada di bawah kecamatan Tuntang yang ada dikabupaten Semarang.

Wilayah ini dipilih sebab, adalah sebuah daerah peristirahatan para pembesar pemerintah Hindia-Belanda, terdapat di tepi sebuah danau Rawa Pening dan mengalir sungai Tuntang yang bermuara ke Laut Jawa di Demak dan terdapat barak-barak tentara.

Gambar Perjanjian Tuntang

Baca Juga : Isi Perjanjian Saragosa : Pengertian,Latar Belakang Dan Dampaknya

Isi Perjanjian Tuntang

Isi perjanjian tuntang ialah sebagai berikut ;

a. Seluruh kekuatan militer Belanda yang derada di Asia Tenggara harus diserahkan kepada Inggris.

b. Utang pemerintah Belanda tidak diakui oleh Inggris.

c. Pulau Jawa, Madura, dan juga semua pangkalan Belanda di luar Jawa menjadi wilayah kekuasaan dari Inggris.

Inggris mengangkat Thomas Stamford Raffles (1811–1816) sebagai seorang letnan gubernur jenderal mewakili Lord Minto yang kedudukannya derada di Calcutta, India.

Perubahan-perubahan penting yang dilakukan oleh Raffles adalah sebagai berikut ;

a. Bidang Pemerintahan

1) Membagi Pulau Jawa menjadi 18 karesidenan dan juga mengangkat asisten residen orang Eropa sebagai
pengawas bupati.

2) Mengurangi kekuasaan para bupati dengan menjadikannya sebagai seorang pegawai pemerintah dan digaji
dengan uang sehingga tidak mengandalkan pajak dari masyarakat.

3) Menerapkan suatu pengadilan dengan sistem juri.

b. Bidang Ekonomi

1) Menghapuskan sistem kerja rodi yang pernah ada, yang diterapkan oleh Daendels, kecuali untuk daerah
Priangan dan juga Jawa Tengah.

2) Menghapuskan pelayaran hongi yang pernah diterapkan oleh pihak VOC.

3) Menghapuskan sistem perbudakan dimasyarakat.

4) Menghapuskan penyerahan wajib dan juga hasil bumi dari penduduk kepada pihak penguasa.

5) Melaksanakan sebuah sistem pajak tanah  atau landrent system, dengan memberikan ketentuan kepada petani mesti menyewa tanah yang digarapnya kepada pemerintah, di mana besarnya sewa tanah disesuaikan dengan keadaan tanah tersebut.

Pajak bumi harus dibayar dengan uang atau juga beras, dan orang-orang yang bukan petani dikenakan pajak kepala.

Kegiatan Raffles yang berjasa dalam bidang ilmu pengetahuan antara lain adalah sebagai berikut ;

a. Membangun Gedung Harmoni untuk menjadi lembaga ilmu pengetahuan Bataviassch Genootshap.

b. Menulis sejarah kebudayaan dan alam Jawa dalam karya “History of Java.”

c. Sebagai perintis Kebun Raya Bogor, dan Nama Raffles diabadikan sebagai sebuah nama bunga bangkai rafflesia arnoldi.

Gurusekolah.co.id-Demikian pembahasan tentang Perjanjian Tuntang:Latar Belakang,Pengertian dan Isi Perjanjian Lengkap semoga bermanfaat bagi anda semua. Terimakasih.

Artikel Lainnya :

Sejarah Islam-Pengertian Dan Sejarah kebudayaan Lengkap

Sarekat Dagang Islam-Sejarah Dan Tujuan Sarekat Islam

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran Secara Lengkap

Related posts: