Peninggalan Kerajaan Sriwijaya – Sumber, Lokasi, Dan Masa Kejayaan

Posted on

GuruSekolah.co.id – Pada kesempatan kali ini kita akan memahas tentang materi pembelajaran peninggalan kerajaan sriwijaya.

kita akan membahas secara singkat dan jelas sumber, lokasi dan masa kejayaan sehingga anda dapat memahaminya dengan baik. Simak penjelasan berikut ini :

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Penjelasan Singkat Sriwijaya

Sriwijaya adalah salah satu kemaharajaan bahari yang pernah ada di pulau sumatra dan memberi banyak pengaruh di nusantara dengan daerah kekuasaan yang membentang dari kamboja, thailand, semenanjung malaya, sumatra, jawa tengah dan jawa barat.

Menurut bahasa sanskerta, sri berarti ‘bercahaya’ dan wijaya berarti ‘kemenangan’ atau disebut juga ‘kejayaan’.

Sumber – Sumber Sejarah Sriwijaya

Sumber dalam negeri

Ditemukan prasasti berjumlah 6 buah yaitu menggunakan bahasa Melayu kuno dan huruf pallawa, dan telah menggunakan angka tahun saka.

  • Prasasti kedukan bukit yang ditemukan di kedukan bukit, pada tepi sungai talang tidak jauh dari palembang angka tahun 605 saka atau sama dengan 683 M. Prasasti ini menceritakan tentang perjalanan suci yang pernah dilakukan Dapunta Hyang, dan berangkat menuju muaratamwan yang diikuti oleh tentara sebanyak 20.000 orang, jadi dari beberapa daerah yang dilewati mereka berhasil menaklukkannya.
  • Prasasti Telaga Batu yang di temukan di Telaga Batu dekat dengan palembang angka tahun 683M.
  • Prasasti Talang Tuo yang ditemukan juga di sebelah barat kota Palembang angka tahun 606 Saka/684M. Prasasti ini menjelaskan tentang pembuatan Taman Sriksetra untuk kemakmuran semua makhluk dan terdapat doa-doa yang bersifat Budha Mahayana.
  • Prasasti Kota Kapur yang ditemukan juga di kota kapur (pulau Bangka) angka tahun 608 saka/686 M.
  • Prasasti Karang Berahi yang ditemukan juga di Jambi, dan tidak mempunyai angka tahun.
  • Prasasti Palas Pasemah yang ditemukan juga di Lampung Selatan, dan tidak mempunyai angka tahun.

 

Sumber Luar Negeri

  • Prasasti Ligor ditemukan juga di Semenanjung Melayu yang berangka tahun 775M, menjelaskan tentang bagaimana pendirian sebuah pangkalan di Semenanjung Melayu, di daerah Ligor.
  • Prasasti Nalanda yang ditemukan juga di negara india di daerah kota Nalanda yang berasal pada abad ke 9 M. Prasasti ini menjelaskan tentang pembangunan Wihara oleh seorang Balaputradewa yaitu raja Sriwijaya.

Sumber Asing

  • Sebuah perjalanan seorang pendeta Cina I-Tsing yang datang ke Sriwijaya pada tahun 672 M, yang mengkisahkan bahwa di Sriwijaya terdapat 1000 orang pendeta yang telah menguasai agama.
  • Kabar dari dinasti Sung yang mengkisahkan juga tentang pengiriman utusan dari Sriwijaya pada tahun 971 – 992 M.
  • Kabar dari Arab, sebutan Sriwijaya di arab dengan nama Zabag/Zabay atau dengan panggilan Sribuza. Dari kabar tersebut dikisahkan tentang kekuasaan dan kebesaran dan juga kekayaan Sriwijaya.
  • Kabar dari india, Raja-raja dari dinasti Cola telah menemukan berupa Prasasti Leiden Besar yang dikisahkan adanya pemberian tanah Anaimangalam terhadap biara yang ada di Nagipatma. Biara itu dibuat oleh Marawajayattunggawarman dari keturunan keluarga Syailendra yang pada waktu  itu yang berkuasa di Sriwijaya dan Kataka.

Lokasi Sriwijaya

peninggalan kerajaan sriwijaya
Peta
  • Ibu kota sriwijaya :Palembang, jawa, kadaram
  • Bahasa :Melayu Kuno, Sanskerta jawa kuno
  • Pemerintahan maharaja :Monarki, Sri jayanasa, Sri Indrawarman, Dharanindra, Samaratungga,
  • Balaputradewa, Sri cudamani, Warmadewa, Sri maravijayattunggawarman, Sangrama vijayattunggawarman
  • Agama :Budha vajrayana, Budha Mahayana, Budha Hinayana, Hindu
  • Didirikan pada tahun :650 M
  • Mata Uang :Koin Emas dan Perak

Masa-Masa Kejayaan Sriwijaya

peninggalan kerajaan sriwijaya
Masa Kejayaan

Sriwijaya pernah mengalami puncak keemasan atau kejayaan pada waktu masa pemerintahan raja Balaputradewa. Pada masa kejayaan kerajaan sriwijaya ini tidak lepas atas pengaruh dari raja Balaputradewa yang memimpin dengan baik pemerintahannya.

Dia lah yang mengadakan hubungan antara kerajaan yaitu raja Dewapaladewa yang berasal dari India.Pada sebuah prasasti Nalanda di tahun 860 M, raja Balaputradewa juga pernah mengajukan permintaan kepada raja dewapaladewa (raja Benggala).

Agar diperbolehkan untuk mendirikan tempat biara khusus untuk para mahasiswa dan pendeta Sriwijaya yang sedang belajar di Nalanda.

Raja Balaputradewa juga merupakan putra dari seorang raja Samaratungga (Dinasty Syailendra) dan memerintah di pulau jawa pada tahun 812 – 824 M.

Sriwijaya disebut juga dengan nama Sribuza. Pada tahun 955 Masehi, diketahui seorang musafir Al-masudi (pengelana)  sekaligus sejarawan dari Arab klasik yang menulis catatan tentang kerajaan Sriwijaya.

Dalam catatan itu, Sriwijaya adalah sebuah kerajaan yang sangat besar dan kaya raya, dengan tentara yang banyak, digambarkan kapal paling tercepat dalam waktu dua tahun pun tidak akan cukup untuk mengelilingi seluruh pulau di wilayah sriwijaya.

Hasil bumi nya adalah Kapur barus, kayu gaharu, cengkeh, pala, kayu cendana, kapulaga, gambir dan beberapa hasil bumi lainya.

Dituliskan bahwa Sriwijaya maju dalam bidang agraris. Ini telah disimpulkan dari seorang ahli bernama Abu Zaid Hasandari yang berasal dari bangsa persia, dia mendapatkan keterangan dari seorang pedagang Arab yang bernama Sujaimana.

Abu Zaid menulis bahwasanya Kerajaan Zabaj Sriwijaya sebutan  dari bangsa Arab,  pada waktu itu memiliki tanah subur dan kekuasaaan yang luas hingga ke seberang lautan.

Itulah materi makalah lengkap tentang peninggalan sejarah sriwijaya yang dapat

GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…

Baca juga :

tujuan budi utomo

 

 

 

 

 

Related posts: