GuruSekolah.co.id

GuruSekolah.co.id –Pada kesempatan kali ini akan membahas materi tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran faktor harga dan biaya Secara singkat dan jelas

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

Pada faktanya banyak faktor yang memengaruhi penawaran penjual. Namun saat merumuskan penawaran, cukup dengan menghubungkan harga dan jumlah barang dan jasa yang akan ditawarkan. Faktor-faktor selain harga dianggap tidak berubah atau berganti (ceteris paribus).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran

Penawaran dan produksi memiliki hubungan yang sangat erat. Hal-hal yang memajukan dan menghambat kegiatan produksi berpengaruh terhadap jumlah penawaran.

Berikut dibawah ini faktor-faktor yang memengaruhi penawaran :

a. Harga Barang itu Sendiri

Jika harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan menjadi meningkat.

Baca Juga :Sarekat Dagang Islam-Sejarah Dan Tujuan Sarekat Islam

Namun sebaliknya jika barang yang ditawarkan turun, jumlah barang yang ditawarkan penjual juga akan menjadi turun. Contohnya, jika harga sayur bayam meningkat dari Rp.2000,00 menjadi Rp.3000,00, maka jumlah sayur bayam yang penjual tawarkan akan menjadi meningkat pula.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran

b . Harga Barang Pengganti

Jika harga barang pengganti meningkat, maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan.

Penjual berkeinginan, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang ditawarkan, sebab harganya lebih rendah.

Misalnya harga teh meningkat menyebabkan harga barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual lebih banyak menjual kopi.

c . Biaya Produksi

Biaya produksi berhubungan dengan biaya yang dipakai dalam proses produksi, seperti misal biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan lain sebagainya.

Jika biaya-biaya produksi meningkat, maka harga barangbarang diproduksi akan semakin tinggi. Akibatnya produsen akan menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang lebih sedikit.

Hal ini disebabkan karena produsen tidak mau rugi, sebaliknya jika biaya produksi turun, maka produsen akan meningkatkan jumlah produksinya. Dengan demikian penawaran juga akan menjadi meningkat.

d . Kemajuan Teknologi

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya barang yang akan ditawarkan. Adanya teknologi yang lebih modern akan lebih memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan juga jasa.

Dengan memakai mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan memudahkan produsen untuk bisa menjual barang dengan jumlah yang banyak.

Contohnya untuk menghasilkan 1 kg gula pasir biaya yang mesti dikeluarkan oleh perusahaan Manis sebesar Rp4.000,00. Harga jualnya menjadi sebesar Rp7.500,00/ kg.

Namun dengan menggunakan mesin yang lebih modern, perusahaan Manis dapat menekan biaya produksi menjadi Rp3.000,00.

Harga jual untuk setiap 1 kilogramnya tetap yakni Rp7.500,00/kg. Dengan demikian, perusahaan Manis bisa memproduksi gula pasir lebih banyak lagi.

Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menciptakan dua efek, yakni produksi bisa ditambah dengan lebih cepat dan biaya produksi menjadi semakin murah. Dengan begitu, keuntungan menjadi bertambah tinggi lagi.

e. Pajak

Pajak adalah merupakan ketetapan pemerintah terhadap suatu produk sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga suatu barang. Jika harga suatu barang tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan menjadi berkurang, sehingga penawaran juga akan menjadi berkurang.

f. Perkiraan Harga di Masa Depan

Perkiraan harga di masa datang sangat memengaruhi besar kecilnya jumlah dari penawaran. Jika perusahaan memprediksikan harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka perusahaan akan menurunkan jumlah barang dan jasa yang akan ditawarkan.

Contohnya pada saat krisis ekonomi melanda, harga-harga barang dan jasa menjadi naik, sementara penghasilan relatif tetap. Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah dari produksi barang dan jasa, karena takut tidak akan laku dibeli oleh masyarakat.

g. Bencana Alam

Jika suatu daerah penghasil suatu produk terjadi bencana alam, maka bisa dipastikan, jumlah dari produksi barang tersebut akan menurun dan mempengaruhi tingkat penawaranya.

Demikian penjelasan tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran Secara Lengkap yang Gurusekolah.co.id dapat sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.Terimakasih

Artikel Lainnya :

Konversi Satuan-Pengertian,Panjang, Massa, Waktu, Luas dan Volume

Tujuan Budi Utomo, Dan Pendiri, Serta Sejarah Budi Utomo Lengkap

Daur Air : Pengertian, Siklus Air, Tahapan, Proses, dan Gambarnya

GuruSekolah.co.id –Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang sarekat dagang islam meliputi sejarah dan tujuan Sarekat Islam secara singkat dan jelas

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

sarekat dagang islam

Sejarah Sarekat Islam

Pada awalnya Sarekat Islam ialah sebuah perkumpulan para pedagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI).

Sarekat dagang Islam didirikan pada tahun 1911

Pada tahun 1911, Sarekat Dagang Islam (SDI) didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik didaerah Jawa.

Tujuan Sarekat Islam

Garis yang diambil oleh SDI ialah kooperasi, yang mempunyai tujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam.

Anggota Sarekat Dagang Islam

Keanggotaan SDI masih terbatas pada ruang lingkup pedagang saja, maka tidak mempunyai anggota yang cukup banyak.

Oleh sebab itu agar mempunyai anggota yang banyak dan luas ruang lingkupnya, maka pada tanggal 18 September 1912, SDI dirubah menjadi SI (Sarekat Islam).

Gambar Sarekat Islam

Tokoh Pendiri Serekat Islam

Organisasi Sarekat Islam (SI) didirikan oleh beberapa dari tokoh SDI seperti H.O.S Cokroaminoto,H. Agus Salim, dan Abdul Muis.  Sarekat Islam berkembang sangat pesat sebab bermotivasi untuk agama Islam.

Latar belakang dan tujuan SI

Latar belakang ekonomi berdirinya Sarekat Islam ialah:

a. Adanya perlawanan terhadap para pedagang perantara (penyalur) oleh orang Cina,
b. Isyarat pada umat Islam bahwa telah tiba saatnya untuk bisa menunjukkan kekuatannya, dan

c. Membuat front melawan semua penghinaan terhadap para rakyat bumi putera.

Baca Juga : Sejarah Islam-Pengertian Dan Sejarah kebudayaan Lengkap

Tujuan Sarekat dagang Islam

Tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan anggaran dasarnya ialah:
a. mengembangkan jiwa berdagang;
b. memberi bantuan kepada anggotanya yang mengalami kesukaran;
c. memajukan pengajaran dan semua yang dapat mempercepat naiknya derajat bumi putera;
d. menentang pendapat-pendapat yang keliru tentang agama Islam;
e. tidak berkecimpung dalam bidang politik, dan
f. menggalang persatuan umat Islam hingga timbul rasa saling tolong menolong.

Kecepatan tumbuhnya SI bagaikan meteor dan juga meluas secara horizontal. SI adalah organisasi massa pertama di Indonesia.

Antara tahun 1917 sampai dengan 1920 begitu terasa pengaruhnya di dalam politik Indonesia. Untuk menyebarkan propaganda perjuangannya, Sarekat Islam menerbitkan dan membuat surat kabar yang bernama Utusan Hindia.

Pada tanggal 29 Maret 1913, para pemimpin SI membuat pertemuan dengan Gubernur Jenderal Idenburg untuk memperjuangkan SI berbadan hukum. Jawaban dari Idenburg pada tanggal 29 Maret 1913, yaitu SI di bawah pimpinan H.O.S Cokroaminoto tidak diberi badan hukum.

Ironisnya yang mendapat pengakuan pemerintah kolonial Belanda (Gubernur Jenderal Idenburg) justru cabang-cabang SI yang ada di daerah. Ini adalah suatu taktik pemerintah kolonial Belanda dalam memecah belah persatuan SI.

Bayangan perpecahan mulai muncul dari pandangan yang berbeda antara H.O.S Cokroaminoto dengan Semaun mengenai ideologi kapitalisme.

Menurut Semaun yang memiliki pandangan sosialis, bergandeng dengan kapitalis adalah haram. Dalam kongres SI yang dilaksanakan tahun 1921, ditetapkan adanya disiplin partai rangkap anggota.

Setiap anggota SI tidak bisa merangkap sebagai anggota organisasi lain, terutama yang beraliran komunis. Akhirnya SI pecah menjadi dua yakni SI Putih dan SI Merah.

a. SI Putih, yang tetap konsisten berlandaskan nasionalisme dan Islam. Dipimpin oleh H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dan juga Suryopranoto yang pusat kedudukannya di Yogyakarta.

b. SI Merah, yang berhaluan sosialisme kiri (komunis). Dipimpin oleh Semaun, yang pusat kedudukannya di Semarang.

Dalam kongresnya di Madiun, SI Putih berubah nama menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). Selanjutnya pada tahun 1927 berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).

Sementara itu, SI Sosialis /Komunis berubah nama menjadi Sarekat Rakyat (SR) yang adalah merupakan pendukung kuat Partai Komunis Indonesia (PKI).

Demikian penjelasan tentang Sarekat Dagang Islam-Sejarah Dan Tujuan Sarekat Islam yang Gurusekolah.co.id dapat sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.Terimakasih

Artikel Lainnya :

E-Bisnis : Model – Model E-Bisnis Dan 7 Strategi Taktis Secara Lengkap

Magnet & 3 Cara Membuat Magnet dan Gambarnya Secara Lengkap

Pasar Oligopoli-Pengertian Ciri-Ciri Pasar Oligopoli Beserta Contohnya

GuruSekolah.co.id –Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang Perubahan Kimia meliputi Sifat Fisika dan Kimia Serta Contohnya Lengkap secara singkat

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

perubahan kimia

Berikut ini merupakan ulasan tentang mengenai sifat-sifat fisika zat, dan sifat-sifat bahan kimia, sifat fisis, sifat bahan kimia, ciri-ciri perubahan fisika, sifat asam, sifat logam, sifat-sifat air, sifat logam, sifat senyawa, ciri-ciri perubahan kimia, contoh perubahan fisika, ciri-ciri reaksi kimia, contoh perubahan kimia, sifat fisika, sifat kimia, contoh sifat fisika dan contoh sifat kimia.

Apa saja yang membedakan antara sifat fisika dan juga sifat kimia?. Berikut ini kita ulas satu persatu tentang mengenai sifat fisika kemudian selanjutya sifat kimia.

Sifat Fisika dan Kimia

Sifat ialah keadaan yang mencirikan suatu zat atau materi. Setiap zat atau materi mempunyai sifat fisika dan juga sifat kimia.

Sifat Fisika

”  Sifat fisika ialah perubahan yang dialami suatu benda tanpa membentuk suatu zat baru. Sifat ini bisa diamati tanpa harus mengubah zat-zat penyusun materi tersebut. Sifat fisika antara lain adalah wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan, kemagnetan, dan juga kekentalan”.

Baca Juga  : Magnet & 3 Cara Membuat Magnet dan Gambarnya Secara Lengkap

a. Sifat Fisika Yang Terlihat

Sifat ini bisa dilihat dan juga diamati dari ;

1) Wujud zat : padat, cair dan gas

2) Kekerasan zat : keras atau lunak

3) Warna zat : hitam, putih, merah, kuning, dan berbagai warna lainnya

4) Bau zat : harum, anyir, atau busuk, dan lain sebagainya,

5) Bentuk : bulat, empat persegi panjang, balok, kubus, bundar, persegi, segitiga, dan lain sebagainya,

6) Tetapan fisika : titik lebur, titik uap, massa jenis, titik beku, titik didih, indeks bias, dan lain sebagainya.

b. Sifat Perubahan Fisika

Sifat ini bisa dilakukan dengan memakai cara berikut ini ;

1) Melarutkan zat ; mudah larut di air atau juga tidak

2) Mengalirkan arus listrik ; dapat mengalirkan arus listrik atau juga tidak

3) Mengalirkan panas ; dapat mengalirkan panas atau juga tidak

4) Menguapkan ; mudah menguap atau juga tidak

5) Mendekatkan ke magnet; dapat ditarik magnet atau juga tidak

6) dan berbagai bentuk kegiatan fisika lain sebagainya.

Dibawah ini contoh tabel dari sifat fisika :

Sifat Kimia

 Sifat kimia zat ialah kesanggupan suatu zat untuk bisa mengadakan reaksi kimia sehingga terjadi suatu perubahan. Sifat kimia zat bisa diketahui dengan menggunakan beberapa cara.

a. Sifat Kimia dengan Pembakaran

Zat dibakar, sehingga diketahui zat itu mudah terbakar, sulit, atau juga tidak dapat dibakar. Besi, baja, garam, dan air secara kimia tidak bisa terbakar.

b. Sifat Reaksi Kimia

Suatu zat direaksikan atau dicampur dengan zat lain, sehingga diketahui dapat menghasilkan zat baru, endapan, perubahan suhu, atau juga perubahan warna.

Besi diberi cuka dan udara akan menjadi keropos bisa menimbulkan karat. Karbon dioksida diberi air kapur, maka air kapur dapat menjadi keruh dikarenakan adanya endapan kapur.

Tabel Contoh Sifat Kimia Suatu Zat

c. Sifat Kimia dari Atomnya

Setiap zat terdiri atas unsur dan setiap unsur mempunyai atom, semua atom mempunyai nomor atom dan nomor massa. Besi contohnya mempunyai nomor atom 26 dan juga nomor massa 55.

Baca Juga : Rumus deret aritmatika-Pengertian dan Rumus Serta Contoh Soalnya

Selanjutnya penjelasan lainnya mengenai tentang sifat kimia:

Mudah terbakar

Bensin ialah zat yang mudah terbakar, sehingga banyak stasiun pengisian bahan bakar menghimbau “DILARANG MEROKOK”. Dengan mengetahui sifat dari bahan yang mudah terbakar, kita akan mendapatkannya secara efektif.

Mudah membusuk

Konsekuensi reaksi kimia dalam makanan atau juga minuman, bisa merubah makanan dan minuman yang membusuk dan mengubah rasa menjadi asam. Contohnya, beras yang dibiarkan berhari-hari dengan udara menjadi basi, dan juga susu yang berubah asam.

Berkarat

Reaksi antara logam dan oksigen bisa menghilangkan objek yang berkarat. Logam, seperti misal: zat besi dan seng mempunyai sifat pengaratan yang mudah.

Mudah meledak

Interaksi dengan oksigen di alam memiliki sifat eksplosif, seperti contoh: magnesium, uranium dan natrium.

Racun

Ada beberapa zat yang mempunyai sifat kimia beracun, termasuk juga: insektisida, pestisida, fungisida, herbisida, dan rodentisida. Zat beracun ini ialah manusia untuk bisa membasmi hama, baik serangga ataupun tikus.

Gurusekolah.co.id-Demikian penjelasan singkat mengenai perubahan kimia  sifat fisika dan sifat kimia serta contoh soalnya yang bisa kami sampaikan terimakasih semoga bermanfaat.

artikel lainnya :

7 Urutan Organ Pernapasan pada Manusia Dan Fungsinya

Gradien & Pengertian,Rumus,Gradien Garis Serta Contoh Soalnya

Rumus Pemuaian-Panjang, Luas dan Volume Secara Lengkap

GuruSekolah.co.id – Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang Prisma meliputi Rumus Luas,Rumus Volume,Prisma Segitiga Dan Contoh Soalnya

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

Untuk lebih memahami dan mengerti tentang mengenai prisma, pengertian prisma, jenis-jenis prisma, unsur-unsur prisma, sifat-sifat prisma serta jaring-jaring prisma, sebaiknya anda mencoba menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan prisma.

Pada ulasan dibawah ini, kita akan membahas tentang rumus luas permukaan prisma, rumus volume prisma, dan contoh soal beserta penjelasannya.

Sedikit menjelaskan mengenai pengertian prisma, Prisma ialah bangun ruang yang mempunyai bidang alas dan juga bidang atas sejajar serta kongruen, mengapa sejajar dan juga kongruen? sebab sisi lainnya berupa sisi tegak berbentuk persegi panjang atau juga jajargenjang.
Ada beberapa jenis prisma dapat dilihat pada gambar berikut dibawah ini ;
Gambar Jenis - Jenis Prisma

dari gambar diatas dapat kita lihat jenis- jenis dari prisma yakni, prisma segitiga, prisma segiempat, prisma segi lima dan juga prisma segi enam. Pada pembahasan berikut kita akan lebih fokus kepada prisma segitiga.

Rumus Luas Permukaan Prisma

Sama seperti kubus dan juga balok, asal usul untuk menentukan luas permukaan prisma bisa dihitung menggunakan jaring-jaring prisma tersebut. Caranya ialah dengan cara menjumlahkan semua luas bangun datar pada jaring-jaring prisma.

Untuk lebih jelas dan lengkapnya silahkan perhatikan prisma segitiga berikut ini beserta jaring-jaringnya,

Rumus Luas Permukaan Prisma

Dari penjabaran gambar tersebut di atas dapat terlihat bahwa prisma segitiga ABC.DEF mempunyai sepasang segitiga yang identik atau sama dan tiga buah persegi panjang sebagai sisi tegaknya, dengan begitu luas permukaan prisma segitiga tersebut ialah :

Luas dari permukaan prisma = Luas ΔABC + Luas ΔDEF + Luas EDAB + Luas DFCA + Luas FEBC,
= 2 kali Luas ΔABC + Luas EDBA + Luas DFAC + Luas FEBC,
= (2 kali Luas alas) + ( Luas dari bidang-bidang tegak ).

Maka, luas permukaan bisa dinyatakan dengan rumus sebagai berikut;

” Luas dari permukaan prisma = 2 x luas alas + luas dari bidang-bidang tegak “

Rumus volume prisma

Untuk lebih memahami dan juga mengerti mengenai asal-usul rumus volume prisma, coba perhatikan gambar dibawah berikut ini;

Rumus Volume Prisma
Dari penjabaran gambar tersebut di atas dapat terlihat bahwa sebuah balok ABCD.EFGH yang dibagi dua secara melintang. Ternyata, dari hasil belahan balok tersebut diatas membentuk prisma segitiga, seperti pada Gambar (b). Coba perhatikan prisma segitiga BCD.FGH pada Gambar (c) . Dengan begitu, volume prisma segitiga ialah setengah kali volume balok.Volume prisma BCD.FGH adalah = ½ × volume balok ABCD.EFGH
= ½ × (p × l × t)
= ( ½ × p × l) × t
= Luas alas × TinggiMaka, volume prisma bisa dijelaskan dan dinyatakan dengan rumus sebagai berikut;

 ” Volume dari prisma tersebut adalah = luas alas × tinggi “

 

Contoh soal dan pembahasannya

Coba kalian perhatikan contoh soal dibawah berikut ini :

1. Perhatikan prisma segitiga pada gambar di bawah ini!, dari gambar tersebut, tentukanlah:
a.  luas alas dari prisma segitiga?
b. volume dari prisma segitiga?
2. Sebuah prisma mempunyai volume 238 cm3 dan juga luas alas 34 cm2, maka tentukanlah tinggi prisma tersebut ?

Jawaban:

Jawaban Dari Contoh Soal Prisma

Contoh Soal Prisma Segitiga dan Segi Empat

1. Sebuah prisma segitiga mempunyai tinggi = 30 cm, panjang alas segitiga yang ada pada prisma = 10 cm dan tinggi segitiga yang ada pada prisma = 15 cm. Carilah berapa volume prisma tersebut?
Jawab:
Diketahui:
a.s = 10 cm
t.s = 15 cm
t = 30 cm
Ditanyakan:
Berapakah Volume prisma tersebut ?
Pembahasan:
Volume Prisma Segitiga = 1/2 x a.s x t.s x t
masukkan nilai yang diketahui ke dalam rumus,
Jadi Volume Prisma Segitiga = 1/2 x 10 x 15 x 30,
                                        = 2.250 cm3
Maka,volume prisma tersebut adalah 2.250 cm3

2. Sebuah prisma memiliki volume 240 cm3. Alas prisma tersebut berbentuk segitiga siku-siku dengan panjang sisi siku-sikunya masing-masing adalah 8cm dan 6cm. Lalu, berapakah tinggi dari prisma tersebut?

Cara Menjawab:

Volume prisma = Luas Alas x Tinggi Prisma

  • 240 = (½ x a x t) x dengan tinggi prisma,
  • 240 = (½ x 8 x 6) x dengan tinggi prisma,
  • 240 = 24 x tinggi prisma.

Maka tinggi prisma = 240 : 24 = 10 cm.

Gurusekolah.co.id-Sekian ulasan makalah mengenai rumus luas permukaan prisma, rumus volume prisma, dan contoh soal beserta penjelasannya yang dapat kami sajikan dalam artikel kali ini. Semoga apa yang telah kita bahas dalam artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

artikel lainnya :

Rumus Pemuaian-Panjang, Luas dan Volume Secara Lengkap

Rumus Usaha-Pengertian,Rumus,Dan Jenis Usaha Serta Contoh Soalnya

Rumus Katrol – Pengertian,Rumus,Jenis-Jenis Pesawat Sederhana Katrol

Gurusekolah.co.id-Kali ini akan dijabarkan  mengenai tentang, pengertian dari usaha, rumus dari usaha, satuan usaha, jenis-jenis usaha, macam-macam usaha, dan juga bentuk-bentuk usaha serta contoh soal tentang usaha dalam ilmu fisika.

Suatu istilah dari usaha sering didengar dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, samakah pengertian usaha dalam fisika dengan pengertian usaha yang ada didalam kehidupan sehari-hari?

Pengertian usaha dalam fisika

Seorang penarik becak mengayuh becaknya hingga bergerak, semakin jauh becak dikayuh semakin besar usaha yang dilakukannya, apa yang dimaksud dengan usaha?, Usaha yang dilakukan sebanding dengan besarnya gaya dan perpindahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

 W = F s

Keterangan:
W = usaha (J)
F = gaya (N)
s = perpindahan (m)

Rumus dan Satuan Usaha

Satuan usaha ialah Joule atau erg, Satu Joule ialah usaha yang dilakukan oleh gaya 1 Newton untuk bisa menimbulkan perpindahan 1 meter, Jadi 1 J = 1 N x 1 m = 1 Nm.

Satu erg ialah usaha yang dilakukan oleh gaya 1 dyne untuk dapat menimbulkan perpindahan 1 cm., jadi, 1 erg = 1 dyne x 1 cm = 1 dn cm, berapa ergkah 1 Joule itu?

Tabel Satuan Usaha

Contoh Soal tentang Usaha

Erick mendorong meja dengan gaya 90 N sehingga meja berpindah sejauh 4 m, berapakah usaha yang bisa dilakukan Erick?

Pembahasan

Diketahui:
F = 90 N
s = 4 m

Ditanya:
W = …?

Jawab:
W = F s
= 90 N ×4 m
= 360 Nm
= 360 Joule
Jadi, usaha yang dilakukan Erick sebesar 360 Joule.

Usaha dapat bernilai positif, negatif, dan juga nol (nihil) seperti terlihat pada gambar berikut dibawah ini,

Contoh Macam-Macam dari Bentuk Usaha

Macam-macam Bentuk Usaha

Usaha bernilai positif jika arah gaya sama dengan arah gerak (perpindahan) contohnya usaha kuda menarik gerobak. Usaha negatif jika arah gaya berlawanan dengan arah gerak (perpindahan) contohnya usaha rem untuk bisa memperlambat laju kendaraan, bagaimana usaha yang bernilai nol?

Jika pada sebuah benda bekerja, beberapa gaya maka usaha yang dilakukan terhadap benda ialah jumlah usaha dari masing-masing gaya itu.

Baca Juga : Rumus Deret Geometri-Pengertian, Rumus Dan Contoh Soalnya

a. Gaya-gaya searah

Sebuah mobil didorong Amat dengan gaya FA, Badri dengan gaya FB dan Cecep dengan gaya FC sehingga mobil berpindah sejauh s meter, usaha yang dilakukan Amat, Badri, dan Cecep ialah sebagai berikut.

usaha Amat WA = FA s
usaha Badri WB = FB s
usaha Cecep WC = FC s
paduan gaya dorong adalah = FA + FB + FC
jumlah usaha mereka adalah = WA + WB + WC
usaha paduan gaya = (FA + FB + FC) s
= (FA s) + (FB s) + (FC s)
= (FA + FB + FC) s
W paduan = W1 + W2 + W3

Maka, terbukti bahwa untuk gaya-gaya yang arahnya sama dan segaris kerj besarnya usaha bersama sama dengan jumlah usaha gaya paduannya.

Contoh Soal tentang Usaha Searah

Dua orang pekerja bangunan memindahkan pasir dari jalan raya ke lokasi bangunan dengan sebuah gerobak, seorang pekerja menarik gerobak dengan gaya sebesar 500 N sedangkan pekerja yang lain mendorong gerobak dari belakang dengan gaya sebesar 400 N. Jika gerobak itu bergerak sejauh 30 meter, berapa usaha yang bisa dilakukan kedua pekerja bangunan pada gerobak?

Pembahasan

Diketahui:
F1 = 500 N
F2 = 400 N
s = 30 m

Ditanya:
W = …?

Jawab:
W = FR s
= (500 N + 400 N)×30 m
= 27.000 Nm
= 27.000 J

Maka, usaha yang bisa dilakukan kedua pekerja bangunan pada gerobak ialah 27.000 Joule.

b. Gaya-gaya yang berlawanan arah

Budi dan Kadir bermain tarik tambang, gaya tarik Budi = FT, dan gaya tarik Kadir = FK tali bergerak ke arah Kadir, artinya FT berlawanan arah gerak sedangkan FK searah gerak.

Oleh sebab itu,
usaha Budi, WT = – FT s
usaha Kadir, WK = FK s
paduan gaya tarik, F = FK – FT
usaha dari paduan gaya W = (FK – FT) s
jumlah usaha WK + WT = (FK s) – (FT s)
= (FK – FT) s

Maka, usaha bersama untuk gaya-gaya yang berlawanan arah sama dengan jumlah usaha gaya paduan.

Contoh Soal tentang Usaha yang Berlawanan arah

Ardi dan Anto bermain tarik tambang, Ardi menarik tambang ke kiri dengan gaya 300 N sedangkan Anto menarik tambang ke kanan dengan gaya 250 N, jika Anto tertarik ke kiri sejauh 150 cm berapa besar usaha yang bisa dilakukan oleh Ardi?

Pembahasan

Diketahui:
F1 = 300 N
F2 = 250 N
s = 150 cm
= 1,50 m

Ditanya:
W = …?

Jawab:
W = FR s
= [F2 + (- F1)] s
= [250 N + (-300 N)] ×1,50 m
= -75 Nm = -75 J

Maka, usaha yang dapat dilakukan Ardi sebesar 75 N searah dengan arah tarikan Ardi.Keterangan: tanda negatif (-) menunjukkan bahwa arah gaya ke kiri,

c. Gaya membentuk sudut terhadap arah gerak

Suatu arah gaya tidak segaris kerja dengan arah geraknya atau juga arah gaya membuat sudut terhadap arah gerak, maka gaya itu diuraikan atas gaya yang searah gerak dan gaya yang tegak lurus arah gerak.

Contoh, seorang pekerja menarik beban di tanah dengan tali yang membuat sudut terhadap tanah, besar gaya tarik = F dan perpindahan beban = s, gaya F diuraikan atas gaya F1 pada tanah, dan gaya F2 yang tegak lurus tanah.

Usaha F = usaha F1 + usaha F2
W = W1 + W2
= (F1 s) + 0

Besarnya usaha
W = F1 s
F1 ialah komponen gaya pada arah gerak,

Gurusekolah.co.id – Sekian penjelasan lengkap tentang Rumus Usaha yang meliputi Pengertian,Rumus,Dan Jenis Usaha Serta Contoh Soalnya lengkap terimakasih semoga bermanfaat.
Artikel Lainnya :