Lisosom : Pengertian, Fungsi, Serta Klasifikasinya Lengkap

Posted on

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Lisosom : Pengertian, Fungsi, Serta Klasifikasinya Lengkap

lisosom

Pengertian Lisosom

Lisosom adalah Sebuah Organel Kecil berbentuk bulat yang terikat dengan membran dan memiliki diameter sekitar 0,25 sampai 0,5 um.

Lisosom juga mengandung Zat Hidrolase Asam, Enzim-enzim yang menguraikan Protein, Asam-asam Nukleat serta Karbohidrat pada pH asam. Lisosom ini terdapat hampir didalam semua sel, kecuali pada sel darah merah (Eritrosit) manusia & juga pada sebuah sel kulit yang sepenuhnya mengalami keratinisasi (Pengerasan atau Penebalan).

Lisosom juga banyak disebut pada sebuah sel sebagai sistem pencernaannya. Lisosom baru yang terbentuk dari pertunasan badan golgi disebut sebagai Lisosom Primer.

Sejarah Ditemukan Lisosom

Siapa tokoh ilmuwan yang meneliti dan juga sebagai penemu dari Oragnel Lisosom ini? Christian de Duve ialah seorang Tokoh ilmuwan yang meneliti mengenai Organel Lisosom ini. Beliau memperoleh penghargaan karena berhasil dalam penemuan organel lisosom ini, beliau juga diterbitkan dalam sebuah majalah terkenal yang erbit pada tahun 1949.

Sebagai seseorang yang sukses mengidentifikasi lisosom dan juga fungsi dari lisosom tersebut. Dan mengenai dampak buruknya kondisi kesehatan disebabkan sebuah fungsi yang tidak tepat dari lisosom. Contohnya : Kegagalan dalam menghasilkan enzim pencernaan tertentu menyebabkan suatu masalah kesehatan, karena tubuh tidak mempunyai kemampuan untuk memecahkan beberapa kesalahan fungsi yang terjadi pada tubuh. Penyakit yang terkait karena gangguan yang terkait dengan lisosom yaitu Tay Sachs.

Penyakit Tay Sachs ini merupakan kelainan bawaan langka yang secara progresif menghancurkan sel-sel saraf (neuron) di dalam otak & pada sumsum tulang belakang. Dan merupakan penyakit cadangan lemak tertua yang pernah dilaporkan secara medis pada tahun 1881.

Baca Juga : Kloroplas

Pembentukan Lisosom

Pembentukan yang terjadi pada lisosom terjadi dikarenakan oleh 2 hal, yakni :

1.Lisosom yang diproses secara langsung oleh RE

Dalam proses lisosom ini, enzim pada lisosom yang dihasilkan adalah protein diproduksi oleh ribosom yang selanjutnya kemudian masuk ke dalam RE.

Setelah masuk kedalam RE, enzim tersebut selanjutnya akan dimasukkan kembali ke dalam membran yang kemudian akan dikeluarkan ke Sitoplasma. Dan kemudian dari proses itulah terbentuknya lisosom.

2. Lisosom yang diproses oleh Golgi

Dalam proses lisosom ini, enzim pada lisosom yang dihasilkan oleh ribosom yang sebelumnya akan dimasukkan ke dalam golgi. Selanjutnya, golgi tersebut akan membungkus enzim dengan membran, lalu enzim tersebut akan dilepaskan kedalam sitoplasma.

lisosom sel hewan&tumbuhan

Fungsi Lisosom

Setelah kita menguraikan tentang pengertian dan juga sejarah mengenai lisososm diatas, mari kita bahas mengenai fungsi dari lisosom. Berikut dibawah ini adalah fungsi dari lisosom sebagai berikut :

1. Pencernaan Intrasel

Pencernaan Intrasel ini adalah salah satu fungsi utama pada lisosom, yang dimana ketika sebuah benda yang dicerna, bisa berasal dari luar ataupun dari didalam sel itu sendiri. Jika benda yang dicerna tersebut berasal dari luar sel, maka selanjutnya benda tersebut masuk ke dalam Sitoplasma melewati Pinositosis & Fagositosis.

Pencernaan Intrasel diartikan seperti itu, dikarenakan proses pencernaan tersebut berlangsung terjadi di dalam lisosom, yang dimana Enzim Hidrolitik tidak akan pernah keluar dari dalam lisosom.

Hal tersebut mengakibatkan prosesnya pencernaaan berlangsung secara optimal, jika terdapat kasus pecahnya lisosom, maka kondisi ini dapat mengakibatkan enzim-enzim pada hidrolitik akan keluar dari dalam lisosom & akan menghancurkan sel itu sendiri.

2. Endositosis

Endositosis ini ialah salah satu fungsi pada lisosom, yang mana mekanisme masuknya Makromolekul yang berasal dari luar sel masuk kedalam sel. Makromolekul tersebut akan melewati Endocytic Pathway dimana kemudian molekul tersebut akan dibawa kedalam Endosom Awal yang merupakan vesikel-vesikel kecil dan tidak beraturan.

Endosom awal memiliki pH asam sekitar 6pH, dari sinilah beberapa makromolekul akan mengalami proses pemilihan, yang dimana terdapat sebuah benda dibawa kedalam endosom lanjut.

Ada juga benda yang tidak bermanfaat bagi tubuh akan dibuang kedalam sitoplasma.

Pada endosom lanjut yang mempunyai pH asam 5 ini, terjadilah suatu proses pematangan dari sebuah benda yang telah dicerna, sehingga terbentuklah lisosom.

Pada dalam proses endositosis ini, terdapat 2 buah Reseptor yang terletak di luar membran.

Plasma pada reseptor tersebut adalah :

  • Pada Housekeeping Reseptor berfungsi untuk bertanggung jawab dalam pengambilan benda yang kemudian, akan dipergunakan oleh sel.
  • Pada Signaling Reseptor berfungsi untuk bertanggung jawab dalam proses pengikatan Ligan di bagian Ekstraseluler, yang berfungsi untuk membawa perintah dan digunakan untuk mengubah aktivitas yang ada didalam sel.

Dengan berdasarkan dari berat jenis, pH & komposisi proteinnya, endosom terbagi menjadi 2 tipe yaitu adalah :

1. Early endosom adalah Sebuah Endosom terletak pada daerah sekitaran didalam sel.
2. Late Endosom adalah Sebuah Endosom terletak lebih dekat pada bagian Nukleus sel.

3. Autofagi

Autofagi ini ialah salah satu fungsi pada lisosom, dimana merupakan suatu mekanisme penurunan (Pendegradasian) yang dilakukan pada lisosom terhadap sebuah organel sel. Yang tidak bisa berfungsi (rusak) lagi, tanpa terjadinya kehilangan bahan kimia sebagai penyusunnya yang dapat dipakai lagi oleh sel.

Salah satu contoh dari fungsi Autofagi adalah, terjadinya proses degradasi (penurunan) pada sel hati dengan mitokondria berumur rata-rata 10 hari.

Mitokondria yang rata-rata memiliki umur 10 hari dan tidak dapat berfungsi lagi, akan ditutup kembali oleh suatu organel pada Retikulum Endoplasma Kasar & membentuk Autofagosom. Yang kemudian akan bergabung didalam lisosom, agar mitokondria bisa dihancurkan oleh enzim hidrolitik.

4. Fagositosis

Fagositosis ini ialah salah satu fungsi pada lisosom, yang dimana proses pemasukan berbagai partikel-partikel ukuran yang besar yaitu partikel-partikel yang mempunyai diameter lebih besar dari 5 µm, dan juga mikroorganisme seperti virus ataupun bakteri ke dalam sel. Yang berasal dari lingkungan, proses ini digunakan oleh berbagai tipe sel yang telah mengalami spesialisasi.

Suatu contoh fungsi Fagositosis ialah Kebanyakan jenis-jenis dari Protista seperti Amoeba maupun Siliata didalam memperoleh sebuah makanan.

Cara yang dilakukan adalah dengan menangkap partikel-partikel pada makanan atau mikroorganisme yang lebih kecil. Kemudian partikel-partikel makanan yang tertangkap tersebut akan langsung dimasukkan ke dalam organel yang dikenal dengan sebutan Vakuola atau Fagosom.

Yang mana vakuola atau fagosom tersebut berasal dari sebagian kecil pada membran plasma. Selanjutnya fagosom bergabung dengan lisosom, untuk melakukan suatu proses pencernaan terhadap partikel-partikel makanan yang telah ditangkap.

5. Eksositosis

Eksositosis ini ialah salah satu fungsi pada lisosom, dimana merupakan mekanisme yang dimanfaatkan untuk mentransport berupa molekul-molekul berukuran besar dalam melewati membran plasma dari dalam sel menuju ke luar sel. Dengan menggabungkan vesikula yang berisi molekul-molekul dengan membran plasma.

Suatu contoh fungsi Ekositosis adalah ciri-ciri sebagai makhluk hidup akan mengalami suatu proses pergantian tulang rawan dan terjadi pada perkembangan tulang keras.

Baca Juga : Struktur Sel tumbuhan

6. Autolisis

Autolisi ini ialah salah satu fungsi pada lisosom, dimana merupakan mekanisme suatu proses penghancuran diri yang dilakukan oleh sel dengan membebaskan isi lisosom ke dalam sel.

Suatu contoh fungsi Autolisis adalah pada kasus ini terjadi pada daur hidup seekor katak, yaitu ketika seekor berudu menyerap kembali ekornya kedalam tubuhnya, disaat katak tersebut menginjak usia dewasa.

Fungsi Lisosom Pada Tubuh Manusia

  • Lisosom mempunyai fungsi dalam mencerna cadangan makanan jika terjadi kekurangan makanan.
  • Lisosom mempunyai fungsi dalam mencerna makanan hasil fagositosis & pinositosis.
  • Lisosom memiliki fungsi sebagai Autolisis yaitu Lisosom bisa menghancurkan sebuah organel sel yang rusak dalam keadaan fisiologis tertentu pada jaringan tubuh yang disebut dengan Autofagi.
  • Lisosom memiliki fungsi untuk menetralkan zat yang sifatnya Karsinogen, yaitu zat yang menyebabkan kanker.
  • Lisosom memiliki fungsi sebagai penghancur zat yang terdapat di luar sel, salah satunya untuk menghancurkan dinding sel telur sperrma yang mengeluarkan enzim pada saat terjadinya fertilisasi.

Fungsi Lisosom Pada Tumbuhan & Hewan

  • Lisosom mempunyai fungsi dalam memproses pencernaan makanan dan juga benda asing yang masuk ke dalam sel pada tubuh seekor hewan. Contohnya adalah Seekor ular memangsa seekor hewan yang ukurannya lebih besar dari tubuh ular tersebut. Karena Lisosom pada tubuh ular
  • Dapat berperan ketika terjadinya proses pengausan atau pengrusakan organel sel contohnya proses rusaknya kloroplas pada tumbuhan yang sudah tua.

lisosom struktur

Klasifikasi Lisosom

Lisosom diklasifikasikan menjadi 2 jenis utama yakni :

1.Lisosom Primer

Lisosom Primer merupakan jenis lisosom yang masih belum dipakai dalam proses pencernaan ataupun dalam proses hidrolisis.

2. Lisosom Sekunder

Lisosom Sekunder adalah suatu jenis lisosom primer yang telah dipakai dalam proses pencernaan atau hidrolisis, dan kemudian telah menyatu dengan membran fagosom.
Pada Lisosom Sekunder juga memiliki 2 fungsi, yaitu memiliki keterkaitan untuk bekerja sama yang erat di dalam sel adalah :

  • Heterolisosom terbentuk dari suatu fungsi Lisosom Primer, Fargosom atau Endosom yang terjadi bila substrat yang dicerna berasal dari luar sel.
  • Autolisosom terbentuk dari suatu fungsi Lisosom Primer dengan Sitosegresom yang terjadi pada saat substrat yang dicerna merupakan dari substrat intraseluler yang dibatasi oleh membran (sitosegresom).

Demikian penjelasan singkat dan jelas tentang “Lisosom : Pengertian, Fungsi, Serta Klasifikasinya Lengkap” yang dapat gurusekolah.co.idsampaikan. Semoga pembahasan  ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :