Konjungsi Subordinatif – Pengertian, Jenis-Jenis Beserta Contohnya

Posted on

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Konjungsi Subordinatif – Pengertian, Jenis-Jenis Beserta Contohnya Lengkap

Sebelum kita membahas lengkap tentang Konjungsi Subordinatif, ada baiknya kita ketahui dahulu apa itu konjungsi ?

Konjungsi Subordinatif

Pengertian Konjungsi

Konjungsi (kata penghubung) adalah kata tugas yang fungsinya menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Kata penghubung antarklausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat, sedangkan kata penghubung antarkalimat di awal kalimat (setelah tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru), adapun kata penghubung antar paragraf letaknya di awal paragraf.

Baca Juga : Teks Pidato

Fungsi Konjungsi

Fungsi konjungsi menghubungkan :

  • Kata dengan kata.
  • Frasa dengan frasa.
  • Klausa dengan klausa.
  • Kalimat dengan kalimat.
  • Paragraf dengan pragraf (konjungsi antarparagraf dinamakan transisi)

Pengertian Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif ialah kata hubung yang dapat menghubungkan induk kalimat dengan anak kalimat. Ini berarti bahwa klausa yang dihubungkan tidak setara atau tidak mempunyai kedudukan yang sama. Dengan kata lain, ada klausa yang lebih tinggi dan juga ada klausa yang lebih rendah. Sehingga konjungsi subordinatif ini dapat menghubungkan keduanya.

Jenis-Jenis Dan Contoh Konjungsi Subordinatif

A. Konjungsi subordinatif yang menyatakan waktu

Konjungsi yang menyatakan waktu ini ialah menyatakan terjadinya suatu peristiwa yang mana terdapat tiga macam waktu yakni :

1) Waktu permulaan, menggunakan kata hubung “sedari”, “sejak”.

Contoh:

  • Sedari dulu aku lebih suka menyendiri daripada harus berkumpul bersama teman-teman.
  • Dia mulai berubah sifat dan sikapnya sejak kelas 8 SMP.

2) Waktu bersamaan, menggunakan kata hubung “tatkala”, “sambil”, “sementara”, “selama”, “serta”, “ketika”, “sewaktu”, “serayya” Dan “selagi”.

Contoh:

  • Anak tersebut menangis seraya berkata, “aku mau permen!”.
  • Coba lihat anak itu!, dia bisa menyanyi sambil berjoget.
  • Sementara aku pergi, Kamu dapat nonton tv dulu di kamarku.
  • Andi selalu main game di rumah sewaktu bapak ibunya ke pasar.
  • Pak Jono selalu membawa keluarganya ketika dinas ke luar negeri.
  • Orang itu selalu datang kepadaku ketika ada maunya.
  • Tatkala orang pada asyik liburan, aku malah lembur kerjaan.
  • Dugaanku, si pencuri datang selama kita pergi ke luar kota.
  • Silahkan kopinya di minum selagi masih hangat. Nanti kopinya dingin lho.

3) Waktu yang berurutan, menggunakan kata hubung “selesai”, “sehabis”, “sesudah”, “setelah”, “seusai”, “begitu”, “sebelum”.

Contoh:

  • Selesai sekolah jangan lupa mampir ke rumah nenek.
  • Insya Allah sehabis sholat ‘isya aku akan ke rumahmu.
  • Setelah menumis bumbu halus kemudian masukan santan cair.
  • Kami selesaikan masalah ini dulu sesudah itu baru kami pergi ngopi.
  • Banyak para siswa bingung mau kuliah atau kerja seusai kelulusan sekolah SMA.
  • Begitu selesai dirumuskan, kami langsung ke tahap pengaplikasiannya.
  • Jangan lupa, obatnya itu harus diminum sebelum makan.

4) Waktu batas akhir, menggunakan kata hubung “hingga”, dan “sampai”.

Contoh:

  • Teruslah berbuat kebaikan hingga nanti Tuhan memanggil kita.
  • Kita tidak boleh melakukan penyergapan hingga malam tiba.
  • Sampai kapan kamu mau bermalas-malasan begini?.

B. Konjungsi subordinatif yang menyatakan suatu syarat terlaksananya sesuatu hal

Konjungsi jenis ini memakai kata hubung “kalau”, “jikalau”, “manakala”, “jika”, “asalkan”, “bilamana”, “apabila”.

Contoh:

  •  Aku akan menemuimu manakala bulan purnama.
  • Kalau kamu tidak bisa bekerja secara profesional, posisimu akan diganti.
  • Hidup ini tidak akan indah jika tidak ada kamu.
  • Jikalau kamu jadi presiden, kamu pasti bisa berbuat banyak hal untuk masyarakat.
  • Aku akan memenuhi semua kebutuhanmu asalkan kamu mau patuh kepadaku.
  • Bilamana hatimu mulai jenuh, itulah waktu yang tepat untuk refreshing.
  • Kamu akan diterima kerja di tempat ini apabila kamu lolos seleksi wawancara yang dilangsungkan besok siang.

C. Konjungsi subordinatif yang menyatakan suatu pengandaian

Jenis konjungsi ini memakai kata hubung “seandainya”, “andaikata”, “andaikan”, “seumpama”, “umpamanya”, “sekiranya”.

Contoh:

  • Seadainya saja aku punya modal untuk bikin usaha kue.
  • Andai kata tadi aku gak datang, pasti aku gak dapat nasi bungkus.
  • Andaikan musibah ini terjadi pada keluarga kalian, apa perasaan kalian?.
  • Seumpama kamu jadi orang kaya, belum tentu cita-cita muliamu itu terlaksana.
  • Umpamanya kamu jadi aku, pasti kamu juga bingung akan berbuat apa.
  • Sekirannya aku punya kesempatan, pasti akan aku usahakan dengan sungguh-sungguh.

D. Konjungsi subordinatif yang menyatakan tujuan dan harapan

Jenis konjungsi ini memakai kata hubung “biar”, “agar”, “supaya”.

Contoh:

  • Dodik terus belajar biar cepat lulus kuliahnya.
  • Sarimin rajin sekali ke pasar agar bisa mengetahui ilmu ekonomi secara praktik langsung.
  • Pak Ahmad rajin bekerja siang dan malam supaya keluarganya tercukupi kebutuhan hidupnya.

Itulah penjelasan singkat dan jelas tentang  “Konjungsi Subordinatif – Pengertian, Jenis-Jenis Beserta Contohnya Lengkap” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :