Kerajaan Bali : Sejarah Dan Raja-Raja Bali Serta Peninggalannya

Posted on

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Kerajaan Bali yang meliputi Sejarah Dan Raja-Raja Bali Serta Peninggalannya

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

kerajaan bali

Sejarah Singkat Kerajaan Bali

Kerajaan Bali terletak di sebuah pulau yang tidak jauh dari daerah Jawa Timur, tepatnya di sebelah timur Pulau Jawa, maka dalam perkembangan sejarahnya, Bali mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Pulau Jawa.

Ketika kerajaan Majapahit runtuh, banyak dari rakyat Majapahit yang melarikan diri kemudian menentap di Bali. Sehingga sampai sekarang masih ada kepercayaan bahwa sebagian dari masyarakat Bali adalah pewaris tradisi Majapahit.

Kerajaan Bali merupakan sebuah kerajaan yang terletak di sebuah pulau berukuran kecil yang tak jauh dari Pulau Jawa dan berada di sebelah timur.

Kerajaan ini berada di sebuah pulau kecil yang dahulu masih dinamakan dengan Pulau Jawa sehingga bisa dikatakan pulau ini masih dianggap sebagai bagian dari Pulau Jawa.

Kerajaan ini pada umumnya menganut kepercayaan berupa agama Hindu walau pada perkembangannya nanti ternyata tidak hanya agama Hindu yang dominan, tapi juga kepercayaan-kepercayaan seperti animisme dan dinamisme. Ini bisa terjadi karena kentalnya budaya nenek moyang pada saat itu walau kerajaan ini sudah berdiri.

Letak Kerajaan Bali

Letak Kerajaan Bali

Baca Juga : kerajaan mataram islam

Kerajaan Bali adalah sebuah kerajaan yang terletak di sebuah pulau kecil yang tak jauh dari Jawa Timur dengan nama yang sama. Kerajaan Bali umumnya bercorak agama Hindu.

Dalam masa perkembangan sejarahnya, Bali mempunyai hubungan erat dengan Pulau Jawa karena letak kedua pulau ini berdekatan.

Bahkan pada masa Kerajaan Majapahit runtuh, banyak rakyat Majapahit yang melarikan diri dan menetap disana. hingga saat ini ada kepercayaan bahwa sebagian dari masyarakat Bali dianggap sebagai pewaris tradisi Majapahit.

Bali yang dikenal sebagai “Pulau Dewata” pada zaman duhulu kala, sebelum kedatangan majapahit terdapat sebuah kerajaan yang muncul pertama kali di bali yaitu sekitar 914 M yang diketahui dari sebuah prasasti yang telah ditemukan di desa blanjong dekat Sanur yang memiliki pantai matahari terbit.

Prasasti itu berangka tahun 836 saka yang menyebutkan nama rajanya “Khesari Warmadewa” memiliki istana yang ada di Singhadwala. Khesari Warmadewa merupakan Ugrasena pada tahun 915 M – 942 M.

Setelah meninggal, Abu dari jenasah dari raja Ugrasena dicandikan di Air Madatu, lalu beliau digantikan oleh mahkota Jayasingha Warmadewa (960 M – 975 M).

Dikatakan bahwa raja Jayasingha membangun dua pemandian di desa Manukraya, yang letaknya sekarang. Pusat Kerajaan Bali pertama di Singhamandawa. Raja pertama Sri Ugranesa.

Ada Beberapa prasasti yang telah ditemukan tidak begitu jelas menggambarkan bagaimana pergantian diantara 1 keluarga raja dengan keluarga raja yang lain.

Prasasti yang telah ditemukan di Jawa Timur hanya menerangkan bahwa Bali pernah dikuasai Singasari pada abad ke – 10 & Majapahit abad ke – 14.

Raja-Raja Kerajaan Bali

Kerajaan Bali

Raja-raja yang pernah menduduki Kerajaan Bali antara lain yaitu sebagai berikut :

1. Sri Kesari Warmadewi

Berdasarkan Prasasti Blanjong yang berangka tahun 914. Istananya berada di Singhadwalawa

2. Ratu Sri Ugrasena

Raja berikutnya adalah Sang Ratu Sri Ugrasena. Ia memerintah tahun 915–942, istananya berada di Singhamandawa. Sang Ratu Sri Ugrasena meninggalkan sembilan prasasti.

Pada umumnya, prasasti itu berisi tentang pembebasan pajak pada daerah-daerah tertentu. Selain itu, ada juga prasasti yang memberitakan tentang pembangunan tempat-tempat suci. Setelah meninggal Sang Ratu Sri Ugrasena didharmakan di Air Mandatu.

3. Tabanendra Warmadewa

Raja ini yang memerintah tahun 955–967 M.

4. Jayasingha Warmadewa

Ada yang menduga bahwa Jayasingha Warmadewa bukan keturunan Tabanendra karena pada tahun 960 M (bersamaan dengan pemerintahaan Tabanendra) Jayasingha Warmadewa sudah menjadi raja.

Akan tetapi, mungkin juga ia adalah putra mahkota yang telah diangkat menjadi raja sebelum ayahnya turun takhta. Raja Jayasingha yang telah membuat telaga (pemandian) dari sumber suci di Desa Manukraya.

Pemandian itu disebut Tirta Empul yang terletak di dekat Tampaksiring. Raja Jayasingha Warmadewa memerintah sampai tahun 975 Masehi.

5. Jayashadu Warmadewa

Janasadhu Warmadewa. Ia memerintah tahun 975–983.

6. Sri Wijaya Mahadewi

Di tahun 983 M muncul seorang raja wanita, yaitu Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi. Menurut keterangan Stein Callenfels, ratu itu berasal dari Kerajaan Sriwijaya.

Namun, Damais menduga bahwa ratu itu adalah putri Empu Sindok (Jawa Timur). Hal ini berdasarkan nama jabatan dalam Prasasti Ratu Wijaya sendiri yang sudah lazim disebut dalam prasasti di Jawa, tetapi tidak dikenal di Bali, seperti makudur, madihati, dan pangkaja.

7. Dharma Udayana Warmadewa

Pada pemerintahan Udayana, kerajaan Bali mengalami kejayaan. Ia memerintah bersama permaisurinya, yaitu Mahendradatta, anak dari Raja Makutawangsawardhana dari Jawa Timur. Sebelum naik tahta diperkirakan Udayana berada di Jawa Timur sebab namanya tercantum dalam Prasasti Jalatunda.

Setelah pernikahan itu, pengaruh kebudayaan Jawa di Bali makin berkembang. Misalnya, bahasa Jawa Kuno mulai digunakan untuk penulisan prasasti dan pembentuk dewan penasihat seperti di pemerintahan kerajaankerajaan Jawa mulai dilakukan.

Udayana memerintah bersama permaisurinya hingga tahun 1001 M karena pada tahun itu Gunapriya mangkat dan didharmakan di Burwan. Udayana meneruskan pemerintahannya hingga tahun 1011 M.

Setelah mangkat, ia dicandikan di Banuwka. Hal ini berdasarkan pada Prasasti Air Hwang (1011) yang hanya menyebut nama Udayana sendiri.

Menurut Prasasti Ujung (Hyang), Udayana setelah mangkat dikenal sebagai Batara Lumah di Banuwka. Raja Udayana memiliki tiga orang putra, yang bernama Airlangga, Marakata, dan Anak Wungsu. Airlangga tidak memerintah di Bali karena menjadi menantu Dharmawangsa di Jawa Timur.

8. Maraka

Marakata bergelar Dharmawangsawardhana Marakata Pangkajasthana Uttunggadewa. Marakata memerintah dari tahun 1011 hingga 1022. Masa pemerintahan Marakata sezaman dengan Airlangga.

Karena sama unsur nama dan masa pemerintahannya, Stutterheim berpendapat bahwa Marakata sebenarnya adalah Airlangga. Apalagi jika dilihat dari kepribadian dan cara memimpin yang memiliki kesamaan.

Marakata dinilai sebagai sumber kebenaran hukum yang selalu melindungi dan memperhatikan rakyat. Oleh karena itu, Marakata disegani dan ditaati oleh rakyatnya. Selain itu, Marakata juga turut membangun sebuah presada atau candi di Gunung Kawi di daerah Tampaksiring, Bali.

9. Anak Wungsu

Ia memiliki gelar Paduka Haji Anak Wungsu Nira Kalih Bhatari Lumah i Burwan Bhatara Lumah i Banu Wka. Anak Wungsu merupakan Raja Bali Kuno yang paling banyak meninggalkan prasasti (lebih dari 28 prasasti) yang tersebar di Bali Utara, Bali Tengah, dan Bali Selatan.

Anak Wungsu memerintah kerajaan selama 28 tahun dari tahun 1049–1077. Anak Wungsu dianggap sebagai penjelmaan Dewa Wisnu. Anak Wungsu tidak memiliki keturunan. Baginda mangkat pada tahun 1077 dan dimakamkan di Gunung Kawi (dekat Tampaksiring)

10. Jaya Sakti

Jayasakti memerintah dari tahun 1133–1150 M dan sezaman dengan pemerintahan Jayabaya di Kediri. pada waktu pemerintahannya, Jayasakti telah dibantu oleh penasihat pusat yang terdiri atas para senapati dan pimpinan keagamaan baik dari Hindu maupun Buddha. Kitab undang-undang yang digunakan adalah kitab Utara Widdhi Balawan dan kitab Rajawacana.

11. Bedahulu

Memerintah pada tahun 1343 M adalah Sri Astasura Ratna Bhumi Banten. Raja Bedahulu telah dibantu oleh kedua patihnya, Kebo Iwa dan Pasunggrigis.

Ia merupakan raja terakhir karena pada masa pemerintahannya Bali ditaklukkan oleh Gajah Mada dan menjadi wilayah taklukan Kerajaan Majapahit.

Peninggalan Kerajaan Bali

Kerajaan Bali

  • Prasasti Blanjong
  • Prasasti Panglapuan
  • Prasasti Gunung Panulisan
  • Prasasti-prasasti peninggalan Anak Wungsu
  • Candi Padas di Gunung Kawi
  • Pura Agung Besakih
  • Candi Mengening
  • Candi Wasan.

Itulah tadi pembahasan makalah tentang  Kerajaan Bali yang meliputi Sejarah Dan Raja-Raja Bali Serta Peninggalannya yang Bisa Gurusekolah.co.id sampaikan semoga dengan adanya ulasan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian.Terima kasih banyak atas kunjungannya.

Artikel Lainnya :