Hukum Pemantulan Bunyi : Pengertian, Macam-macam dan Manfaatnya

Posted on

Gurusekolah.co.id-Pada kali ini kita akan membahas materi tentang hukum pemantulan bunyi yang meliputi Pengertian, Macam-macam dan Manfaatnya Secara Lengkap

Pengertian Pemantulan Bunyi

Apabila kamu berteriak kemudian menghadap bukit berdinding terjal, apa yang kamu dengar?

Saat kamu mendengar suara petir, mungkin kamu juga akan mendengar suara susulan yang itu adalah gema suara aslinya.

Suara susulan ini terjadi akibat adanya bunyi yang menumbuk dinding penumbuk, kemudian dipantulkan kembali oleh dinding itu. Tidak semua bunyi yang mengenai dinding pemantul akan dipantulkan pula.

Ada sebagian bunyi tersebut yang diserap dinding pemantul. Kemampuan suatu permukaan dalam memantulkan bunyi tergantung pada keras atau juga lunaknya permukaan.

1. Hukum pemantulan bunyi

Pemantulan bunyi mengikuti suatu aturan hukum pemantulan bunyi sebagai berikut dibawah ini;

 “Bunyi datang, garis normal, dan juga bunyi pantul terletak dalam satu bidang datar, sudut datang sama besar dengan sudut pantul”.

Sudut datang ialah sudut jarak antara bunyi datang dengan garis normal. Sudut pantul ialah sudut jarak antara bunyi pantul dengan garis normal. Garis normal ialah garis tegak lurus bidang pantul melewati titik jatuh bunyi datang.

Gambar Skema Hukum Pemantulan Bunyi


Dari uraian itu bisa disimpulkan bahwa kuat bunyi yang didengar tergantung pada
bunyi pantul dapat memperkuat bunyi asli jika jarak dinding pantul tidak jauh dari sumber bunyi. Misalnya, bunyi kereta api ketika masuk terowongan akan terdengar lebih kuat.

a. amplitudo sumber bunyi,

b. jarak antara sumber bunyi dengan pendengar,

c. resonansi yang terjadi,

d. serta adanya dinding pemantul yang sesuai,

2. Macam-macam bunyi pantul

a. Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli

Suara gurumu yang ada di dalam kelas akan lebih keras dibandingkan dengan suara guru olah ragamu yang ada di lapangan, itu disebabkan suara di dalam ruangan akan dipantulkan oleh dinding-dinding ruangan.

b. Gaung atau kerdam

Bunyi pantul yang datangnya hanya sebagian yang bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi asli menjadi tidak jelas disebut juga gaung atau kerdam.

Gaung atau kerdam bisa timbul di gedung bioskop, gedung pertemuan, studio radio, gedung pertunjukan, dan lain-lain. Untuk menghindari timbulnya gaung, pada dinding gedung-gedung tersebut biasanya dilapisi dengan bahan yang dapat meredam bunyi disebut bahan akustik. Contohnya, kain wol, kapas, karton, papan karton, gabus, dan juga karet busa.

c. Gema

Bunyi pantul bisa terdengar dengan jelas seperti bunyi aslinya disebabkan antara bunyi pantul dengan bunyi asli tidak saling mengganggu. Hal ini bisa jadi jika jarak antara dinding pemantul dengan sumber bunyi jauh.

Akibat jarak yang jauh, bunyi akan berjalan menempuh jarak yang jauh. Waktu yang dipakai untuk memantul juga lama. Saat bunyi asli sudah selesai diucapkan, bunyi pantul bisa jadi masih di perjalanan.

Akibatnya, bunyi pantul terdengar jelas sesudah bunyi asli. Bunyi pantul yang terdengar jelas sesudah bunyi asli disebut gema. Gema bisa terjadi di lereng-lereng gunung atau juga di lembah-lembah.

3. Manfaat bunyi pantul

a. Pengukuran jarak dengan gema

Dalam satu sekon biasanya bisa diucapkan lima suku kata. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengucapkan satu suku kata? Untuk memperoleh gema dari satu suku kata, bunyi pantul harus datang secepat-cepatnya sesudah 1/5 sekon, yakni setelah suku kata tersebut selesai diucapkan.

Dengan begitu, selama 1/5 sekon bunyi sudah menempuh jarak dua kali jarak antara sumber bunyi dan dinding pemantul. Maka, untuk 1 suku kata, jarak dinding pemantul adalah :

 ” d = 1/10 v “

Dan untuk n suku kata, jarak dinding pemantul adalah :

  ” d = 1/10 nv “

Waktu terdengar gema, berarti bunyi telah menempuh jarak tersebut pergi-pulang. Jika jarak d dan waktu yang diperlukan t maka kecepatan bunyinya adalah :

  v = 2d/t atau juga d = vt/2 “

b. Pengukuran kedalaman laut dengan pemantulan bunyi

Bagaimana mengukur suatu kedalaman laut? Sebuah sumber getar yang disebut osilator dipasang pada dinding kapal pada bagian bawah. Di dekat osilator dipasang hidrofon, yakni alat yang dapat menangkap getaran.

Untuk dapat mengukur kedalaman laut, osilator digetarkan. Getaran ultrasonik yang ditimbulkannya diarahkan ke dasar laut. Oleh dasar laut, getaran ini dipantulkan kembali dan diterima hidrofon.

Sebuah alat pencatat yang akan mencatat selang waktu antara getaran dikirim dan getaran pantul yang diterima. Jika cepat rambat bunyi di air laut diketahui maka kedalaman laut bisa dihitung.

Gurusekolah.co.id-Demikian pembahasan mengenai Hukum Pemantulan Bunyi : Pengertian, Macam-macam dan Manfaatnya Secara Lengkap. Semoga dapat bermanfaat bagi anda. Terimakasih.

Artikel Lainnya :

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran Secara Lengkap

Sarekat Dagang Islam-Sejarah Dan Tujuan Sarekat Islam

Metabolisme – Pengertian,Karbohidrat, Protein,Lemak Dan Prosesnya