Gaya Gesek : Pengertian, Jenis, Rumus Dan Contohnya Secara Lengkap

Posted on

GuruSekolah.co.id-Pada Kesempatan Kali Ini, Disini Akan Dijelaskan Tentang Gaya Gesek yang meliputi Pengertian, Jenis, Rumus Dan Contohnya Secara Lengkap

Simak Sama-Sama Penjelasan Yang Ada Dibawah Berikut Ini.

gaya gesek

Pengertian Gaya Gesek

Gaya Gesek Adalah Merupakan Suatu Gaya Yang Berarah Melawan Gerak Benda Atau Arah Kecenderungan Benda Bergerak. Gaya Gesek Muncul Jika Dua Buah Benda Bersentuhan. Benda-Benda Yang Dimaksud Di Sini Ialah Tidak Harus Berbentuk Padat, Melainkan Dapat Pula Berbentuk Cair, Maupun Gas.

Sesuai Dengan Hukum I Newton, Pada Balok Kayu Yang Terletak Di Atas Sebuah Meja Bekerja Gaya Normal Yang Berlawanan Arah Dengan Gaya Berat. Bila Arah Gerak Benda Mendatar Maka Besarnya Gaya Normal (N) Sama Dengan Berat Benda (W).

Saat Sebuah Balok Kayu Ditarik Dengan Tali, Gaya Yang Diperlukan Dalam Jumlah Tertentu. Hal Ini Disebabkan Adanya Gaya Gesekan Antara Permukaan Balok Dengan Permukaan Meja Yang Arahnya Berlawanan Dengan Arah Gerak Balok.

Besarnya Gaya Gesekan Dipengaruhi Oleh Berat Benda Dan Kekasaran Permukaan Yang Saling Bersentuhan. Untuk Suatu Permukaan Yang Licin, Pengaruh Gaya Gesekan Sangat Kecil, Bahkan Bisa Dikatakan Tidak Ada.

Gaya Gesekan (Fg) Yang Terjadi Ketika Benda Belum Bergerak Disebut Juga Dengan Gaya Gesekan Statis (Fs), Sedangkan Pada Gaya Gesekan Yang Terjadi Sesudah Benda Bergerak Disebut Juga Dengan Gaya Gesekan Kinetis (Fk).

Saat  Balok Kayu Ditarik, Berangsur-Angsur Neraca Pegas Menunjukkan Angka Yang Semakin Besar. Hal Ini Terjadi Sebab Gaya Gesekan Statis Memiliki Angka Yang Bervariasi Dari Nol Sampai Dengan Nilai Maksimum Tertentu. Angka Paling Besar Tercapai Sesaat Sebelum Balok Kayu Tersebut Bergerak. Angka Inilah Yang Disebut Juga Dengan Gaya Gesekan Statis Maksimum.

gaya gesek

Jenis Gaya Gesek

Terdapat dua jenis gaya gesek yakni Gaya Gesek Statis dan Kinetis. Berikut dijelaskan lebih lanjut.

Gaya Gesek Statis (GGS)

Gaya Gesek Statis ialah gaya yang bekerja pada saat benda diam hingga tepat saat benda akan bergerak. Sebagai contoh, misal GGS Bisa mencegah kamu untuk tergelincir dari tempat kamu berpijak. GGS juga bisa mencegah benda meluncur ke bawah pada bidang miring.

Besar GGS adalah merupakan hasil perkalian antara koefisien gesek statis dengan gaya normal benda. Koefisien gesek adalah besaran yang bergantung pada kekasaran kedua permukaan bidang yang bersentuhan. Koefisien gesek statis dinotasikan dengan lambang  \mu_x.

Gaya Gesek Kinetis (GGK)

Gaya gesek kinetis ialah gaya yang bekerja saat benda bergerak. Saat benda diam hingga tepat akan bergerak, gaya yang berkerja adalah GGS. Kemudian, pada saat benda mulai bergerak maka gaya yang bekerja adalah GGK. Jika tidak terdapat GGK, maka suatu benda yang diberi gaya akan selalu melaju terus dan tidak akan berhenti sebab tidak ada gaya gesek yang melambatkannnya, seperti di luar angkasa.

Sama seperti halnya GGS, nilai GGK merupakan hasil perkalian antara koefisien geseknya dengan gaya normal benda. Koefisien gesek kinetis dinotasikan dengan \mu_k. Biasanya, nilai koefisien gesek kinetis selalu lebih kecil dibandingkan dari koefisien gesek statis untuk material yang sama.

Simak Juga :  Rumus Katrol & Pengertian,Rumus,Jenis-Jenis Pesawat Sederhana Katrol

Rumus Gaya Gesek

Pada Gaya Gesekan Statis Berlaku Rumus Persamaan
Fs = Μs N

Keterangan:
Fs = Gaya Gesekan Statis
Μs = Koefisien Gesekan Statis
N = Gaya Normal

Pada Gaya Gesekan Kinetis Berlaku Rumus Persamaan
Fk = Μk N

Keterangan:
Fk = Gaya Gesekan Kinetis
Μk = Koefisien Gesekan Kinetis
N = Gaya Normal
Μk < Μs
Fg = Fs Atau Fk
Besarnya Koefisien Gesekan Kinetis Adalah Tetap

gaya gesek

Contoh Soal Gaya Gesek

Suatu Benda Yang Memiliki Massa 50 Kg Berada Pada Bidang Datar. Pada Benda Tersebut, Gaya Yang Bekerja 200 N Mendatar. Berapa Percepatan Pada Benda Itu Jika,
A. Bidang Licin;?
B. Bidang Kasar Dengan Memiliki Koefisien Gesek = 0,3 (G = 10 M/S2)?

Pembahasan

Diketahui:
M = 50 Kg
Μ = 0,3
F = 200 N
G = 10 M/S2

Ditanya:
A. Percepatan Benda Jika Bidang Licin = …?
B. Percepatan Benda Bila Bidang Kasar (Μ = 0,3) = …?

Jawab:

A. Bidang Licin
F = M A Maka A = F/M
= 200/50
= 4 M/S

Maka, Percepatan Jika Bidang Licin = 4 M/S2.

B. Bidang Kasar (Μ = 0,3)
N = W
= Mg
= 50 X 10 = 500 N

Fgesek = Μ N
= 0,3 X 500
= 150 N

Ftotal = F – Fgesek
= 200 – 150
= 50 N

A = Ttotal/M
= 50/50
= 1 M/S

Maka, Percepatan Jika Bidang Kasar = 1 M/S2.

Gurusekolah.co.id-Itulah Ulasan Tentang Pengertian, Jenis, Rumus Dan Contoh Gaya Gesek Secara Lengkap. Semoga Apa Yang Dijelaskan Diatas Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca Semua. Terimakasih.

Artikel Lainnya :

Rumus Deret Geometri-Pengertian, Rumus Dan Contoh Soalnya

Rumus Pemuaian-Panjang, Luas dan Volume Secara Lengkap

Rumus Usaha-Pengertian,Rumus,Dan Jenis Usaha Serta Contoh Soalnya

Rumus Mean, Median, Modus Beserta Contoh Soal dan Jawaban Lengkap

Related posts: