DNA Dan RNA : Pengertian, Struktur, Dan Fungsinya Lengkap

Posted on

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang DNA & RNA : Pengertian, Struktur, Dan Fungsinya lengkap

DNA & RNA

Pengertian DNA (Deoxyribonucleic Acid)

DNA adalah merupakan suatu asam nukleat yang menyusun gen yang ada di dalam inti sel. Di dalamnya, tersimpan semua informasi biologis dari setiap makhluk hidup dan juga beberapa virus. Tidak cuma itu, di dalam inti sel, DNA juga ada di dalam mitokondria, kloroplas, sentriol, plastid, hingga sitoplasma.

Struktur DNA

DNA adalah suatu molekul besar yang kompleks terdiri atas dua pita panjang yang saling berpilin membentuk suatu heliks ganda, dengan setiap pitanya merupakan suatu polimer dari ratusan sampai ribuan nukleotida. Setiap nukleotida ini terdiri atas :

  • Gula pentosa deoksiribosa, gula pentosa (beratom 5C) yang kehilangan satu atom oksigen.
  • Gugus fosfat yakni yang terikat pada atom C nomor 5 dari gula pentosa.
  • Basa nitrogen yakni yang terikat pada atom C nomor 1 dari gula pentosa.

Baca Juga : 7 Urutan Organ Pernapasan pada Manusia Dan Fungsinya

Ikatan Kimia pada Rantai DNA

  1. Ikatan fosfodiester yakni ikatan kimia antara gugus fosfat dari satu nukelotida dan gula dari nukleotida berikutnya.
  2. Ikatan hidrogen, yakni ikatan kimia antarpasangan basa nitrogen.
  3. Ikatan antara gula deoksiribosa dan basa nitrogen:
  • Deoksiadenosin monofosfat (dAMP): antara gula deoksiribosa dan juga basa adenin.
  • Deoksiguanin monofosfat (dGMP): antara gula deoksiribosa dan juga basa guanin.
  • Deoksisistidin monofosfat (dCMP): antara gula deoksiribosa dan juga basa sitosin.
  • Deoksitimidin monofosfat (dTMP): antara gula deoksiribosa dan juga basa timin.

Fungsi DNA

  1. Membawa informasi genetik.
  2. Memiliki peran dalam pewarisan sifat.
  3. Mengekspresikan informasi genetik.
  4. Menyintesis molekul kimia lain.
  5. Menduplikasikan diri atau bereplikasi.

Sifat DNA

  • Jumlah dari DNA tetap konstan pada setiap jenis sel dan spesies.
  • Kandungan DNA yang ada di dalam sel bergantung sifat ploidi atau jumlah kromosom.
  • Bentuk DNA pada inti sel eukariotik seperti benang yang tidak bercabang.
  • Bentuk DNA pada inti sel prokariotik, plastid, dan mitokondria berbentuk sirkuler.

Replikasi DNA

Replikasi atau proses menduplikasikan diri ini terjadi saat interfasi sebelum sel membelah dengan tujuan agar sel anakan hasil pembelahan mengandung DNA yang identik dengan DNA sel induk. Bila mana terdapat kesalahan pada proses tersebut, sifat pada sel-sel anakan akan mengalami perubahan. Berikut merupakan penjelasan singkat dari proses ini:

replika DNA

  1. Dua rantai DNA dibuka oleh enzim helikase (no.9) dengan bantuan enzim topoisomerase (no.11).
  2. Rantai tunggal DNA dilekati oleh protein-protein pengikat untaian tunggal (no.10) dengan tujuan mencegah terbentuk kembalinya heliks ganda.
  3. Enzim RNA primase (no.6) menggabungkan antara nukelotida-nukleotida menjadi primer RNA, yakni potongan pendek dari RNA.
  4. Molekul DNA polymerase (no.3 dan 8) melekat pada untaian tunggal DNA dan bergerak di sepanjang untaian itu kemudian selanjutnya membentuk untaian DNA baru.
  5. DNA ligase (no.4) menyambungkan fragmen-fragmen tersebut.

Pengertian RNA (Ribonucleic Acid)

Seperti yang sudah sempat disinggung di atas jika RNA memiliki hubungan dengan DNA atau asam deoksiribonuklea, karena RNA atau asam ribonukleat ini juga merupakan salah satu asam nukleat atau polinukleotida yang terdiri dari unit-unit mononukleotida.

Namun perbedaannya hanya terletak pada DNA yang unit unit pembangunnya adalah dioksinukleotida sehingga membuat DNA disebut untai ganda, sementara RNA merupakan asam nukleat untai tunggal yang terdiri dari unit-unit pembangun berupa mononukleotida. Di setiap nukleotida ini sendiri terdiri dari satu gugus fosfat, satu gugus pentose dan juga satu gugus basa nitrogen (N).

RNA sendiri adalah hasil dari transkipsi dari suatu fragmen DNA sehingga membuat kedudukan RNA yang merupakan polimer dan jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan DNA. Selain itu tak seperti DNA yang biasanya dapat dijumpai di dalam inti sel, sedangkan RNA sendiri kebanyakan berada di dalam sitoplasma khususnya beradadi ribosom.

struktur RNA

Fungsi RNA

RNA sendiri memiliki fungsi yang cukup penting bagi manusia karena pada sekelompok virus seperti bakteriofag, RNA ini menjadi bahan genetik yang memiliki fungsi untuk menyimpan informasi genetic sebagai mana fungsi dari DNA yang terdapat pada organisme hidup yang lainnya.

Pada saat virus ini menyerang sel hidup maka RNA yang dibawanya akan masuk ke sitoplasma sel korban yang kemudian akan ditranslasi oleh sel inang guna menghasilkan viru virus yang baru.
Akan tetapi peran yang paling penting bagi RNA ini sendiri sebenarnya terletak pada fungsi dan tugasnya yang sebagai perantara antara DNA dan juga protein di dalam proses ekspresi genetic dikarenakan hal ini dapat berlaku untuk semua organisme hidup.

Di dalam perannya ini RNA akan diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA di dalam proses transkripsi, kode urutan basa ini sendiri tertusun di dalam bentuk triplet, tiga urusan basa N yang dikenal dengan nama kodon, dan di setiap kodon berelasi dengan satu asam amino atau kode yang digunakan untuk berhenti dan monomer yang menyusun protein.

Struktur RNA

Sebagai salah satu dari asam nukleat molekul yang dimiliki oleh RNA ini sendiri mempunyai struktur yang cukup berbeda banhkan bertolak belakang dengan molekul yang dimiliki oleh DNA.

Karena RNA sendiri merupaakn rantai tunggal yang memiliki bentuk menyerupai dengan pita dan tidak terpilin, sementara itu di tiap rantai RNA nya sendiri merupakan polinukleotida yang terdiri dari banyak sekali ribonukleotida.

Sementara itu di dalam setiap ribonukleotida ini terdiri atas 3 gugus molekul, yakni : Gugus pentosa atau gula ribosa, Gugus fosfat, dan juga Basa nitrogen.

Sementara itu basa nitrogen ini sendiri dibedakan menjadi dua jenis, di antaranya meliputi sebagai berikut ini :

  1. Yang pertama adalah basa purin yang memiliki susunan hampir sama dengan DNA dan terdiri dari Adenin (A) dan juga Guanin ( G ).
  2. Bagian yang kedua adalah basa pirimidin yang memiliki susunan sangat berbeda dengan DNA yakni tersusun dari Sitosin ( S ) dan juga Urasi ( U ).

Jika dilihat secara umum RNA memiliki berat molekul antara 25.000 hingga dengan beberapa juta. Mesipun begitu pada dasarnya RNA berisi rantai polinukleotida tunggal, akan tetapi rantai yang biasa terlipat membentuk daerah heluks ganda dan memiliki kandungan pasangan basa A:U dan juga G:C.

Maka dengan adanya ikatan di antara basa purin dan pirimidin dengan gugus pentose berupa gula ribose terbentuklah nukleosida atau pun ribonukleosida. Dan ribonukleosida yang memiliki keterikatan dengan gugus fosfat ini sendiri akan membentuk nukleotida atau pun ribonukleotida.

Demikian penjelasan singkat dan jelas tentang “DNA & RNA : Pengertian, Struktur, Dan Fungsi” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Related posts: