Contoh Majas Sarkasme Singkat Beserta Arti Dan Penjelasannya

Posted on

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Contoh Majas Sarkasme Singkat Beserta Arti Dan Penjelasannya dengan baik dan benar

Majas atau juga yang sering disebut dengan gaya bahasa ini memiliki banyak sekali macam macam majas. Ada majas yang dipakai untuk menyindir seseorang, ada majas yang memberikan suatu pengandaian, dan juga ada pula jenis majas yang dipakai untuk memberikan kesan yang lebih berarti.

Ada beberapa majas yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Dan ada juga majas yang dipakai dalam suatu karya seni sastra.

Sebelum kita masuk kedalam pembahasan tentang contoh majas sarkasme, akan lebih baik bila kita membahas tentang pengertian majas sarkasme terlebih dahulu.

majas sarkasme

Pengertian Majas Sarkasme

Majas sarkasme ialah suatu majas sindiran dengan kalimat yang kasar. Biasannya majas ini disampaikan dalam keadaan yang sangat marah.

Contoh-Contoh Majas Sarkasme

Setelah kita mengetahui pengertian dari majas sarkasme, ayo sama-sama kita masuk ke pembahasan yang berikutnya mengenai contoh majas sarkasme sebagai berikut :

  • Contoh Majas Sarkasme Dalam Pantun

Berikut dibawah ini ialah beberapa dari contoh majas sarkasme yang terdapat dalam suatu karangan pantun :

Warna merah dari tomat

Warna bulan ditengah malam

Ingin tobat tapi sok tobat

Ingin alim tapi sok alim

Penjelasan :

Dari karangan pantun tersebut diatas, yang mengandung majas sarkasme terdapat di bagain isinya. Dalam isi pantun diatas yang berbunyi “ingin tobat tapi sok tobat” dan “ingin alim tapi sok alim”.

Kedua kalimat tersebut diatas termasuk kedalam majas sarkasme dikarenkan kalimat tersebut disampaikan untuk menyindir seseorang yang ingin tobat akan tetapi malah sok tobat dan ingin alim tapi sok alim.

Baca Juga : Contoh Majas Pleonasme

  • Contoh Majas Sarkasme Dalam Puisi

Berikut ini ada beberapa contoh dari majas sarkasme yang terdapat dalam suatu karya sastra puisi :

Hoy kau si pecundang
Nikmatilah kehidupan busukmu
Dengan wanita jalang yang terkenal binal

Dasar kau pecundang
Kau pikir aku akan mati tanpamu
Apa kau pikir aku fansmu
Kurangilah pikiran seperti itu
Dasar pecundang

Dan sekarang…
Kau dapat melototkan matamu
Meliriku dengan mulut harimaumu

Terdapat cinta
Yang tidak sebusuk cintamu
Akupun riang gembira
Dan dapat tersenyum lebar
Karena bisa lepas darimu

Penjelasan :

Majas sarkasme yang ada dalam puisi diatas ada pada bagian bait pertama baris kedua yang berbunyi “nikmatilah kehidupan busukmu“.

Dalam kalimat itu sangat jelas sekali ada majas sarkasme. Sebab terdapat kata “kehidupan busukmu”. Bagian tersebut yang merupakan majas sarkasme dari kalimat itu.

Selanjutnya, majas sarkasme juga ada pada bait keempat baris kedua yang berbunyi “yang tidak sebusuk cintamu”. Dari kalimat tersebut, menjelaskan bahwa itu ialah majas sarkasme adalah kata “tidak sebusuk cintamu”.

Baca Juga : Macam-Macam Puisi Lengkap

Yang berikutnya ialah contoh dari majas sarkasme dalam suatu kalimat yang kita ucapkan dalam komunikasi sehari-hari :

majas sarkasme 2

  • Ya ampun, bisamu apa sih? Disuruh mengerjakan hal sepele seperti ini saja kau tidak bisa, dasar otak udang.
  • Apa kau tidak punya telinga? Aku sudah memanggilmu dari tadi kenapa kau tidak segera datang juga, cepat kesini, apa harus aku seret kau agar mau kesini?
  • Cita-citamu itu cuma mimpi belaka, karena yang kau bisa hanyalah hal itu saja. Lalu harta dan keahlian pun kau tidak punya, bagaimana kau mewujudkan mimpimu?
  • Untuk apa kau membawa ember kesini, bukannya membantu malah kau menghambat pekerjaanku dengan embermu itu, dasar bodoh.
  • Aku sudah muak dengannya, aku tidak akan peduli lagi dengan air matanya. Kalaupun dia menangis darah, aku tidak akan tertipu lagi dengan air mata buaya itu.
  • Apa ini balasanmu terhadap kedua orang tuamu yang telah merawat dan menjagamu dulu? Padahal kau sudah sukses, tapi kau malah mencampakkan kedua orang tuamu, dasar anak tidak tau diri.
  • Keluarga kami tidak membutuhkan orang tidak berguna seperti dirimu, pergi sana dan jangan pernah kembali lagi.
  • Kau tidak akan bisa membalas semua kebaikan yang telah aku berikan padamu, dasar anak tidak tahu terima kasih.
  • Kau jangan pernah membawa temanmu itu untuk datang ke rumah lagi, aku tidak sudi menerima tamu orang yang seperti gembel dan gelandangan itu.
  • Jangan dekat-dekat denganku, bisa-bisa aku tertular kebodohanmu.
  • Apa kau tidak punya mata? Di dinding itukan sudah tertulis bahwa dilarang membawa masuk mobil kedalam area wisata.
  • Orang yang memiliki IQ rendah sepertimu tidak akan pernah bisa lulus dari ujian nasional.
  • Kenapa dia bisa menjadi kembang desa? Padahal wajahnya dipenuhi dengan tahi lalat.
  • Tidak usah repot-repot memberi kami minum, karena minuman yang kau berikan kepada kami tidak akan kami minum karena tidak level.
  • Seorang pegawai sebuah perusahaan itu benar-benar tidak punya malu, jelas-jelas dia sudah pernah mengkorupsi uang perusahaan dan dia sudah diusir dengan hina dan secara tidak hormat. Kenapa dia tetap meminta untuk bekerja lagi?
  • Kau sungguh tidak mempunyai belas kasihan, anakmu sampai nangis sebegitu kencangnya tetap saja kau biarkan saja.
  • Badanmu bau sekali, hingga membuat perutku mual karena bau badanmu yang busuk itu.
  • Apa kau tidak pernah diajarkan tentang adab? Kenapa kau melakukan hal itu meski sudah tahu kalau itu adalah perbuatan yang tercela.
  • Kau tidak usah bercita-cita terlalu tinggi, sadar dirilah kau nak, kau itu cuma dari keluarga yang miskin dan tidak punya apa-apa.
  • Kau sangat mengecewakan, padahal aku telah memberimu kesempatan kedua untuk bisa mengubah sikapmu, kenapa kau tetap mencuri, dasar tidak tau diri.
  • Kau hanyalah seorang pria yang berdompet tipis dan berwajah standart, tapi kenapa kau mencoba untuk mempermainkan wanita, dasar buaya darat.
  • Kami sudah membantumu setiap kali kau dalam kesulitan, tapi apa ini balasan yang kau berikan atas segala bantuan kami tadi, dasar tidak tau terima kasih.
  • Aku tidak akan sudi lagi untuk datang ke rumahmu, sebab rumahmu sangat sempit dan panas sekali.
  • Jangan harap aku akan menolongmu lagi, kau sudah membuat hatiku kecewa, dasar orang tidak tau terima kasih.
  • Dasar pria hidung belang, bisanya cuma minta uang untuk bermain wanita saja.
  • Kau tidak usah mengikuti ujian itu, karena kau sudah pasti tidak akan lolos, karena kau memang bodoh.
  • Jangan harap kau bisa memenangkan lomba lari itu, berjalan saja kau tidak bisa, dasar cacat.
  • Apa kau buta? Ada anak kecil didepanmu kenapa tetap kau tabrak.
  • Dasar orang yang tidak punya hati, kau memukul orang yang tidak bersalah hanya karena dia tidak bisa memberikan hutang padamu.
  • Dasar wanita jalang, berani-beraninya kau merebut suami orang.
  • Apa aku tidak bisa membaca? Jelas-jelas bahwa dipintu itu ada tulisan dilarang merokok, tetapi kau tetap merokok.
  • Orang miskin sepertimu tidak akan pernah bisa membeli makanan di restoran bintang lima seperti ini.
  • Dasar biadab, kamu meledakkan sebuah bom didalam klub malam itu, sehingga banyak orang yang mati sia-sia.
  • Kapan kau akan merubah sikap cerobohmu itu, sikap itu bisa membuat orang lain dalam masalah jika tidak cepat – cepat kau mengubahnya.

Itulah penjelasan singkat dan jelas tentang “Contoh Majas Sarkasme Singkat Beserta Arti Dan Penjelasannya”  yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :