GuruSekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang rumah adat jawa tengah kita akan membahas secara singkat pakaian,tarian dan gambarnya.

Marilah simak penjelasan berikut ini :

Penjelasan Singkat

Rumah adat jawa tengah ini telah menjadi primadona di kalangan masyarakat saat ini. Walaupun sudah jarang dijadikan tempat tinggal, Rumah Joglo kini kerap dijadikan konsep menarik untuk restoran atau hotel.

Pengunjung pun bisa langsung merasakan suasana desa di Jawa Tengah pada zaman dahulu kala.Sebetulnya, beberapa desa di Jawa Tengah masih menggunakan Rumah Joglo sebagai tempat tinggal mereka.

Apabila kalian berjalan-jalan di sebuah desa di Jawa Tengah, kalian masih dapat menjumpai rumah Joglo yang masih asli. Tetapi jumlahnya sangat sedikit sekali.

Di beberapa tempat di jawa tengah, rumah tersebut dikosongkan dan hanya digunakan untuk upacara ruwatan saja. Masyarakat sekarang lebih memilih membangun rumah dengan konsep yang lebih modern.

Pakaian Adat Jawa Tengah

Pakaian Adat Jawa Tengah, Seperti yang kalian ketahui bahwa negara Indonesia adalah negara Kepulauan yang terdiri dari beberapa banyak pulau. Pada setiap pulaunya pun memiliki ciri khas yang berbeda-beda baik dari adat istiadat maupun budaya, tak terkecuali di pulau Jawa.

Pulau Jawa sendiri adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk paling padat.

Budaya yang ada di daerah Jawa Tengah pun tidak jauh berbeda dengan yang ada di daerah lainnya yakni terdiri dari beberapa elemen penyusunan yang salah satunya adalah Pakaian Adat jawa.

Mungkin sebagian dari Anda sudah pernah tahu bahkan pernah memakai Baju Adat Jawa Tengah, tetapi kebanyakan orang belum tahu apa saja Nama-nama pakaian adat yang sering di pakai oleh masyarakat setempat. Oleh sebab itu, berikut ini akan dijelaskan seperti apa pakaian adat yang berasal dari Jawa Tengah.

Nama-Nama Pakaian Adat Jawa Tengah:

  • Jawi Jangkep.
  • Kebaya.
  • Batik.
  • Kanigaran.
  • Surjan dan Beskap
  • Basahan

Tarian Adat Jawa Tengah

Tari Bambangan Cakil

250px-Bambangan_Cakil

Tarian Bambangan Cakil adalah salah satu tari klasik yang ada di Jawa Tengah. Tarian ini sebenarnya diadopsi dari salah satu adegan yang ada dalam

pementasan Wayang kulit yakni adegan Perang Kembang Tari ini menceritakan perang antara kesatria melawan raksasa.

Kesatria adalah tokoh yang bersifat halus dan lemah lembut, sedangkan Raksasa menggambarkan tokoh yang kasar dan beringas.

Tari Ebeg

rumah adat jawa tengah

Tarian Ebeg adalah bentuk kesenian tari daerah Banyumas yang menggunakan boneka kuda yang terbuat dari anyaman bambu. Tarian Ebeg ini di daerah Banyumas menggambarkan prajurit perang yang sedang menunggang Kuda.

Tari Ronggeng

rumah adat jawa tengah

Tarian Ronggeng merupakan jenis kesenian tari dari jawa, di mana pasangan saling bertukar ayat-ayat puitis saat mereka menari diiringi musik dari rebab atau biola serta gong.

Tari Emprak

rumah adat jawa tengahTarian Emprak merupakan jenis pengembangan kesenian rakyat Emprak, berupa seni peran yang mengangkat pesan moral, diiringi dengan musik yang biasanya berupa salawatan.

Tari Kridhajati

rumah adat jawa tengahTarian Kridhajati merupakan tarian khas asal kota ukir yaitu Jepara, Jawa Tengah.

Tari Tayub

 

rumah adat jawa tengahTarian Tayub (atau acara Tayuban), adalah salah satu kesenian Jawa Tengah yang mengandung unsur keindahan dan keserasian gerak. Tarian ayub mirip dengan tari Jaipong dari Jawa Barat. Unsur keindahan di ikuti dengan kemampuan penari dalam melakonkan tari yang dibawakan.

Tari Topeng Ireng

rumah adat jawa tengah

Topeng Ireng adalah satu bentuk tradisi seni pertujukan yang berasimilasi dengan budaya lokal Jawa Tengah. Topeng Ireng yang juga dikenal sebagai kesenian Dayakan ini adalah bentuk tarian rakyat kreasi baru yang merupakan hasil metamorfosis dari kesenian Kubro Siswo.

Tari Serimpi

 

rumah adat jawa tengahTarian serimpi adalah tari klasik yang berasal dari Jawa Tengah.

Bedhaya Ketawang

 

rumah adat jawa tengahBedhaya Ketawang  yaitu tarian terdiri dari kata Bedhaya dan Ketawang.

Bedhaya artinya yaitu penari wanita yang di Istana.Ketawang berasal dari kata ‘tawang’ yang berarti bintang di langit.

Tari gambyong

rumah adat jawa tengah 

Tarian Gambyong adalah tari kreasi baru dari perkembangan Tari Tayub.

Tari Bondan

mitoni6Tarian Bondan ini juga berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Tarian ini mengkisahkan bahwa kasih sayang ibu kepada anaknya dengan menggendong bayi dengan payung terbuka dengan hati-hati dan perhatian.

Tari prawiroguno

rumah adat jawa tengah

Tarian ini menggambarkan seorang prajurit yang sedang berlatih beladiri dengan perlengkapan senjata berupa pedang untuk menyerang musuh dan juga tameng sebagai alat untuk melindungi diri.

Tari Calung

rumah adat jawa tengah 

Tarian Calung merupakan suatu bentuk kesenian rakyat dengan menggunakan bunyi- bunyian semacam gambang yang terbuat dari bambu, dan lagu-lagu yang dibawakan adalah gending Jawa khas Banyumas.

Tari Dolalak

rumah adat jawa tengah 

Tarian dolalak ini dilakukan oleh beberapa orang penari yang berpakaian menyerupai pakaian prajurit Belanda atau Perancis tempo dulu dengan diiringi alat-alat atau bunyi-bunyian terdiri dari kentrung, rebana, kendang, kencer, dll nya.

Tari Kuda Lumping

rumah adat jawa tengah 

Tarian kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan yaitu tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda.

Itulah materi makalah lengkap tentang rumah adat jawa tengah, pakaian, nama-nama rumah adat jawa tengah beserta gambarnya yang dapat GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…

Baca Juga :

tujuan budi utomo

peninggalan sejarah sriwijaya

baju adat bali

peninggalan kerajaan demak

rumah adat jawa barat

GuruSekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang rumah adat jawa barat kita akan membahas secara singkat keunikan, nama, beserta gambarnya.

Marilah simak penjelasan berikut ini :

Rumah Adat Jawa Barat

Rumah adat jawa barat– Adat pada masyarakat jawa barat lebih identik dengan sifat ramah dan sopan. Bandung adalah ibukota jawa barat yang mendapat julukan sebagai paris van java yang selalu mencuri perhatian, terutama dalam bidang pariwisata.

Pariwisata jawa barat sangat kompleks dan juga sangat unik. Dan begitu pula dengan rumah adat Jawa Barat yang mempunyai berbagai macam jenis.

Rumah Adat Jawa Barat ini adalah salah satu dari kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

Sehingga harus tetap dilestarikan dan juga harus diketahui oleh semua pihak atau khususnya warga Indonesia. Sebab dengan begitu rasa cinta tanah air akan terus tumbuh.

Keunikan Rumah Adat Jawab Barat

Julang ngapak Yaitu ‘burung yang sedang mengepakkan sayap’ terdapat pada atap rumah adat jawa barat
Togog anjing Yaitu ‘anjing yang sedang duduk’

Bentuk pada atap ini memiliki dua bidang atap yang berbatasan pada garis bentang segi tiga atap, bidang atap bagian depan lebih lebar dibandingkan pada atap yang berada di bagian belakang.

Sedangkan pada atap yang lainnya memiliki sisi yang sama panjang dengan batang suhunan, bahkan batang tersebut merupakan bentuk puncaknya.

Jolopong Suhunan Jolopong sering disebut juga dengan Suhunan panjang. Jolopong merupakan istilah sunda yang artinya tergolek lurus, bentuk jolopong sendiri itu merupakan bentuk yang cukup tua sebab bentuk ini terdapat bentuk atap saung.

Nama-Nama Rumah Adat Jawa Barat Dan Gambarnya

  • Imah BAdak Heuay
  • Imah Togog Anjing
  • Imah Jualang Ngapak
  • Imah Perahu Kumureb
  • Imah Capit Gunting
  • Rumah Adat Kesepuhan

Imah Badak Heuay

rumah adat jawa barat

Badak heuay juga mempunyai arti yang cukup unik, yakni seekor badak yang menguap. Keunikannya terletak pada bagian atap yang seperti badak yang menguap. saat diperhatikan dengan seksama bentuk atap bagian belakang sampai tepi, akan nampak seperti badak yang sedang menguap. Namun secara keseluruhan, desain pada atap dari rumah ini seperti tagog anjing.

Imah badak heuay ini banyak ditemui di daerah sukabumi. Bentuk desain atap pada rumah ini memang masih menjadi bentuk atap yang utama bagi masyarakat sukabumi. Oleh sebab itu rumah adat ini masih dilestarikan hingga sampai sekarang, walaupun sudah ada desain rumah minimalis yang lebih bagus, tetap tidak melupakan desain pada atap rumah badak heuay.

Imah Togog Anjing

rumah adat jawa barat

Rumah togog anjing ini memiliki arti anjing duduk. Desain pada atap rumah ini memiliki 2 lapis. Atap pada bagian atas berbentuk segitiga, lalu atap bawah menyambung dari atap atas dan menjorong sedikit pada bagian depan. Pada bagian atap bawah yang menjorong ke depan digunakan sebagai peneduh bagian teras depan. Jenis pada atap rumah ini juga disebut dengan sorondoy.

Desain dari rumah togog anjing ini dapat ditemui di daerah garut. Bentuk atap dari rumah ini sering digunakan model rumah pada masyarakat setempat. Selain itu juga terdapat tempat peristirahatan bagi yang ingin menggunakannya. Contohnya seperti hotel, villa, bungalow serta home stay juga telah mempertahankan desain rumah ini.

Imah Julang Ngapak

rumah adat jawa barat

 

Imah julang ngapak adalah burung yang menepakkan sayapnya. Begitu juga dengan desain atap dari rumah ini yang nampak seperti burung yang sedang mengepakkan sayap.

Dan pada bagian bubungan, dilengkapi dengan cagak gunting atau capit hurang. Bentuknya mempunyai fungsi mencegah air hujan yang merembes. Terutama pada bagian pertemuan antara atap.

Imah Jolopong

rumah adat jawa barat

Rumah adat Jawa Barat Jolopong ini mempunyai makna terkulai atau tegak lurus. Bentuk rumah ini sering juga ditemui di daerah garut. Namun sebagian daerah jawa barat menggunakan bentuk rumah ini. sebagian gedung pemerintahan pun juga menggunakan desain rumah ini.

Imah Perahu Kumureb

rumah adat jawa barat

Imah perahu kumureb ini juga disebut dengan imah perahu tengkurep. Dari jenis yang ada, rumah perahu tengkurep sangat jarang juga ditemukan.

Karena rumah ini memiliki suatu kelemahan, yakni mudah bocor. Sebab sebagian besar dari daerah jawa barat memiliki curah hujan cukup tinggi, membuat desain pada rumah ini sangat tidak efektif.

Tetapi ada beberapa daerah yang masih mempertahankan desain pada rumah perahu tengkurep ini. Hanya di daerah ciamis yang masih bisa ditemui rumah adat ini. Namun hanya sedikit mugkin beberapa rumah saja.

Imah Capit Gunting

rumah adat jawa barat

Imah capit gunting ini merupkan rumah adat tertua yang ada di jawa barat. Sebutan lain pada imah capit gunting ini adalah susuhunan. Kemudian ada juga sebutan lain untuk desain rumah ini, yakni undagi atau tata arsitektur.

Desain atap pada rumah ini juga menyerupai gunting atau pisau yang sedang dalam posisi menyilang. Baik pada bagian ujung atap depan maupun bagian belakang terdapat sebuah bambu. bentuk bambu tersebut membentuk huruf (x).

Rumah Adat Kasepuhan

rumah adat jawa barat

Rumah Adat Jawa Barat Kasepuhan merupakan keraton atau istana yang didirikan oleh Pangeran Cakrabuana pada tahun 1527. Rencana pembangunan dari keraton ini adalah untuk perluasan dari keraton Pakungwati. Padahal Pangeran Cakrabuana adalah putra dari Pabu Siliwangi yang merupakan raja dari Kerajaan Padjajaran.

Itulah materi makalah lengkap tentang rumah adat jawa barat, keunikan, nama rumah adat beserta gambarnya yang dapat GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…

Baca Juga :

tujuan budi utomo

peninggalan sejarah sriwijaya

baju adat bali

peninggalan kerajaan demak

GuruSekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang peninggalan kerajaan demak kita akan membahas secara singkat sumber, letak, silsilah, dan masa kejayaannya

Marilah simak penjelasan berikut ini :

Peninggalan Kerajaan Demak

peninggalan erajaan demak

Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah dengan masa pemerintahan pada tahun 1500 sampai dengan 1518 yang saat Raden Fatah naik tahta dan mendapatkan gelar Sultan Alam Akbar al Fatah.

Babad Tanah Jawa, Raden Patah merupakan putra dari Brawijaya V yang juga merupakan raja Kerajaan Majapahit yang terakhir dengan putri Campa. kemudian Raden Patah mulai menyusun kekuatan armada laut sehingga berkembang dengan menjadi sangat kuat.

Demak juga yang membantu Malaka yang pada saat itu dikuasai oleh Portugis karena kepentingan Kerajaan Demak juga terganggu oleh kehadiran Portugis di Malaka, akan tetapi sayang serangan yang dilakukan Demak tidak membuahkan hasil apapun.

Raden Patah lalu diganti dengan Adipati Unus pada masa pemerintahan pada tahun 1518 sampai 1521 lalu Adipati Unus meninggal tetapi tanpa meninggalkan keturunan sehingga digantikan oleh sang adik Pangeran Sekar Seda Lepen.

Pangeran Sekar Seda Lepen dibunuh oleh utusan dari kemenakan yang lain yaitu Raden Mukmin, anak dari Pangeran Trenggana yang kemudian naik tahta mendapatkan gelar Sultan Trenggana

Dimana pada masa inilah Demak mencapai masa kejayaannya dan mencakup wilayah yang sangat luas yakni Jawa Barat, Banten, Cirebon, Jayakarta, Jawa Tengah dan juga sebagian wilayah Jawa Timur.

Setelah Sultan Trenggana Demak mulai mengalami kemunduran dan terjadi perebutan kekuasaan oleh Arya Panangsang,yaitu anak dari Pangeran Sekar Sedo Lepen dengan Sunan Prawoto, putra tertuanya dari Sultan Trenggana.

Sunan Prawoto dikalahkan oleh Arya Penangsang, namun Arya Penangsang juga akhirnya dibunuh oleh Joko Tingkir, yaitu menantu dari Sultan Trenggana yang kemudian menjadi Adipati Pajang.

Joko Tingkir inilah yang kemudian diberi gelar Sultan Hadiwijaya dan memindahkan pusat Kerajaan Demak ke daerah Pajang.

Keberadaan dari Kerajaan Demak ini diperkuat oleh bukti yang ditemukan, sebagian berupa bangunan dan sebagian lagi yaitu berupa properti nuansa Islam.

Maka Peninggalan-peninggalan tersebut adalah Pintu Bledeg, Masjid Agung Demak, Soko Guru, Kentongan, Bedug, almaksurah, situs kolam wudhu dan juga makam sunan Kalijogo dan banyak lagi peninggalan lainnya.

Semua ini berkumpul di satu tempat yaitu Masjid Agung Demak.

Sumber Sejarah Kerajaan Demak

Masjid Agung Demak

Peninggalan Kerajaan Demak yang paling besar yang masih ada sampai sekarang adalah Masjid Agung Demak. Masjid Demak ini didirikan oleh beberapa anggota dari Walisongo terutama Sunan Kalijogo.

Sampai saat ini, banyak sekali peziarah yang datang untuk melihat sejarah Kejayaan Kerajaan Islam Demak. Masjid Agung Demak ini selain menyaksikan keindahan arsitektur pada bangunan Masjid Demak, juga bisa melihat dan berziaroh pada beberapa makam yaitu para tokoh kerajaan termasuk raja Kerajaan Demak.

Makam Sunan Kalijogo

Di Demak juga ada sebuah makam salah satu dari 9 Walisongo yaitu Sunan Kalijogo. Sunan Kalijogo dikenal juga sebagai seorang penyebar agama Islam di tanah Jawa ini yang menggunakan seni tradisional.

Dan konon kabarnya Sunan Kalijogo juga menciptakan baju koko yang sering kita pakai saat ini.

Pintu Bledeg

Sumber sejarah Kerajaan Demak berikutnya adalah Pintu Bledeg. Pintu Bledeg ini adalah karya dari Ki Ageng Selo,  saat ini Pintu Bledeg yang asli masih tersimpan pada musium Masjid Agung Demak.

Ada juga cerita unik di balik pembuatan pintu bledeg tersebut. Konon pada Pintu Bledeg tersebut terbuat dari kilat atau petir yang ditangkap oleh Ki Ageng Selo.

Bedug dan Kentongan di Masjid demak

Bedug dan kentongan yang ada pada Masjid ini sebelum datang syiar Walisongo di tanah Jawa ini, tidak lumrah digunakan. Namun kemudian lama-lama bedug dan kentongan ini digunakan di Masjid oleh Walinso untuk difungsikan memanggil masyarakat untuk datang sholat berjamaah.

Sebab pada waktu itu bedug dan kentongan adalah alat musik tradisional yang digemari oleh masyarakat.

Soko Tatal dan Soko Guru

Soko tatal dan soko guru ialah termasuk pula sebagai peninggalan Kerajaan Demak yang sekaligus dijadikan sebagai sumber sejarah Kerajaan Demak. Konon kabarnya, soko tatal adalah soko masjid Demak yang terbuat dari sobekan kayu pembuatan Masjid Demak.

Soko tatal adalah karya dari Sunan Kalijogo dengan daya kelebihan magisnya. Banyak yang menganggap juga karena kesaktian Sunan Kalijogo lalu soko tatal ini bisa dibuat, namun ada juga yang beranggap bahwa soko tatal adalah sebuah simbol persatuan masyarakat yang sangat kuat.

Letak Kerajaan Demak

Pada awal mulanya keraton Demak berada di tepi laut pantai utara Jawa, tepatnya di kampung bintoro yang saat ini sudah menjadi kota Demak di provinsi Jawa Tengah.

Pada waktu itu ibukota kerajaan Demak dinamakan Demak bintoro lalu kemudian pada masa pemerintahan Raja Demak ke-4, ibukotanya dipindahkan ke Prawoto dan kerajaannya dinamakan Demak Prawoto.

Sebagai kerajaan Islam yang paling pertama dan terbesar di nusantara, Demak adalah pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya.

Walaupun begitu, kerajaan Demak tidak mempunyai umur yang panjang dan langsung mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan.

Lalu pada tahun 1568, kekuasaan kerajaan Demak beralih ke kerajaan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Walaupun begitu, kerajaan Demak meninggalkan sebuah bangunan sangat bersejarah, yaitu Masjid Agung Demak yang didirikan oleh Wali Songo.

Silsilah Kerajaan Demak

Masa Kejayaan

Pada waktu kekuasaan Sultan Trenggono Kerajaan Demak menjadi hebat. Sultan Trenggano berhasil menguasai Sunda Kelapa yang direbutnya dari Kerajaan Padjajaran.

Pada tahun yang sama berhasil juga menguasai Tuban, Surabaya dan juga Pasuruan. Dan pada tahun 1529 melebarkan kekuasaan dengan menaklukkan Madiun. Dan pada tahun 1545 menguasai Malang dan Blambangan.

Tahun 1546, Sultan Trenggono meninggal padavsaat penaklukkan di Panarukan. Sultan Trenggono memanggil semua panglima perang untuk membahas taktik perang.

Pada saat itu pasukan Sultan Trenggono sudah mengepung Panarukan selama tiga bulan tetapi belum juga berhasil merebut kota. Waktu itu putra Bupati Surabaya yang baru berusia 10 tahun ikut dalam rapat.Pada waktu itu Sultan Trenggono tidak terlalu diperhatikan oleh anak tersebut.

Sultan Trenggono pun sangat marah dan memukulnya. Secara tidak sengaja anak tersebut mengambil pisau dan menikam Sultan Trenggono.

Setelah sepeninggal Sultan Trenggono. Kerajaan Demak diperintah oleh Raden Mukmin. Raden Mukmin ini dalam memerintah tidak terlalu memiliki keahlian dalam berpolitik. Bahkan cenderung sebagai ahli agama.

Oleh sebab itu Banten, Cirebon, Surabaya dan gresik akhirnya lepas dari Kerajaan Demak dan membangun kerajaan sendiri.

Itulah materi makalah lengkap tentang peninggalan kerajaan demak, sumber, letak, dan masa kejayaannya yang dapat GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…

Baca Juga :

tujuan budi utomo

peninggalan sejarah sriwijaya

baju adat bali

GuruSekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang baju adat bali kita akan membahas secara singkat penjelasan, Nama baju adat bali, dan gambarnya.

Marilah simak penjelasan berikut ini :

Penjelasan baju adat bali

Bali Adalah Merupakan wilayah yang memiliki kekayaan  yang sangat besar , selain menjadi destinasi wisata bagi turis di seluruh belahan dunia, juga kerap merupakan tempat yang kaya akan budaya.

Kebudayaan yang dimiliki oleh banyak masyarakat Bali merupakan salah satu identitas budaya yang terbesar di indonesia. Salah satu kebudayaan yang sangat melekat pada pulau dewata ini adalah Baju Adat Bali.

Baju adat bali cukup terkenal di mata wisatawan domestik maupun dari manca negara. Salah satu daya tarik wisatawan asing berkunjung ke bali karena ketertarikannya pada baju adatnya.

Mungkin bukan hanya baju adat saja yang menjadi daya tarik wisatawan, tapi juga tarian dan rumah adat yang mempesona.Baju khas masyarakat bali memiliki nilai filosofis yang menunjukkan makna baju adat tersebut.

Filosofi pada baju khas bali pada dasarnya merupakan kepercayaan yang berasal pada ajaran sang hyang widhi, yaitu dewa yang diyakini dapat memberi kegembiraan, kedamaian, dan keteduhan bagi umat hindu yang mempercayainya.

Nama – Nama Baju Adat Bali

1. Baju Safari

Baju Safari adalah baju adat Bali yang dipakai oleh kaum laki-laki. Bentuk baju safari adalah seperti kemeja pada umumnya, dan lengkap dengan kerah dan kancing.

Terdapat juga saku yang dibuat di bagian kiri atau kanan. Warna dari Baju Safari identik dengan bersih, sehingga warna untuk kemeja yang tepat adalah putih bersih.

2.Udeng

Udeng adalah nama lain dar ikat kepala atau penutup kepala yang dipakai bersama dengan baju adat bali. Ikat kepla ini menjadikan sesuatu yang spesial bagi masyarakat Bali.

Selain itu udeng digunakan bersama baju khas Bali, udeng juga dipakai penduduk untuk beribadah di dalam candi.Sebagian laki-laki tetap menggunakan udeng meskipun tidak mengikuti acara atau sedang beribadah.

Hal ini dikarenakan rasa loyalitas budaya yang tinggi serta, menciptakan ciri khas bahwa pria akan lebih baik jika memekai udeng kemanapun dan kapanpun dimana mereka berada.

3. Kamen

Kamen adalah merupakan kain bawahan pada baju adat bali yang dikenakan oleh masyarakat asli bali. Bila kita amati, kamen memiliki persamaan dengan sarung yang berbentuk persegi dengan kain tertentu lainnya.

Kain pembuat kamen terbuat dari kain yang tipis. Laki-laki dan perempuan memiliki aturan pemakaian yang sangat berbeda dalam mengenakan kamen ini.

Untuk laki-laki pada umumnya mengenakan 2 lembar kain yang digunnakan untuk menutupi bagian bawah. Kain yang ada dibagian dalam inilah yang dinamakan kamen, sementara pada bagian luarnya dinamakan sebagai saput dan diikatkan pada selendang dengan tujuan agar kain kamen tidak terlepas.

Cara Pakai

Cara mengenakannya adalah pertama kamen diikat melingkar pada bagian pinggang yang dimulai dari arah kekiri ke kanan, dan selanjutnya pada bagian depan dibuat lipatan dengan simpul.

Sedangkan untuk wanita, caranya agak sedikit bereda, yaitu kamen hanya diikatkan  secara melingkar pada sebuah selendang yang di bawa.

4. Kebaya Bali

Kebaya bali selintas terlihat seperti baju adat jawa, namun Bali juga mempunyai baju khas yang serupa. Kebaya Bali berbeda dengan kebaya jawa.

Ciri khas yang membedakan antara kebaya bali dan kebaya lainnya adalah kebaya bali memiliki lengan dan bahu dengan desain terbuka serta dpakaikan juga sebuah sabuk pada bagian tengan dada.

Tidak terlalu jauh berbeda dengan adat jawa, di Bali baju kebaya juga dipakai sebagai pakaian resmi pada hari-hari penting, contohnya seperti hari raya, acara pernikahan, ritual keagamaan, maupun acara-acara penting lainnya.

Bila anda pernah data ke Bali, pasti akan tahu penduduk wanita yang mengenakan kebaya. Hal ini dapat dilihat karena hampir tiap hari selalu ada ritual yang dilakukan di Bali.

5. Selendang

Di karenakan setiap hari banyak ditemui ritual-ritual keagamaan, selendang menjadi sangat diperlukan bagi penduduk disana.

Selendang menjadi baju pengganti untuk baju adat dalam melakukan ritual penyembahan atau sesajen yang biasanya sangat mudah anda temui ketika berkunjung ke lokasi tertentu di Bali.

Bagi mereka yang menjalankan ritual itu, selendang bermakna sebagai pengikatan diri dari tingkah laku dan nafsu yang buruk dan dijadikan pembatas tubuh bagian bawah dengan bagian atas.

Pada waktu anda mengunjungi wisata tempat yang suci di Bali, anda sudah bisa memasukinya walaupun anda hanya memakain selendang saja. Namun alangkah baiknya mengenakan baju adat untuk menghormati penduduk yang ada di sana.

6. Sanggul

 

Sanggul (pusung) adalah hiasan kepala wanita Bali berbeda dengan sanggul yang dipakai oleh adat masyarakat Jawa Tengah. Ada beberapa macam  sanggul yang dipakai oleh wanita Bali, yaitu pusung gonjer dan pusung kepupu.

Untuk pusung gonjer, biasanya dipakai oleh wanita yang masih lajang atau belum menikah. Sedangkan pusung kepupu, biasanhya dipakai oleh wanita yang berstatus janda.

7. Kemeja Putih

 

Sebetulnya pada wilayah Bali tidak diberikan aturan untuk memekai baju adat tertentu. Ketentuan tidak mutlak asalkan yang dikenakan sifatnya normal dan rapi, maka di perbolehkan.

Tetapi untuk melakukan suatu ritual persembahyangan, biasanya mereka mengenakan kemeja putih. Alasannya adalah putih warna yang lebih suci dan sakral.

Itulah tadi beberapa nama jenis-jenis baju adat Bali beserta penjelasannya. Nama-nama baju adat tersebut begitu melekat pada masyarakat Bali yang kesehariannya syarat dengan unsur-unsur ritual keagamaan.

Itulah materi makalah lengkap tentang baju adat bali, penjelasan, nama-nama baju adat, cara pakai dan gambarnya yang dapat GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…

Baca Juga :

Tujuan budi utomo

Peninggalan kerajaan sriwijaya

GuruSekolah.co.id – Pada kesempatan kali ini kita akan memahas tentang materi pembelajaran peninggalan kerajaan sriwijaya.

kita akan membahas secara singkat dan jelas sumber, lokasi dan masa kejayaan sehingga anda dapat memahaminya dengan baik. Simak penjelasan berikut ini :

Penjelasan Singkat Sriwijaya

Sriwijaya adalah salah satu kemaharajaan bahari yang pernah ada di pulau sumatra dan memberi banyak pengaruh di nusantara dengan daerah kekuasaan yang membentang dari kamboja, thailand, semenanjung malaya, sumatra, jawa tengah dan jawa barat.

Menurut bahasa sanskerta, sri berarti ‘bercahaya’ dan wijaya berarti ‘kemenangan’ atau disebut juga ‘kejayaan’.

Sumber – Sumber Sejarah Sriwijaya

Sumber dalam negeri

Ditemukan prasasti berjumlah 6 buah yaitu menggunakan bahasa Melayu kuno dan huruf pallawa, dan telah menggunakan angka tahun saka.

  • Prasasti kedukan bukit yang ditemukan di kedukan bukit, pada tepi sungai talang tidak jauh dari palembang angka tahun 605 saka atau sama dengan 683 M. Prasasti ini menceritakan tentang perjalanan suci yang pernah dilakukan Dapunta Hyang, dan berangkat menuju muaratamwan yang diikuti oleh tentara sebanyak 20.000 orang, jadi dari beberapa daerah yang dilewati mereka berhasil menaklukkannya.
  • Prasasti Telaga Batu yang di temukan di Telaga Batu dekat dengan palembang angka tahun 683M.
  • Prasasti Talang Tuo yang ditemukan juga di sebelah barat kota Palembang angka tahun 606 Saka/684M. Prasasti ini menjelaskan tentang pembuatan Taman Sriksetra untuk kemakmuran semua makhluk dan terdapat doa-doa yang bersifat Budha Mahayana.
  • Prasasti Kota Kapur yang ditemukan juga di kota kapur (pulau Bangka) angka tahun 608 saka/686 M.
  • Prasasti Karang Berahi yang ditemukan juga di Jambi, dan tidak mempunyai angka tahun.
  • Prasasti Palas Pasemah yang ditemukan juga di Lampung Selatan, dan tidak mempunyai angka tahun.

 

Sumber Luar Negeri

  • Prasasti Ligor ditemukan juga di Semenanjung Melayu yang berangka tahun 775M, menjelaskan tentang bagaimana pendirian sebuah pangkalan di Semenanjung Melayu, di daerah Ligor.
  • Prasasti Nalanda yang ditemukan juga di negara india di daerah kota Nalanda yang berasal pada abad ke 9 M. Prasasti ini menjelaskan tentang pembangunan Wihara oleh seorang Balaputradewa yaitu raja Sriwijaya.

Sumber Asing

  • Sebuah perjalanan seorang pendeta Cina I-Tsing yang datang ke Sriwijaya pada tahun 672 M, yang mengkisahkan bahwa di Sriwijaya terdapat 1000 orang pendeta yang telah menguasai agama.
  • Kabar dari dinasti Sung yang mengkisahkan juga tentang pengiriman utusan dari Sriwijaya pada tahun 971 – 992 M.
  • Kabar dari Arab, sebutan Sriwijaya di arab dengan nama Zabag/Zabay atau dengan panggilan Sribuza. Dari kabar tersebut dikisahkan tentang kekuasaan dan kebesaran dan juga kekayaan Sriwijaya.
  • Kabar dari india, Raja-raja dari dinasti Cola telah menemukan berupa Prasasti Leiden Besar yang dikisahkan adanya pemberian tanah Anaimangalam terhadap biara yang ada di Nagipatma. Biara itu dibuat oleh Marawajayattunggawarman dari keturunan keluarga Syailendra yang pada waktu  itu yang berkuasa di Sriwijaya dan Kataka.

Lokasi Sriwijaya

  • Ibu kota sriwijaya :Palembang, jawa, kadaram
  • Bahasa :Melayu Kuno, Sanskerta jawa kuno
  • Pemerintahan maharaja :Monarki, Sri jayanasa, Sri Indrawarman, Dharanindra, Samaratungga,
  • Balaputradewa, Sri cudamani, Warmadewa, Sri maravijayattunggawarman, Sangrama vijayattunggawarman
  • Agama :Budha vajrayana, Budha Mahayana, Budha Hinayana, Hindu
  • Didirikan pada tahun :650 M
  • Mata Uang :Koin Emas dan Perak

Masa-Masa Kejayaan Sriwijaya

Sriwijaya pernah mengalami puncak keemasan atau kejayaan pada waktu masa pemerintahan raja Balaputradewa. Pada masa kejayaan kerajaan sriwijaya ini tidak lepas atas pengaruh dari raja Balaputradewa yang memimpin dengan baik pemerintahannya.

Dia lah yang mengadakan hubungan antara kerajaan yaitu raja Dewapaladewa yang berasal dari India.Pada sebuah prasasti Nalanda di tahun 860 M, raja Balaputradewa juga pernah mengajukan permintaan kepada raja dewapaladewa (raja Benggala).

Agar diperbolehkan untuk mendirikan tempat biara khusus untuk para mahasiswa dan pendeta Sriwijaya yang sedang belajar di Nalanda.

Raja Balaputradewa juga merupakan putra dari seorang raja Samaratungga (Dinasty Syailendra) dan memerintah di pulau jawa pada tahun 812 – 824 M.

Sriwijaya disebut juga dengan nama Sribuza. Pada tahun 955 Masehi, diketahui seorang musafir Al-masudi (pengelana)  sekaligus sejarawan dari Arab klasik yang menulis catatan tentang kerajaan Sriwijaya.

Dalam catatan itu, Sriwijaya adalah sebuah kerajaan yang sangat besar dan kaya raya, dengan tentara yang banyak, digambarkan kapal paling tercepat dalam waktu dua tahun pun tidak akan cukup untuk mengelilingi seluruh pulau di wilayah sriwijaya.

Hasil bumi nya adalah Kapur barus, kayu gaharu, cengkeh, pala, kayu cendana, kapulaga, gambir dan beberapa hasil bumi lainya.

Dituliskan bahwa Sriwijaya maju dalam bidang agraris. Ini telah disimpulkan dari seorang ahli bernama Abu Zaid Hasandari yang berasal dari bangsa persia, dia mendapatkan keterangan dari seorang pedagang Arab yang bernama Sujaimana.

Abu Zaid menulis bahwasanya Kerajaan Zabaj Sriwijaya sebutan  dari bangsa Arab,  pada waktu itu memiliki tanah subur dan kekuasaaan yang luas hingga ke seberang lautan.

Itulah materi makalah lengkap tentang peninggalan sejarah sriwijaya yang dapat

GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…

Baca juga :

tujuan budi utomo

 

 

 

 

 …