GuruSekolah.Co.id Pada kali ini akan membahas tentang sejarah yaitu perjanjian linggar jati secara lengkap yang meliputi Perundingan, Sejarah Perjanjian Linggar Jati dan tokohnya, untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini :

perjanjian linggarjati

Pengertian

Perundingan Linggarjati adalah merupakan suatu perundingan antara Indonesia dengan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat

Dan juga menghasilkan persetujuan akan status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini telah ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada tanggal 15 November tahun 1946, namun baru di tandatangani secara sah oleh kedua negara pada tanggal 25 Maret tahun 1947.

perjanjian lingarjati

Latar Belakang

Masuknya AFNEI yang di tunggangi NICA ke Indonesia karena Jepang menetapkan (status quo) di Indonesia yang menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan Belanda, contohnya seperti peristiwa 10 November, selain itu Inggris menjadi penanggung jawab guna menyelesaikan konflik politik dan militer di bagian Asia.
Oleh karena itu, Sir Archibald Clark Kerr, Diplomat Inggris, mengundang Indonesia dan Belanda agar berunding di Hooge Veluwe, namun perundingan itu gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera dan Pulau Madura, akan tetapi Belanda hanya mau mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja.

Misi pendahuluan

Pada akhir Agustus tahun 1946, pemerintah Inggris mengirim Lord Killearn ke Indonesia guna menyelesaikan perundingan antara Indonesia dan Belanda. Pada tanggal 7 Oktober tahun 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta dibuka perundingan Indonesia-Belanda dan dipimpin oleh Lord Killearn.

Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata tanggal 14 Oktober dan meratakan jalan ke arah perundingan di Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946.

Baca Juga :  Isi Perjanjian Tuntang Beserta Latar Belakang dan Dampak Bagi Indonesia

Jalannya perundingan

Dalam perundingan ini Indonesia diwakili Sutan Syahrir, sedangkan Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jendral yang dipimpin oleh Wim Schermerhorn dengan anggota H.J. van Mook,dan Lord Killearn dari negara Inggris yang bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini.

Hasil Perundingan

Perundingan linggarjati menghasilkan 17 pasal yang antara lain berisi:

  • Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera serta Madura.
  • Belanda wajib meninggalkan wilayah RI selambat-lambatnya tanggal 1 Januari 1949.
  • Pihak Belanda dan pihak Indonesia Sepakat untuk membentuk negara RIS. (Republik Indonesia Serikat)
  • Di dalam bentuk RIS. Indonesia wajib tergabung dengan Commonwealth atau Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.

Pro dan Kontra di kalangan masyarakat Indonesia

Salah satu poster yang dipajang di Bangunan Cagar Budaya Gedung Perundingan Linggarjati memiliki isi himbauan pencegahan konflik akibat pro kontra masyarakat Indonesia pada hasil perundingan.

Perjanjian Linggarjati menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, misalnya beberapa partai seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata.

Partai-partai itu menyatakan bahwa perjanjian itu merupakan bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6 tahun 1946, yang bertujuan menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusat supaya pemerintah mendapatkan suara untuk mendukung perundingan linggarjati.

Pelanggaran Perjanjian

Pelaksanaan hasil perundingan tidak berjalan mulus. Tanggal 20 Juli tahun 1947, Gubernur Jendral H.J. van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tak terikat lagi dengan perjanjian ini, dan pada tanggal 21 Juli tahun 1947, meletuslah Agresi Militer Belanda.

Tokoh Perjanjian Linggar Jati

Ada beberapa tokoh yang sangat penting terlibat dalam perjanjian Linggarjati, baik dari pihak Indonesia, Belanda ataupun dari pihak Inggris selaku mediator atau penengah.

Berikut ini nama-nama tokoh dalam perjanjian Linggarjati :

  • Dari pemerintah Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir (ketua), A. K. Gani, Susanto Tirtoprojo, Mohammad Roem
  • Dari pemerintah Belanda diwakili oleh Wim Schermerhorn (ketua), H. J. van Mook, Max van Pool, F. de Boer
  • Dari pemerintah Inggris selaku mediator/penengah diwakili oleh Lord Killearn

Itulah materi makalah lengkap tentang perjanjian linggarjati, Perundingan, Sejarah Perjanjian Linggar Jati dan tokohnya yang dapat GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…

Artikel Lainnya :

Sel Tumbuhan

Tujuan Budi Utomo

Peninggalan kerajaan demak

GuruSekolah.Co.id – Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang pakaian adat jawa timur,pada pembahasan kali ini meliputi upacara beserta gambar dan penjelasannya.untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

Pakaian Adat Jawa Timur

pakaian adat jawa timur

Penjelasannya

Indonesia adalah termasuk negara yang kaya akan suku bangsa. Perbedaan tersebut menjadi salah satu keunggulan karena mereka saling melengkapi dan saling menguatkan satu sama lain.

Perbedaan yang ada adalah perbedaan bahasa, agama, suku bangsa, adat dan istiadat, warna kulit, baju adat dan masih banyak lagi yang lainnya. Pada kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan salah satu budaya kita sendiri yaitu pakaian Adat Jawa Timur.

Jawa Timur memang dikenal karena budaya dan adatnya, banyak sekali warisan budaya dari leluhur yang berada di provinsi ini. Salah satunya adalah pakaian adat.

Untuk Anda yang ingin mengetahui jenis Pakaian adat jawa timur, berikut ini guruSekolah.co.id bagikan untuk Anda.

Jenis-Jenis Pakaian Adat Jawa Timur :

  • Odheng Santapan

Pakaian ini bisa disebut juga sebagai perlengkapan dari pakaian adat jawa timur khususnya laki-laki karena sering digunakan pada bagian kepala.

Kain yang digunakan biasanya batik dengan motif telaga biru atau yang sering disebut juga sebagai storjoan. Bentuknya segitiga dengan ukuran yang bisa disesuaikan dengan masing-masing lingkar kepala kita.

  • Pese’an Madura

Pese’an ini berupa kaos yang memiliki desain garis-garis merah dan putih dengan bawahan celana hitam yang longgar. Pakaian Adat jawa timur yang namanya sudah dikenal di masyarakat khususnya pese’an ini.

Tidak hanya di daerah Madura saja, pakaian adat yang satu ini bahkan sudah terkenal sampai ke manca negara. Material bahan yang digunakan yakni kain cina namun sekarang sudah di modifikasi menggunakan bahan kain tetoran yang secara khusus dirancang oleh masyarakat Madura sendiri.

Baca juga: Baju adat bali

  • Sarong bahan

Pakaian adat yang sering sekali digunakan disebut dengan sarong bahan. Sesuai juga dengan namanya, sarong ini terbuat dari bahan kain.

Kain yang digunakan biasanya adalah kain sutra dan juga pada bagian plekatnya menggunakan kain katun. Warna dari pakaian ini dipilih dengan warna-warna yang mencolok seperti warna kuning keemasan, merah terang atau warna yang lain.

Selain itu juga sarong memiliki warna yang sangat menarik yakni kombinasi perpaduan antara warna dasar putih dengan kotak-kotak biru dan juga hijau. Ukuran yang digunakan tentu akan disesuaikan dengan orang yang akan memakainya.

Odheng tapoghan

Pakaian adat jawa timur

Untuk Odheng tapoghan umumnya digunakan oleh para Pria, yang mana pada salah satu bagian dari baju adat Jawa Timur ini memiliki ikon bunga atau bisa juga soga.

Soga ialah lidah api yang berwarna merah menyala. Bahan yang digunakan yakni kain batik, berbentuk segitiga, biasanya diikatkan di kepala sehingga pada waktu dikenakan pada bagian atas kepala tidak akan tertutup.

Sandal atau alas kaki

pakaian adat jawa timurPada poin ke lima ini secara khusus kita akan membahas mengenai alas kaki pada pakaian adat jawa timur wanita. Sebenarnya bukan hanya wanita saja yang memakai alas kaki ini tetapi laki-laki juga.

Sandal atau alas kaki yang digunakan terbuat dari bahan kulit sapi. Alas kaki ini juga dikenal dengan sebutan terompah karena memiliki bentuk yang terbuka khususnya pada bagian ujung ketika digunakan.

Bukan hanya pada itu saja, pada alas kaki tersebut juga dilengkapi dengan penjepit yang memiliki fungsi untuk menjepit kaki.

Ikat pinggang

pakaian adat jawa timurIkat pinggang yang satu ini tentu saja ikat pinggang yang wajib digunakan pada watu mengenakan baju adat jawa timur.

Ikat pinggang yang digunakan dibuat dari bahan yang berkualitas yaitu kulit sapi yang kemudian diolah dengan cara khusus sehingga menghasilkan ikat pinggang yang kuat dan berkualitas juga.

Ikat pinggang ini disebut juga dengan sebutan sabuk katemang raja atau sering juga disebut dengan sabuk katemang kalep. Kulit sapi yang digunakan sebagai bahannya, bukan kulit sapi yang sembarangan.

Biasanya dipilih kulit sapi yang memiliki warna cenderung cokelat polos. Berbeda dengan ikat pinggang pada biasanya, ikat pinggang jawa timur ini memiliki desain yang lebar dengan bagian depan dilengkapi saku biasanya berfungsi untuk menyimpan uang. Walaupun begitu, ukurannya tetap sama dengan ikat pinggang yang sering Anda temui.

Pakaian adat jawa timur yang digunakan untuk mantenan

pakaian adat jawa timurIstilah mantenan mempunyai sinonim kata pernikahan dalam bahasa indonesia. Sesuai dengan namanya, baju adat tersebut digunakan ketika orang melaksanakan prosesi pernikahan menggunakan adat-adat jawa timur.

Pakaian adat khusus untuk acara pernikahan di jawa timur ini terdiri dari odheng atau penutup khusus untuk kepala, arloji rantai, tongkat, kain selempang dan juga masih banyak lagi.

Pakaian mantenan ini mendapatkan pengaruh dari pakaian adat yang ada di Jateng, sehingga Anda akan merasa sedikit kesusahan untuk membedakannya, dikarenakan jika dilihat sepintas saja akan terlihat sama.

Jika di daerah Jawa Tengah dan Jogja terdapat kontes berpasangan yang disebut dimas diajeng maka di Jawa Timur juga memiliki jenis kontes yang sering disebut juga dengan kontes cak dan ning. Pertunjukan baju dan busana yang digunakan tentu saja baju-baju adat yang ada di Jawa timur.

Senjata

pakaian adat jawa timur

Ada banyak sekali jenis-jenis dan macam senjata yang berasal dari jawa timur seperti lancor ayam, calo montor, paruh, gobang, takabuan, amparan,belati cap garpu, piol, sabut, celurit, clonot dan juga masih banyak lagi.

Upacara Adat di Provinsi Jawa Timur

Upacara Kasodo

Upacara Kasodo dilaksanakan setiap tahun pada bulan purnama. Dengan upacara tersebut, masyarakat Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas semua penyakit.

Upacara ini dilakukan dengan mempersembahkan sesaji dengan cara melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Masyarakat Tengger lainnya harus berada di tebing kawah dan meraih atau menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah.

Upacara Labuh Sesaji

Upacara labuh sesaji adalah salah satu acara tahunan yang diselenggarakan di Telaga Sarangan. Upacara ini diadakan pada bulan Ruwah, hari Jum’at Pon.
Upacara labuh sesaji tujuannya sebagai ucapan terima kasih dari masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Masyarakat beranggapan Telaga Sarangan adalah hadiah dari Tuhan. Telaga tersebut dianggap mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat Magetan dan Indonesia pada umumnya.

Itulah materi makalah lengkap tentang pakaian adat jawa timur,upacara adat beserta gambar dan penjelasannya yang dapat GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…

artikel lainnya :

baju adat bali

rumah adat jawa timur

rumah adat jawa tengah

rumah adat jawa barat

GuruSekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang Peninggalan Kerajaan Kutai kita akan membahas secara singkat Sejarah Singkat, Silsilah, Dan Masa Kejayaan.Marilah simak penjelasan berikut ini :

Sejarah Singkat Kerajaan Kutai

Peninggalan kerajaan kutai

Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan Kutai diperkirakan muncul pada abad 5 Masehi atau ± 400 M. bukti-bukti keberadaan menujukkan bahwa kerajaan tersebut dibangun pada abad ke-4 yaitu ditemukannya tujuh buah prasasti Yupa.

Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur tidak jauh dari kota Tenggarong, tepatnya di hulu sungai Mahakam. hanya sedikit informasi mengenai Kerajaan Kutai. Hanya 7 buah prasasti Yupa yang menjadi sumbernya. Penggunaan nama Kerajaan Kutai sendiri ditentukan oleh para ahli sejarah dengan mengambil nama dari tempat ditemukannya prasasti Yupa tersebut yakni di daerah Kutai.

Ditemukan juga tujuh buah batu tulis yang disebut Yupa yang mana ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta, yang disusun dalam bentuk syair. padahal huruf yang dipakai adalah huruf Palawa.

Prasasti Yupa adalah merupakan prasasti tertua yang menyatakan telah berdirinya suatu Kerajaan Hindu tertua yaitu Kerajaan Kutai. Yupa merupakan tugu batu yang berfungsi sebagai tugu peringatan yang dibuat oleh para Brahmana atas kedermawanan Raja Mulawarman.

Dituliskan bahwa Raja Mulawarman, Raja yang sangat baik dan kuat yang merupakan juga anak dari Aswawarman dan merupakan cucu dari Raja Kudungga, yang telah memberikan  20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.

Masa Kejayaan kerajaan kutai

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai dilihat dari prasasti tersebut didapat bawah Kerajaan Kutai pertama kali didirikan oleh Kudungga kemudian dilanjutkan oleh anaknya Aswawarman dan mencapai puncak kejayaan pada masa Mulawarman Anak Aswawarman.

Menurut para ahli sejarah nama Kudungga adalah nama asli pribumi yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu. Tetapi anaknya, Aswawarman diduga telah memeluk agama Hindu atas dasar kata {warman} pada namanya yang berasal dari bahasa Sanskerta.

Pendiri Kerajaan Kutai adalah Kudungga, sedangkan raja pertama yang resmi dan berkuasa di Kerajaan Kutai adalah Aswawarman karena sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai dan diberi gelar {Wangsakarta}, yang artinya pembentuk keluarga.

Sangat terbatas informasi mengenai Kerajaan Kutai yang ditemukan. Tetapi menurut prasasti Yupa, puncak kejayaan Kerajaan Kutai berada pada masa kepemerintahan Raja Mulawarman.

Pada masa pemerintahan Mulawarman, kekuasaan Kerajaan Kutai hampir mencakup seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Bidang Politik

Dari sekian prasasti-prasasti yang ditemukan di Kutai, terdapat salah satu prasasti yang didalamnya tetulis “Sang Maharaja Kundungga yang amat mulia mempunyai putra yang mashur, Sang Aswawarman namanya, yang seperti Sang Ansuman {Dewa Matahari} menumbuhkan keluarga yang sangat mulia.

Sang Aswawarman memiliki putra tiga, seperti api yang suci. Yang terkenal dari ketiga putra itu adalah Sang Mulawarman, raja yang berperadaban baik, kuat, dan berkuasa. Sang Mulawarman telah mengadakan kenduri dengan emas yang amat banyak.

Pada prasasti tersebut dapat diketahui nama-nama raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kutai. Raja yang pertama bernama Kundungga yang merupakan nama Indonesia asli.

Dia mempunyai seorang anak yang bernama Aswawarman yang dianggap sebagai pendiri dinasti atau pembentuk keluarga (Wamsakerta). Nama anak Kundungga di atas menunjukkan telah masuknya pengaruh agama Hindu dalam Kerajaan Kutai.

Berikutnya, dapat diketahui pula bahwa Aswawarman itu mempunyai 3 orang putra. Salah satu di antara putranya itu sangat terkenal, bernama Mulawarman. Pada kedua nama terakhir menggunakan bahasa Sanskerta. Dengan demikian, bisadisimpulkan bahwa pada masa kerajaan Kutai, mereka telah mengenal sistem pemerintahan. Pemerintahannya bukan lagi dipimpin oleh kepala suku, namun dipimpin oleh Raja.

Berikut ini adalah nama-nama raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kutai

  • Maharaja Kudungga
  • Maharaja Asmawarman
  • Maharaja Mulawarman
  • Maharaja Marawijaya Warman
  • Maharaja Gajayana Warman
  • Maharaja Tungga Warman
  • Maharaja Jayanaga Warman
  • Maharaja Nalasinga Warman
  • Maharaja Nala Parana Tungga
  • Maharaja Gadingga Warman Dewa
  • Maharaja Indra Warman Dewa
  • Maharaja Sangga Warman Dewa
  • Maharaja Candrawarman
  • Maharaja Sri Langka Dewa
  • Maharaja Guna Parana Dewa
  • Maharaja Wijaya Warman
  • Maharaja Sri Aji Dewa
  • Maharaja Mulia Putera
  • Maharaja Nala Pandita
  • Maharaja Indra Paruta Dewa
  • Maharaja Dharma Setia

Bidang Perekonomian

Baik secara geografis Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi oleh para pedagang. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian.

Dan dari keterangan tertulis pada prasasti yang mengatakan bahwa Raja Mulawarman pernah memberikan hartanya berupa minyak dan 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana. Diperkirakan bahwa pertanian dan peternakan adalah merupakan mata pencarian utama masyarakat Kutai.

Dilihat dari letak di sekitar Sungai Mahakam sebagai jalur transportasi laut, diperkirakan perdagangan masyarakat Kutai berjalan cukup ramai. Bagi pedagang luar yang ingin berjualan di Kutai, mereka harus memberikan berupa hadiah kepada raja agar diizinkan berdagang.

Pemberian hadiah ini biasanya berupa barang dagangan yang lumayan mahal harganya dan pemberian ini dianggap sebagai upeti atau pajak kepada pihak Kerajaan.

Melalui hubungan dagang tersebut, baik dari jalur transportasi sungai-laut maupun transportasi darat, berkembanglah hubungan antara agama dan kebudayaan dengan wilayah-wilayah sekitar. Banyak juga pendeta yang diundang datang ke Kutai.

Bidang Agama

Kehidupan kebudayaan masyarakat Kutai sangat kuat kaitannya dengan kepercayaan atau agama yang dianut. Yupa adalah salah satu hasil budaya masyarakat Kutai, yaitu tugu batu yang merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia dari zaman Megalitikum, yakni bentuk menhir.

Salah satu dari yupa itu menyebutkan suatu tempat suci dengan nama Waprakeswara [tempat pemujaan Dewa Siwa]. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa masyarakat Kutai adalah merupakan pemeluk agama Hindu Syiwa. Selain itu juga, masyarakat Kutai juga ada yang masih menjalankan adat istiadat dan kepercayaan asli mereka.

Bidang Sosial-Budaya

Karena Kerajaan Kutai telah mendapat pengaruh dari agama Hindu, maka kehidupan agamanya telah lebih maju. Salah satunya adalah pelaksanaan upacara penghinduan atau pemberkatan seseorang yang akan memeluk agama Hindu yang disebut Vratyastoma.

Upacara itu dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman dan dipimpin oleh para pendeta atau brahmana dari India. Barulah pada masa pemerintahan Mulawarman, upacara tersebut dipimpin oleh kaum brahmana dari Indonesia.

Dari keterangan tersebut dapat kita simpulkan juga bahwa kaum brahmana dari Indonesia ternyata memiliki tingkat intelektual yang tinggi karena mampu menguasai bahasa Sanskerta.

Sebab, bahasa ini bukanlah bahasa yang dipakai sehari-hari oleh rakyat India melainkan bahasa resmi kaum brahmana untuk masalah keagamaan.

Masuknya pengaruh budaya dari India ke Nusantara, menyebabkan budaya Indonesia mengalami perubahan. Perubahan yang paling penting adalah timbulnya suatu sistem pemerintahan dengan raja sebagai kepalanya. Sebelum budaya India masuk, pemerintahan hanya dipimpin oleh kepala suku.

Selain itu juga, percampuran lainnya adalah kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia dengan mendirikan tugu batu. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa dalam menerima unsur-unsur budaya asing, masyarakat Indonesia bersikap sangat aktif.

Artinya bangsa Indonesia berusaha mencari dan menyesuaikan unsur-unsur kebudayaan asing tersebut dengan kebudayaannya sendiri.

Silsilah kerajaan kutai

Kudungga adalah merupakan raja pertama yang memerintah Kerajaan Kutai. Raja Kudungga mempunyai putra yang bernama Aswawarman dan Aswawarman memiliki putra yang bernama Mulawarman. Dilihat dari namanya, Kudungga merupakan nama orang Indonesia asli.

Sedangkan nama dari Aswawarman dan Mulawarman adalah nama-nama yang berbau Hindu. Warman yang artinya pakaian perang. Pemberian nama tersebut diberikan pada upacara penobatan raja secara agama Hindu.

Keluarga Kudungga pernah juga melakukan upacara untuk penyucian diri sebagai syarat untuk masuk pada kasta Ksatria yang bernama Vratyastoma. Berdasarkan nama yang disandangnya, Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu berawal dari masa pemerintahan Aswawarman.

Sesudah Raja Aswawarman, Kutai diperintah oleh Raja Mulawarman. Dalam sejarah ini, Raja Mulawarman dikenal sebagai seorang raja besar yang sangat mulia dan baik budi pekertinya.

Silsilah

  • Maharaja Kudungga bergelar anumerta Dewawarman
  • Maharaja Asmawarman, bergelar Wangsakerta dan Dewa Ansuman (anak dari Kudungga)
  • Maharaja Mulawarman yaitu anak dari Aswawarman
Itulah materi makalah lengkap tentang peninggalan kerajaan kutai, sejarah singkat, silsilah dan masa kejayaannya yang dapat GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…
Artikel lainnya :

 

GuruSekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang peninggalan kerajaan majapahit  kita akan membahas secara singkat candi,Prasasti, dan gambarnya.

Marilah simak penjelasan berikut ini :

Penjelasan singkat tentang kerajaan maja pahit

Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dan paling berkembang di Indonesia atau sekitarnya, bahkan wilayahnya mungkin lebih besar dari wilayah Indonesia saat ini.

Selain itu, Kerajaan Majapahit juga terkenal dengan Gaja Mada, yang memiliki sumpah Palapa. Dan, tentu saja, di semua kerajaan ada peninggalan, misalnya kuil, prasasti, patung, dll.

Berikut ini adalah peninggalan kerajaan Majapahit.

Baca Juga : Kerajaan Kutai

Sisa-sisa Kerajaan Majapahit

  • Patung emas

peninggalan kerajaan majapahit

Patung emas adalah peninggalan kerajaan Majapahit, yang dibuat / dicetak dari emas orang-orang yang menggambarkan malaikat elegan dari kerajaan Majapahit.

Patung ini sangat terlihat dalam gaya majapahit, yang menggambarkan kejayaan zaman keemasan nusantara.

  • Pura Ringin Lawang

peninggalan kerajaan majapahit

Keberadaan candi ini di Jatipasar, Kabupaten Troulan, Kabupaten Mojocerto, Jawa Timur, Indonesia. Kuil Ringin Lavang adalah peninggalan kerajaan Majapahit abad ke-14.

Bahan candi ini menggunakan bahan bata merah berukuran 13 x 11 meter pada ketinggian 15,5 meter, dan candi jenis ini merupakan jenis gerbang yang terbagi. Gaya arsitektur yang serupa juga sangat umum dalam arsitektur Bali.

  • Candy Ticus

peninggalan kerajaan majapahit

Candi Tikus adalah peninggalan candi Kerajaan Majapahit, yang terletak di desa Temon, Kabupaten Troulan, Kabupaten Mohocerto, Jawa Timur, Indonesia.

Candi Tikus berjarak 13 km dari kota Mojocerto.

Kuil tikus ini dibuka pada tahun 1914, yang sebelumnya benar-benar terkubur di tanah. Bangunan Kuil Tikus juga dibangun kembali pada 1984 – 1985.

Dikatakan bahwa kuil Ticus adalah tempat pemandian para putri kerajaan Majapahit. Candi ini berbentuk persegi panjang dengan luas bata merah 29,5 x 28,25 m.

lokasi tempat itu lebih dalam dari 3,5 meter dari bumi sekitarnya.

Nama tikus adalah nama masyarakat setempat, yang dikatakan telah ditemukan ketika candi ini menjadi sarang tikus, yang berbahaya bagi petani.

  • Candy brahu

peninggalan kerajaan majapahit

Kuil Brahu terletak di distrik Troulan, yang dulunya merupakan ibu kota kerajaan Majapahit, dan saat ini terletak di desa Bejong, Kabupaten Troulan, Kabupaten Mohocerto, Jawa Timur, Indonesia.

  • Candy Pari

peninggalan kerajaan majapahit

Candi Pari terletak di desa Kani Pari, Kabupaten Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Kuil Pari hanya berjarak 2 km dari Pusat Lumpur Lapindo.

Candi ini adalah bangunan bata merah persegi panjang. Kuil ini adalah peninggalan Hayam Vuruk pada tahun 1350 – 1389.

  • Gerbang Bajang Ratu

peninggalan kerajaan majapahit

Gerbang Bajang Ratu adalah peninggalan Kerajaan Majapahit, yang terletak di desa Temon, Kabupaten Troulan, Kabupaten Mojocerto, Jawa Timur, Indonesia.

  • Surya Majapahit

peninggalan kerajaan majapahit

Surya Majapahit adalah simbol yang sering ditemukan di reruntuhan peninggalan Majapahit.

Bentuk Surya-Majapahit menyerupai matahari pada sudut delapan, di tengahnya adalah dewa-dewa Hindu.

  • Candi cetho

peninggalan kerajaan majapahit

Kuil Tseto adalah candi yang dibangun di era kerajaan Hindu Majapahit. Candi ini terletak di ketinggian 1496 msh di lereng Gunung Lavu, di desa Gumeng, Kabupaten Jenavi, di Kabupaten Caranganyar.

  • Candy Sukukh

peninggalan kerajaan majapahit

Candi Sukukh adalah peninggalan kerajaan kesembilan Majapahit. Candi Sukukh terletak di desa Bergio, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia.

Candi Sukukh adalah kompleks candi bergaya Hindu.

  • Candy Jabung

peninggalan kerajaan majapahit

Candi Jabung adalah kerajaan ke 10 Majapahit. Sama seperti Candi Sukukh, Candi Jabung juga merupakan candi bergaya Hindu yang terletak di Desa Jabung, Kabupaten Python, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia.

  • Kuil Surawana

peninggalan kerajaan majapahit

Candi Suravana dalam bahasa Jawa terletak di desa Cangu, Kabupaten Par, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Candi ini terletak hanya 25 km dari pusat kota Kediri.

Dipercayai bahwa candi ini dibangun pada abad ke-14 dengan tujuan memuliakan raja kerajaan Wenger, bernama Bre Wenger. Kerajaan itu diperintah oleh kerajaan Majapahit.

  • Candi Ringin Branjang

 

peninggalan kerajaan majapahit

Candi Wringin Branjang adalah candi batu andesit. Proyek candi Wringin Branjang hanya berupa bangunan dan atap berukuran 400 x 300 cm dan ketinggian sekitar 500 cm.

Candi Wringin Branjang didirikan di kabupaten Gadungan di desa Gadungan, kabupaten Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia.

  • Candi Kedaton

 

peninggalan kerajaan majapahit

Soal Candi Kedaton, yaitu Candi Kedatuan. Ada 3 candi Kedaton di Indonesia: Candi Kedaton Probolinggo, Candi Troulan Kedaton dan Candi Kedaro Muaro Jambi.

Nama candi sesuai dengan tempatnya, yaitu:

  • Pertama, Kedaton Probolinggo Temple terletak di wilayah Tiris, di wilayah Regoli Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia.
  • Kedua Kuil Trowulan Kedaton terletak di desa Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.
  • Kedaton Muaro Temple yang ketiga terletak di distrik Muara Jambi, Jambi, Indonesia.
  • Kerajaan prasasti warisan
  • Prasasti Kudadu (1294 M)
  • Prasasti Sukamerta tahun (1296 m) dan prasasti tahun Balavit (1305 M)
  • Tujuh prasasti K. (1447 M)
  • Huruf Canggu (L) seribu tiga ratus lima puluh delapan
  • Batu Prasasti Batu (1387 M)
  • Tulisan Katiden I (1392)
  • Tulisan Alasantan (939 M)Jelajahi tulisan (941 m)
  • Prasasti Hara (Trowulan VI), (966 M)
  • Wurare (1289 M)
  • Prasasti Maribong (Trowulan II), (1264 M)
  • Prasasti Kang (Trowulan I)
Itulah materi makalah lengkap tentang peninggalan kerajaan majapahit, candi, prasasti dan gambar yang dapat GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…
Artikel lainnya :

GuruSekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang Rumah Adat Jawa Timur kita akan membahas secara singkat Pakaian Adat Jawa Timur,Manfaat dan Keunikannya.

Marilah simak penjelasan berikut ini :

rumah adat jawa timur

Penjelasan Singkat

Di semua pulau yang ada di Indonesia, terutama pulau Jawa merupakan salah satu pulau terbesar dan yang paling banyak dihuni.

Pulau yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia berada bagian selatan ini dikenal sebagai jantung dari negara Indonesia karena semua pusat pemerintahan dan pembangunan berada di pulau ini.

Mungkin jika ditarik mundur ke belakang, kerajaan yang menetap di Pulau Jawa ini bahkan jauh lebih maju jika dibandingkan dengan pulau lainnya.

Tidak kaget jika pulau ini menjadi pusat dari segala kegiatan ekonomi, pemerintahan, hingga budaya yang terus dijunjung tinggi sampai saat ini.

Di pulau Jawa sendiri dihuni oleh beberapa suku yang mendominasi tempat, seperti suku Betawi yang mendiami wilayah Jakarta, suku Sunda yang juga mendiami Jawa bagian barat,dan juga suku Jawa asli yang tersebar di beberapa daerah lain contoh : Jawa Tengah, Yogyakarta, dan juga Jawa Timur.

Pakaian Adat Jawa Timur

  • Odheng Santapan

  • Pese’an Madura

  • Sarong bahan

  • Odheng tapoghan

  • Sandal atau alas kaki

  • kat pinggang

  • Pakaian adat jawa timur yang digunakan untuk mantenan

  • Senjata

Keunikan Rumah Adat Jawa Timur dan Penjelasannya

Satu hal lagi yang bisa membedakan antara rumah adat Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Bila di Jawa Tengah hanya disebut rumah Joglo, jadi orang Jawa Timur mengetahui rumah adat ini dengan sebutan Joglo Situbondo. Uniknya, meski bernama Joglo Situbondo tetapi rumah adat ini sekarang bisa ditemukan di sekitar.

Ponorogo.Berikut ini adalah ulasan fungsi rumah adat jawa timur situbondo lengkap:

 

Pendopo

Pada bagian pertama merupakan serambi yang juga didesain mirip dengan pendopo. Serambi ini biasanya punya ukuran sangat luas, bahkan hampir setengah dari pada luas rumah itu.

Tidak ada nilai filosofis dari bagian ini, tetapi dalam kehidupan masyarakat tradisional pada jaman dulu, pendopo ini sering dibuat dalam ukuran jumbo agar bisa menampung tamu dalam jumlah lebih banyak.

Masyarakat Jawa suka dengan berkumpul sehingga mereka membuat Pendopo yang luas. Pada rumah pemangku adat, Pendopo ini juga kerap dijadikan sebagai tempat untuk pertunjukan kesenian.

Ruangan Belakang

Jika bagian depan hanya dikhususkan untuk menerima tamu dan kegiatan lain yang berhubungan dengan masyarakat, bagian belakang sudah dikhususkan bagi sang pemilik rumah.

Di dalamnya, ruangannya pun terbagi menjadi dua bagian, yaitu dapur dan kamar tidur. Banyaknya jumlah kamar tidur biasanya disesuaikan pada jumlah anggota keluarga, ruangan ini berada di bagian sebelah kanan atau sisi kiri rumah.

Sedangkan pada bagian dapur berada di sisi paling belakang dan biasanya berukuran cukup luas karena masih menggunakan tungku sebagai sumber api.

Manfaat dan Kegunaan Rumah Adat Jawa Timur

Bagi kalian yang sedang mencari ciri-ciri rumah adat Jawa Timur Situbondo, ada beberapa hal yang bisa diketahui dengan mudah.

Salah satunya adalah yaitu adanya bubungan pada bagian tengah yang menjulang tinggi dan menjadikan atap terlihat lebih tinggi.

Biasanya pada bagian atap memiliki dekorasi yang khas berupa genteng tanduk atau wayangan kecil. Dekorasi yang simpel ini membuat tampilan rumah adat ini menjadi terlihat lebih unik dari luar.

 

Ada satu hal yang selalu dijunjung tinggi oleh masyarakat adat Jawa Timur adalah pemakaian bahan baku rumah yang memanfaatkan sumber daya alam.

Melimpahnya tanaman hutan di pulau Jawa membuat tumbuhan kayu tumbuh subur di wilayah ini. Masyarakat Jawa Timur pun menggunakan kayu jati sebagai bahan dasar dalam pembuatan Joglo Situbondo.

Baik tiang peyangga bagian depan, ataupun tiang penyangga bubungan tengah, dan berbagai rangka bangunan biasanya menggunakan kayu jati.

Ciri khas dari rumah adat Jawa Timur Situbondo yang lain adalah ukiran pada setiap pintu. Kepercayaan leluhur yang membuat masyarakat tradisional mengukir setiap pintu yang ada di dalam rumah.

Mereka itu percaya bahwa dengan memberikan ukiran pada pintu, mereka akan terhindar dari berbagai hal-hal buruk yang bisa menimpa mereka.

Selain ciri khas yang terlihat dari bagian depannya, ada beberapa ciri khas yang dimiliki oleh rumah Joglo Situbondo.

  • Kamar Kanan

Didalam bahasa jawa, bagian ini disebut juga dengan Sentong Tengen, atau bagian kanan. Biasanya pemilik rumah akan menggunakan bagian ini sebagai kamar dengan jumlah yang sudah disesuaikan dengan anak. Selain kamar, bagian ini juga sering digunakan sebagai gudang tempat menyimpanan bahan makanan.

  • Kamar Kiri

Selain Sentong Tengen, padabagian lain yang dimiliki Joglo Situbondo adalah Sentong Kiwo. Pada bagian ini biasanya digunakan sebagai kamar tidur orang tua atau kerabat sesepuh. Ruangan ini biasanya selalu dihubungkan dengan ruang belakang yang menuju dapur.

  • Kamar Tengah

Ini merupakan bagian yang sangat disakralkan oleh masyarakat adat Jawa Timur. Pada saat ini, kebiasaan mistis dan mitos masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa keseluruhannya.

Biasanya ruang tengah rumah adat Jawa Timur ini dilengkapi dengan sistem penerangan, cermin, dan juga sisir yang terbuat dari tanduk binatang dan dihiasi oleh benda berharga seperti keris.

Itulah materi makalah lengkap tentang Rumah Adat Jawa Timur, Pakaian Adat Jawa Timur,Manfaat dan Keunikannya yang dapat GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…

Baca Juga :

rumah adat jawa tengah

baju adat bali

peninggalan kerajaan demak

 …