GuruSekolah.co.id –Pada kesempatan kali ini akan membahas materi tentang tokoh pergerakan nasional dan  juga tokoh – tokoh pahlawan pergerakan nasional indonesia secara singkat dan jelas.

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

tokoh pergerakan nasional

1. Dr. Wahidin Sudiro khususo (1857-1917)

Wahidin Sudirohusodo adalah pendiri Budi Utomo. Wahidin Sudirohusodo (1857-1917) adalah inspirasi untuk pembentukan organisasi modern pertama priyaya Jawa.

Dia adalah lulusan sekolah kedokteran Jawa, yang juga bekerja sebagai dokter negara di Yogyakarta hingga 1899. Pada 1901, ia menjadi editor Retna Dhoemilah’s Glittering Ratna.

2. Dr. Sutomo

Sutomo adalah Ketua Budi Utomo.

3. H. Omar Said Kokroaminototo

H.O. Cokroaminoto adalah ketua Sarekat Islam (SI). Mengubah SDI ke SI tidak terlepas dari pemahaman luas Haji Oemar Said Kokroaminototo tentang SI sebagai kekuatan pendorong.

Dia adalah lulusan OSVIA yang menyulap massa tradisional orang-orang yang meramalkan bahwa dia adalah Ratu Kehakiman, “raja yang adil”, mungkin Prabu Herukakra, nama yang sama dengan Kokroaminoto yang menebus Chakra, Kokroaminoto. Ratu Adil adalah orang yang lama ditunggu-tunggu.

Tokoh - Tokoh Pergerakan Nasional

4. H. Samanhudi

H. Samanhudi adalah pendiri Islam, Sarekat Dadang.

5. H. Agus Salim

H. Agus Salim adalah tokoh terkemuka dalam sekte Islam putih.

Lihat juga: Tugas dan sejarah Budi Utomo, latar belakang, profil, pengembangan

6. Tiga serangkai, yaitu: Cipto Mangunkusumo, Douwes Dekker, serta Suwardi Suryaningrat.

Mereka adalah pendiri Indische Partij (IP)

7. R.M. Noto Suroto

Marinir Inggris Noto Suroto adalah salah satu pelopor dalam pembentukan Asosiasi Indonesia, serta manifesto politik.

Korps Marinir Inggris Noto Suroto adalah putra Pangeran Notodirojo dari keluarga Sri Pak Alam di Yogyakarta. Dia lahir pada 1888, dan ketika asosiasi itu didirikan, dia baru berusia 20 tahun.

Dia adalah seorang penulis yang terampil, tetapi juga pro-Belanda, sehingga pada tahun 1924 dia dikeluarkan dari Vereeniging Indonesia.

Penggunaan kata Indonesia pada awalnya merupakan konsep akademis murni yang dihidupkan kembali oleh Indische Vereeniging.

Mereka menggunakan nama Indonesia dan bukannya kata-kata yang dianggap menghina; Holland-India (India), dan kata yang menjengkelkan adalah “inlander” (asli).

8. Ir. Sukarno

Ir. Sukarno ia adalah pembicara yang berpengalaman, serta pelopor organisasi PNI.

9. Muhammad the Hutt

10. Sutan Sahrir

11. Muhammad Husni Tamrin

Lumut. Husni Tamrin – seorang tokoh yang dikenal karena perjuangannya di Wolsraad.

12. Muhammad Yamin

13.K.Kh. Ahmad Dahlan

K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923) bernama Mohammed Darvis. Pada 18 November 1912, seorang pedagang batik mendirikan sebuah organisasi bernama Muhammadiya.

Pada awalnya K.Kh. A. Dahlan sendiri mengarahkan berbagai jenis pekerjaan, seperti Tablig, mengajar di sekolah-sekolah Muhammadiyah, mengarahkan membaca, dan juga mengumpulkan pakaian untuk orang miskin.

14. R.A. Kartini

Raden Ajeng Kartini adalah pejuang untuk pembebasan wanita Indonesia. Dilahirkan pada tanggal 21 April 1879, Raden Adzheng Kartini adalah keturunan bangsawan Jawa, putri Bupati Dzhepara, bernama Raden Mas Sosroningrat. Royal Academy of Kartini adalah pejuang emansipasi wanita, pikirannya terkandung dalam buku “Setelah Kegelapan Cahaya”.

15. Gaji Rudolf Supratman

16. Devi Sartika

17. Maria Valanda Maramis

Gurusekolah.co.id-Demikian pembahasan lengkap mengenai tentang Tokoh – Tokoh Pahlawan Pergerakan Nasional di Indonesia. Semoga yang telah disampaikan dapat  menambah semangat perjuangan kita sebagai penerus bangsa. Terimakasih.

Artikel Lainnya:

Sarekat Dagang Islam-Sejarah Dan Tujuan Sarekat Islam

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran Secara Lengkap

Konferensi Asia Afrika-Pengertian, Sejarah, Fungsi dan Tujuan serta Isi

GuruSekolah.co.id –Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang sarekat dagang islam meliputi sejarah dan tujuan Sarekat Islam secara singkat dan jelas

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

sarekat dagang islam

Sejarah Sarekat Islam

Pada awalnya Sarekat Islam ialah sebuah perkumpulan para pedagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI).

Sarekat dagang Islam didirikan pada tahun 1911

Pada tahun 1911, Sarekat Dagang Islam (SDI) didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik didaerah Jawa.

Tujuan Sarekat Islam

Garis yang diambil oleh SDI ialah kooperasi, yang mempunyai tujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam.

Anggota Sarekat Dagang Islam

Keanggotaan SDI masih terbatas pada ruang lingkup pedagang saja, maka tidak mempunyai anggota yang cukup banyak.

Oleh sebab itu agar mempunyai anggota yang banyak dan luas ruang lingkupnya, maka pada tanggal 18 September 1912, SDI dirubah menjadi SI (Sarekat Islam).

Gambar Sarekat Islam

Tokoh Pendiri Serekat Islam

Organisasi Sarekat Islam (SI) didirikan oleh beberapa dari tokoh SDI seperti H.O.S Cokroaminoto,H. Agus Salim, dan Abdul Muis.  Sarekat Islam berkembang sangat pesat sebab bermotivasi untuk agama Islam.

Latar belakang dan tujuan SI

Latar belakang ekonomi berdirinya Sarekat Islam ialah:

a. Adanya perlawanan terhadap para pedagang perantara (penyalur) oleh orang Cina,
b. Isyarat pada umat Islam bahwa telah tiba saatnya untuk bisa menunjukkan kekuatannya, dan

c. Membuat front melawan semua penghinaan terhadap para rakyat bumi putera.

Baca Juga : Sejarah Islam-Pengertian Dan Sejarah kebudayaan Lengkap

Tujuan Sarekat dagang Islam

Tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan anggaran dasarnya ialah:
a. mengembangkan jiwa berdagang;
b. memberi bantuan kepada anggotanya yang mengalami kesukaran;
c. memajukan pengajaran dan semua yang dapat mempercepat naiknya derajat bumi putera;
d. menentang pendapat-pendapat yang keliru tentang agama Islam;
e. tidak berkecimpung dalam bidang politik, dan
f. menggalang persatuan umat Islam hingga timbul rasa saling tolong menolong.

Kecepatan tumbuhnya SI bagaikan meteor dan juga meluas secara horizontal. SI adalah organisasi massa pertama di Indonesia.

Antara tahun 1917 sampai dengan 1920 begitu terasa pengaruhnya di dalam politik Indonesia. Untuk menyebarkan propaganda perjuangannya, Sarekat Islam menerbitkan dan membuat surat kabar yang bernama Utusan Hindia.

Pada tanggal 29 Maret 1913, para pemimpin SI membuat pertemuan dengan Gubernur Jenderal Idenburg untuk memperjuangkan SI berbadan hukum. Jawaban dari Idenburg pada tanggal 29 Maret 1913, yaitu SI di bawah pimpinan H.O.S Cokroaminoto tidak diberi badan hukum.

Ironisnya yang mendapat pengakuan pemerintah kolonial Belanda (Gubernur Jenderal Idenburg) justru cabang-cabang SI yang ada di daerah. Ini adalah suatu taktik pemerintah kolonial Belanda dalam memecah belah persatuan SI.

Bayangan perpecahan mulai muncul dari pandangan yang berbeda antara H.O.S Cokroaminoto dengan Semaun mengenai ideologi kapitalisme.

Menurut Semaun yang memiliki pandangan sosialis, bergandeng dengan kapitalis adalah haram. Dalam kongres SI yang dilaksanakan tahun 1921, ditetapkan adanya disiplin partai rangkap anggota.

Setiap anggota SI tidak bisa merangkap sebagai anggota organisasi lain, terutama yang beraliran komunis. Akhirnya SI pecah menjadi dua yakni SI Putih dan SI Merah.

a. SI Putih, yang tetap konsisten berlandaskan nasionalisme dan Islam. Dipimpin oleh H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dan juga Suryopranoto yang pusat kedudukannya di Yogyakarta.

b. SI Merah, yang berhaluan sosialisme kiri (komunis). Dipimpin oleh Semaun, yang pusat kedudukannya di Semarang.

Dalam kongresnya di Madiun, SI Putih berubah nama menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). Selanjutnya pada tahun 1927 berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).

Sementara itu, SI Sosialis /Komunis berubah nama menjadi Sarekat Rakyat (SR) yang adalah merupakan pendukung kuat Partai Komunis Indonesia (PKI).

Demikian penjelasan tentang Sarekat Dagang Islam-Sejarah Dan Tujuan Sarekat Islam yang Gurusekolah.co.id dapat sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.Terimakasih

Artikel Lainnya :

E-Bisnis : Model – Model E-Bisnis Dan 7 Strategi Taktis Secara Lengkap

Magnet & 3 Cara Membuat Magnet dan Gambarnya Secara Lengkap

Pasar Oligopoli-Pengertian Ciri-Ciri Pasar Oligopoli Beserta Contohnya

GuruSekolah.co.id – Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang Isi Perjanjian Saragosa yang meliputi Pengertian, Latar Belakang Dan Dampaknya.

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

isi perjanjian saragosa

Pengertian

Perjanjian saragosa ialah suatu perjanjian untuk bisa memperbarui perjanjian tordesillas antara spanyol dan juga portugis yang keduanya merupakan pelopor penjelajah eropa mengarungi samudra yang pada akhirnya sampai menuju ke Indonesia.

Ulasan kali ini ialah tentang definisi dari perjanjian saragosa,latar belakang perjanjian saragosa, isi perjanjian saragosa dan dampak dari perjanjian saragosa.

Latar Belakang Perjanjian Saragosa

Perjanjian saragosa dibuat pada tanggal 22 April tahun 1529. Perjanjian Saragosa ini memiliki tujuan untuk menentukan bahwa bumi bagian timur itu dibagi menjadi dua kerajaan, antara orang Spanyol dan orang Portugis

Awal mula perjanjian Saragosa ini dibuat untuk bisa menindaklanjuti perjanjian sebelumnya yang sudah lebih dahulu disepakati yakni perjanjian Tordesillas.

Seperti yang kita ketahui bersama jika negara Spanyol dan negara Portugis merupakan negara pelopor penjelah Eropa. Negara-negara tersebut telah menjelajah setiap samudra sampai akhirnya berlabuh di Indonesia.

Pertemuan bangsa Spanyol dan bangsa Portugis inilah yang melatar belakangi adanya sebuah Perjanjian Saragosa. Pada saat pertama bertemu, sering kali terjadi pertempuran diantara kedua bangsa tersebut, sebab dianggap sudah mengingkari perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya, yakni Perjanjian Tordesillas.

Pertemuan kedua negara ini tepatnya berada di wilayah Maluku. Bermula ketika bangsa Portugis tiba di Maluku pada tahun 1512 M, ketika itu bangsa Portugis dipimpin oleh Alfonso d’Albuquerque. Dan Kedatangan mereka disambut oleh Raja Ternate dengan sangat baik.

Awalnya kedatangan Bangsa Portugis ini meiliki tujuan untuk berdagang, dan bertepatan juga pada saat itu juga Kerajaan Ternate sedang terjadi suatu konflik dengan kerajaan Tidore.

Sehingga Kedatangan Bangsa Portugis bisa dimanfaatkan oleh Raja Ternate untuk dapat meminta tolong bantuan kepada mereka, tujuannya ialah untuk membangun banteng pertahanan sebagai salah satu bentuk dari perlindungan dan serangan dari musuh.

Baca Juga : Perjanjian Linggar jati : Perundingan, Sejarah Perjanjian Dan Tokohnya

Sebagai balasannya, Raja Ternate memberikan hak untuk bisa memonopoli perdagangan dan menguasai perdagangan kepada bangsa Portugis. Namun demikian tindakan dari Bangsa Portugis justru malah melebihi apa yang di berikan Raja Ternate.

Tidak hanya saja memonopoli perdagangan, Bangsa Portugis juga melakukan antindak sewenang-wenang dan sangat kejam. Bahkan tindakan Bangsa Portugis ini justru cenderung ingin menguasai tanah Maluku sepenuhnya.

Hubungan yang awalnya terjalin dengan baik harus berubah menjadi suatu permusuhan antara dua belah pihak, disebabkan sikap Bangsa Portugis inilah yang akhirnya merusak hubungan antara Portugis dengan Maluku. Puncaknya yaitu bangsa Portugis dengan keji membunuh Raja Tidore yakni Sultan Hairun dengan sangat licik.

Kemudian, di tahun 1721 M bangsa Spanyol mulai penjelajahannya hingga sampailah di daerah Tidore. Ternyata kedatangan bangsa Spanyol ini justru menambah konflik dengan negara Portugis di wilayah Maluku. Kedua negara ini saling menuding satu sama lain karena telah melanggar perjanjian Tordesillas.

Akhirnya Kedua bangsa tersebut membawa permasalahan ini kepada Paus, kemudian oleh Paus dibuatlah suatu kesepakatan baru yang bernama Perjanjian Saragosa, yang tujuannya ialah untuk menyelesaikan konflik kedua negara ini. Yang mana Perjanjian Sargosa ini tidak lain yakni kelanjutan maupun nama lain dari perjanjian Tordesillas.

Isi Perjanjian Saragosa

Isi Perjanjian Saragosa

Isi dari perjanjian saragosa  ialah sebagai berikut :

a. Pedagang Portugis menguasai daerah perdagangan dari Maluku sampai dengan ke Tanjung Harapan.

b. Pedagang Spanyol menguasai daerah perdagangan yang ada di Filipina.

Dampak perjanjian saragosa

Dampak dari Perjanjian Saragosa ialah sebagai berikut :

a. Berubahnya dasar pemikiran tentang Bumi yang dulu dianggap berbentuk datar berubah bahwa ternyata bumi tersebut adalah bulat.

Yakni sejak pertemuan antara spanyol dan juga portugis di tanah Maluku, yang pada mulanya spanyol pergi ke barat dari eropa dan portugis ke timur dari eropa bertemu bersama di Indonesia (isi perjanjian tordesillas).

b. Maluku sebagai daerah pusat perdagangan, sehingga bisa menjadikannya terkenal dengan julukan “The richest islands of the world.”

c. Portugis mulai menanamkan kekuasaannya di tanah Maluku dan juga memonopoli perdagangan di sana.

Baca Juga : Sejarah Islam-Pengertian Dan Sejarah kebudayaan Lengkap

Meskipun telah ditetapkannya perjanjian saragosa, Spanyol masih ingin mengklaim bahwa Filipina merupakan wilayah kekuasaannya sebab bangsa Spanyol yang menemukan pertama kali kepulauan tersebut.

Untuk merebut wilayah Filipina terjadi perang yang berlangsung pada tahun 1565 s.d 1572 dan pada akhirnya tiga kerajaan Islam yang ada di Manila runtuh. Dengan tunduknya ketiga raja yakni raja Sulaiman, raja matada dan raja lakandula.

Perjanjian saragosa digagas oleh Paus karena melihat adanya persaingan kawasan yang telah dilakukan bangsa Portugis dan juga bangsa Spanyol makin tidak terkendali yang saling mengklaim pulau-pulau yang terdapat di wilayah Samudera Pasifik.

Ketika itu Spanyol dan Portugis saling mengklaim wilayah kekuasaannya di berbagai pulau-pulau di wilayah Timur. Sehingga, diadakanya kesepakatan yang menghasilkan sebuah perjanjian Saragosa.

Hubungan antara bangsa Portugis dengan kerajaan Tarnate semula mempunyai hubungan baik berubah menjadi suatu permusuhan hal ini dikarenakan monopoli perdagangan, dan tindakan kepada rakyat yang begitu sewenang-wenang dan sangat kejam.

Puncak dari pertentangan kepada Portugis setelah pihak Portugis membunuh Sultan Hairun yakni seorang raja Ternate.

 

Gurusekolah.co.id -Demikian makalah dan ulasan  yang dapat disampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca semuanya. Terima kasih.

Artikel Lainnya :

Pasar Oligopoli-Pengertian Ciri-Ciri Pasar Oligopoli Beserta Contohnya

Konferensi Asia Afrika-Pengertian, Sejarah, Fungsi dan Tujuan serta Isi

Peninggalan Kerajaan Kutai – Sejarah, Silsilah, Dan Masa Kejayaan

GuruSekolah.co.id-Pada pembahasan kali ini, kita akan menjelaskan materi tentang Tujuan Budi Utomo, Dan Pendiri, Serta Sejarah Budi Utomo Lengkap secara singkat dan jelas.
Mari sama-sama kita bahas penjelasannya berikut ;

budi utomo

Pendiri Budi Utomo

Pada tahun 1906 Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo, memulai merintis atau menggagas untuk mengadakan kampanye menghimpun dana pelajar (Studie Fund) di kalangan para priyayi di Pulau Jawa.

Dr. Wahidin Sudirohusodo ialah pencetus berdirinya Organisasi yang sekarang disebut Budi Utomo. Dr. Wahidin Sudirohusodo ( 1857- 1917) ialah inspirator atau penggagas bagi pembentukan organisasi modern pertama bagi kalangan priyayi Jawa.

Ia adalah lulusan sekolah Dokter Jawa dan bekerja sebagai dokter pemerintah di daerah Yogyakarta sampai dengan tahun 1899. Pada tahun 1901 menjadi redaktur pada majalah Retno Dhoemilah “Ratna yang berkilauan”.

Organisasi Budi Utomo (Boedi Oetomo)  ini adalah salah satu organisasi pemuda yang dibentuk atau didirikan pada tanggal 20 Mei 1908. Ketua dari organisasi ini tidak lain adalah Dr. Sutomo bersama mahasiswa STOVIA yakni Soeraji dan Goenawan Mangoenkoesoemo.

Organisasi ini juga didukung oleh para kaum pelajar STOVIA seperti Goenawan Mangoenkoesoemo, Soeradji, R. Gumbreg, Muhammad Saleh, Soetomo, Soewarno A., R. Angka, dan Suwarno B. Namadari organisasi itu diusulkan oleh Soeradji. Selanjutnya organisasi Budi Utomo dikumandangkan dengan semboyan Indie Vooruit (Hindia Maju). Organisasi Budi Utomo mempunyai arti yaitu usaha mulia.

Sejarah Budi Utomo

Kongres Budi Utomo yang pertama kali berlangsung di kota Yogyakarta pada tanggal 3 Oktober – 5 Oktober 1908. Kongres Budi Utomo ini dihadiri dari beberapa cabang yaitu Bogor, Bandung, Yogya I, Yogya II, Magelang, Surabaya, dan juga Batavia.

Ada beberapa hal yang berhasil diputuskan pada kongres pertama ini antara lain sebagai berikut;

a. Membatasi jangkauan geraknya kepada penduduk Jawa dan jugaMadura.

b. Tidak ingin melibatkan diri dalam bidang politik.

c. Bidang kegiatan yang difokuskan adalah bidang pendidikan dan budaya.

d. Menyusun para pengurus besar dari organisasi yang diketuai oleh R.T. Tirtokusumo.

e. Merumuskan tujuan utama dari Budi Utomo ialah kemajuan yang selaras untuk negara dan bangsa.

Terpilihnya R.T. Tirtokusumo yang seorang bupati menjadi ketua dimaksudkan agar lebih memberikan kekuatan kepada Budi Utomo. Kedudukan bupati memberi dampak yang sangat positif dalam rangka menggalang dana dan juga keanggotaan dari Budi Utomo.

Untuk usaha memantapkan keberadaan Budi Utomo diusahakan untuk dapat segera memperoeh badan hukum dari pemerintah Belanda. Hal ini terwujud pada tanggal 28 Desember 1909, anggaran dasar Budi Utomo dapat disahkan.

Dalam perjalanan perkembangannya, di tubuh Budi Utomo muncul dua aliran adalah sebagai berikut.

a. Pihak kanan, berkeinginan agar keanggotaan dibatasi pada golongan atau kaum terpelajar saja, tidak ingin bergerak dalam bidang politik dan hanya membatasi pada bidang pelajaran sekolah saja.

b. Pihak kiri, yang jumlahnya lebih kecil dari pihk kanan terdiri dari kaum muda berkehendak ke arah gerakan kebangsaan yang demokratis, lebih ingin memerhatikan kepentingan nasib rakyat yang menderita.

Adanya dua aliran dalam tubuh Budi Utomo tersebut menyebabkan terjadinya perpecahan. Dr. Cipto Mangunkusumo yang mewakili sebagai kaum muda keluar dari keanggotaan. Akibatnya pergerakan Budi Utomo
menjadi semakin lamban.

Baca Juga : Tujuan Budi Utomo & Sejarah, Latar Belakang, Profil, Perkembangan

Tujuan Budi Utomo

Pada awal munculnya Budi Utomo bukanlah sebuah partai politik. Tujuan utamanya ialah untuk kemajuan bagi Hindia Belanda.

Hal ini terlihat dari tujuan yang ingin dicapai :

  1. perbaikan pada pelajaran di setiap sekolah-sekolah,
  2. mendirikan badan wakaf yang bertujuan mengumpulkan tunjangan untuk kepentingan belanja anak-anak bersekolah,
  3. membuka sekolah untuk bidang pertanian,
  4. memajukan  bidang teknik dan industri,
  5. menghidupkan dan mengaktivkan kembali seni dan kebudayaan bumi putera, dan
  6. menjunjung tinggi cita-cita dari kemanusiaan dalam rangka untuk mencapai kehidupan rakyat yang layak.

Kemunduran Budi Utomo

Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan semakin lambannya pergerakan Budi Utomo.

  • Budi Utomo lebih cenderung ingin memajukan pendidikan untuk kalangan priyayi daripada untuk penduduk umumnya.
  • Menonjolnya kaum priyayi yang lebih mengutamakan jabatan sehingga menyebabkan kaum terpelajar tersisih.
  • Lebih baanyak mementingkan para pemerintah kolonial Belanda daripada kepentingan rakyat Indonesia sendiri.

Saat meletus Perang Dunia I tahun 1914, Budi Utomo mulai ikut dalam bidang politik. Berikut ini adalah beberapa bentuk peran politik Budi Utomo.

  • Melancarkan isu pentingnya pertahanan sendiri dari serangan bangsa-bangsa lain.
  • Menyokong gagasan wajib militer para pribumi.
  • Membentuk Komite Nasional untuk dapat menghadapi pemilihan anggota volksraad.
  • Mengirimkan komite Indie Weerbaar ke Negara Belanda untuk pertahanan Hindia.
  • Ikut juga duduk dalam Volksraad (Dewan Rakyat).

Budi Utomo mampu menerbitkan sebuah majalah bulanan Goeroe Desa yang memiliki kiprah masih terbatas pada kalangan penduduk pribumi.

Sejalan dengan adanya kemerosotan aktivitas dan juga dukungan para pribumi kepada organisasi Budi Utomo, maka pada tahun 1935 organisasi Budi Utomo masuk ke dalam Partai Indonesia Raya (Parindra). Sejak itulah organisasi Budi Utomo terus mengalami kemerosotan dan mundur dari arena bidang politik.

Demikian penjelasan tentang tujuan budi utomo, dan pendiri, serta sejarah budi utomo lengkap

yang Gurusekolah.co.id dapat sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Terimakasih

Artikel Lainnya :

Sejarah Islam-Pengertian Dan Sejarah kebudayaan Lengkap

Peninggalan Kerajaan Kutai & Sejarah, Silsilah, Dan Masa Kejayaan

 

GuruSekolah.Co.id Pada kali ini akan membahas tentang sejarah yaitu perjanjian linggar jati secara lengkap yang meliputi Perundingan, Sejarah Perjanjian Linggar Jati dan tokohnya, untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini :

perjanjian linggarjati

Pengertian

Perundingan Linggarjati adalah merupakan suatu perundingan antara Indonesia dengan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat

Dan juga menghasilkan persetujuan akan status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini telah ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada tanggal 15 November tahun 1946, namun baru di tandatangani secara sah oleh kedua negara pada tanggal 25 Maret tahun 1947.

perjanjian lingarjati

Latar Belakang

Masuknya AFNEI yang di tunggangi NICA ke Indonesia karena Jepang menetapkan (status quo) di Indonesia yang menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan Belanda, contohnya seperti peristiwa 10 November, selain itu Inggris menjadi penanggung jawab guna menyelesaikan konflik politik dan militer di bagian Asia.
Oleh karena itu, Sir Archibald Clark Kerr, Diplomat Inggris, mengundang Indonesia dan Belanda agar berunding di Hooge Veluwe, namun perundingan itu gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera dan Pulau Madura, akan tetapi Belanda hanya mau mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja.

Misi pendahuluan

Pada akhir Agustus tahun 1946, pemerintah Inggris mengirim Lord Killearn ke Indonesia guna menyelesaikan perundingan antara Indonesia dan Belanda. Pada tanggal 7 Oktober tahun 1946 bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta dibuka perundingan Indonesia-Belanda dan dipimpin oleh Lord Killearn.

Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata tanggal 14 Oktober dan meratakan jalan ke arah perundingan di Linggarjati yang dimulai tanggal 11 November 1946.

Baca Juga :  Isi Perjanjian Tuntang Beserta Latar Belakang dan Dampak Bagi Indonesia

Jalannya perundingan

Dalam perundingan ini Indonesia diwakili Sutan Syahrir, sedangkan Belanda diwakili oleh tim yang disebut Komisi Jendral yang dipimpin oleh Wim Schermerhorn dengan anggota H.J. van Mook,dan Lord Killearn dari negara Inggris yang bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini.

Hasil Perundingan

Perundingan linggarjati menghasilkan 17 pasal yang antara lain berisi:

  • Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera serta Madura.
  • Belanda wajib meninggalkan wilayah RI selambat-lambatnya tanggal 1 Januari 1949.
  • Pihak Belanda dan pihak Indonesia Sepakat untuk membentuk negara RIS. (Republik Indonesia Serikat)
  • Di dalam bentuk RIS. Indonesia wajib tergabung dengan Commonwealth atau Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.

Pro dan Kontra di kalangan masyarakat Indonesia

Salah satu poster yang dipajang di Bangunan Cagar Budaya Gedung Perundingan Linggarjati memiliki isi himbauan pencegahan konflik akibat pro kontra masyarakat Indonesia pada hasil perundingan.

Perjanjian Linggarjati menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia, misalnya beberapa partai seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata.

Partai-partai itu menyatakan bahwa perjanjian itu merupakan bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6 tahun 1946, yang bertujuan menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusat supaya pemerintah mendapatkan suara untuk mendukung perundingan linggarjati.

Pelanggaran Perjanjian

Pelaksanaan hasil perundingan tidak berjalan mulus. Tanggal 20 Juli tahun 1947, Gubernur Jendral H.J. van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tak terikat lagi dengan perjanjian ini, dan pada tanggal 21 Juli tahun 1947, meletuslah Agresi Militer Belanda.

Tokoh Perjanjian Linggar Jati

Ada beberapa tokoh yang sangat penting terlibat dalam perjanjian Linggarjati, baik dari pihak Indonesia, Belanda ataupun dari pihak Inggris selaku mediator atau penengah.

Berikut ini nama-nama tokoh dalam perjanjian Linggarjati :

  • Dari pemerintah Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir (ketua), A. K. Gani, Susanto Tirtoprojo, Mohammad Roem
  • Dari pemerintah Belanda diwakili oleh Wim Schermerhorn (ketua), H. J. van Mook, Max van Pool, F. de Boer
  • Dari pemerintah Inggris selaku mediator/penengah diwakili oleh Lord Killearn

Itulah materi makalah lengkap tentang perjanjian linggarjati, Perundingan, Sejarah Perjanjian Linggar Jati dan tokohnya yang dapat GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…

Artikel Lainnya :

Sel Tumbuhan

Tujuan Budi Utomo

Peninggalan kerajaan demak