Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang 1 Mil Berapa Km yang meliputi penjelasan Konversi satuan Mil Ke Kilo meter secara singkat dan jelas.

1 mil berapa Km

1 mil Berapa kilometer – diskusi ini akan membahas konversi satuan panjang dari Mil ke Kilometer, di sini akan dijelaskan secara terperinci tentang (Mil ke Km). Silakan lihat penjelasan lengkap di bawah ini:

Penjelasan

1 mil Berapa km

Mil dan Kilometer 1 mil. Berapa km?
Grafik konversi mil ke Km Contoh unit Miles bermasalah dalam km Mil dan Kilometer
Secara umum, panjang dalam sistem internasional adalah meter, sedangkan dalam sistem cgs (sentimeter per gram detik) – cm (baca sentimeter). Dalam fisika dan teknologi, kata “panjang” sering digunakan sebagai sinonim untuk kata “jarak” dengan simbol “l” (huruf kecil) atau “L” (kependekan dari Panjang Bahasa Inggris).

Mil

Mil atau mil (bahasa Inggris) adalah satuan ukuran yang sering digunakan oleh Amerika Serikat. 1 mil adalah 1.609 km (koma berarti desimal, bukan ribuan) atau 5.280 kaki (kaki) atau 1.760 (yard), dan standardisasi adalah 1.609.344 meter (koma berarti desimal).

Km (km)

Km atau singkatan untuk kilometer (ejaan Amerika) atau kilometer (SI) adalah satuan ukuran untuk panjang dalam sistem metrik. 1 km adalah 1000 meter (awalan kilogram dalam SI untuk 1000). Sekarang unit ini secara resmi digunakan untuk menyatakan jarak antara titik-titik geografis tanah di beberapa bagian dunia, dengan pengecualian Amerika Serikat dan jaringan jalan dari Inggris, di mana negara tersebut menggunakan unit resmi lainnya.

Baca Juga : 1 Mil Berapa Km Penjelasan Konversi Satuan Mil Ke Kilometer

1 mil. Berapa km?

Mil dan kilometer adalah satuan panjang. Miles berasal dari bahasa Latin mille passus, “seribu langkah,” yang mengacu pada jarak yang ditempuh oleh tentara Romawi ketika mereka meninggalkan tanda 1000 kali selama perjalanan mereka.

Unit ini biasanya digunakan dalam hal ukuran jarak di lokasi geografis. Di Indonesia sendiri, satuan kilometer (km) digunakan lebih sering daripada satuan mil. Tetapi lebih baik jika kita juga mengetahui konversi perangkat ini.

1 mil berapa Kilometer

1 mil = 1,60934 km

Grafik konversi mil ke km

MIL KILOMETER
1 mil 1,609 km
4 km 3218 km
5 km 4 827 km
7 km 6436 km
9 mil 8.045 km
10 km sebelah timur laut dari 9.654 km
12 km 11.263 km
13 km sebelah tenggara dari 12.872 km
15 km 14.481 km
17 km 16.090 km
Contoh unit Miles bermasalah dalam km
Contoh tugas 1:
Kendaraan berjalan 50 mil per jam. Tentukan sejauh mana jarak tempuh mobil dalam satu kilometer!

Menjawab:
Diketahui bahwa mobil melaju 50 mil.
50 Mil sama dengan 50 x 1.609 Km = 80,45 Km

Dengan demikian, jarak yang ditempuh oleh mobil, jika dinyatakan dalam kilometer, adalah 80,45 km.

Contoh tugas 2:
Sepeda motor melaju 30 mil per jam. Tentukan jarak yang ditempuh oleh sepeda motor dalam kilometer!

Menjawab:
Diketahui bahwa sepeda motor melaju 30 mil.
30 Mil sama dengan 30 x 1.609 Km = 48,27 Km

Dengan demikian, jarak yang ditempuh oleh sepeda motor dalam kilometer adalah 48,27 km.

Contoh Tugas 3
Bus antarkota melaju 30 mil. Jika ditunjukkan dalam satuan kilometer, berapa jarak yang ditempuh oleh bus kota:

Menjawab:
Diberi 1 mil = 1,609 km, maka:
30 mil = 30 x 1.609 km
30 mil = 48,27 km

Jadi, jarak yang ditempuh oleh bus kota adalah 48,27 kilometer.

Contoh Tugas 4
Sungai Nil dikenal memiliki panjang 2,5 mil. Jika ditunjukkan dalam satuan kilometer, berapa panjang sungai?

Menjawab:
Diberi 1 mil = 1,609 km, maka:
2,5 mil = 2,5 x 1,609 km
2,5 mil = 4,0225 km

Dengan demikian, panjang Sungai Nil adalah 4,0225 km.

Itulah penjelasan tentang  1 Mil Berapa KM – yang meliputi penjelasan Konversi satuan Mil Ke Kilo meter  yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya : 

GuruSekolah.co.id – Dalam kesempatan ini menjelaskan mengenai materi Fluida Statis (Hidrostatika) – Pengertian, Sifat, Jenis, Konsep, Beserta Hukum Pascal & Archimedes

flluida statis

Pengertian Fluida Statis

Fluida Statis (Hidrostatika) adalah suatu cabang dari Ilmu Sains membahas karakteristik fluida saat tidak bergerak (diam).

Fluida statis menjelaskan suatu tekanan pada fluida atau yang diberikan oleh fluida (gas atau cair) pada suatu objek yang berada didalamnya.

Sifat – Sifat Fluida Statis

Sifat Fluida Statis bisa ditentukan & dipahami disaat fluida berada dalam keadaan diam (statis). Yang diantaranya adalah : massa jenis, tegangan permukaan, kapilaritas, dan viskositas.

Jenis – Jenis Fluida Statis

Massa Jenis

Massa Jenis pada suatu benda didefinisikan sebagai massa suatu zat yang merupakan ukuran kepadatan (densitas) & dirumuskan sebagai perbandingan antara massa zat dan volume zat tersebut.
Penjelasan : ρ = massa jenis zat (kg/m3) m = massa zat (kg) v = volume zat (m3)

Tekanan Hidrostatis

Tekanan didefinisikan sebagai Gaya Normal (tegak lurus), yang bekerja pada suatu bidang & dibagi dengan luas pada bidang tersebut.

rumus tekanan

Penjelasan :
P = Tekanan, satuan (pascal/Pa)
F = Gaya, satuan (newton/N)
A = Luas Penampang, satuan (m2)

Hubungan Satuan Tekanan yaitu :
1 N/m2 = 1 Pa
1 bar = 1 x 105 Pa
1 atm = 101.325 Pa
1 atm = 760 mmHg.

Tekanan Hidrostatis disebabkan karena fluida tak bergerak. Tekanan hidrostatis pada suatu objek didalam fluida diterjadi karena oleh gaya berat fluida berada diatas objek tersebut.
Dan dirumuskan sebagai berikut : ( ph = ρgh )
Penjelasan:
ph = tekanan hidrostatis (N/m2)
ρ = massa jenis (kg/m3)
g = kecepatan gravitasi (m/s2)
h = kedalaman titik permukaan fluida (m)

Baca Juga : Resultan Gaya ; Pengertian, Rumus, Macam-Macam Gaya

Tekanan Mutlak

Tekanan mutlak adalah tekanan total hasil penjumlahan, pada sebuah tekanan hidrostatik dan tekanan atmosfer (udara). Dan dirumuskan sebagai berikut :

rumus tekanan mutlak

Bukan zat cair saja, tetapi udara pun memiliki suatu tekanan yang disebut sebagai tekanan atmosfer (udara).
Jika dihitung secara total, tekanan udara yang menekan zat cair dalam sebuah wadah, tentu akan semakin besar tekanan udara tersebut.
Perhatikan skema gambar dibawah ini : P air (air = udara).
rumus tekanan mutlak 1

wajib diketahui dalam keadaan normal : 1 atm (satu atmosfer) = 10*5 Pascal (*= pangkat).

Contoh Dalam Kehidupan Tentang Fluida Statis

Kapal selam sebagai contoh penerapan tekanan hidrostatik. Manusia tidak mampu menyelam terlalu dalam disebuah lautan.

Maka dibuatlah sebuah kapal selam, terbuat dari bahan yang sangat kokoh & kuat, serta mempunyai bentuk yang hampir bulat.

Hal ini diterapkan agar mampu mengatasi besarnya suatu tekanan hidrostatik yang berada di kapal selam.

Perhatikan skema gambar dibawah ini :

contoh penerapan tekanan hidrostatik

Peta Konsep Fluida Dinamis & Statis

Peta Konsep Fluida Dinamis & Statis

Hukum – Hukum Fluida Dinamis & Statis

Hukum Pokok Hidrostatis

bejana-hidrostatis
Gambar diatas menunjukkan sebuah alat hidrostatis berkaitan diisi dengan fluida & air. Dan terlihat bahwa tinggi permukaan air pada setiap tabung memiliki tinggi permukaan air yang sama, meskipun bentuk & ukuran setiap tabung berbeda.

Pertanyaannya ialah : Bagaimana tekanan yang di miliki oleh suatu titik di setiap tabung, memiliki tekanan total yang sama di titik A, B, C & D yang segaris?

Hukum pokok hidrostatika berbunyi: Semua titik yang terletak pada bidang datar yang sama di dalam zat cair yang sejenis memiliki tekanan (mutlak) yang sama.

sehingga, walaupun bentuk penampang tabung berbeda, besarnya tekanan total di titik A, B, C, dan D adalah sama.
Persamaan dalam hukum pokok hidrostatika dapat diturunkan seperti pada gambar berikut ini :

perasamaan-hukum-pokok-hidrostatis

bilamana suatu bejana berhubungan dimasukan 2 jenis fluida massa jenisnya berbeda, yaitu r1 & r2. Bila diukur dari bidang garis terendah antara fluida r1 & fluida r2, yaitu titik B & titik A, fluida 2 memiliki ketinggian bidang garis h2 & fluida 1 memiliki ketinggian h1. Sehingga tekanan total di garis titik A & titik B yaitu sama.

Persamaan hukum pokok hidrostatis ialah, besarnya tekanan pada titik A & pada titik B bergantung pada suatu massa jenis fluida & ketinggian fluida yang berada di sebuah tabung.

Secara Sistematis, persamaan antara fluida r1 & fluida r2 bisa di tulis sebagai berikut :

sistematis hukum pokok hidrostatis

Penjelasan : h1 = jarak titik A dengan permukaan fluida 1
h2 = jarak titik B dengan permukaan fluida 2
p1 = massa jenis fluida r1
p2 = massa jenis fluida r2

Baca Juga : Volume Limas : Rumus, Segitiga dan Segi Empat Serta Contoh Soalnya

Hukum Pascal

Hukum Pascal ialah suatu hukum yang menyatakan bahwa tekanan yang mengenai pada zat cair, pada sebuah ruang tertutup akan diteruskan ke berbagai arah dengan tekanan yang sama besar & sama rata.
Hasil dari ujicoba diamati oleh Blaise Pascal, dan kemudian menyimpulkannya dalam hukum Pascal yang berbunyi:

” Sebuah tekanan yang diberikan oleh zat cair pada ruang tertutup dan diteruskan menghasilkan sama besar ke segala arah “.

Contoh terapan sederhana prinsip yang menggunakan hukum Pascal ialah Dongkrak Hidrolik.

dongkrak-hidrolik contoh hukum pascal

Skema dari prinsip kerja dongkrak hidrolik dapat dilihat dari gambar berikut ini :

hukum-hidrostatis contoh pompa hidrolik

Dongkrak Hidrolik memiliki bejana dengan 2 kaki (kaki 1 & kaki 2), dan masing-masing diberi penghisap. Pada penghisap 1 mempunyai luas penompang A1 (lebih besar) & penghisap 2 mempunyai luas penompang A2 (lebih kecil), dan setiap bejana diisi dengan sebuah cairan (misalnya oli).

Bila penghisap 2 ditekan dengan gaya F2, kemudian penghisap 2 akan ditekan oleh zat cairan lalu akan naik ke atas dengan gaya pA2, sehingga terjadilah keseimbangan pada penghisap 2 & berfungsi.

Penghisap-2-dongkrak-hidrolik

Sesuai dengan hukum pascal, tekanan yang ada pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar keberbagai arah, maka penghisap 1 bekerja dengan gaya ke atas pA1.
Gaya seimbang ini yaitu F1 yang bekerja pada penghisap 1 akan mengarah ke bawah.

penghisap-1-dongkrak-hidrolik

Dengan menyamakan antara ruas kanan (**) & (*) dapat memperoleh :

Ruas-Dongkrak-Hidrolik

Persamaan ini menyatakan perbandingan gaya sama dari perbandingan luas penghisap.

Hukum Archimedes

Hukum-Archimedes

Bila sebuah batu dicelupkan ke dalam bejana berisi air,maka permukaan air pada bejana tersebut akan naik. Hal itu disebabkan karena batu menggantikan volume air.

Sebaliknya bilamana sebuah batu dicelupkan ke dalam bejana yang penuh berisi air, maka sebagian air akan keluar dari bejana. Oleh karena itu disebabkan karena, volume air tumpah sama seperti volume batu yang menggantikan air.

Kesimpulannya ialah jika suatu benda dicelupkan seluruhnya kedalam zat cair, maka volume dari benda tersebut akan menggantikan volume zat cair itu sendiri. Dari pemahaman tersebut, disertai terkaitnya antara gaya apung dirasakan dari volume zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut.

Dari sinilah Archimedes menemukan suatu hukumnya sendiri, yaitu Hukum Archimedes berbunyi:
“Gaya apung yang bekerja dengan suatu benda, baik dicelupkan sebagian maupun seluruhnya kedalam suatu fluida, maka sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut”.

Demikian Penjelasan Mengenai “Fluida Statis (Hidrostatika) – Pengertian, Sifat, Jenis, Konsep, Beserta Hukum Pascal & Archimedes” dari gurusekolah.co.id Semoga Bermanfaat.

Artikel Lainnya :

Rumus Mean, Median, Modus Beserta Contoh Soal dan Jawaban Lengkap

Luas Permukaan Prisma-Rumus,Volume-Volume Dan Contoh Soalnya

Rumus Deret Geometri-Pengertian, Rumus Dan Contoh Soalnya

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Resultan Gaya – Pengertian, Rumus, Macam-Macam Gaya

resultan gaya

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang Resultan Gaya, ayo kita ketahui dulu yang dimaksud dengan gaya.

Dalam materi fisika gaya dapat diartikan sebagai suatu dorongan atau tarikan. Apabila kita memperhatikan gerakan-gerakan benda, seperti melaju dan berhentinya sebuah sepeda, berubahnya arah bola karena tendangan, dan membesarnya permukaan balon yang diisi angin, dapat disimpulkan bahwa gaya yang diberikan pada suatu benda dapat menyebabkan suatu perubahan pada benda sesuai dengan gaya yang diberikan.

Gaya adalah sebuah tarikan atau dorongan yang menyebabkan suatu perubahan gerak atau benda. Gaya merupakan besaran vector dengan lambang F. Rumus Gaya, yaitu:

rumus gaya

Alat yang digunakan untuk mengukur sebuah gaya disebut dengan neraca pegas atau dynamometer.

Baca Juga : Gaya Gesek

Pengertian Resultan Gaya

resultan gaya 1

Resultan gaya ialah suatu besaran vektor. Dari keseluruhan gaya yang diberikan pada sebuah benda bisa diganti oleh sebuah gaya yang disebut dengan resultan gaya.

Dan Gaya yang bekerja dengan arah yang sama akan saling menguatkan. Adapun gaya yang bekerja dengan arah berlawanan akan saling melemahkan. Kenyataannya kekuatan mendorong dua orang pada arah yang sama lebih besar jika dibanding satu orang.

Kemudian gaya dorong dua orang tersebut bisa diganti dengan sebuah gaya yang disebut resultan gaya. Bila arah dorongan kedua orang itu sama, gaya dorong makin besar, tetapi jika arah gaya dorong salah satu melawan dua lainnya, maka gaya dorong mengecil.

Apabila kita tidak sanggup untuk mendorong sebuah benda yang akan kalian pindahkan, tentunya kalian akan meminta bantuan kepada orang lain untuk mendorong bersama benda tersebut itu dari arah yang sama. Dengan demikian, benda tersebut akan lebih terasa lebih ringan dan mudah untuk dipindahkan.

Namun, apabila kita dan teman kita mendorong dari arah yang berlawanan, benda tersebut akan terasa lebih berat, dan mungkin tidak akan berpindah.

Ketika benda tersebut didorong dari arah yang sama, maka gaya yang diberikan teman kalian akan memperbesar gaya yang sudah kita berikan. Namun sebaliknya, apabila arah dorongan kalian berlawanan, maka gaya yang diberikan teman kalian akan mengurangi gaya yang kita berikan.

Macam-Macam Gaya

Gaya yang menyebabkan terjadinya perubahan pada suatu benda dapat dikelompokkan berdasarkan penyebabnya dan berdasarkan pada sifatnya. Macam-macam gaya berdasarkan penyebabnya adalah sebagai berikut :

  1. Gaya listrik, ialah gaya yang timbul karena adanya muatan listrik.
  2. Gaya pegas, ialah gaya yang ditimbulkan oleh pegas.
  3. Gaya magnet, ialah gaya yang berasal dari kutub-kutub magnet, berupa tarikan atau tolakan.
  4. Gaya gravitasi, ialah gaya tarik yang berasal dari pusat bumi.
  5. Gaya gesekan, ialah gaya yang ditimbulkan akibat adanya pergeseran antara dua permukaan yang bersentuhan.
  6. Gaya mesin, ialah gaya yang berasal dari mesin.

Jika sama – sama kita memperhatikan gaya-gaya tersebut, apakah gaya dan benda yang diberikan gaya selalu bersentuhan? Ya betul, sebagian gaya bisa terjadi tanpa adanya suatu sentuhan antara sumber gaya dan benda yang diberi gaya tersebut. Sifat inilah yang mendasari pengelompokkan gaya, menjadi gaya sentuh dan juga gaya tak sentuh.

  • Gaya Sentuh ialah gaya yang bekerja pada benda dengan titik kerjanya berada dipermukaan benda. Contoh yang termasuk gaya sentuh yakni gaya gesekan. Sesuai pengertiannya, gaya gesekan akan terjadi hanya bila sumber gaya dan benda yang diberi gaya bersentuhan. Contohnya, gaya gesekan antara kaki dan permukaan jalan ketika kita berjalan. Contoh lain yang termasuk gaya sentuh yakni gaya otot, gaya pegas, dan juga gaya mesin.
  • Gaya Tak Sentuh ialah gaya yang titik kerjanya tidak bersentuhan dengan benda tersebut. Pernahkah kalian mencoba mendekatkan sebuah penggaris plastik yang sudah digosok-gosok ke rambutmu pada sobekan-sobekan kertas yang kecil? Kemudian, kertas tersebut akan menempel pada sebuah penggaris walaupun kertas dan penggaris tidak bersentuhan. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa adanya gaya listrik dari penggaris plastik yang bekerja terhadap kertas. Contoh lain dari gaya tak sentuh yakni gaya magnet dan juga gaya gravitasi bumi.

Persamaan Resultan Gaya

rumus resultan gaya

Arah resultan gaya ialah arah dari sebuah gaya yang nilainya lebih besar dari gaya yang lainnya. Secara matematis, resultan gaya ditulis :

R = F1+F2+F3 + ….. + Fn

Dengan keterangan:
R = resultan gaya
F = gaya yang dijumlahkan

n = banyaknya gaya

Untuk dapat mempermudah dalam perhitungan, berikan tanda positif untuk gaya yang mengarah ke kanan dan juga ke atas, serta tanda negatif untuk gaya yang mengarah ke kiri dan juga ke bawah. Contohnya, pada saat mendorong lemari dengan arah berlawanan, gaya yang kita berikan adalah F1 = 22 N mengarah ke kiri. Sedangkan, gaya yang teman kita berikan adalah F2 = 20 N mengarah ke kanan.

Sehingga, resultan gaya itu ialah :

R = F1 + F2

= (-22 N) + 20 N

= (-2 N)

Diperoleh sebuah resultan gaya (-2 N). Artinya, besar resultan gaya ialah 2 N dan arahnya sama dengan arah F1, yakni ke kiri.

Benda berada pada keadaan seimbang atau benda tidak akan bergerak (diam), bila Resultan gaya (R) yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol.

Itulah penjelasan tentang “Resultan Gaya – Pengertian, Rumus, Macam-Macam Gaya”  yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan memmbahas makalah tentang rumus intensitas bunyi yang meliputi pengertian, taraf Intensitas dan manfaatnya

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

rumus intesitas bunyi

Pengertiannya

Pada kata intensitas bisa juga diartikan sebagai energi yang dipindahkan dalam setiap satuan waktu dan tidak pada satuan luas, dan dapat diketahui bahwa energi tiap satuan waktu adalah merupakan pengertian daya dan maka intensitas dapat juga dikatakan sebagai daya tiap satuan luas. Sehingga intensitas juga dapat dirumuskan secara matematis ialah seperti dibawah ini:

I = P/A

Diketahui:

  • I = Intensitas bunyi (W/m2)
  • P = Energi tiap waktu atau daya (W)
  • A = Luas (m2)

Apabila isotropik atau lebih dikatahui dengan sumber bunyi yang memancarkan bunyi tersebut ke segala arah yang besarnya sama.

Luas tersebut yang dituju memiliki kesamaan pada luas permukaan sebuah bola.

Yaitu pada persamaan dari intensitas bunyi dapat juga ditulis seperti :

I = P / 4 π R2

Taraf-Taraf

Adapun taraf intensitas bunyi merupakan logaritma yang membandingkan antara intensitas bunyi terhadap dengan intensitas ambang. Sehingga taraf intensitas bunyi dapat dirumuskan secara matematis ialah seperti dibawah ini:

TI = 10 log l/lo

Diketahui:

  • TI = Taraf intensitas bunyi (dB)
  • I = Intensitas bunyi (W/m2)
  • lo = Intensitas ambang pendengaran manusia (10˄-12 W/m2)

Dan untuk contoh n buah pada sumber bunyi seperti terdapat n sirine yang dihidupkan secara bersamaan, maka adapun besarnya taraf intensitas bunyinya dapat ditulis dengan:

Tln = Tl1 + 10 log n

Apabila di dengar pada 2 titik jarak yang saling berbeda maka, besarnya intensitas bunyi pada titik yang kedua dapat di tulis dengan:

TI = Tl1 + 20 log (RA/RB)

Penerapan Gelombang

Pemanfaatan dari gelombang ultrasonik sangat banyak untuk macam-macam keperluan dan kebutuhan seperti:

  • Untuk mengukur kedalaman dari laut.
  • Pada kacamata khususnya kacamata tunanetra (terdapat alat pengirim dan alat penerima ultarsonik).
  • Pada alat kedokteran seperti pada pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Manfaat Cepat Rambat

Adapun manfaat dan fungsi dari cepat rambat bunyi pada kehidupan sehari-hari ialah sebagai berikut:

  • Pada cepat rambat gelombang bunyi ini bisa dimanfaatkan oleh nelayan untuk dapat mengetahui waktu siang hari dan malam hari.
  • Pada waktu malam hari, suara akan lebih sangat jelas terdengar daripada waktu siang hari, dan ini dikarenakan bahwa kerapatan udara yang terjadi pada waktu malam hari lebih rapat dibandingkan dengan pada waktu siang hari.

Manfaat Resonasi

Adapun manfaat dari resonasi pada kehidupan sehari-hari ialah seperti pada alat musik sebagai berikut:

  • Gendang
  • Beduk
  • Seruling dan lain sebagainya

Demikianlah pembahasan mengenai Rumus Intensitas Bunyi yang meliputi Pengertian, Taraf Intensitas Bunyi dan manfaat-manfaatnya,

Semoga dengan adanya penjelasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca Gurusekolah.co.id semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. Sampai jumpa pada pembahasan lainnya.

Artikel lainnya :

GuruSekolah.co.id-Pada Kesempatan Kali Ini, Disini Akan Dijelaskan Tentang Rumus Volume Limas Segitiga dan Segi Empat Beserta Contoh Soalnya Lengkap

Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya dibawah ini :

Volume Limas

Jika dalam ulasan sebelumnya kita belajar bagaimana mencari rumus untuk area prisma segitiga, rumus untuk volume prisma segitiga, dan sampel masalah, maka kali ini kita akan mencoba mempelajari tentang penerapan rumus untuk volume piramida.

Yah, tentu saja, kita semua mempelajari materi ini sebelum sekolah tentang menghitung luas dan volume piramida. Kemudian bagi Anda semua yang sudah lupa atau ingin tahu tentang rumus piramida, segitiga piramida atau persegi panjang piramida, Anda bisa mendapatkan gambaran lengkap di sini.

Ada berbagai jenis piramida di ruang bangunan, tetapi bentuk ruang piramida segitiga, volume piramida persegi panjang, piramida pentagonal, dan piramida heksagonal adalah jenis piramida yang paling sering dibahas dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, penting bagi kita semua untuk mengetahui berbagai rumus luas permukaan piramida, termasuk kemampuan menghitung volume piramida, serta luas permukaan piramida.

Gambar Limas Segiempat & Segitiga

Definisi piramida persegi panjang adalah salah satu dari tiga (tiga dimensi) bentuk ruang yang memiliki lima sisi, sedangkan dasarnya memiliki bentuk persegi panjang, serta sisi vertikal memiliki bentuk segitiga. Sebelumnya kita semua membahas satu jenis piramida, yaitu piramida.

Tanda limas Segi Empat

  • Basis memiliki bentuk persegi panjang.
  • Memiliki lima bidang lateral.
  • Memiliki lima puncak.
  • Memiliki delapan tulang rusuk

Simak Juga: Prisma-Rumus Luas,Rumus Volume,Prisma Segitiga Dan Contoh Soalnya

Formula Limas volum

Untuk dapat menghitung volume piramida, kita dapat menggunakan rumus volume limas berikut:

Volume piramida persegi panjang adalah 1/3 x Panjang x Lebar x Tinggi

atau Anda juga dapat menggunakan Volume (V) = 1/3 x Area Dasar x Tinggi.

Volume piramida segitiga dapat digunakan sesuai dengan rumus berikut di bawah ini:

volume limas

Sementara itu, untuk dapat menemukan area piramida, kami menggunakan rumus berikut:

Area (L) = Zona Dasar + 4 Zona Sisi X

bagaimana kami bisa tahu:

luas dasar piramida = sisi x sisi

luas sisi vertikal segitiga = (1/2 x basis x tinggi) x 4

Contoh pertanyaan untuk kapur triangular dan rectangular

1.) Piramida segitiga memiliki luas dasar 20 cm2 dan juga tinggi 6 cm. Berapa volume piramida?

Menjawab:

L segitiga = 20 cm2

t limass = 6 cm

V = 1/3 x Segitiga x Segitiga

= 1/3 x 20 x 6

= 40 cm3

Dengan demikian, volume piramida segitiga adalah 40 cm3. (ingat, satuan volume / volume adalah kubik atau juga peringkat 3).

2.) Piramida segitiga memiliki luas dasar 20 cm2 dan volume 60 cm3. Berapa tinggi piramida?

Menjawab:

L segitiga = 20 cm2

V limas = 60 cm3

V = 1/3 x Segitiga x Segitiga

60 = 1/3 x 20 x batas

60 x 3/1 = 20 x batas

180 = 20 x batas

20 x batas = 180

t limass = 180/20

t limass = 9 cm

Jadi, ketinggian piramida segitiga adalah 9 cm.

3.) Piramida 3-piramidal memiliki panjang 4 cm, dasar segitiga, tinggi segitiga 5 cm dan tinggi piramida 6 cm. Berapa volume piramida?

Menjawab:

Basis segitiga = 4 cm

t segitiga = 5 cm

t limass = 6 cm

Cara pertama:

Luas segitiga:

Lseg triangle = 1/2 x natural triangle x triangle

= 1/2 x 4 x 5

= 10 cm2

Limas Tom:

V = 1/3 x Segitiga x Segitiga

= 1/3 x 10 x 6

= 20 cm3

Dengan demikian, volume piramida segitiga adalah 20 cm3.

Cara kedua:

V = 1/6 x segitiga segitiga x segitiga x segitiga

= 1/6 x 4 x 5 x 6

= 20 cm3

Dengan demikian, volume piramida segitiga adalah 20 cm3.

Pertimbangkan dua metode dalam rumus piramida di atas. Metode pertama atau kedua akan memberikan hasil yang sama. Dengan demikian, ulasan kami tentang formula volume piramida segitiga dan volume piramida persegi panjang dengan contoh-contoh pertanyaan dan jawaban untuk diskusi selesai kali ini. Kami berharap apa yang kami pelajari di sini dapat bermanfaat. Terima kasih

Artikel lainnya tentang :