Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Pengertian – Desentralisasi, Sentralisasi, Serta Dekonsentrasi Secara Lengkap

Desentralisasi, Sentralisasi & Dekonsentrasi

A. Desentralisasi

Pengertian Desentralisasi

Pengertian Desentralisasi ialah penyerahan wewenang pemerintahan dari pusat kepada pemerintah daerah otonom untuk dapat mengatur dan juga mengurus segala urusan pemerintah dalam NKRI.

Menurut UU No.5 Tahun 1974, Penyerahan wewenang ini mempunyai tujuan agar mencapai pemerintahan yang efisien, kemudian selanjutnya menghasilkan otonomi (kebebasan masyarakat dalam daerah tersebut untuk mengatur dan mengurus kepentingannya sendiri).

Desentralisasi

Tujuan Sistem Desentralisasi

Adapun tujuan desentralisasi yaitu:

  • Untuk mencegah pemusatan keuangan
  • Untuk usaha pendemokrasian pemerintah daerah untuk mengikutsertakan rakyat dalam bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan
  • Untuk menyusun program guna perbaikan sosial ekonomi di tingkat lokal

Contoh Sistem Desentralisasi

  • Dinas pendidikan mengatur pola pendidikan
  • Dinas perikanan mengatur potensi perikanan di daerah.
  • Pemilihan kepala daerah
  • Dan lain sebagainya

Dampak Positif dan Negatif Desentraliasi

Bidang Ekonomi

Dampak positif dari Desentraliasi dibidang ekonomi yakni pemerintah daerah bisa mengelola Sumber Daya Alam yang dimiliki dengan mudah, sehingga pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat akan meningkat.

Dan dampak negatif desentralisasi di bidang ekonomi yaitu bisa mengakibatkan timbulknya KKN apabila ada pejabat daerah yang tidak benar.

Bidang Sosial Budaya

Dampak positif desentralisasi dibidang sosial budaya yaitu bisa memperkuat ikatan sosisal budaya daerah dan mengembangkan kebudayaan yang dimiliki daerah.

Sedangkan dampak positif desentralisi dibidang sosial budaya yaitu setiap daerah berlomba-lomba menonjolkan kebudayaannya. tetapi secara tidak langsung, dapat melunturkan rasa persatuan dan kesatuan.

Bidang Keamanan

Dampak positif desentralisasi di bidang keamanan yaitu upaya mempertahankan NKRI dengan kebijakan dapat meredam setiap daerah memisahkan diri dari NKRI.

Adapun dampak negatif desentralisasi pada bidang keamanan yakni dapat berpotensi konflik antar daerah, jika ada daerah yang kurang puas dengan sistem yang menyangkut NKRI.

Bidang Politik

Dampak possitif Desentralisasi dalam bidang politik yakni daerah lebih aktif mengelolah daerahnya karena sebagian besar keputusan dan kebijakan ada dan diputuskan di daerah.

Sedangkan dampak negatif desentralisasi dibidang politik yaitu adanya euforia berlebihan apabila kewenangan tersebut disalahgunakan untuk kepentingan golongan, kelompok tertentu, atau kepentingan pribadi.

B. Sentralisasi

Pengertian Sentralisasi

Sentralisasi adalah penyerahan kekuasaan dan wewenang pemerintahan sepenuhnya kepada pemerintah pusa (Presiden dan Kabinet). Wewenang tersebut berupa wewenang politik dan wewenang administrasi.

Wewenang politik yaitu wewewnang untuk membuat dan memutuskan kebijakan sedangkan wewenang administrasi yaitu wewenang untuk menjalankan kebijakan.

Sentralisasi

Kelemahan Sistem Sentralisasi

Kelemahan dari istem ini yaitu pengambilan keputusan dan kebijakan daerah berada di pemerintah pusat, pengambilan keputusan dan kebijakan tersebut membutuhkan waktu yang lama maka akan memberikan beban kerja yang semakin bertambah dan menumpuk.

Contoh Sistem Sentralisasi

  • Yang pertama, Lembaga Keamanan Negara yaitu TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang melakukan perlindungan pada Indonesia di tiga titik yaitu darat, laut, dan udara.
  • Yang kedua, Bank Indonesia (BI) sebagai pusat pengaturan seluruh kebijakan moneter dan fiskal.

Dampak Positif dan Negatif Sentralisasi

Bidang Ekonomi

Dampak positif sentralisasi di bidang ekonomi yakni, perekonomian akan menjadi lebih terarah dan juga teratur sebab hanya pemerintah pusat yang mengatur sistem perekonomian.

Dan dampak negatifnya sentralisasi di bidang ekonomi yaitu daerah hanya dijadikan sapi perah dan tidak diberi kewenangan untuk mengatur kebijakan perekonomiannya sendiri, sehingga pemusatan keuangan terjadi di pemerintah pusat.

Bidang Sosial Budaya

Dampak positif sentralisasi dalam bidang sosial budaya yaitu, terjadi perbedaan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia bisa dapat di persatukan.

Terdapat juga dampak negatif dari sentralisasi dalam bidang sosial budaya, ialah pemerintah pusat bisa mendominasi seluruh aktivitas negara, sehingga pemerintah daerah akan menjadi kehilangan eksistensi daerah sebagai tatanan pemerintah lokal dengan keunikan sosial budayanya.

Bidang Keamanan

Dampak positif sentralisasi yang ada di bidang keamanan yaitu keamanan akan menjadi lebih terjamin dan juga akan jarang terjadi konflik antar daerah yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional di Indonesia.

Adapun dampak negatif sentralisasi yaitu di bidang keamanan adalah menonjolnya organisasi kemiliteran. Sehingga, organisasi militer memiliki hak yang lebih dibandingkan organisasi lain.

Bidang Politik

Dampak positif sentralisasi dibidang politik adalah pemerintah daerah tidak bingung mengambil keputusan dalam perbedaan, karena keputusan dan kebijakan berada di pemerintah pusat.

karenanya keputusan yang dihasilkan dapat terlaksana dengan maksimal karena pemerintah daerah hanya menerima.

C. Dekonsentrasi

Dekonsentrasi

Pengertian Dekonsentrasi

Dekosentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Kewenangan itu hanya sebatas wewenang administrasi, sedangkan wewenang politik tetap berada di pemerintah pusat.

Dekonsentrasi adalah perpaduan dari sentralisasi dan desentralisasi. hukumnya dituangkan dalam UUD pemerintah Republik Indonesia No.39 Thn 2001 tentang pembagian wilayah dan wewenang yang harus dijalankan oleh badan-badan dari pemerintah tersebut.

Tujuan Sistem Dekosentrasi

Tujuan adanya dekonsentrasi ini yaitu:

  • Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan
  • Pengelolaan pembangunan dan pelayanan terhadap kepentingan umum
  • Terjaganya komunikasi sosial kemasyarakatan dan sosial budaya dalam sistem administrasi negara
  • Adanya kerharmonisan dalam keselarasan pelaksanaan pembagunan nasional
  • Terjaganya keutuhan NKRI

Contoh Sistem Dekosentrasi

Berikut beberapa contoh dekonsentasi diantaranya:

  • Kantor pelayanan pajak
  • Penyelenggaraan dinas perhubungan
  • Dan lain sebagainya

Itulah penjelasan singkat dan jelas tentang  “Pengertian – Desentralisasi, Sentralisasi, Serta Dekonsentrasi Secara Lengkap” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

 …

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Pembagian Waktu Di Indonesia (WIB, WIT Dan WITA) Lengkap

Indonesia adalah sebuah negara kepulauan dengan area yang sangat luas sekali. Wilayah yang luas ini secara otomatis juga memiliki bentangan garis bujur yang sangat panjang. Indonesia secara geografis terletak diantara 95° hingga 141° bujur timur.

Begitu luas garis bujur wilayah Indonesia dibagi menjadi tiga zona waktu. Akan Tetapi sebelum membahas mengenai pembagian zona waktu ada beberapa hal yang sebaiknya diketahui. Mengapa Waktu Berbeda-beda?

pembagian waktu di indonesia

Pembagian Waktu antar negara di dunia ini tentu berbeda-beda karena bumi berotasi. Dalam hal ini, pembagian waktu antar negara juga diatur oleh zona waktu. Pembagian zona waktu antar negara mengacu pada GMT (Greenwich Mean Time).

Greenwich adalah sebuah kota di negara Inggris dimana disinilah garis bujur 0° yang menjadi patokan penentuan waktu dunia. Konsep pembagian waktu GMT secara umum ada dua.

Yang Pertama, negara yang berada di wilayah barat Greenwich maka waktu GMT-nya negatif. Oleh Karena Itu, apabila negara tersebut berada di wilayah timur Greenwich maka memiliki waktu GMT yang positif. Indonesia ialah wilayah yang berada di timur Inggris maka secara otomatis GMT-nya positif.

Pembagian Waktu di Indonesia

Sederhananya, penentuan waktu di suatu tempat didasarkan pada posisi garis bujur. Sementara itu, keberadaan garis lintang lebih tepat digunakan untuk mengukur lamanya durasi siang atau matahari bersinar di lokasi tersebut. Dalam Sehari, matahari berputar pada porosnya selama 23 jam 56 menit kemudian dibulatkan menjadi 24 jam.

Perputaran tersebut menyebabkan matahari berada pada posisi celestial sphere dan membentuk satu lingkaran penuh. Mengingat satu lingkaran penuh ialah 360° dan juga ditempuh dalam waktu 24 jam, maka 1 jam sama dengan 15°. Kemudian, setiap panjang garis bujur 15° ditetapkan sebagai zona waktu tersendiri dengan rumus GMT+waktu area tersebut.

Oleh Karena Itu, wilayah Indonesia dibagi menjadi tiga zona waktu karena memiliki panjang garis bujur 44°. Keseluruhan panjang garis bujur tersebut (44°) dibagi dengan konversi satu jam ke dalam satuan derajat (15°).

Hasil dari perhitungan tersebut adalah 2,93 dan bisa dibulatkan menjadi 3. Maka, panjang waktu keseluruhan di Indonesia adalah 3 jam. Berdasarkan inilah wilayah Indonesia dibagi menjadi 3 zona waktu, yaitu WIB, WITA dan WIT.

WIB (Waktu Indonesia Barat)

Waktu Indonesia Barat atau disebut dengan WIB terbentang sepanjang garis 105° bujur timur. Bentangan garis bujur ini mencakup seluruh wilayah Pulau Jawa, Sumatera, Madura serta sebagian Kalimantan, yaitu barat dan tengah.

Rumus pembagian waktu Indonesia Barat ialah UTC+7 atau GMT+7.

Berikut ini ialah beberapa provinsi Indonesia yang tergabung dalam zona waktu WIB.

1. Area Pulau Sumatera

  • Nanggroe Aceh Darussalam
  • Sumatera Utara dan Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau (Kepri)
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Lampung
  • Bangka Belitung
  • Bengkulu

2. Area Pulau Jawa

  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Banten
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur

3. Area Pulau Kalimantan

  • Kalimantan Barat dan Tengah

Waktu Indonesia Tengah (WITA)

WITA merupakan akronim dari waktu indonesia tengah. Zona waktu ini terbentang sepanjang 120° garis bujur timur. Bentangan garis bujur ini mencakup beberapa wilayah di Indonesia seperti sebagian Pulau Kalimantan, seluruh Pulau Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi.

Waktu indonesia bagian tengah ini sama dengan pembagian waktu internasional UTC+8 atau GMT+8. Di bawah ini adalah beberapa provinsi yang tergolong ke dalam zona WITA.

1. Area Pulau Sumatera

  • Kalimantan Utara, Timur dan Selatan

2. Area Pulau Bali dan Nusa Tenggara

  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat, dan
  • Nusa Tenggara Timur

3. Area Pulau Sulawesi

  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Utara, dan
  • Gorontalo

WIT (Waktu Indonesia Timur)

Waktu Indonesia timur atau biasa disingkat WIT. Zona waktu ini terbentang sepanjang garis 135° bujur timur. Luas garis bujur ini mencakup wilayah Indonesia paling timur meliputi Pulau Maluku dan Papua.

Zona waktu Indonesia bagian timur dapat ditentukan dengan menggunakan rumus UTC+9 atau GMT+9. Provinsi Pulau Maluku dan Papua yang termasuk ke dalam WIT adalah sebagai berikut:

1. Area Pulau Maluku

  • Maluku
  • Maluku Utara

2. Area Pulau Papua

  • Papua Barat
  • Papua

 

Sejarah Penetapan Zona Waktu di Indonesia

Republik Indonesia merupakan satu-satunya negara kepulauan terluas di dunia. Luas wilayah Indonesia diperkirakan mencapai 1,9 juta km2.

Secara geografis, wilayah Indonesia terbentang antara 95° hingga 141° bujur timur. Luas garis bujur yang sangat panjang tersebut membuat wilayah Indonesia harus dibagi menjadi 3 zona waktu.

Ilmu Sejarah penetapan zona waktu Indonesia sudah dimulai sejak masa penjajahan Belanda. Sejak diberlakukannya aturan Governments Besluits pada 1 Mei 1908.

Pada waktu itu, wilayah Jawa Tengah ditetapkan sebagai mintakad (zona waktu) dengan GMT+7:12. Perubahan kemudian terjadi pada bulan Februari tahun 1918, dimana Belanda menetapkan Padang -39 menit dari waktu Jawa Tengah.

Selanjutnya, Belanda juga memutuskan bahwa kota Balikpapan memiliki waktu lebih dulu dari GMT yaitu +8:20. Aturan tersebut kembali diubah pada tahun 1924 oleh Hoofden van Gewestelijk Bestuur in de Buitengewesten (penguasa daerah). Perubahan tersebut menetapkan waktu di wilayah Jawa Tengah menjadi GMT+7:20.

Padahal, daerah Karesidenan Bali dan Lombok memiliki waktu +22 menit dari Jawa Tengah.

Sedangkan Tapanuli berada pada waktu -45 menit dari Jawa Tengah. Terakhir adalah Padang yang ditetapkan -7 menit dari Waktu Jawa Tengah.

Pada tahun 1932, Belanda kembali mengubah zona waktu di Indonesia dan membaginya menjadi enam wilayah. Keenam wilayah tersebut memiliki selisih waktu 30 menit.

Pada tahun 1942, demi kepentingan operasi militer pemerintah Jepang kembali mengubah waktu Indonesia. Perubahan yang dilakukan adalah menyesuaikannya dengan zona waktu Tokyo (GMT+9). Jadi, zona waktu di Jawa dimajukan 1:30 (GMT+7:30).

Sejak Belanda berkuasa kembali di Indonesia, zona waktu kembali diubah untuk kepentingan operasi militer. Pada 10 Desember 1947 terdapat tiga pembagian zona waktu yaitu +7 (bujur tolok 105°), +8 (bujur tolok 120°) dan +9 (bujur tolok 135°).

Sehabis penyerahan kedaulatan, pemerintah Indonesia resmi membagi wilayahnya menjadi enam zona waktu. Pembagian ini berdasarkan keputusan gubernur jenderal pada tahun 1932.

Sesudah Irian Barat berhasil direbut kembali dari Belanda, pemerintah Indonesia kembali mengubah pembagian zona waktu. Pada tahun 1963, pemerintah Indonesia meresmikan berlakunya Keputusan Presiden Republik

Indonesia Nomor 243 Tahun 1963. Pokok dari keputusan presiden tersebut adalah kembali membagi wilayah Indonesia menjadi tiga zona waktu.

Perubahan terakhir terjadi setelah Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 41 Tahun 1987 berlaku. Pokok Utama dari Keputusan Presiden (Kepres) tersebut adalah wilayah di Indonesia dibagi menjadi 3 zona waktu.

Dari ke tiga zona waktu yang dimaksud adalah WIB (Waktu Indonesia Barat), WITA (Waktu Indonesia Tengah) dan WIT (Waktu Indonesia Timur).

Selaku bagian dari negara di dunia ini, Indonesia juga menetapkan waktu berdasarkan GMT (Greenwich Mean Time). Belandasan aturan GMT tersebut, wilayah Indonesia dapat dibagi menjadi tiga zona waktu.

Dari Ke tiga zona waktu tersebut adalah Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT).

Akan Tetapi, sebelum dibagi menjadi tiga zona waktu seperti sekarang, penetapan pembagian waktu di Indonesia ternyata mempunyai sejarah panjang.

Itulah penjelasan tentang “Pembagian Waktu Di Indonesia (WIB, WIT Dan WITA) Lengkap”  yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Zaman Perunggu meliputi Perkembangan Dan Kehidupan Manusia Di Asia secara singkat dan jelas

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

zaman perunggu

Pengertiannya

Zaman Perunggu merupakan periode saat manusia baru menggunakan teknik melebur tembaga dan membuat perunggu. Di beberapa area sudah mulai berkomunikasi dengan tanda seperti tulisan. Waktu dimulainya zaman ini berbeda-beda pada setiap kebudayaan.

Zaman perunggu di beberapa negara Asia :

  • Asia Tengah

Di Asia Tengah, sekitar 2000 SM, terjadi migrasi besar-besaran yang akhirnya membawa teknologi peleburan logam. Teknologi tersebut kemudian menyebar di sekitar Asia Tengah melalui migrasi Indo-Eropa.

  • Asia Timur

Di China, bukti awal zaman perunggu ditemukan pada kebudayaan Majiayao antara tahun 3100 dan 2700 SM. Artefak perunggu yang ditemukan di China misalnya alat sehari-hari, alat ritual, dan senjata.

Di Korea, awal mula zaman perunggu diperkirakan antara 1000-800 SM. Terdapat bukti adanya alat-alat masak yang sudah digunakan. Ada juga pisau dari perunggu yang terkubur di situs Igeum-dong.

Di Jepang, awal zaman Perunggu terjadi pada awal masa Yayoi Awal, yaitu sekitar 300 SM. Terdapat bukti adanya praktik pertanian serta pengolahan logam. Tekni pengolahan perunggu dan besi di Jepang tersebar melalui kontak dengan masyarakan Asia Timur lainnya.

  • Asia Selatan

Pada wilayah India dimulai sekitar 3300 SM saat adanya penduduk lembah Indus. Di sana berkembang teknik metalurgi baru yang memproduksi tembaga, perunggu, dan timah. Di situs Mohenjo-daro juga ditemukan patung Dancing Girl yang terbuat dari perunggu.

zaman perunggu

  • Asia Tenggara

Artefak perunggu di Thailand diperkirakan berasal dari 2100 SM. Di Burma, alat-alat perunggu kuno juga ditemukan bersama dengan keramik dan artefak batu. Di Vietnam, pada zaman Neolithikum ditemukan bukti adanya drum perunggu pertama yang disebut dengan Dong Son drum.

Peneliti arkeologi di Vietnam Utara mengindikasikan meningkatnya penyakit infeksi pada saat perkembangan metalurgi. Diperkirakan adanya peningkatan kontak dengan bakteri dan/atau patogen jamur karena meningkatkanya kepadatan populasi dan pertanian. Saat itu juga terjadi penurunan level imun karena perubahan pola makan/diet karena mulai berkembangnya pertanian.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa peninggalan dari zamannya. Contoh benda-benda dpeninggalan misalnya kapak corong, nekara, moko, dan berbagai perhiasan.

Itulah penjelasan singkat dan jelas yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima Kasih

Artikel Lainnya :

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang multikultural Dan Pengertian Masyarakat Multikultural Dan Permasalahannya

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

multikultural

Penjelasannya

Masyarakat multikultural merupakan suatu kelompok masyarakat yang terdiri dari beraneka ragam kebudayaan. Salah satu ciri masyrakat mulikultural, yaitu terbagi-bagi dalam kelompok-kelompok yang memliki sub kebudayaan berbeda. Adanya banyak perbedaan tersebut menyebabkan masyarakat ini relatif sering mengalami konflik.

Permasalahan dalam masyarakat multikultural, antara lain:

  • Konflik Antarsuku

Indonesia adalah termasuk salah satu negara yang memiliki masyarakat multikultural. Ada banyak suku yang ada di Indonesia dengan kebudayaannya masing-masing. Tak jarang terjadi konflik antarsuku karena adanya budaya yang berbeda dan merasa unggul antar satu dengan yang lainnya.

  • Konflik Antaragama

Masyarakat multikultural biasanya juga memiliki agama yang berbeda-beda, seperti yang ada di Indonesia ataupun Amerika Serikat. Toleransi antar umat beragama memang seringkali didengungkan namun kadang konflik tidak bisa dihindari. Misalnya saja konflik karena masalah pembangunan rumah ibadah yang tidak mendapat persetujuan dari masyarakat yang beragama lainnya.

  • Konflik Antargolongan

Pada masyarakat multikultural juga terdapat banyak golongan dengan kepentingannya masing-masing. Kepentingan antargolongan tersebut kadang bentrok sehingga menyebabkan timbulnya konflik.

  • Konflik Vertikal

Konflik vertikal merupakan konflik antara individu atau kelompok dengan kelompok lain yang memiliki kekuasaan, kewenangan dan status sosial. Misalnya konflik antara masyarakat dengan pemerintah daerah karena dianggap tidak dapat memenuhi kebutuhan yang diharapkan oleh masyarakat yang multikultural.

  • Lunturnya Identitas Budaya

Masyarakat kadang harus berhadapan dengan masalah lunturnya identitas budaya. Ini bisa terjadi karena ada terlalu banyak sub kebudayaan di setiap suku atau kelompok. Perbedaan budaya yang ada kadang membuat individu lebih nyaman dengan tidak menonjolkan budayanya sendiri apalagi seiring perkembangan zaman.

Sebagai negara yang mempunyai masyarakat multikultural indonesia juga sering menghadapi permasalahan tersebut. Namun adanya ideologi Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika selalu mengingatkan agar masyarakat dapat menjadikan perbedaan tersebut sebagai anugerah untuk menjaga persatuan dan kesatuan bukannya sumber permasalahan.

Tak hanya Indonesia, negara lain seperti Malaysia juga memiliki masyarakat multikultural. Jika Indonesia lebih pada beragamnya suku, maka di Malaysia masyarakatnya juga terbagi dalam kaum Melayu, China, dan India.

Itulah penjelasan singkat dan jelas yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima Kasih

Artikel Lainnya :

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang devisa yaitu meliputi fungsi Dan Sumber-sumbernya secara singkat dan jelas

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

devisa

Pengertian

Devisa merupakan sejumlah valuta asing yang dapat digunakan untuk transaksi pembayaran dengan luar negeri serta diterima dan diakui oleh internasional. Selain valuta asing, devisa juga dapat berupa emas dan surat berharga.

Fungsinya

devisa

Beberapa fungsi devisa untuk negara, antara lain:

  • Alat Pembayaran Perdagangan Internasional

Devisa bisa disebut mata uang kedua bagi negara untuk melakukan pembayaran perdagangan internasional. Devisa yang dapat berupa valuta asing ini bisa mempermudah transaksi perdagangan ekspor dan impor.

  • Alat Pembayaran Dalam Menjalin Hubungan Internasional

Pemerintah Indonesia perlu mengadakan kegiatan untuk menjalin hubungan internasional. Devisa bisa menjadi alat untuk membiayai kegiatan yang berhubungan dengan luar negeri, misalnya untuk kegiatan diplomatik atau perjalanan dinas ke luar negeri.

  • Alat Pembayaran Utang Luar Negeri

Indonesia diketahui memiliki utang luar negeri yang tak sedikit. Maka bisa dijadikan alat untuk membayar utang luar negeri tersebut.

  • Sumber Pendapatan Negara

Selain sebagai alat pembayaran untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan luar negeri, juga menjadi sumber pendapatan negara.Dan dapat dialokasikan untuk pembangunan di dalam negeri.

Sumber-Sumber

Berikut ini beberapa sumber-sumbernya

  • Pinjaman luar negeri
  • Hadiah, bantuan, atau sumbangan luar negeri
  • Penerimaan deviden atau jasa dan bunga dari luar negeri
  • Hasil ekspor barang dan jasa
  • Kiriman valuta asing dari luar negeri
  • Wisatawan yang berbelanja di dalam negeri
  • Pungutan bea masuk

Selama ini banyak yang mengatakan bahwa TKI/TKW merupakan pahlawan. Mereka merupakan salah satu sumber pendapatan yang memberikan kiriman valuta asing dari luar negeri. Uang yang dikirim dari luar negeri oleh para TKI/TKW tersebut di Indonesia perlu ditukar ke dalam bentuk uang rupiah di bank. Penukaran uang tersebut yang dapat menambah simpanan devisa bagi negara.

Sumber-sumber tersebut perlu dimanfaatkan dengan baik melalui kebijakan yang ada. Misalnya kebijakan di bidang pariwisata yang nantinya dapat menambah income yang berasal dari wisatawan luar negeri.

Itulah penjelasan singkat dan jelas yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima Kasih

Artikel Lainnya :