Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Motif Ekonomi : Pengertian, Macam-Macam, Beserta Contohnya Secara Lengkap

motif ekonomi

Pengertian Motif Ekonomi

Motif Ekonomi dari dua suku kata yang terdiri dari kata “Motif” diambil dari bahasa inggris yakni “motive” yang berarti alasan / penggerak dan juga dari kata “Ekonomi” dalam hal ini berasal dari Yunani kuno “οἰκονόμος” yang memiliki arti “pengolahan rumah tangga”.

Jadi dapat diartikan dari penggabungan dua suku kata tersebut motif ekonomi artinya, sesuatu alasan dari seseorang atau juga keinginan untuk seseorsng tersebut mengerjakan atau melakukan suatu kegiatan ekonomi / pengolahan rumah tangga.

Usaha ataupun upaya yang dikerjakan seseorang bermacam – macam ragam jenisnya. Setiap dari alasan bisa mendorong atau memacu seseorang tersebut untuk mengerjakan suatu perbuatan atau tindakan agar dapat mencapai suatu tujuan tertentu.

Misalnya seseorang yang bernama Mahbub bekerja dengan sangat keras dan giat untuk memperoleh banyak uang agar bisa memenuhi keinginan dari kebutuhan hidupnya. Ada juga, Rio berangkat bekerja yang biasanya menggunakan motor sekarang bersepeda untuk dapat menghemat ongkos karena bahan bakar minyak sekarang naik.

Baca Juga : Fluida Statis – Pengertian, Sifat, Jenis, Konsep, Beserta Hukum Pascal & Archimedes

Macam-Macam Motif Ekonomi

Dibawah ini adalah macam-macam dari motif ekonomi, diantaranya yakni :

1. Motif Dalam Memenuhi Kebutuhan

Motif memenuhi kebutuhan yaitu suatu keinginan setiap manusia dan semua mahluk hidup untuk mempertahankan hidup dan juga memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Semua manusia dari masing – masing individu pastinya mempunyai keinginan masing – masing dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, kebutuhan tersebut dapat berupa jasa ataupun barang yang tidak ada batasnya, akan tetapi alat atau saran untuk memenuhinya terbatas.

Oleh sebab itu, setiap dari masing – masing individu manusia mesti dapat memperhitungkan dengan tepat dan cermat, agar supaya memperoleh hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan dan ditargetkan. Banyak orang berusaha untuk mencapai kemakmuran bagi hidupnya, kemakmuran disini diartikan sebagai pemenuhan kebutuhan atas dirinya.

Contoh : Subagio bekerja dengan sangat keras dan giat agar memperoleh uang yang banyak, yang selanjutnya nanti dipakai untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya sehari – hari.

2. Motif Memperoleh Laba

Motif memperoleh laba yaitu semua sesuatu tindak tanduk seseorang untuk mengerjakan kegiatan ekonomi misalnya berdagang yang seterusnya untuk menghasilkan laba / keuntungan. Seseorang tersebut melakukan kegiatan ekonomi berdasarkan atas motif atau alasan untuk memperoleh laba agar kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Dalam motif ini diharapkan seseorang medapatkan keuntungan atau tambahan manfaat bisa berupa jasa atau barang. Dengan keuntungan tersebut diharapkan dapat menambah kekayaan seseorang yang nantinya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Contoh : Seorang penjual buah berusaha menjual barang dagangannya  dengan baik, melayani pembeli dengan cara yang baik dan bersikap ramah dan juga menawarkan buah yang dijual guna memperoleh laba / keuntungan yang tinggi.

3. Motif mendapatkan kekuasaan ekonomi

Motif ini adalah keinginan dari seseorang yang telah sampai batas kemakmuran diri dari segi finansial, akan tetapi masih ingin melakukan tindakan ekonomi agar dapat menguasai pasar atau sistem dalam hal ekonomi.

Contoh : Di suatu daerah yang sedang dalam suasana pemilihan kepala desa. Pak eko adalah seorang calon yang nantinya mencalankon diri sebagai kepala desa, dia seseorang yang telah mencapai derajat makmur dibandingkan dengan warga lainnya. Dalam hal ini pak eko memodali perbaikan pasar umum yang ada didaerahnya, yang mana nantinya mempunyai tujuan agar memperoleh suara yang banyak dalam pemilihan dan selanjutnya memperoleh akses perekonomian dipasar umum tersebut.

Baca Juga : Etnosentrisme – Pengertian, Penyebab, Dampak Beserta Contoh Lengkap

4. Motif Sosial

Motif sosial disini merupakan semua sesuatu yang membuat keinginan manusia terdorong untuk melakukan tindakan ekonomi dikarenakan ingin membantu atau menolong sesama.

Karena manusia sebagai mahluk sosial, selain memenuhi kebutuhan pribadi, seseorang juga mesti perduli terhadap sesama manusia.

Contoh : Seseorang yang mempunyai kecukupan ekonomi atau bisa dibilang sukses, dengan usaha yang dikerjakannya dia membuat sebuah pondok pesantren dan juga yayasan bagi anak yatim yang tidak mampu.

5. Motif Mendapatkan Penghargaan

Motif mendapatkan penghargaan ini adalah keinginan seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi berdasarkan agar memperoleh penghargaan dari orang lain.

Penghargaan dalam hal ini bukan intuk mendapatkan pujian dari orang lain melainkan untuk memperoleh status ekonomi dan juga status sosial yang tinggi dari masyarakat atau orang lain.

Contoh : Seorang kepala cabang suatu bank tetap melakukan kegiatan ekonomi dengan  kerja keras walaupun dari segi keuntungan dan juga kemakmuran telah ia peroleh dan dapatkan. Dia melakukan ini agar supaya ia tampil sebagai kepala cabang yang cekatan, handal dan juga bisa disegani. Pencapaian tersebut sering mendapatkan penghargaan dari pemerintah ataupun. Misalnya kepala cabang tersebut dikategorigan kedalam 5 besar kepala cabang versi sebuah majalah ekonomi dan bank serta menerima penghargaan dari pemerintah.

Itulah penjelasan tentang  “ Motif Ekonomi : Pengertian, Macam-Macam, Beserta Contohnya Secara Lengkap ” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Konferensi Asia Afrika-Pengertian, Sejarah, Fungsi dan Tujuan serta Isi

Biosfer – Pengertian, Komponen, Beserta Faktor Penyebabnya Secara Lengkap

Isi Pancasila : Pengertian, Fungsi, Makna, Dan Artinya Lengkap

Paragraf / Teks Eksposisi – Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis, Beserta Contohnya Lengkap

 …

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Otonomi Daerah : Pengertian, Tujuan dan Manfaat Secara Lengkap

otonomi daerah

Pengertian Otonomi Daerah

Otonomi daerah adalah suatu hak, wewenang, serta kewajiban bagi daerah otonom untuk mengurus dan juga mengatur sendiri semua urusan kepentingan masyarakat & pemerintahan setempat sesuai dengan peraturan yang berlaku yang telah ditetapkan dalam undang-undang.

Tujuan Otonomi Daerah

Dibawah ini adalah beberapa dari tujuan otonomi daerah dan juga implementasinya yang pada saat ini ada di Indonesia beserta dengan penjelasannya, yaitu :

  • Meningkatkan pelayanan masyarakat

Adanya Otonomi daerah, lembaga yang ada didaerah tersebut dapat melakukan pelayanan kepada masyarakat tanpa perlu menunggu perintah dari pemerintah pusat hal ini tentunya dapat memudahkan masyarakat.

  • Meningkatkan keadilan nasional

Dengan adanya pelaksanaan dari otonomi daerah yang bertujuan sebagai keadilan nasional. Hal tersebut dijalankan melalui kebijakan yang dibuat oleh pemda untuk masyarakat agar terciptanya keadilan dan juga stabilitas nasional

  • Memeratakan wilayah daerah

Dari otonomi daerah yang salah satu tujuannya sebagai pemerataan wilayah daerah. Tujuan tersebut diwujudkan melalui program dari tiap daerah dalam bentuk pembangunan agar didaerah tersebut menjadi maju dan berkembang sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut masing – masing.

Baca Juga : Zat Aditif : Pengertian dan Contoh Jenis Bahan Kimia Pada Makanan

  • Mengembangkan kehidupan berdemokrasi

Dalam otonomi daerah struktur pemerintahan daerah perlu diatur yang mana dalam pemilihan kepala daerah dan juga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dapat dipilih melalui demokrasi yang telah diatur dalam undang – undang.

  • Memelihara hubungan yang serasi antara pusat dan daerah

Adanya otonomi daerah dapat meningkatkan dan mempererat kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sehingga terwujudnya koordinasi dan sinergy dari pusat ke daerah. Dan kemudian keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) bisa terus terjaga.

  • Mendorong pemberdayaan masyarakat

Otonomi daerah dapat mendorong pemberdayaan masyarakat, dimana dalam hal ini diwujudkan dalam bentuk peran aktif masyarakat di dalam pemerintahan daerah, melalui organisasi – organisasi yang dibentuk. Baik dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan dan lain –lain.

Sebagai contoh misalnya kelompok ibu – ibu PKK, karang taruna remaja, kelompok petani, dan lainnya. Hal ini pastinya agar masyarakat itu sendiri dapat berdaya guna tinggi.

  • Menumbuhkan prakarsa & kreativitas masyarakat

Kreatifitas dalam masyarakat dapat tumbuh dengan adanya otonomi daerah. Dimana masyarakat dapat mengembangkan kreatifitasnya agar lebih maju. Dan juga dengan adanya otonomi daerah, prakarsa masyarakat dapat lebih berkembang.

  • Menumbuhkan ekonomi daerah

Dampak yang positif yang ditimbulkan dari adanya otonomi daerah yakni ekonomi daerah dapat lebih maju dan meningkat. Dengan berkembangnya ekonomi daerah ini selaras dengan tujuan nasional yakni meningkatkan pemerataan ekonomi di daerah – daerah. Ekonomi daerah yang meningkat juga dapat mendorong roda perekonomiad daerah agar semakin maju.

  • Meningkatkan peran serta masyarakat

Peran serta masyarakat sangat penting dalam otonomi daerah. Masyarakat dapat mengembangkan kreatifitas dan juga ide – ide kreatif untuk memajukan daerah. Peran serta masyarakat tersebut diwujudkan dalam bentuk ikut serta dalam organisasi yang ada didaerah.

  • Mengembangkan peran dan fungsi DPRD

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan lembaga daerah yang sangat berpengaruh langsung kepada masyarakat, sebagai penampung aspirasi masyarakat dan menyampaikan ke pemerintahan pusat. Dengan adanya otonomi daerah, peran dan fungsi DPRD dalam mengambil keputusan dan kebijakan diharapkan kemajuan daerah dapat terwujud.

Baca Juga : Simbiosis – Pengertian, Jenis-Jenis, Fungsi, Beserta Contoh Lengkap

Manfaat Otonomi Daerah

Manfaat yang dapat diambil dari diterapkannya otonomi daerah yakni sebagai berikut :

  • Tidak terjadi kekuasaan yang hanya ada dipusat agar pelaksanaan pemerintahan dapat berjalan dengan baik.
  • Pemerintah daerah dapat terlibat dalam pelaksanaan pemerintahan pusat sehingga kebijakan dapat dijalankan
  • Administrasi pemerintahan dapat dipermudah
  • Adanya peningkatan dari lembaga yang ada di masyarakat
  • Untuk kesejahtraan masyarakat dapat menjadi meningkat
  • Pengawasan yang dilakukan dapat menjadi lebih intens
  • Barang dan jasa yang ada didaerah dapat lebih meningkat.

Itulah penjelasan tentang  “ Otonomi Daerah : Pengertian, Tujuan dan Manfaat Secara Lengkap ” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

ATHG :Pengertian Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan  Secara Lengkap

Fungsi Tulang Lengan Atas Beserta Cara Merawat Secara Lengkap

Kelompok Sosial : Pengertian, Syarat, Ciri, Klasifikasi, Jenis Beserta Contoh Secara Lengkap

Pseudomonas Aeruginosa – Pengertian Dan Penyebabnya Pada Manusia

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Kelompok Sosial : Pengertian, Syarat, Ciri, Klasifikasi, Jenis Beserta Contoh Secara Lengkap

kelompoksosial

Pengertian Kelompok Sosial

Pengertian kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang mempunyai kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok ini diciptakan oleh anggota masyarakat, kelompok ini juga dapat mempengaruhi perilaku anggotanya.

Pengertian Kelompok Sosial Menurut Para Ahli

Soerjono Soekanto

Menurut pendapat Soerjono Soekanto, Kelompok Sosial ialah satu kesatuan atau himpunan manusia yang saling berhubungan diantara mereka dengan adanya timbal balik dan saling memengaruhi.

George Homans

Menurut pendapat George Homans, Kelompok Sosial ialah suatu kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisasi dan berhubungan dengan timbal balik.

Hendropuspito

Menurut pendapat Hendropuspito, Kelompok Sosial ialah suatu kumpulan nyata dan teratur dari individu yang melaksanakan perannya secara berhubungan untuk mencapai tujuan bersama.

Joseph S.Roucek

Menurut Joseph S.Roucek, Kelompok Sosial adalah suatu kelompok yang meliputi dua manusia atau lebih yang diantara mereka terdapat pola interaksi yang dapat dipahami oleh orang lain atau anggotanya dengan keseluruhan.

Roland Freedman Cs

Menurut pendapat Roland Freedman Cs, Kelompok Sosial adalah organisasi terdiri atas dua atau lebih individu yang tergantung oleh ikatan suatu sistem ukuran kelakuan yang diterima dan disetujui oleh semua anggotanya.

Robert K.Merton

Menurut pendapat Robert K.Merton, Kelompok Sosial ialah sejumlah orang yang saling berinteraksi yang sesuai dengan pola yang telah mapan.

Willa Huky

Menurut Willa Huky, Kelompok Sosial adalah suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih yang saling berkomunikasi dan berinteraksi.

Giddens

Menurut Giddens, Kelompok Sosial adalah sejumlah orang yang berinteraksi satu sama lain secara teratur.

Johnson

Pendapat yang dikemukakan dari Johnson, Kelompok Sosial ialah dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dengan cara yang terpola sebagai sebuah kelompok mereka sendiri dan orang lain.

Sherif

Menurut Sherif, Kelompok Sosial adalah suatu kesatuan sosial yang terdiri atas dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga diantara individu itu sudah terdapat beberapa pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu, yang khas bagi kesatuan sosial tersebut.

Mac Iver Dan Charles H.Page

Menurut pendapat Mac Iver Dan Charles H.Page, Kelompok Sosial adalah satu kesatuan atau himpunan manusia yang hidup bersama karena adanya interaksi antara mereka.

Baca Juga : Etnosentrisme – Pengertian, Penyebab, Dampak Beserta Contoh Lengkap

Syarat Kelompok Sosial

Syarat syarat terbentuknya kelompok sosial, diantaranya:

  • Adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan.
  • Adanya hubungan timbal balik antar anggota.
  • Adanya faktor pengikat seperti kesamaan ideologi, kepentingan dan nasib.
  • Bersistem dan berproses.
  • Memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku yang sama.

Ciri-Ciri Kelompok Sosial

Ciri ciri atau karakteristik kelompok sosial, diantaranya yaitu:

  • Memiliki struktur sosial, setiap anggotanya mempunyai status dan peran tertentu.
  • Memiliki norma yang mengatur hubungan antar anggotanya.
  • Memiliki kepentingan bersama.
  • Adanya interaksi dan komunikasi antar anggotanya.

Faktor Pembentuk Kelompok Sosial

Secara umum, ada beberapa hal yang melandasi seseorang untuk membentuk suatu kelompok sosial, diantaranya yaitu:

Faktor kepentingan yang sama (common interest)

Adanya kesamaan suatu kepentingan dapat mendorong sekelompok orang untuk membentuk suatu kelompok sosial. Searah dengan perkembangan masyarakat modern, kelompok sosial berdasarkan kepentingan yang sama semakin berkembang, contohnya seperti kelompok arisan, kelompok seniman dan kelompok olahragawan.

Faktor keturunan dan darah yang sama (common ancestry)

Keturunan yang sama sejak zaman dahulu merupakan dasar persatuan dan tali persaudaraan yang kuat bagi seluruh umat manusia. Berdasarkan keturunan yang sama, individu yang tinggal dalam masyarakat yang merasa memiliki latar belakang suku bangsa atau nenek moyang yang sama kemudian membentuk suatu kelompok sosial, contohnya seperti kelompok keturunan Arab atau kelompok keturunan China.

Faktor geografis

Adanya jarak yang dekat bisa menjadikan individu untuk saling bertemu, melakukan kontak fisik, dan mengadakan interaksi sosial sehingga tercipta suatu kelompok sosial. Misalnya, individu yang hidup di sekitar daerah pantai, mereka akan bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga kelompok tercipta sebuah kelompok nelayan. Selain itu, masyarakat yang hidup di pedesaan yang bermata pencaharian sebagai petani, maka dimungkinkan untuk terbentuk kelompok tani.

faktor2 kelompok sosial

Baca Juga : 

Klasifikasi Kelompok Sosial

Menurut Ferdinand Tonnies berdasarkan erat longgarnya ikatan anggota, kelompok sosial diklasifikasikan menjadi:

1. Paguyuban (Gemeinschaft)

Pengertian paguyuban atau gemeinschaft adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal. Ciri-ciri kelompok paguyuban diantaranya yaitu:

  • Terdapat ikatan batin yang kuat antar anggota.
  • Hubungan antar anggota bersifat informal.

Ada beberapa jenis paguyuban diantaranya yaitu:

Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaft by blood)

Kelompok genealogis adalah kelompok yang terbentuk berdasarkan hubungan sedarah. Kelompok genealogis memiliki tingkat solidaritas yang tinggi karena adanya keyakinan tentang kesamaan nenek moyang. Contohnya keluarga, kelompok kekerabatan.

Paguyuban karena tempat (gemeinschaft of place)

Komunitas adalah kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan lokalitas. Contohnya beberapa keluarga yang berdekatan membentuk RT(Rukun Tetangga), dan sejumlah Rukun Tetangga membentuk RW (Rukun Warga).

Paguyuban karena ideologi (gemeinschaft of mind)

Contohnya partai politik berdasarkan agama.

2. Patembayan (gesellschaft)

Pengertian patembayan atau gesellschaft adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang pendek. Ciri-ciri kelompok patembayan dintaranya yaitu:

  • Hubungan antaranggota bersifat formal
  • Memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal
  • Memperhitungkan nilai guna (utilitarian)
  • Lebih didasarkan pada kenyataan sosial

Contoh patembayan diantaranya yaitu ikatan antara pedagang, organisasi dalam suatu pabrik atau industri.

Macam Macam Kelompok Sosial Dan Contohnya

Berikut ini jenis kelompok sosial beserta contohnya:

Kelompok Statistik

Kelompok statistik adalah kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contohnya: kelompok penduduk usia 15-20 tahun di sebuah kecamatan.
Kelompok Kemasyarakatan

Kelompok kemasyarakatan yakni kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak memiliki organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.

Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi. Contohnya kelompok pertemuan, kerabat dan lainnya.

contoh kelompok sosial

Baca Juga : Isi Perjanjian Saragosa : Pengertian,Latar Belakang Dan Dampaknya

Kelompok Asosiasi

Kelompok asosiasi adalah kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam kelompok asosiasi, semua anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contohnya: negara, sekolah dan lain sebagainya.

Berdasarkan jumlah anggota, sifat hubungan antar anggota dan tujuannya, kelompok yang ada dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi 2 yakni:

Kelompok Primer

Kelompok primer ialah kelompok yang mempunyai sedikit anggota, meski tidak setiap kelompok yang anggotanya sedikit merupakan kelompok primer. Hubungan antar anggota bersifat personal atau saling kenal secara pribadi dan mendalam, diwarnai oleh kerja sama, sering bertatap muka dalam waktu lama, sehingga terbangun keterlibatan perasaan yang dalam. Hubungan yang ada dalam kelompok primer bersifat informal, intim/akrab, personal, dan total. Contoh dari kelompok primer diantaranya antara lain keluarga, kelompok teman, sepermainan dan lain sebagainya.

Kelompok Sekunder

Kelompok sekunder adalah kelompok yang memiliki banyak anggota. Hubungan antar anggota bersifat impersonal atau tidak saling kenal secara pribadi, lebih diwarnai oleh kompetisi, jarang bertatap muka dalam waktu lama, sehingga tidak terbangun hubungan yang emosional. Hubungan yang ada didalam kelompok sekunder memiliki sifat formal, impersonal, parsial, dan dilandaskan pada kemanfaatan kelompok semata. Atau dengan kata lain, hubungan dalam kelompok sekunder lebih bersifat fungsional artinya orang bukan dilihat dan segi siapanya melainkan lebih dilihat dan segi apa kegunaannya untuk pencapaian tujuan kelompok. Contoh kelompok sekunder diantaranya organisasi buruh, universitas, sekolah, dan lain sebagainya.

Berdasarkan cara pandang seseorang terhadap berbagai kelompok yang melingkupi hidupnya, kelompok sosial dibedakan menjadi 2 yaitu in-group dan out-group.

  • In-group, yaitu semua kelompok di mana seseorang merasa menjadi anggota dan mengharapkan pengakuan, kesetiaan, dan pertolongan.
  • Out-group, yaitu semua kelompok di mana seseorang merasa bukan sebagai anggota dan mungkin akan menunjukkan permusuhan, kompetisi damai, atau sekedar merasa berbeda.

Demikian penjelasan singkat dan jelas tentang  “ Kelompok Sosial : Pengertian, Syarat, Ciri, Klasifikasi, Jenis Beserta Contoh Secara Lengkap” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Integrasi Sosial : Pengertian, Bentuk, Faktor Pendorong, Faktor Penghambat Beserta Prosesnya Secara Lengkap

integrasi sosial

Definisi Integrasi Sosial

Kata integrasi berasal dari istilah bahasa Inggris “integrasi”, yang berarti kesempurnaan atau umum

Pemahaman tentang integrasi sosial adalah hubungan yang ada dalam elemen-elemen masyarakat yang saling terkait erat di berbagai bidang kehidupan. Artinya, dalam integrasi sosial akan ada campuran dari beberapa elemen yang berbeda sehingga mereka dapat bekerja sama dengan elemen lain.

Memahami integrasi sosial dalam sosiologi adalah penyesuaian antara unsur-unsur sosial yang berbeda satu sama lain, seperti norma, lembaga, nilai-nilai, sistem keagamaan, lembaga sosial, peran sosial dan lain-lain yang menciptakan cara hidup yang tepat dan harmonis yang berfungsi untuk masyarakat.

Memahami integrasi sosial secara politis adalah proses menyatukan berbagai kelompok sosial, aliran dan kekuatan lain dari semua wilayah negara untuk menciptakan kehidupan nasional dan negara yang sehat, dinamis, sosial dan demokratis berdasarkan Pancasil dan UUD 1945.

Definisi lain dari integrasi adalah kondisi di mana kelompok etnis beradaptasi dan menjadi konsisten (mencoba untuk bersatu) dengan budaya mayoritas, tetapi masih mempertahankan budaya mereka sendiri. Integrasi memiliki bentuk kedua, yaitu:

Kontrol atas konflik dan penyimpangan sosial dalam sistem sosial tertentu.

Menciptakan keseluruhan dan menggabungkan elemen-elemen tertentu.

Sementara yang disebut integrasi sosial adalah ketika ia dikendalikan, digabungkan, atau dihubungkan satu sama lain, ini adalah elemen sosial atau sosial. Integrasi sosial akan terbentuk ketika kebanyakan orang menyetujui batas-batas wilayah, nilai-nilai, norma-norma dan lembaga-lembaga sosial.

Baca Juga : Fungsi SIUP – Pengertian, Jenis, Manfaat, Persyaratan,Prosedur Beserta Contohnya

Memahami Integrasi Sosial Menurut Para Ahli

Soerjono soekanto

Pendapat Soerjono Soyekanto: “Integrasi sosial” adalah proses sosial individu atau kelompok yang bertujuan mencapai tujuan melawan lawan disertai dengan ancaman dan / atau kekerasan.

Baton

Pendapat yang diungkapkan oleh Baton, “Integrasi Sosial” adalah integrasi sebagai model hubungan yang mengakui perbedaan rasial dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan fungsi penting untuk perbedaan dalam ras.

Gillin

Menurut Gillin, integrasi sosial adalah bagian dari proses sosial yang terjadi karena perbedaan fisik, emosi, budaya dan perilaku.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, integrasi adalah pengintegrasian hal tertentu menjadi satu kesatuan.

Kun Maryati dan Juju Suryavati (2014: 140)

Menurut Kun Maryati dan Juju Suryavati, integrasi sosial adalah proses mengadaptasi berbagai elemen dalam masyarakat sehingga mereka menjadi satu. Berbagai elemen ini dapat mencakup perbedaan dalam status sosial, ras, suku, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan norma.

Idianto Muin (2006: 69)

Menurut Idianto Muin, integrasi sosial adalah proses adaptasi antara berbagai elemen kehidupan sosial.

Michael Benton

Menurut Michael Benton, integrasi adalah model hubungan yang mengakui perbedaan rasial dalam masyarakat. Tetapi ini tidak menyediakan fungsi penting untuk perbedaan ras ini.

William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff

Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, inklusi sosial akan dibentuk jika sebagian besar anggota masyarakat setuju (konsensus) tentang:

Struktur komunitas dibangun.

Merasa berhasil dalam memenuhi kebutuhan masing-masing.

Norma dan nilai yang telah dibangun untuk waktu yang lama secara berurutan dapat bekerja.

Bentuk Integrasi Sosial

Ada beberapa bentuk integrasi sosial, termasuk:

Integrasi instrumental

Pemahaman tentang integrasi instrumental adalah integrasi yang secara visual muncul dari adanya koneksi sosial antara orang-orang dalam suatu komunitas. Karakteristik integrasi instrumental, termasuk:

  • Adanya norma atau kepentingan tertentu sebagai pengikat atau alat.
  • Adanya keseragaman aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
  • Keseragaman dalam pakaian.
  • Ada tujuan tertentu yang sejalan dengan kepentingan kelompok.
  • Integrasi ideologis

Definisi integrasi ideologis adalah bentuk integrasi yang tidak terlihat atau terbentuk secara visual, yang terbentuk dari koneksi spiritual dan ideologis, yang kuat dan mendasar sebagai hasil dari proses alami tanpa paksaan dan koneksi. Interaksi ideologis ini menggambarkan keberadaan pemahaman nilai, persepsi, dan tujuan di antara orang-orang yang dituntut untuk menjadi kesatuan sosial.

Karakteristik integrasi ideologis, termasuk:

Ada persamaan dasar nilai, yang dibentuk atas kehendak sendiri, dan bukan atas dasar komunikasi atau paksaan.

adanypersepsi kesetaraan, yang merupakan representasi yang terinspirasi oleh nilai-nilai yang sama di antara anggota kelompok.

Ada sikap yang sama untuk bekerja di antara anggota kelompok.

Keberadaan tujuan yang sama, yang berkaitan dengan prinsip-prinsip ideologis yang diterima.

Selain itu, ada bentuk integrasi lainnya, yaitu:

  • Asimilasi, yang merupakan asimilasi budaya yang ditandai oleh budaya asli.
  • Akulturasi, yang merupakan penerimaan dari beberapa elemen asing tanpa kehilangan budaya asli. Misalnya, terpisahkan, akulturasi antara budaya Jawa, Islam dan Hindu

bentuk integrasi sosialBaca Juga : E-Bisnis : Model – Model E-Bisnis Dan 7 Strategi Taktis Secara Lengkap

Persyaratan integrasi

Menurut William F. Ogburn dan Meyer Nimkoff, kondisi untuk inklusi sosial meliputi:

Anggota masyarakat percaya bahwa mereka telah berhasil memenuhi kebutuhan mereka.

Komunitas telah berhasil menciptakan kesepakatan atau konsensus tentang nilai dan norma.

Nilai dan norma sosial ini beroperasi untuk waktu yang lama dan bertindak secara konsisten.

Driver Integrasi Sosial

Berikut ini adalah faktor-faktor yang merangsang inklusi sosial, termasuk:

  • Faktor internal, seperti kesadaran diri sebagai makhluk sosial, persyaratan, kebutuhan dan semangat serta semangat gotong royong.
  • Faktor eksternal, seperti referensi waktu; kesetaraan budaya; visi, misi, dan tujuan bersama; toleransi; konsensus nilai; Ada masalah dari luar, dan peluang untuk berpartisipasi adalah hidup bersama.
  • Kelompok-kelompok homogen yang ada dalam masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang rendah, maka integrasi sosial akan mudah dicapai.
  • Ukuran grup dalam grup integrasi kecil akan lebih mudah.
  • Mobilitas geografis, adaptasi diperlukan untuk mempercepat integrasi.
  • Efisiensi Komunikasi, komunikasi yang efektif akan mempercepat integrasi.
  • Integrasi antara dua hati
  • Menghambat faktor integrasi sosial

Berikut ini adalah beberapa faktor yang menghambat inklusi sosial, termasuk:

  • Masyarakat Indonesia yang heterogen (beragam) yang mengakui perbedaan dalam budaya, bahasa, agama, ras dan etnis.
  • Nilai-nilai budaya-nasional yang lemah muncul karena pengaruh kuat dari budaya asing yang tidak sesuai dengan identitas bangsa, baik melalui kontak langsung atau kontak tidak langsung. Kontak langsung, termasuk melalui elemen pariwisata, sedangkan kontak tidak langsung, khususnya melalui media cetak atau elektronik.
  • Wilayah negara yang luas terdiri dari ribuan pulau yang dikelilingi oleh lautan luas.
  • Adanya etnosentrisme di antara beberapa kelompok etnis, yang menekankan budaya mereka dan meremehkan budaya kelompok etnis lain. Karena itu, mereka tidak mau mengakui keberadaan kelompok etnis lain.
  • Skala kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan dan kerusuhan yang merusak integritas, persatuan dan integritas bangsa, baik di dalam negeri maupun di luarnya.
  • Proses inklusi sosial

Berikut ini adalah beberapa langkah atau langkah dalam proses integrasi sosial, termasuk:

  • Fase tempat tinggal

Ini adalah proses memulihkan hubungan baik antara dua pihak atau lebih yang sebelumnya mengalami masalah atau perselisihan. Proses ini membutuhkan perhatian kedua belah pihak, tetapi terkadang pihak ketiga diperlukan sebagai perantara.

  • Tahap kerjasama

Ini adalah upaya bersama oleh individu atau individu atau kelompok orang untuk mencapai tujuan bersama.

  • Tahap koordinasi

Tahap ini diperlukan untuk meningkatkan kerja sama yang telah terjalin. Proses koordinasi dapat dilihat dengan jelas jika ada kelompok orang yang saling memahami secara berbeda dalam bidang politik.

  • Fase asimilasi

Ini adalah proses bersama yang sangat harmonis untuk membentuk kesatuan yang homogen.

proses integrasi sosial

Kondisi untuk integrasi sosial yang sukses

Kondisi untuk integrasi sosial yang berhasil dalam masyarakat, yaitu

  • Untuk semakin memperkuat integrasi sosial, masing-masing dari mereka harus mampu mengendalikan perbedaan / konflik yang ada dalam kekuatan negara, dan bukan sebaliknya.
  • Setiap warga negara merasa bahwa ia dapat memuaskan kebutuhan satu sama lain.

Itulah penjelasan tentang  “Integrasi Sosial : Pengertian, Bentuk, Faktor Pendorong, Faktor Penghambat Beserta Prosesnya Secara Lengkap” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Prinsip Geografi : Persebaran, Interelasi, Deskripsi, Beserta Korologi Secara Lengkap

Pengertian Geografi

Geografi adalah ilmu yang mempelajari lokasi dan persamaan, serta perbedaan keruangan atas fenomena fisik dan manusia di permukaan bumi.

Pembagian ilmu geografi adalah meliputi geografi fisik, geografi manusia, geografi teknik geografi manusia-lingkungan, perencanaan dan pengembangan wilayah, ekologi budaya dan politik, penelitian resiko bencana serta geografi sejarah.

Sementara aspek geografi dibedakan menjadi dua yakni aspek fisik (topografi, biotik, non-biotik) dan aspek sosial (ekonomi, budaya, politik). Ilmu geografi diajarkan mulai pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Kaitannya geografi dengan wilayah Indonesia, geografi berfungsi menentukan letak geografis Indonesia dan kondisi wilayah, pengaruh dan dampak lain yang ditimbulkan.

prinsip geografi 1

Prinsip Geografi

Prinsip geografi terdiri atas empat macam, yakni prinsip persebaran, interelasi, deskripsi, dan korologi (keruangan), berikut dibawah ini penjelasan lengkapnya

1. Prinsip Persebaran

Bahwa gejala atau fenomena geografi ada di mana-mana dan tersebar di permukaan bumi. Gejala / fenomena geografi tersebut bisaberupa fenomena fisik atau fenomena sosial yang persebarannya tak merata di permukaan bumi. Misalnya, keadaan sumber air tanah tidak dijumpai pada semua tempat atau kemacetan lalu lintas juga tak dijumpai di semua tempat. Oleh sebab itu, untuk mengamati gejala dan fenomena terbesar tersebut diperlukan alat bantu misalnya peta.

Tujuan lain penggunaan prinsip penyebaran mampu mengungkap hubungan antara satu fenomena dengan fenomena lainnya dengan menyeluruh. Selain adanya prinsip distribusi bisa digunakan untuk meramalkan keadaan di masa yang datang.

Contoh prinsip distribusi (penyebaran) :

  • Persebaran flora dan fauna di Indonesia
  • Persebaran potensi air yang berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lainnya
  • Persebaran penduduk transmigran di Indonesia yang tak merata

Baca Juga : Pembagian Waktu Di Indonesia (WIB, WIT Dan WITA) Lengkap

2. Prinsip Interelasi

Adanya hubungan saling keterkaitan antar gejala dalam ruang. Hubungan saling keterkaitan itu bisa terjadi antar fenomena fisik,antar fenomena sosial, dan antara fenomena fisik serta fenomena sosial. Misalnya yaitu , terjadi banjir pada wilayah hilir adalah salah satu penyebab rusaknya hutan di wilayah hulu akibat perilaku manusia.

Contoh prinsip interelasi (keterkaitan) :

  • Kekeringan terjadi sebagai dampak adanya fenomena La Nina
  • Fenomena banjir sebab adanya penebangan hutan pada wilayah hulu
  • Kondisi iklim Indonesia yang dipengaruhi letak geografis Indonesia
  • Penduduk pesisir pantai banyak yang menjadi nelayan sebab dekat dengan wilayah lautan

prinsip geografi 2

3. Prinsip Deskripsi

Penjelasan tentang adanya gejala maupun fenomena geografi. Persebaran dan hubungan gejala atau fenomena geografi bisa diungkapkan antara lain pada bentuk data, grafik, dan peta. Ketiga bentuk perngungkapan fenomena itu akan lebih jelas jika diberikan pemaparan atau penjelasan dengan memakai rangkaian kalimat.

Contoh prinsip deskripsi (penggambaran) :

  • Angka pengangguran pada provinsi Jawa Timur
  • Grafik peta lempeng tektonik dunia
  • Peta wilayah lautan pada kawasan Asia Tenggara
  • Gambar persebaran curah hujan di negara Indonesia

4. Prinsip Korologi

Pengkajian gejala mauppun fenomena geografi secara menyeluruh atau komprehensif dalam ruang tertentu (spatial). Dalam prinsip korologi tiap gejala ataupun fenomena geografi dikaji melalui cara memadukan prinsip-prinsip tersebaran, interelasi, dan deskripsi.

Hasil pengkajian melalui perinsip korologi menunjukkan bahwa adanya perbedaan-perbedaan gejala, fenomena, serta fakta antar wilayah. Oleh sebab itu, akan memberikan corak tertentu hingga tampak adanya kesatuan gejala, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk.

Contoh prinsip korologi (gabungan) :

  • Untuk meneliti masalah hujan diteliti mengenai persebaran curah hujan di negara Indonesia, penyebab adanya perbedaan curah hujan di berbagai daerah serta dampak yang ditimbulkan dari tingginya curah hujan pada wilayah tertentu
  • Guna meneliti masalah pada suhu udara maka harus di teliti mengenai perbedaan suhu udara pada pedesaan dan perkotaan, penyebab akan timbulnya pedesaan beserta pengaruh banyaknya pepohonan di desa pada suhu udara di wilayah pedesaan dibanding perkotaan

Berbagai fenomena geosfer bsa dikaji dalam geografi melalui enam pertanyaan pokok, yaitu what, where, when, why, who, dan how. Ke 6 pertanyaan ini dikenal dengan prinsip 5w 1h :

  1. What guna mengetahui peristiwa apa yang terjadi
  2. Where guna mengetahui dimana peristiwa terjadi
  3. When guna mengetahui kapan peristiwa terjadi.
  4. Why guna mengetahui kenapa peristiwa itu bisa terjadi.
  5. Who guna mengetahui siapa yang terlibat dalam peristiwa yang terjadi.
  6. How guna mengetahui bagimana solusi atas peristiwa yang terjadi.

Demikian penjelasan singkat dan jelas tentang “Prinsip Geografi : Persebaran, Interelasi, Deskripsi, Beserta Korologi Secara Lengkap” yang dapat gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga pembahasan  ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Multikultural-Pengertian Masyarakat Multikultural Dan Permasalahannya

Pengertian Cuaca, Unsur-Unsurnya, Dan Modifikasi Cuaca

Pelapukan – Pengertian, Faktor Penyebab Pelapukan beserta Jenis-Jenisnya