GuruSekolah.co.id-Pada Kesempatan Kali Ini, Disini Akan Dijelaskan Tentang Tanah Longsor yang meliputi Pengertian, Jenis, Penyebab Dan Cara Pencegahannya Paling Lengkap

Simak Sama-Sama Penjelasan Yang Ada Dibawah Berikut Ini.

Pengertian Tanah Longsor

Tanah Longsor Adalah Suatu Perpindahan Material Pembentuk Lereng Dapat Berupa Batuan, Bahan Rombakan,Tanah, Atau Juga Material Campuran Tersebut, Bergerak Ke Bawah Maupun Keluar Lereng.

Proses Terjadinya Tanah Longsor Tersebut Terjadi Karena : Air Yang Meresap Ke Dalam Tanah Akan Menambah Bobot Tanah.

Jika Air Tersebut Menembus Sampai Tanah Kedap Air Yang Memiliki Fungsi Sebagai Bidang Gelincir, Maka Tanah Akan Menjadi Licin Dan Tanah Pelapukan Di Atasnya Akan Bergerak Mengikuti Lereng Dan Keluar Lereng.

Jenis-Jenis Tanah Longsor

  • Longsoran Translasi, Jenis Longsoran Ini Terjadi Sebab Bergeraknya Suatu Massa Tanah Dan Batuan Pada Bidang Gelincir Berbentuk Rata Atau Juga Menggelombang Landai.
  • Longsoran Rotasi, Jenis Longsoran Yang Satu Ini Muncul Akibat Atas Bergeraknya Massa Tanah Dan Batuan Pada Bidang Gelincir Yang Berbentuk Cekung.
  • Pergerakan Blok, Jenis Longsoran Satu Ini Terjadi Oleh Karena Adanya Perpindahan Batuan Yang Bergerak Pada Bidang Gelincir Berbentuk Rata. Longsoran Jenis Ini Dapat Disebut Juga Dengan Longsoran Translasi Blok Batu.
  • Runtuhan Batu, Jenis Longsoran Yang Satu Ini Terjadi Akibat Saat Sejumlah Besar Batuan Atau Material Lain Bergerak Ke Bawah Dengan Cara Jatuh Bebas. Biasanya Pada Longsoran Ini Terjadi Pada Lereng Yang Mempunyai Kondisi Terjal Sampai Menggantung, Terutama Daerah Pantai. Runtuhan Batu-Batu Besar hingga Dapat Mengakibatkan Kerusakan Parah.
  • Rayapan Tanah, Jenis Lomgsoran Yang Satu Ini Bergerak Lambat Serta Jenis Tanahnya Dapat Berupa Butiran Kasar Dan Halus. Longsoran Ini Hampir Tidak Dapat Dikenali. Telah Beberapa Lama Terjadi Longsoran Jenis Rayapan, Posisi Tiang-Tiang, Pohon-Pohon, Dan Rumah Akan Menjadi Miring Ke Bawah.
  • Aliran Bahan Rombakan, Jenis Longsoran Yang Satu Ini Terjadi Saat Massa Tanah Bergerak Didorong Oleh Air Dan Terjadi Di Sepanjang Lembah Yang Mencapai Ratusan Meter Jauhnya. Pada Kecepatannya Bergantung Pada Kemiringan Lereng-Volume Air, Dan Juga Jenis Materialnya.

Penyebab Terjadinya Tanah Longsor

tanah longsor

Berikut Ini Adalah Beberapa Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Tanah Longsor, Yakni Sebagai Berikut :

  • Erosi Yang Dikarenakan Oleh Sungai-Sungai Atau Gelombangvlaut, Yang Menciptakan Lereng-Lereng Curam.
  • Akibat Terjadinya Ujan Lebat Yang Memperlemah Kekuatan Lereng Bebatuan.
  • Akibat Dari Gempa Bumi Yang Mengakibatkan Tekanan Sehingga Mengakibatkan Longsornya Lereng-Lereng Yang Lemah.
  • Akibat Dari praktek Penebangan Pohon Secara Liar Dan Penambangan Barang Tambang Secara Berlebihan, Sehingga Mengakibatkan Setidakseimbangan Lereng.
  • Berat Yang Berlebihan Yang Harus Ditanggung Lereng, Contohnya Karena Banyak Dibangun Perumahan Diatas Lereng Gunung.

Cara Pencegahan Tanah Longsor

Tanah Longsor

  • Yang Pertama Membuat Terasering.
  • Tidak Membuat Lahan Pesawahan Dan Membuat Kolam Di Lereng Bagian Atas Dekat Dengan Pemukiman.
  • Harus Dengan Cepat Menutup Retakan Tanah Dan Dipadatkan Supaya Air Tidak Bisa Masuk Ke Dalam Tanah Melalui Retakan Tersebut.
  • Tidak Melakukan Suatu Penebangan Pohon Secara Liar.
  • Tidak Melakukan Menggali Tanah Dibawah Lereng Terjal.
  • Tidak Membangun Rumah Dibawah Pada Tebing Dan Tepi Sungai Yang Rawan Erosi.

Gurusekolah.co.id-Itulah Penjelasan Mengenai Tanah Longsor : Pengertian, Jenis, Penyebab Dan Cara Penjegahannya Secara Lengkap. Semoga Apa Yang Dijelaskan Diatas Bisa Bermanfaat Bagi Pembaca. Terimakasih.

Artikel Lainnya :

Lembaga Agama : Pengertian, Fungsi, Dan Contohnya Paling Lengkap

Kebugaran Jasmani : Pengertian, Manfaat, Fungsi, Tujuan, Unsur Lengkap

Ekskresi-Pengertian Ekskresi,Sekresi dan Defekasi Secara Lengkap

10 Mata Pencaharian Mayoritas Penduduk Indonesia

GuruSekolah.co.id – Pada kesempatan kali ini akan membahas materi tentang Daur Nitrogen yang juga meliputi Pengertian, Tahapan, Proses, ilustrasi Dan Contohnya

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

Nitrogen (N2) Adalah Komponen Terbesar Dalam Komposisi Gas Di Atmosfer Bumi, Baik Itu Tumbuhan, Hewan, Maupun Manusia, Membutuhkan Nitrogen Untuk Proses Pertumbuhan Dan Perkembangannya.

Dalam Hal Ini Nitrogen Ialah Merupakan Unsur Utama Dalam Pembentuk Asam Amino, Asam Yang Digunakan Sebagai Bahan Penting Dalam Molekul Pembentuk Protein. Adapun Di Alam Ini Nitrogen Sendiri Bisa Ditemukan Dalam Bentuk Senyawa N2, NO3, NO2 Dan Juga NH4, Yang Ketersediaan Nitrogen Di Dalam Bisa Terpenuhi Karena Adanya Daur Nitrogen Yang Berlangsung Secara Terus Menerus. Seperti Daur Nitrogen Itu, Kalau Begitu Simak Saja Pemaparan Dibawah Ini.

 


Simak Juga : Struktur Sel tumbuhan & Pengertian, Jenis, Karakteristik, Dan Fungsinya


Pengertian Daur Nitrogen

Daur Nitrogen Adalah Salah Satu Daur Biogeokimia Yang Dalam Hal Ini Terjadi Di Bumi Karena Adanya Interkasi Yang Terjadi Antara Komponen Dalam Ekosistem.

Nitrogen Secara Umum Terdapat Dalam Lapisan Udara Bumi “Atmosfer” Dan Sebagian Kecil Terdapat Dipermukaan Listosfer Bumi. Nitrogen Banyak Dipakai Oleh Tumbuhan Sebagai Bahan Baku Pertumbuhan Makronya. Adapun Beberapa Sumber Nitrogen Di Dalam Dapat Tersedia Karena Terjadinya Proses Pemecahan Nitrogen Di Udara Secara Alami Melalui Kejadian Berikut Seperti Ini ;

Petir

Dalam Hal Ini Petir Mempunyai Energi Besar Yang Bisa Dipakai Untuk Memecah N Diatmosfer Sehingga Ia Dapat Bereaksi Dengan Oksigen Dan Membentuk Nitrat (NO3), Nitrat (NO3) Jatuh Ke Tanah Bersama Air Hujan Dalam Daur Air Yang Sehingga Kemudian Membuat Hara Penting Dalam Menunjang Kesuburan Tanaman.

Fiksasi

Ada Beberapa Bakteri Yang Memiliki Kemampuan Untuk Bisa Mengikat Nitrogen Di Udara (N2) Dan Kemudian Menjadi Bentuk Terikat Di Tanah (NO3), Bakteri Yang Mempunyai Kemampuan Ini Contohnya Bakteri Rhizobium, Marsiella Crenata, Azotobacter, Rhodospirillum, Clostridium Dan Bakteri Kemoautotrof. Kedua Bakteri Ini Bersimbiosis Dengan Tanaman Leguminosa “Kacang-Kacangan” Dan Kemudian Membentuk Bintil Akar.

Penambangan

Nitrogen Sangat Sekali Dibutuhkan Bagi Tanaman Untuk Mendapatkan Pertumbuhan Yang Maksimal. Para Petani Bisanya Memberikan Tambahan Pupuk Ke Tanaman. Pupuk Nitorgen Seperti Urea Dan ZA Diperoleh Melalui Proses Penambangan Nitrogen Yang Ada Di Udara, Penambangan Semacam Ini Hanya Dapat Dilakukan Dengan Bantuan Teknologi Tinggi.

Daur Nitrogen Sebagai Salah Satu Bentuk Daur Biogeokimia Berlangsung Karena Diawali Proses Penambatan Nitrogen Di Udara Melalui Fiksasi Yang Dilakukan Oleh Bakteri Tanah, Karena Bantuan Petir, Serta Karena Penambangan Yang Dilakukan Oleh Manusia. Setelah Mengalami Fiksasi, Nitrogen Kemudian Melewati Beberapa Tahapan Lanjut Yang Meliputi Antara Lain; Amonifikasi, Nitrifikasi Dan Denitrifikasi. Untuk Lebih Jelasnya Dari Masing-Masing Simak Ulasannya Berikut Dibawah Ini.

Amonifikasi

Amonifikasi Merupakan Pengubahan Senyawa Amonia Atau Nitrat Menjadi Ammonium, Dalam Daur Nitrogen, Ammonium Dapat Dihasilkan Dari Pengubahan Nitrat Yang Dilakukan Oleh Bakteri Micrococcus Denitrifican.

Dalam Proses Amonifikasi Membuat Jumlah Nitrat Di Tanah Jadi Berkurang Sehingga Bersifat Merugikan Tanaman. Amonifikasi Juga Bisa Terjadi Pada Aktivitas Perombakan Jasad Mati Dan Metabolisme Tubuh. Hasil Ekskresi Dan Jasad Mati Dapat Terdekomposisi Oleh Detritivor Dan Menghasilkan Amonia (NH3) Yang Kemudian Berubah Menjadi Amonium (NH4), Amonium Memang Dapat Langsung Dimanfaatkan Oleh Tumbuhan, Namun Sebagian Besar Darinya Justru Digunakan Bakteri Aerob Sebagai Sumber Energi.

Nitrifikasi

Nitrifikasi Merupakan Proses Koversi Amonium Menjadi Nitrat Dengan Bantuan Enzim Nitrogenase Melalui 2 Tahapan Yakni Tahap Nitritasi Dan Nitratasi. Nitritasi Ialah Konversi Amonium Menjadi Nitrit (NO2) Dengan Bantuan Bakteri Nitrosomonas, Sedangkan Nitratasi Ialah Konversi Nitrit (NO2) Menjadi Nitrit (NO3) Dengan Bantuan Bakteri Nitrobacter. Dalam Daur Nitrogen, Nitrifikasi Hanya Bisa Berlangsung Pada Kondisi Yang Memiliki Cukup Oksigen (Aerob), Sedangkan Pada Kondisi Tidak Cukup Oksigen (Anaerob), Maka Proses Dinitirifikasilah Yang Akan Terjadi.

Denitrifikasi

Denitrifikasi Adalah Suatu Proses Dalam Daur Nitrogen Yang Dapat Menyebabkan Pelepasan Nitrogen Ke Udara Dipicu Oleh Kondisi Anaerob Di Dalam Tanah. Di Kondisi Anaerob, Bakteri-Bakteri Di Tanah Seperti Misal Micrococcus Denitrifican, Thiobacillus Denitrifican Dan Pseudomonas Denitrifican, Mengambil Oksigen Dari Nitrat Yang Ada Di Dalam Tanah.

Karena Kondisi Ini, Beberapa Nitrat Berubah Menjadi9 Nitrogen (N2) Sejhingga Ia Kembali Terlepas Ke Udara. Seperti Amonifikasi, Denitrifikasi Juga Sangat Begitu Merugikan Tanaman, Karena Pasokan Nitrit Untuk Kesuburan Tanah Menjadi Berkurang.


Simak Juga : Daur Air : Pengertian, Siklus Air, Tahapan, Proses, dan Gambarnya


Contoh Siklus Nirogen

Adapun Contoh Siklus Nitrogen Yang Diantaranya Seperti:

  • Sebuah Tanaman Membutuhkan Nitrogen Dari Tanah Dengan Menyerap Melewati Akar-Akar TAnaman Tersebut. Nitrogen Datang Dalam Bentuk Ion Nitrogen. Saat Nitrogen Diserap Oleh Tanaman, Direduksi Menjadi Ion Nitrit. Kemudian Menjadi Amonium Ion Yang Bisa Dimasukkan Ke Dalam Asam Amino Atau Nukleat Dan Ke Klorofil.
  • Ketika Tanaman Mati Atau Hewan Mati Atau Ketika Sebuah Pabrik Atau Limbah Mengeluarkan Hewan, Nitrogen Organik Kemudian Dilepaskan. Bakteri Dapat Mengkonversi Nitrogen Organik Ini Menjadi Amonium. Ini Dilakukan Melalui Proses Yang Disebut Dengan Mineralisasi.
  • Nitrogen Masuk Ke Lautan Akibat Limpasan Dari Air Tanah Atau Juga Saat Hujan. Nitrogen Juga Bisa Masuk Ke Laut Yang Melalui Presipitasi “Hujan”, Nitrogen Dalam Air Mengalami Fiksasi Yang Umumnya Difasilitasi Oleh Bakteri Yang Disebut Cynobacteria. Sesudah Fiksasi, Nitrogen Dalam Bentuk Biologis Yang Tersedia Fitoplankton Di Laut Bisa Dipakai.
  • Plankton Mengeluarkan Suatu  Zat Baik Urea Dan Amonia Ke Dalam Air, Fitoplanktorn Dan Limbah Produk Bisa Tenggelam Ke Bawah, Memasukkan Amonia Pada Kedalaman Pada Zona Euophotic. Amonia Dari Produk Limbah Ini Kemudian Dikeluarkan Dari Zona Eufotik Dan Bakteri Yang Hidup Di Bawah Zona Eufotik Dapat Mengkonversi Amonia Menjadi Nitrat. Konversi Ini Hanya Dapat Terjadi Di Bawah Zona Eufotik Dimana Tidak Ada Cahaya Karena Bakteri Yang Melakukan Konversi Tersebut Dihambat Oleh Cahaya. Proses Konversi Ini Disebut Dengan Ammonification Atau Mineralisasi.
  • Setelah Amonia Diubah, Nitrifikasi Terjadi Dan Amonia Menjadi Nitrit Dan Nitrat, Pencampuran Partikal Dan Upwelling Dapat Membawa Nitrat Ke Atas Dan Kemudian Dapat Digunakan Oleh Photoplankton Untuk Melanjutkan Siklus.

Gurusekolah.co.id-Demikianlah Pembahasan Mengenai Daur Nitrogen : Pengertian, Tahapan, Proses Dan Ilustrasi Beserta Contohnya Secara Lengkap.

Semoga Dengan Adanya Ulasan Tersebut Bisa Menambah Wawasan Dan Pengetahuan Anda Semua, Terima Kasih Banyak Atas Kunjungannya.

Artikel Lainnya :

Struktur Sel tumbuhan & Pengertian, Jenis, Karakteristik, Dan Fungsinya

Pengertian Cahaya Penjelasan dan Sifatnya Secara Lengkap

Perubahan Kimia-Sifat Fisika dan Kimia Serta Contohnya Lengkap

Perkembangan Dan Pengertian Teknologi Informasi Serta Komunikasi

GuruSekolah.co.id – Pada kesempatan kali ini akan membahas materi tentang rantai makanan yang juga meliputi Pengertian, Jenis, Contoh Dan Gambarnya Lengkap

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

Gambar Rantai Makanan

Pengertian Rantai Makanan

Rantai Makanan Adalah Merupakan Sebuah Peristiwa Makan Dan Dimakan Antara Sesama Makhluk Hidup Dengan Urutan-Urutan Tertentu. Dalam Suatu Rantai Makanan Terdapat Makhluk Hidup Yang Mempunyai Peran Sebagai Produsen, Konsumen, Dan Sebagai Dekomposer (Pengurai).

Pada Suatu Kejadian Rantai Makanan Terjadi Suatu Proses Makan Dan Dimakan Dalam Suatu Urutan Tertentu. Dan Pada Setiap Tingkat Dari Rantai Makanan Dalam Sebuah Ekosistem Disebut Juga Dengan Tingkat Trofik.

Pada Tingkat Trofik Yang Pertama Yaitu Suatu Organisme Yang Bisa Menghasilkan Atau Membuat Suatu Zat Makanan Sendiri Yakni Tumbuh-Tumbuhan Hijau Bisa Disebut Juga Sebagai Produsen.

Lalu Organisme Yang Menempati Urutan Tingkat Tropik Yang Kedua Yaitu Konsumen  Primer (Konsumen Tingkat I), Konsumen Ini Umumnya Ditempati Oleh Hewan Hewan Herbivora (Pemakan Tmbuhan).

Selanjutnya Organisme Yang Menduduki Urutan Tingkat Tropik Yang Ketiga Disebut Juga Dengan Konsumen Sekunder (Konsumen Tingkat II), Umumnya Ditempati Oleh Hewan-Hewan Carnivora (Hewan Pemakan Daging) Dan Seterusnya.

Dan Organisme Yang Menduduki Tingkat Tropik Tertinggi Atau Yang Terakhir Disebut Juga Dengan Konsumen Puncak, Biasanya Ditempati Oleh Hewan Omnivora.

Jenis Atau Tipe Rantai Makanan

Berdasarkan Organisme Yang Mengawali, Rantai Makanan Ternyata Bisa Dibagi Menjadi Beberapa Tipe. Rantai Perumput, Rantai Detritus, Rantai Parasit, Dan Juga Rantai Saprofit. Berikut Perbedaan Masing-Masing Tipe;

  • A. Rantai Makanan Perumput (Grazing Food Chain)
    Rantai Makanan Yang Satu Ini Paling Sering Ditemui Dan Juga Dikenali. Pada Rantai Makanan Ini Dimulai Dari Tumbuh-Tumbuhan Sebagai Produsen Pada Tingkat Trofik Pertamanya.

Contoh Dari Siklus Rantai Makanan Tentang Yang Satu Ini Yaitu :
Rumput ==> Belalang ==> Burung ==> Ular.

  • B. Rantai Makanan Detritus
    Rantai Makanan Yang Satu Ini Tidak Dimulai Dari Suatu Tumbuhan, Tetapi Dimulai Dari Detritivor. Detritivor Yaitu Suatu Organisme Heterotrof Yang Mendaptkan Energi Dengan Cara Memakan Sisa-Sisa Dari Makhluk Hidup.

Contoh Dari Siklus Rantai Makanan Detritus Yakni : Serpihan Daun (Sampah) ==> Cacing Tanah ==> Ayam ==> Manusia.

Detritus Adalah Fragmen (Hancuran) Dari Organisme (Hewan Dan Tumbuhan) Yang Mati Dan Sisa Organisme Seperti: Kotoran Hewan, Daun, Ranting Yang Gugur Yang Diuraikan Oleh Pengurai (Dekomposer). Kemudian Yang Termasuk Organisme Pemakan Detritus Disebut Detritivor, Misalnya Cacing, Rayap, Keluwing Dan Sebagainya.

  • C. Rantai Makanan Parasit

Parasit Ialah Istilah Untuk Organisme Yang Hidup Dengan Cara Merugikan Organisme Lain (Inang). Ciri Khas Tipe Rantai Makanan Ini Ialah Adanya Organisme Kecil Yang Memangsa Organisme Besar.

Perhatikan Contoh Dari Rantai Makanan Parasit Berikut Ini ;Kerbau (Darah) -> Kutu, ==> Burung Jalak, ==> Elang

  • D. Rantai Makanan Saprofit

Ciri-Ciri Rantai Saprofit Dimulai Dari Penguraian Jasad Mati Makhluk Hidup Oleh Organisme Saprofit. Contoh Dari Organisme Saprofit Ialah Bakteri, Jamur, Dan Lumut Kerak. Saprofit Adalah Merupakan Istilah Bagi Organisme Yang Mampu Mengurai Sisa-Sisa Organisme Yang Telah Mati. Organisme Saprofit Berbeda Dengan Detritifor. Saprofit Mengurai Bahan Organik Sisa Jasad Mati SelanjutnyaMenjadi Bahan Anorganik (Mineral) Yang Diserap Lagi Oleh Tumbuhan.Perhatikan Contoh Rantai Makanan Saprofit Berikut.Kayu Lapuk -> Jamur -> Ayam -> Rubah

Jaring-Jaring Makanan

Dalam Suatu Ekosistem Umumnya Tidak Cuma Terdiri Dari Satu Rantai Makanan, Akan Tetapi Banyak Rantai Makanan. Tumbuhan Hijau Tidak Hanya Dimakan Oleh Satu Organisme Saja, Tetapi Dapat Dimakan Oleh Berbagai Konsumen Primer. Contohnya: Bunga Sepatu Daunnya Dimakan Ulat, Ulat Juga Makan Daun Sawi. Daun Sawi Juga Dimakan Oleh Belalang, Belalang Dimakan Katak Dan Burung Pipit, Burung Pipit Juga Makan Ulat, Burung Pipit Dimakan Burung Elang.

Daun Sawi Juga Dimakan Oleh Tikus, Tikus Juga Dimakan Oleh Burung Elang. Akibatnya, Dalam Suatu Ekosistem Tidak Cuma Terdapat Satu Rantai Makanan Saja Tetapi Banyak Bentuk Rantai Makanan. Rantai-Rantai Makanan Yang Saling Berhubungan Antara Satu Dengan Yang Lainnya Juga Disebut Jaring-Jaring Makanan.

Piramida Ekologi

Piramida Ekologi Yakni Suatu Diagram Piramida Yang Dapat Menggambarkan Hubungan Antara Tingkat Trofik Satu Dengan Tingkat Trofik Lain, Secara Kuantitatif Pada Suatu Ekosistem. Pada Piramida Ini Organisme Yang Menempati Tingkat Trofik Bawah Cenderung Banyak Jumlahnya.

Makin Tinggi Tingkat Trofiknya Jumlah Individunya Semakin Sedikit . Tingkat Trofik Tersebut Terdiri Dari Produsen, Konsumen Primer, Konsumen Sekunder, Konsumen Tertier.

Produsen Selalu Menduduki Tingkat Trofik Pertama Atau Paling Bawah. Sedangkan Herbivora Atau Juga Konsumen Primer Menduduki Tingkat Trofik Kedua, Konsumen Sekunder Menempati Tingkat Trofik Ketiga, Konsumen Tertier Menempati Tingkat Trofik Ke Empat Atau Puncak Piramida.

Baca : Penyakit Tulang : Macam-macam Penyakit Tulang,Gangguan dan Kelainan

Piramida Ekologi Terdiri Atas Piramida Energi, Piramida Biomassa, Dan Juga Piramida Jumlah.

  1. Piramida Energi

Gambar Piramida Energi

Piramida Energi Ialah Piramida Yang Menggambarkan Hilangnya Energi Pada Saat Perpindahan Energi Makanan Di Setiap Tingkat Trofik Dalam Suatu Ekosistem.

Pada Piramida Energi Tidak Cuma Jumlah Total Energi Yang Digunakan Organisme Pada Setiap Taraf Trofik Rantai Makanan Tetapi Juga Menyangkut Peranan Berbagai Organisme Di Dalam Transfer Energi .

Dalam Penggunaan Energi, Makin Tinggi Tingkat Trofiknya Maka Makin Efisien Penggunaannya. Namun Panas Yang Dilepaskan Pada Proses Tranfer Energi Menjadi Lebih Besar.

Hilangnya Panas Pada Proses Respirasi Juga Menjadi Semakin  Meningkat Dari Organisme Yang Taraf Trofiknya Rendah Ke Organisme Yang Taraf Trofiknya Lebih Tinggi.

Sedangkan Untuk Produktivitasnya, Makin Ke Puncak Tingkat Trofik Makin Sedikit, Sehingga Energi Yang Tersimpan Semakin Sedikit Juga. Energi Dalam Piramida Energi Dinyatakan Dalam Kalori Per Satuan Luas Per Satuan Waktu.

  1. Piramida Biomassa

Gambar Piramida Biomassa

Piramida Biomassa Yakni Suatu Piramida Yang Menggambarkan Berkurangnya Transfer Energi Pada Setiap Tingkat Trofik Dalam Suatu Ekosistem. Pada Piramida Biomassa Ini, Setiap Tingkat Trofik Menunjukkan Berat Kering Dari Seluruh Organisme Di Tingkat Trofik Yang Bisa Dinyatakan Dalam Gram/M2. Umumnya Bentuk Piramida Biomassa Akan Lebih Mengecil Ke Arah Puncak, Karena Perpindahan Energi Antara Tingkat Trofik Tidak Efisien. Tetapi Piramida Biomassa Dapat Berbentuk Terbalik.

Pada Lautan Terbuka Produsennya Ialah Fitoplankton Mikroskopik, Dan Yang Menjadi Konsumennya Ialah Makhluk Mikroskopik Sampai Dengan Makhluk Besar Seperti Misal Paus Biru Dimana Biomassa Paus Biru Melebihi Produsennya. Puncak Piramida Biomassa Mempunyai Biomassa Terendah Yang Berarti Jumlah Individunya Sedikit, Dan Juga Umumnya Individu Karnivora Pada Puncak Piramida Bertubuh Besar.

  1. Piramida Jumlah

Gambar Piramida Jumlah

Piramida Jumlah Yakni  Suatu Piramida Yang Menggambarkan Jumlah Individu Pada Setiap Tingkat Trofik Dalam Suatu Ekosistem.

Piramida Jumlah Pada Umumnya Memiliki Bentuk Menyempit Ke Atas. Organisme Piramida Jumlah Mulai Dari Tingkat Trofik Terendah Sampai Dengan Puncak Ialah Sama Seperti Piramida Yang Lain Yaitu Produsen, Konsumen Primer Dan Konsumen Sekunder, Dan Konsumen Tertier. Berarti Jumlah Tumbuhan Dalam Taraf Trofik Pertama Lebih Banyak Dari Pada Hewan (Konsumen Primer) Di Taraf Trofik Kedua, Jumlah Organisme Kosumen Sekunder Lebih Sedikit Dari Konsumen Primer, Serta Jumlah Organisme Konsumen Tertier Lebih Sedikit Dibandingkan Organisme Konsumen Sekunder.

Gurusekolah.co.id-Itulah Ulasan Tentang Pengertian Dan Jenis Rantai Makanan Beserta Contohnya Secara Lengkap. Semoga Apa Yang Dijelaskan Diatas Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca Semua. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Isi Pancasila : Pengertian, Fungsi, Makna, Dan Artinya Lengkap

Sarekat Dagang Islam-Sejarah Dan Tujuan Sarekat Islam

Standard Deviasi : Pengertian, Rumus dan Cara Menghitung di Excell

Contoh teks Pengumuman Umum Dan Resmi Lengkap

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan memmbahas makalah tentang Struktur Sel Tumbuhan yang meliputi Pengertian, Jenis, Karakteristik, Dan Fungsinya

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

Gambar Sel Tumbuhan

Pengertian

Sel Tumbuhan Adalah Merupakan Kelompok Sel Eukariotik, Sel Eukariotik Yakni Kelompok Sel Yang Memiliki Materi Genetik (DNA) Yang Dibaluti Atau Juga Dibungkus Oleh Membran. Sel Tumbuhan Memiliki Struktur Yang Khas Dibandingkan Dengan Sel Eukariotik Lainnya.

Perbedaan Yang Paling Mendasar Yakni Bentuk Sel Tumbuhan Yang Kaku. Bentuk Ini Diperoleh Dari Dinding Sel Yang Berada Paling Luar Di Sel Tumbuhan. Dinding Sel Tersusun Atas Senyawa Selulosa, Pektin, Hemiselulosa, Dan Juga Lignin Yang Akan Menguatkan Struktur Tumbuhan.

Walaupun Hewan Dan Tumbuhan Sama-Sama Mempunyai Eukariota, Mereka Berbeda Dalam Fitur Karakteristik Tertentu. Contohnya, Sel Tumbuhan Memiliki Dinding Sel Yang Berkembang Dengan Baik Dan Vakuola Besar, Sedangkan Sel Hewan Tidak Memiliki Struktur Tersebut.

Baca Juga :

Selain Perbedaan Dalam Bentuk Struktur, Di Dalam Sel Hewan Terdapat Sentriol Dan Juga Filamen Tengah Dimana Ini Tidak Ditemui Pada Sel Tumbuhan.

Ciri Khas Sel Tumbuhan Yakni Terdiri Dari Organel Dan Sitoplasma, Dimana Semua Organel (Kecuali Inti Sel Atau Juga Neukleus) Dan Struktur Subselular Yang Ada Di Dalam Sitoplasma Akan Tertutup Oleh Membran Sel Atau Dinding Sel Sebagai Suatu Lapisan Pelindung.Jenis-Jenis Sel Tumbuhan

1. Sel Parenkim

Sel Parenkim Adalah Merupakan Sel Yang Mempunyai Beberapa Fungsi Mulai Dari Penyimpanan, Dukungan Terhadap Fotosintesis, Tempat Berikatnya Floem. Selain Xilem Dan Juga Floem Yang Terikat Dengan Sel Parenkim, Daun Juga Terdiri Atas Sel-Sel Parenkim.

Beberapa Sel Parenkim, Seperti Contoh Pada Epidermis, Mempunyai Fungsi  Untuk Penetrasi Cahaya Dan Juga Mengatur Pertukaran Gas.

Sel Parenkim Mempunyai Dinding Sel Yang Tipis Dan Permeabel Yang Memungkinkan Pengangkutan Molekul Kecil Yang Ada Di Dalamnya.

Sel Parenkim Juga Bisa Tumbuh Menjadi Duri Yang Mencegah Hewan Herbivora Untuk Memakannya. Sel Parenkim Yang Mengandung Banyak Kloroplas Dan Berperan Penting Dalam Proses Fotosintesis Disebut Juga Sel Klorenkim.

Sebagian Besar Sel Parenkim Di Umbi Kentang Dan Kotiledon Dari Biji Kacang-Kacangan Mempunyai Fungsi Penyimpanan.

2.Sel Kolenkim

Sel Kolenkim Hidup Saat Sudah Dewasa Dan Hanya Mempunyai Sebuah Dinding Primer. Sel-Sel Ini Sudah Matang Dan Berasal Dari Meristem Yang Pada Awalnya Seperti Sel Parenkim.

Plastidanya Tidak Berkembang Dan Organel Sekretorik (Retikulum Endoplasma Dan Badan Golgi) Berproliferasi Untuk Dapat Mengeluarkan Dinding Primer Tambahan.

Dinding Ini Tebal Pada Bagian Sudutnya Di Mana Tiga Atau Juga Lebih Sel Saling Bersentuhan Dan Tipis Di Bagian Di Mana Hanya Terdapat Dua Sel Yang Bersentuhan.

Pektin Dan Hemiselulosa Merupakan Kandungan Utama Dinding Sel Kolenkim Dari Tumbuhan Yang Berbiji Terbuka (Angiosperma). Sel Kolenkim Biasanya Cukup Memanjang Dan Juga Melintang.

Tujuannya Ialah Untuk Memberikan Fleksibilitas. Dinding Selnya Tidak Mengandung Lignin Sehingga Menjadi Lebih Kaku.

3.  Sel Sklerenkim

Sel Sklerenkim Ialah Sel Yang Keras Dan Tangguh Yang Memberikan Kekuatan Pada Suatu Tumbuhan. Sel Ini Terdiri Atas Sklereid Dan Juga Serat. Terdapat Dinding Sekunder Yang Mengandung Lignin Sehingga Lebih Kedap Air.

Dengan Begitu, Sel-Sel Ini Tidak Bisa Bertahan Lama Karena Tidak Dapat Melakukan Pertukaran Zat Pada Saat Melakukan Metabolisme. Sel Sklerenkim Biasanya Akan Mati Pada Waktu Tertentu, Sitoplasma Akan Hilang, Dan Akan Meninggalkan Rongga Kosong.

4. Sel Xilem

Sel Xilem alah Sel Yang Mengalami Lignifikasi Pada Dinding Sel. Sel Ini Berfungsi Untuk Bisa Mengangkut Air Dan Juga Zat Hara Dari Tanah (Akar) Menuju Daun Untuk Melakukan Proses Fotosintesis. Sel Xilem Pertama Kali Muncul Pada Tanaman Pada Saat 425 Juta Tahun Yang Lalu.

5. Sel Floem

Sel Floem Ialah Sel Yang Menyusun Jaringan Khusus Untuk MelakukanTransportasi Zat-Zat Makanan Pada Tumbuhan Tingkat Tinggi. Yang Di Transportasikan Adalah Terutama Sukrosa.

Sel Floem Terdiri Atas Dua Jenis Sel Yakni Tabung Saringan Dan Sel Pendamping. Dan Juga Pada Tabung Saringan Tidak ada Inti Sel Dan Ribosom Dan Metabolismenya Diatur Oleh Sel Pendamping.

Sedangkan Sel Pendamping Terhubung Ke Tabung Saringan Melewati Plasmodesmata. Lumut Tidak Mempunyai Floem.

6. Sel Epidermis

Sel Epidermis Tanaman Ialah Sel Parenkim Khusus YangAda Di Seluruh Permukaan Daun, Batang, Dan Juga Akar.

Karakteristik Sel Tumbuhan

Sel Tumbuhan Mempunyai Bagian-Bagian Khusus Yang Membedakannya Dengan Sel Hewan Atau Sel Eukariot Yang Lain. Berikut Ialah Organel Yang Hanya Dimiliki Pada Sel Tumbuhan;

  • Sebuah Vakuola Berukuran Besar Yang Volumenya Dipenuhi Oleh Air Dan Dilapisi Oleh Membran Yang Disebut Juga Tonoplas. Fungsi Dari Tonoplas Ialah Untuk Mempertahankan Sel Turgor, Mengontrol Pergerakan Molekul Antara Sitosol Dan Getah Tumbuhan, Menyimpan Zat-Zat Berguna, Dan Juga Mencerna Limbah Protein Dan Organel.
  • Sebuah Dinding Sel Yang Terdiri Atas Selulosa, Hemiselulosa, Pektin, Dan Beberapa Mengandung Lignin. Dihasilkan Oleh Protoplas Yang Ada Di Luar Membran Sel. Hal Ini Berkebalikan Dengan Dinding Sel Jamur Yang Terbuat Dari Kitin Dan Juga Bakteri Yang Terbuat Dari Peptidoglikan.
  • Jalur Komunikasi Khusus Antar Sel Yang Dikenal Sebagai Plasmodesmata Yang Berupa Pori-Pori Pada Dinding Sel Yang Menghubungkan Antara Plasmalema Di Sel Satu Ke Retikulum Endoplasma Pada Sel Lainnya.
  • Plastida Yang Terdiri Atas Kloroplas, Kromoplas, Dan Juga Leukoplas. Kloroplas Mengandung Klorofil Yang Berfungsi Untuk Menyerap Sinar Matahari Dan Juga Memungkinkan Tanaman Untuk Membuat Makanan Sendiri Dalam Proses Yang Dikenal Sebagai Proses Fotosintesis. Kromoplas Untuk Bisa Melakukan Sintesis Dan Menyimpan Pigmen. Leukoplas Ialah Bagian Plastida Yang Tidak Berwarna Dan Juga Berfungsi Untuk Menyimpan Cadangan Makanan.
  • Pembelahan Sel Yang Dilakukan Dengan Proses Pembentukan Phragmoplas Sebagai Dasarnya.
  • Sel Kelamin Jantan Lumut Dan Pteridophyta, Sikas, Dan Ginkgo Mempunyai Flagela Yang Serupa Dengan Sel Pada Hewan. Akan Tetapi Pada Tumbuhan Yang Lebih Kompleks (Seperti Gymnospermae Dan Tanaman Berbunga) Tidak Diperoleh Flagela Dan Sentriol Yang Biasanya Terdapat Di Dalam Sel Hewan.

Struktur Dan Fungsi Sel Tumbuhan

1. Nukleus (Inti Sel)

Nukleus (Inti Sel) Yakni Organel Sel Yang Sangat Unik Dan Juga Penting, Sebagai Tempat Utama Sel Untuk Dapat Menyimpan Kromosom (Komponen Genetik) Dari Sel Tertentu.

Nukleus Memiliki Fungsi Mengkoordinasi Proses Metabolisme, Misalnya Pemblahan Sel, Pertumbuhan Sel, Serta Sintesis Protein. Inti Dan Isinya Disebut Juga Dengan Nukleoplasma.

2. Plastida (Kloropas)

Plastida (Kloropas) Adalah Merupakan Istilah Kolektif Untuk Organel Yang Memiliki Fungsi Untuk Membawa Pigmen. Kloroplas Memiliki Bentuk Yang Sangat Menonjol Dari Plastida Yang Mempunyai Kandungan Pigmen Klorofil Hijau.

Karena Terdapat Plastida (Kloropas) Yang Mengandung Klorofil Hijau, Maka Tumbuhan Bisa Mampu Menjalani Proses Fotosintesis Dengan Baik Dengan Adanya Air, Sinar Matahari, Dan Juga Karbon Dioksida Untuk Sintesis Makanannya Sendiri.

3. Ribosom

Ribosom Adalah Merupakan Organel Sel Yang Bentuknya Kecil Yakni Berupa Butiran Nukleoprotein. Ribosom Tersusun Dari Sub Unit Besar Dan Sub Unit Kecil, Berisi RNA Ribosom Dan RNAr Dan Protein Yang Ada Di Dalamnya.

Ribosom Dapat Dibedakan Menjadi 2 Jenis Yang Mana Terdapat Di Dalam Sitoplasma, Yakni Ribosom Terikat Dan Ribosom Bebas. Fungsi Utama Dari Ribosom Yakni Memproduksi Dan Mensintesis Zat Protein Yang Ada Dalam Sel.

4. Mitokondria

Mitokondria Adalah Merupakan Organel Besar Yang Berbentuk Bulat Batang Yang Ada Di Dalam Sitoplasma Sel Tumbuhan. Mitokondria Memiliki Manfaat Dalam Memecah Karbohidrat Kompleks Dan Gula Yang Dimanfaatkan.

Mitokondria Mengandung Enzim Tertentu Yang Dapat Berguna Dan Penting Sebagai Pasokan Energi Ke Sel Tumbuhan.

Mitokondria Memiliki Fungsi Sebagai Tempat Respirasi Aerop Dalam Pembentukan ATP Sebagai Sumber Energi. Mitokondria Juga Dikenal Sebagai Pembangkit Tenaga Listrik Pada Sel.

5. Badan Golgi (Aparatus Golgi)

Badan Golgi (Aparatus Golgi) Terdiri Atas Kumpulan Vesikel Pipih Yang Mempunyai Bentuk Sisternae (Berkelok-Kelok) Atau Juga Berbentuk Kantong Pipih.

Badan Golgi Yang Terdapat  Di Dalam Sel Tumbuhan Disebut Juga Diktiosom, Keberadaannya Kebanyakan Didapati Di Dekat Membran Sel.

Fungsi Utama Dari Badan Golgi Yakni Untuk Mengangkat Zat Kimia Di Dalam Dan Keluar Dari Sel, Setelah RE (Retikulum Endoplasma) Mensisntesis Protein Dan Juga Lemak. Badan Golgi Merubah Dan Mempersiakannya Untuk Bisa Mengekspor Keluar Sel.

6. Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma Adalah Merupakan Organel Penghubung Antara Inti (Nukleus) Dengan Sitoplasma Di Dalam Sel Tumbuhan.

Pada Dasarnya Itu Ialah Merupakan Jaringan Interkoneksi, RE Memiliki Kantong Yang Berbelit-Belit. Ada 2 Macam Dari Retikulum Endoplasma Yakni RE Kasar Dan RE Halus.

Struktur Dari Retikulum Endoplasma Hanya Dapat Dilihat Dengan Mikroskop Elektron. Fungsi Dari Retikulum Endoplasma Yakni Sebagai Pengangkut Sintetis Lemak Dan Steroit, Tempat Menyimpan Fospolipid, Steroid, Glikolipid, Dan Juga Menjalankan Detoksifikasi Drug Dan Racun.

7. Vakuola

Vakuola Adalah Merupakan Membran, Sebagai Tempat Penyimpanan Yang Membantu Dalam Mengatur Tekanan Tugor Dari Sel Tumbuhan. Di Dalam Sel Tumbuhan Umumnya Terdapat Lebih Dari Satu Vakuola.

Akan Tetapi Vakuola Menghabiskan Ruang Lebih Besar Daripada Yang Lain, Yang Dapat Menyimpan Berbagai Macam Senyawa Kimia.

Vakuola Mempunyai Fungsi Juga Sebagai Ekskreasi Produk Produk-Produk Limbah Dan Pencernaan Instraselullar Molekul Kompleks.

8. Peroksisom

Peroksisom Adalah Merupakan Organel Sitoplasma Dari Sel Tumbuhan Yang Memiliki Kandungan Enzim Oksidatif Tertentu. Enzim Itu Dipakai Dalam Pemecahan Metabolisme Asam Lemak Menjadi Gula Sederhana.

Fungsi Dari Peroksisom Ialah Memecahkan Asam Lemak Menjadi Gula Dan Juga Membantu Kloropas Dalam Proses Fotorespirasi.

Itulah Ulasan Sel Tumbuhan : Pengertian, Jenis, Karakteristik, Dan Stuktur Beserta Fungsinya Secara Lengkap Tentang Semoga Apa Yang Dijelaskan Tadi Diatas Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca. Terimakasih

Artikel Lainnya :

Perubahan Kimia-Sifat Fisika dan Kimia Serta Contohnya Lengkap

Jaring & Jaring Kubus Dan Unsur-Unsur Kubus Beserta Penjelasannya

Lembaga Ekonomi : Pengertian, Unsur, Ciri, Fungsi, Beserta Contohnya

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas makalah materi tentang Pengertian Cahaya Penjelasan dan Sifatnya Secara Lengkap

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

pengertian cahaya

Dapatkah kamu bisa melihat dan mengamati benda-benda yang ada disekitarmu dalam sebuah kamar yang gelap gulita? Jika kemudian kamu menyalakan sebuah lilin atau senter, apakah kamu melihat semua benda-benda tersebut ? kita bisa melihat suatu objek dikarenakan adanya cahaya.

A. Cahaya dan sifat-sifatnya 

Cahaya adalah salah satu bentuk energi yang banyak sekali manfaatnya. Cahaya bisa berasal dari matahari, lampu, senter, ataupun lainnya. Benda-benda yang bisa mengeluarkan cahaya disebut sumber cahaya. Sumber cahaya yang utama  bagi bumi ialah matahari. 

Apakah sebenarnya cahaya itu?
Menurut seorang fisikawan inggris james clark maxwel (1831-1879), cahaya ialah rambatan gelombang yang dihasilkan oleh suatu gabungan medan listrik dan juga medan magnet.

Gelombang yang ditimbulkan dari gabungan medan listrik dan mmedan magnet tersebut disebut juga gelombang electromagnet.

Cahaya bisa dibedakan menjadi dua, yakni cahaya tampak dan cahaya yang tak tampak. Cahaya tampak ialah cahaya putih yang bisa ditangkap oleh pnca indera penglihatan yaitu mata kita. Cahaya yang tak tampak seperti sinar x, sinar ultra violet, sinar gamma, dan juga sinar infra merah.

1.Cahaya Merambat Lurus 

Pernahkah kamu memperhatikan sebuah cahaya lampu mobil atau juga sepeda motor pada malam hari ? bagaimana cahaya itu bisa merambat ? Tampak lurus,bukan? Begitu juga jika kamu menyalakan sebuah senter dan mengarahkannya ketembok, maka akan semakin nyata bahwa cahaya dapat merambat lurus. Benarkah cahaya bisa merambat lurus? untuk lebih jelasnya, lakukanlah kegiatan ekperimen berikut ini ;

Contoh Gambar Eksperimen Rambatan Cahaya

Baca Juga : Prisma-Rumus Luas,Rumus Volume,Prisma Segitiga Dan Contoh Soalnya

2. Cahaya Menembus Benda Bening 

Benda seperti apakah yang bisa ditembus oleh cahaya ? untuk dapat mengetahuinya,clakukanlah percobaan berikut ini;

Contoh Gambar 1 Eksperimen Rambatan Cahaya

Gelas bening yang kosong bisa meneruskan cahaya senter ke karton secara sempurna. Benda-benda yang bisa meneruskan cahaya secara sempurna disebut dengan benda bening. Contoh benda bening antara lain adalah air jernih dan gelas bening.

Pada geals berisi air sabun, hanya sebagian cahaya yang bisa diteruskan. Cahaya yang tertangkap karton tampak lebih redup. Benda-benda yang bisa meneruskan cahaya tetapi tidak sempurna, disebut juga benda keruh. Contoh lain dari benda keruh antara lain air sabun dan air teh.

Selain benda bening dan benda keruh, ada juga yang disebut dengan benda gelap. Jika cahaya mengenai benda gelap, maka benda tersebut  tidak bisa meneruskan cahaya. Benda gelap cuma memantulkan kembali cahaya tersebut. Dibelakang benda gelap terbentuk sebuah bayangan. Contoh lain dari benda gelap adalah papan, batu, dan tembok.

Baca Juga : Daur Air : Pengertian, Siklus Air, Tahapan, Proses, dan Gambarnya
Cahaya Dapat Dipantulkan

Pemantulan cahaya dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yakni ;

a. Pemantulan baur (pemantulan tidak teratur/pemantulan difus)

Pemantulan baur terjadi apabila jika cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata. Sinar pantul memiliki arah yang tidak beraturan.

b. Pemantulan teratur

Pemantulan teratur terjadi, jika cahaya mengenai permukaan yang rata, licin, dan juga  mengkilap. Sinar pantul mempunyai arah yang teratur. Permukaan yang memiliki sifat pemantulan teratur contohnya cermin.

Cermin dapat memantulkan cahaya, berdasarkan bentuk permukaannya, cermin dibedakan menjadi 3, yakni :

1) Cermin Datar
Cermin datar ialah merupakan cermin yang permukaan bidang pantulnya datar. Pada cermin datar, bayangan tampak terlihat normal, misalnya kaca rias.

Sifat-sifat cermin datar :

  1. Besar dan tinggi bayangan sama dengan ukuran benda tersebut.
  2. Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin itu.
  3. Kenampakan bayangan berlawanan dengan benda.
  4. Cahaya yang datang tegak lurus dengan bidang cermin itu.
  5. Bayangan bersifat semu atau juga maya.

2) Cermin Cembung
Cermin cembung mempunyai permukaan bidang pantul yang melengkung ke arah luar. Misalnya kaca spion mobil atau motor dan juga bagian belakang sendok.

Sifat-sifat cermin cembung :

  1. Bayangan pada cermin cembung bersifat maya, tegak, dan juga lebih kecil dari benda yang sesungguhnya
  2. Divergen, maksudnya menyebarkan pantulan cahaya.
  3. Sifat bayangan tergantung dari jarak benda ke cermin tersebut.


3) Cermin Cekung
Cermin cekung memiliki bidang pantul yang melengkung ke arah dalam. 
Misalnya : lampu mobil bagian dalam (reflektor), lampu senter, dan juga cekungan sendok.

Sifat-sifat dari cermin cekung :

  1. Cermin cekung mengumpulkan berkas cahaya yang dipantulkan  (konvergen).
  2. Sifat bayangan benda tergantung pada letak benda terhadap cermin tersebut. Jika benda dekat dengan cermin cekung, maka bayangan benda bisa bersifat tegak, lebih besar, dan juga maya. Jika benda lebih jauh dengan cermin cekung, maka bayangan benda akan bersifat nyata/sejati dan juga terbalik.

Gurusekolah.co.id-Demikian pembahasan tentang Pengertian Cahaya Penjelasan dan Sifatnya Secara lengkap semoga bermanfaat bagi anda semua. Terimakasih.

Artikel Lainnya :

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran Secara Lengkap

Peninggalan Kerajaan Tarumanegara,Latar Belakang,Lokasi,Dan Kejayaan

Jaring & Jaring Kubus Dan Unsur-Unsur Kubus Beserta Penjelasannya