Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Teks / Paragraf Persuasif – Definisi, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh Secara Lengkap

teks persuasif

Pengertian Teks Persuasif

“Persuasi atau persuasif mempunyai arti menyuruh, mengajak, ataupun membujuk. Sama dengan arti kata tersebut, teks persuasi ialah sebuah teks yang bertujuan agar supaya menyuruh, mengajak, ataupun membujuk semua pembaca untuk mengerjakan sesuatu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh penulis”

Tulisan dari teks persuasif memiliki sifat yang subjektif dikarenakan sebab kandungan isinya ialah pandangan pribadi dari seorang penulis tentang sebuah  topik bahasan atau pemikiran. Oleh karena itu, sering sekali dijumpai pada teks persuasi adanya data pendukung lain sebagai pendukung tulisan itu sendiri, sampai akhirnya pembaca tak ragu lagi untuk melakukan apa yang ditulis atau dituangkan oleh seorang penulis.

Baca Juga :  Pengertian Senam – Sejarah, Jenis-Jenis Dan Manfaat Secara Lengkap

Syarat-Syarat Dari Paragraf Persuasif

Syarat-syarat yang ada dalam paragraf persuasi ialah sebagai berikut :

  1. Pilihan Dalam Kalimat

Sesuatu hal yang kuat yang terdapat pada teks persuasi yakni pada kata-katanya. Sebaiknya, pada saat menulis teks persuasi mesti dipilih kata yang tepat dan juga menarik.

  1. Kemampuan Mengolah Emosi Pembaca

Seterusnya, mesti dapat membuat emosi pembaca, dalam hal ini  penulis dapat menggelorakan ataupun menahan emosi pembaca dari tulisan yang telah di buat, khususnya pada teks persuasi politik maupun dalam hal propaganda.

  1. Bukti / Fakta

Suatu bukti maupun fakta dapat memperkuat gagasan yang ditulis dalam teks persuasi tersebut. Agar yang membaca bisa mempercayai isi yang ditulis atau disampaikan.

Ciri – Ciri Paragraf / Teks Persuasif

  1. Pada isinya mengandung fakta dan juga bukti yang kuat yang pada kalimatnya dapat mempengaruhi dalam bentuk suatu bujukan maupun ajakan.
  2. Pada tulisannya mempunyai tujuan untuk mendorong dan juga mempengaruhi suatu hal.
  3. Dalam kalimatnya bahasa yanag digunakan menarik provokatif dan juga membuat antusias, hal tersebut dibuat panulis agar pembaca menjadi lebih yakin.
  4. Dengan penjelasan yang menarik dari penulis membuat pembaca menjadi semakin percaya
  5. Berusaha agar menciptakan penyesuaian dan kesepakatan antara kepercayaan penulis dengan pembaca
  6. Berusaha agar menghindari konflik, ini dilakukan agar kesepakatan terjadi kepada pembaca
  7. Fakta dan juga data ditampilkan untuk agar argumentasi semakin kuat.

Baca Juga : Daur Hidup Lalat – Tahapan Dan Faktor Yang Mempengaruhi dan Penjelasannya [Lengkap]

Kaidah Bahasa Paragraf / Teks Persuasif

  1. Kata yang dipakai berupa bujukan (harus, pantas, penting,).
  2. Kata kerja yang dipakai adalah imperatif (hendaknya, waspadalah, jadikanlah,)
  3. Didalamnya terdapat kata-kata teknis dan juga peristilahan yang berkenaan dengan topik pembahasan
  4. Kata penghubung yang dipakai berupa kata yang argumentatif (demikian, sebab, akibatnya, oleh karena itu, jika, karena, dengan, dll).

Jenis Paragraf / Teks Persuasif

Dari bentuk paragraf / Teks persuasif, jadi paragraf persuasif dapt di golongkan beberapa jenis yaitu :

  1. Persuasi politik

Persuasi politik sesuai dengan namanya yang di pakai dalam hal bidang politik sangat erat kaitannya dengan bidang politik dan kenegaraan. Para ahli politik umumnya dan juga kenegaraan menggunakan pesuasi jenis politik ini tentunya sebagai keperluan politik dan juga negara.

  1. Persuasi pendidikan

Persuasi pendidikan dugunakan oleh orang – orang yang berkutat dalam bidang pendidikan agar  tujuan tentang pendidikan dapat tersampaikan. Misalnya para guru sekolah yang memakai jenis persuasi ini untuk mempengaruhi para siswanya agar rajin dan giat belajar, rajin membaca, dan lain sebagainya.

  1. Persuasi Advertensi

Persuasi jenis ini berupa iklan / advertensi, dalam bidang usaha sangat diperlukan sekali yang mempunyai tujuan untuk mempromosikan jasa atau barang. Pada persuasi jenis ini isinya dapat membuat konsumen menjadi membeli barang atau jasa yang ditawarkan.

  1. Persuasi Propaganda

Pada persuasi ini, objek menjadi fokus yang akan disampaikan oleh penulis. Tujuan dari persuasi ini bukan hanya untuk menghentikan penyebaran informasi akan tetapi agar pembaca sadar untuk melakukan sesuatu hal.

Baca Juga :Integrasi Sosial : Pengertian, Bentuk, Faktor Pendorong, Faktor Penghambat Beserta Prosesnya Secara Lengkap

Contoh Teks Persuasi

Hindari Berita Bohong / Hoax

Alinea / Baris Pembuka

Hoax atau berita bohong sangat berbahaya sekali bagi kehidupan masyarakat yang berbangsa dan bernegara seperti di tanah air kita negara besar Indonesia yang mempunyai adat ketimuran

Alinea / Baris Penjelas

Banyak contoh dari bangsa – bangsa timur tengah yang termakan isu hoax / bohonng yang membenturkan antara agama dan juga berbangsa. Tidak kunjung reda konflik-konflik tersebut terus berkepanjangan akan tetapi tidak satupun hal positif yang dapat di petik dari konflik itu. menang jadi abu sedangkan kalah jadi arang, sama-sama rugi semua.

Alinea / Baris Penutup

Dampak negatif yang ditimbulkan begitu besar, Maka waspadalah jangan mau Indonesia menjadi negara yang hancur berikutnya. hindari hoax/berita bohong dan jangan kita merasa paling benar sendiri, hargai lawan bicara kita atau seseorang yang memiliki beda pendapat. Yakinlah bahwa perang saudara itu tidak membuatmu nyaman seperti yang kita jalani sekarang ini misalnya bebas beribadah, bergaul, sekolah, dan lain sebagainya.

Itulah penjelasan tentang  “ Teks / Paragraf Persuasif – Definisi, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh Secara Lengkap ” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Paragraf / Teks Eksposisi – Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis, Beserta Contohnya Lengkap

Zakat : Pengertian, Hukum, Syarat, Macam-Macam Beserta Cara Menghitung Zakat Secara Lengkap

Tulang Betis- Pengertian, Fungsi, Beserta Cara Menjaga Kesehatannya

Simbiosis Komensalisme – Pengertian, Penjelasan, Beserta Contohnya Lengkap

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Klausa : Pengertian, Ciri, Unsur, Jenis Beserta Contoh Secara Lengkap

klausa

Pengertian Klausa

Dalam tata bahasa pengertian dari klasa adalah sebuah kelompok kata yang terdiri atas subjek dan juga predikat. Klausa juga dapat diartikan sebagai satuan yang ada didalam bahasa terdiri atas beberapa kata yang mengandung subjek maupun predikat dan memiliki potensi untuk menjadi kalimat.

Klausa dapat dikatakan hampir sama dengan kalimat dan juga berpotensi menjadi kalimat, hanya saja perbedaan diantara keduanya antara klausa dan kalimat ialah pada intonasi dan tanda baca  yang terdapat dalam klausa. Didalam teori, unsur atau inti dari klausa ialah ada Subjek (S) dan juga ada Predikat (P), akan tetapi dalam pelaksanaanya, kadang unsur subjek menjadi hilang sehingga tidak tertulis, namun tetap dapat ditemukan secara eksplisit.

Ciri – Ciri Klausa

Dibawah ini beberapa ciri yang terdapat dalam klausa diantaranya sebagai berikut :

  • Mempunyai subjek baik secara tertulis maupun tidak tertulis.
  • Ada predikat
  • Tidak mempunyai intonasi didalamnya dan juga tidak diakhiri dengan tanda baca.

Baca Juga : Teks Anekdot : Pengertian, Struktur, Ciri, Kaidah Beserta Contohnya Lengkap

Unsur – Unsur Klausa

Secara garis besar, klausa itu sendiri dapat dibedakan menjadi 2 yakni unsur inti dan tidak inti.

1.  Unsur inti klausa adalah subjek (S) dan predikat (P)

2.  Unsur yang bukan inti klausa adalah objek (O), pelengkap (Pel), keterangan (K).

Subjek dan Predikat

Subjek ialah bagian dari klausa yang berupa nomina atau frase nominal yang menandai apa yang ungkapkan oleh seorang pembicara.

Predikat ialah merupakan bagian yang terdapat dalam klausa yang menandai apa yang diungkapkan oleh pembicara tentang subjek tersebut. Subjek dapat berwujud dalam bentuk nomina, ajektiva, numeralia, pronominal, verba, atau frase preposisional.

Didalam klausa subjek mendahului didepan predikat. Ciri dari predikat yang terletak dibelakang subjek, ditandai dengan afiks misalnya ber-, me-, ini seperti didalam predikat verbal.

Contoh : “Fandi Penulis”

Fandi sebagai subjek dan Penulis sebagai predikat. Memperhatikan urutannya S terletak di depan P, atau S mendahului P. Subjek klausan di atas yaitu Fandi termasuk leksem yang takrif. Sebaliknya apabila dibalik menjadi Penulis Fandi, ini bukanlah klausa. Kata Penulis bukan nomina takrif, dan agar menduduki fungsi S, kata Penulis harus diikuti demonstrativa itu, sehingga menjadi Penulis itu Fandi.

Objek

Objek ialah bagian yang terdapat didalam klausa yang berupa nomina maupun frasa nomina yang melengkapi verba transitif. Objek yang dikenai perbuatan disebut didalam predikat verbal. Objek dapat dibagi menjadi objek langsung dan juga objek tidak langsung.

Objek langsung ialah objek yang langsung dikenai perbuatan yang disebutkan didalam predikat verbal, kemudian objek tak langsung ialah objek yang menjadi penerimaan atau yang diuntungkan oleh perbuatan yang terdapat didalam predikat verbal.

Contoh objek langsung:

  • Ibu sedang memasak sayur
  • adik membawa makanan

Sayur pada contoh diatas merupakan objek bagi verba memasak dan makanan menjadi objek bagi verba membawa

Contoh objek tak langsung:

  • Ibu sedang memasakan sayur untuk kita semua
  • adik membawakan makanan untuk ayah

Kata semua objek tak langsung bagi verba memasakan, sedangkan untuk ayah objek tak langsung bagi verba membawakan.

Pelengkap 

Klausa pelengkap ialah klausa yang terdiri dari nomina, ajektiva, frasa nominal, atau frasa adjektival yang merupakan bagian dari predikat verbal, seperti contoh :

  • Adikku menjadi tentara
  • Kamu dianggap patung
  • Kakak menari Jawa
  • Bibi berdagang kain

Keterangan 

Keterangan ialah yang menjadi bagian dari luar inti, yang memiliki fungsi meluaskan atau juga membatasi makna subjek maupun makna predikat. Berikut dibawah ini dijelaskan secara singkat semua dari keterangan yang ada dalam bahasa indonesia. Contoh kata keterangan yang ada diantaranya yakni :

  • Keterangan akibat: penjahat itu dihukum mati
  • Keterangan sebab: karena sakit, adi tidak jadi berlibur
  • Keterangan jumlah: seperti pinang di belah dua
  • Keterangan alat: didorong dengan mesin pendorong
  • Keterangan cara: diterima dengan sopan, disetujui dengan rembukan
  • Keterangan subjek: guru yang baik, rumah yang bersih, anak yang rajin
  • Keterangan syarat: tolonglah kalau kau bisa, angkatlah bila kuat
  • Keterangan objek: mencari pengusaha yang jujur, menjadi istri yang baik
  • Keterangan tujuan: bekerja untuk hidup, makan demi kesehatan
  • Keterangan tempat: datang dari Timur pergi ke Bandung
  • Keterangan waktu : ditunggu sampai besok pagi, berangkat masih malam
  • Keterangan perlawanan : meskipun lambat, selesai juga dilakukannya
  • Keterangan kualitas: berlari bagai jet terbang, menggelegar seperti guruh
  • Keterangan modalitas: tidak mungkin itu terjadi, mustahil ia berbohong
  • Keterangan pewatas: keterangan lebih lanjut, diceritakan lebih detail

perbedaan klausa&kalimat

Baca Juga : Daur Hidup Lalat – Tahapan Dan Faktor Yang Mempengaruhi dan Penjelasannya [Lengkap]

Jenis Klausa

Jenis Klausa berdasarkan strukturnya

Klausa bebas

Klausa bebas ialah klausa yang mempunyai potensi untuk menjadi sebuah kalimat

Contoh klausa bebas, diantaranya yakni :

  • Aku harus pergi
  • Kakak menangis
  • Ibu sangat marah

Klausa terikat

Klausa terikat ialah klausa yang tidak mempunyai potensi untuk menjadi sebuah kalimat, meskipun penulisannya diawali oleh huruf besar atau kapital dan diakhiri oleh tanda baca.

Contoh klausa terikat, diantaranya yakni :

  • Supaya mereka sadar
  • Ketika ayah tidur
  • Dekat kantor kecamatan

Jenis Klausa berdasarkan fungsinya

Klausa subjek

Klausa subjek ialah klausa yang memiliki kedudukan sebagai subjek dalam sebuah kalimat. Contoh klausa subjek, yakni : Ternyata kakak sedang membaca buku tersebut.

Klausa objek

Klausa Objek ialah klausa yang memiliki kedudukan sebagai objek dalam sebuah kalimat. Contoh klausa objek, yakni: Bibi sedang menyusun daftar dagangan.

Klausa keterangan

Klausa keterangan ialah klausa yang memiliki kedudukan sebagai keterangan dalam sebuah kalimat. Contoh klausa keterangan, yakni : Karena sakit, Agung tidak bisa pergi sekolah.

Klausa pelengkap

Klausa pelengkap ialah klausa yang berkedudukan sebagai pelengkap dalam sebuah kalimat. Contoh klausa pelengkap, yakni: Kamu dianggap telah mati.

Jenis Klausa berdasarkan kelengkapan unsurnya

Klausa lengkap

Klausa lengkap ialah klausa yang mempunyai unsur Subjek (S) dan juga Predikat (P).

Contoh klausa lengkap, yakni :

  • Kalian sedang bekerja
  • Bibi memasak
  • Kakak sekolah hari ini

Klausa tidak lengkap

Klausa tak lengkap ialah jenis klausa yang hanya mempunyai unsur Predikat (P) tanpa Subjek.

Contoh klausa tak lengkap, yakni :

  • terpaksa berhenti dari sekolahnya
  • sudah datang dari tadi pagi
  • sedang membuat makanan

Baca Juga : Puisi Baru – Pengertian, Jenis, Bentuk, Beserta Penjelasan Dan Contoh Secara Lengkap

Jenis Klausa berdasarkan kata negatifnya

Klausa negatif

Klausa negatif ialah klausa yang mempunyai kata negatif. Misalnya ”jangan”, “tidak”,”bukan”, dan lainnya. Sehingga predikatnya memiliki sifat negatif. Contohnya klausa negatif, yakni :

  • Ibu belum pergi
  • Bukan Dia yang melakukannya

Klausa positif

Klausa positif ialah klausa yang tidak mempunyai kata negatif sehingga predikatnya memiliki sifat positif. Contoh klausa positif, yakni :

  • Kamu berhasil melakukannya
  • Kalian sudah menjadi anggota

Jenis Klausa berdasarkan fungsi predikatnya

Klausa verbal

Klausa verbal ialah klausa yang predikatnya berwujud kata kerja. Contoh klausa verbal, yakni :

  • Dia berlari
  • Paman membaca

Klausa nominal

Klausa nominal ialah klausa yang predikatnya berwujud kata benda. Contoh klausa nominal, yakni :

  • Bibinya seorang guru
  • Andi siswa SMK

Klausa adjectival

Klausa adjektival ialah klausa yang disusun dari kata sifat. Contoh klausa adjektival, yakni :

  • Sendal yang mahal
  • Rajin sekali

Klausa preposisional

Klausa preposisional ialah, klausa yang predikatnya adalah frasa dari kata depan (preposisi). Contoh klausa preposisional, yakni:

  • dari pasar pagi
  • menuju ke sekolah

Klausa numeral

Klausa numeral ialah klausa yang predikatnya berwujud kata atau frasa numeral (bilangan). Contoh klausa numeral, yakni:

  • Lima juta sebulan
  • Empat kali sehari

Itulah penjelasan tentang  “ Klausa : Pengertian, Ciri, Unsur, Jenis Beserta Contoh Secara Lengkap ” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Bola Basket-Pengertian,Tujuan,Teknik,Peraturan dan Cara Bermain

Prinsip Geografi : Persebaran, Interelasi, Deskripsi, Beserta Korologi

Trombosit : Pengertian,Gejala,Ciri-Ciri,Dan Penyebabnya

Fungsi SIUP – Pengertian, Jenis, Manfaat, Persyaratan,Prosedur Beserta Contohnya

 …

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Paragraf / Teks Eksposisi – Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis, Beserta Contohnya Lengkap

Paragraf Eksposisi

Pengertian / Definisi Paragraf Eksposisi

Apakah kalian sudah mengetahui apa itu paragraph eksposisi ? Paragraf eksposisi ialah paragraph yang kandungan isi didalamnya memuat berbagai macam informasi. Informasi yang dipaparkan didalam sebuah paragraph bertujuan agar materi atau objek dapat dijelaskan secara padat, singkat, dan juga akurat.

Ciri – Ciri Paragraf Eksposisi

Ada beberapa ciri – ciri yang dapat kita ketahui tentang sebuah paragraph eksposisi, diantaranya antara laian :

  • Gaya penulisan yang ada didalam paragraph eksposisi bersifat mengajak dan tidak terlalu mempengaruhi pembaca
  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku dan disampaikan secara jelas dan lugas
  • Isi yang dijabarkan bersifat informative
  • Isi dari paragraph tidak memaksa maupun memihak kepada kehendak dari pembacanya
  • Sifat dari paragraph karangan ini objektif tetapi tidak netral
  • Data – data yang diberikan adalah data yang akurat
  • Isi dari karangan paragraph untuk mengungkap fakta yang selanjutnya dipakai sebagai kontribusi dan konkritasi

Struktur Paragraf Eksposisi

Dibawah ini beberapa struktur dari paragraph eksposisi, ialah :

1. Tesis / Pernyataan Pendapat

Dikalangan mahasiswa/wi, tesis sudah tidak asing lagi dikarenakan tesis ini digunakan sebagai salah satu tolak ukur pada saat ujian akhir yang dijalani oleh mahasiswa/wi pascasarjana.

Tesis ialah merupakan isi dari sudut pandang seorang penulis terhadap masalah yang akan dibahas didalamnya. Bentuk dari tesis dapat berupa pertanyaan yang didalamnya diperkuat olleh pendapat atau argumentasi

Perlu kita bersama ketahui bahwa bagian dari sudut pandang tersebut sangat penting, karena memiliki tujuan agar paragraph / teks eksposisi muncul diawal paragraph. Namun dapat pula dibuat atau ditempatkan diakhir paragaraf.

2. Argumentasi

Argumentasi / pendapat ialah alas an yang dibuat sebagai bukti agar memperkuat sebuah pendapat yang ada didalam tesis. Akan tetapi, pada kehidupan sehari-hari argument dipakai seseor untuk menolak atau menyanggah sebuah pernyataan. Argument dapat bersifat pernyataan umum atau juga dari sejumlah data yang diteliti oleh para ahlinya dengan hasil yang akurat dan terjamin.

3. Penegasan Ulang

Penegasan ulang dari sebuah pendapat , merupakan kesimpulan dari sebuah tesis yang ditegaskan kembali dari pemaparan yang sudah dijelaskan didalam paragraph sebelumnya.

Baca Juga : Pengertian Seni Sastra – Ciri, Fungsi, Jenis-Jenis, Unsur & Manfaatnya Lengkap

Jenis – Jenis Paragraf Eksposisi

Ada beberapa dari jenis paragraph eksposisi, antara lain sebagai berikut :

  • Paragraf / Teks eksposisi Definisi

Paragraf eksposisi Definisi, ialah jenis dari sebuah paragraph yang isinya menjelaskan tantang penjelasan / pengertian dari sebuah topik tertentu dari sebuah pembahasan.

  • Paragraf / Teks eksposisi Proses

Paragraf eksposisi Proses, ialah rangkaian dari sebuah tahapan tentang suatu kejadian atau peristiwa dimulai dari awal sampai akhir.

  • Paragraf / Teks eksposisi Ilustrasi

Paragraf eksposisi Ilustrasi, ialah pemaparan dari sebuah paragraph yang berisikan suatu informasi atau keterangan tertentu. Didalamnya dijelaskan mengenai gambaran / keterangan singkat dari sebuah topik lain yang mempunyai kemiripan / kesamaan sifat dengan topik lainnya

  • Paragraf / Teks eksposisi Laporan

Paragraf eksposisi Laporan, ialah paragraph yang isinya menjelaskan mengenai sebuah kejadian atau sebuah penelitian

  • Paragraf / Teks eksposisi Perbandingan

Paragraf eksposisi Perbandingan, ialah suatu paragraph yang isinya adalah sebuah gagasan utama yang dipaparkan memakai perbandingan dengan sebuah paragraph lainnnya.

  • Paragraf / Teks eksposisi Pertentangan

Paragraf eksposisi Pertentangan, ialah sebuah paragraph karangan yang isi didalamnya mengenai pertentangan sesuatu hal atau pembahasan dengan isi sebuah paragraph karangan lainnnya

Contoh Paragraf Eksposisi ilustrasi

Baca Juga : Simbiosis Komensalisme – Pengertian, Penjelasan, Beserta Contohnya Lengkap

Contoh Paragraf Eksposisi

Tesis :

“Hukum  yang digunakan di indonesia semestinya telah berjalan seperti perundang – undangan yang berlaku, selanjutnya mesti di tegaskan kembali dan terus menerus kepada para pelaku kejahatan. Akan tetapi, kerap kali ketidakadilan terjadi di indonesia mengenai perihal hukum. Banyak dari beberapa orang telah dirugikan atas ketidak adilan hukum yang mana hukum seringkali tajam kebawah namun tumpul keatas”.

Argumentasi :

“Telah menjadi rahasia umum, bahwa pelaku kejahatan misalnya koruptor milyaran rupiah yang memiliki kekuasaan atau materi yang banyak mendapatkan hukuman yang cukup ringan, fasilitas yang diberikan didalam sel penjara sangat mewah. Sedangkan, sering kali kita melihat dan mendengar berita bahwa ada seorang nenek yang diduga mengambil kayu bakar hanya untuk sebagai alat masak didapur mendapatkan hukuman yang begitu berat, sampai kemudian didakwa hukuman beberapa tahun. Namun jrang sekali atau bahkan tidak pernah seorang koruptor di hajar masa atau di arak di jalan karena perbuatanya mencuri uang negara”.

Penegasan Ulang :

“Untuk itu hukum di negara kita indonesia bisa di katakan tegas untuk kalangan rakyat kecil seperti pada kasus yang pernah terjadi oleh seorang nenek Asyani. Hal ini disebabkan nenek tersebut hanya mencuri kayu. Akan tetapi hukuman yang diterima selama lima tahun di dalam sel penjara. Ini begitu menoreh hati banyak orang karena keadilan belum bisa di tegakan se adil – adilnya dengan perbandingan yang terjadi dengan kasus para koruptor. Memang pada kedua kasus tersebut bukanlah hal yang terpuji dan dicontoh, karena perbuatan mencuru adalah perbuatan yang salah di mata hukum”.

Itulah penjelasan tentang  “ Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Paragraf / Teks Eksposisi – Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis, Beserta Contohnya Lengkap ” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Etnosentrisme – Pengertian, Penyebab, Dampak Beserta Contoh Lengkap

Tugas Dan Wewenang Presiden dan Wakil Presiden Secara Lengkap

Paragraf : Pengertian dan Macam – Macamnya Lengkap

Jenis-Jenis Tanda Baca – Fungsi Beserta Contoh Penggunaannya

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Pengertian Seni Sastra – Cirinya, Fungsinya, Jenis-Jenisnya, Unsur Beserta Manfaat Secara Lengkap

seni sastra

Pengertiannya

Berdasarkan definisi yang tertulis didalam Kamus yang Besar Bahasa Indonesia bahwa Seni sastra dicirikan menjadi 3 point, yakni sebagai berikut,

– Seni Sastranya

Yang merupakan gabungan dari dua kata yaitu seni dan juga sastra yang mana masing dari kata itu memiliki arti tersendiri adapun artinya yakni, Seni yang artinya sebuah ungkapan perasaan manusia yang mempunyai nilai-nilai keindahan dan Sastra yakni melambangkan kata serapan yang berasal dari Bahasa Sanksekerta yaitu berarti pedoman, pedoman atau perintah yang berupa kata maupun dengan suara. Maka kesimpulannya adalah senii sastra merupakan ungkapan perasaan manusia yang berasal dari tulisan atau cerita yang mempunyai nilai-nilai keindahan.

– Seni Sastra atau juga Kesusastraan

ialah suatu tulisan maupun cerita yang memiliki nilai seni dan budaya yang menyajikan keindahan bertutur bahasa untuk memberi pesan makna-makna yang khusus

– Sastra

Sastra merupakan bahasa yang digunakan dalam kitab yang bukan menjadi Bahasa sehari-hari.Kemudian sastra dapat artikan sebagai karya tulis yang apabila dibandingkan dengan tulisan lain memiliki berbagai keunggulan, seperti keartistikan, keaslian, dan keindahan dalam isi dan juga ungkapannya.

Baca Juga : Karangan – Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis-Jenis, Langkah Beserta Contoh Lengkap

Ciri-Cirinya

Seni Sastra ini memiliki ciri-ciri nya tersendiri, adapun ciri-ciri dari seni sastra yakni :

  • Seni sastra berupa bahasa

Seni sastra berupa bahasa yakni sastra berbentuk kata-kata, ungkapan dan cerita maupun gaya bahasa.

  • Seni sastra berupa ungkapan perasaan

Seni sastra berupa ungkapan perasaan, yakni sastra berbentuk buku, kitab, tulisan maupun karangan.

  • Seni sastra yang disajikan dalam gagasan atau nilai

Seni sastra yang tertuang dalam gagasan atau nilai, yakni sastra berupa pedoman, perintah, ajaran, dan pendidikan.

Fungsi Seni sastra

Berikut ini merupakan fungsi dari seni sastra, diantaranya :

  • Penyampai Kritik

terdapat karya sastra yang memang sengaja dibuat sebagai sarana menyampaikan kritik baik itu kritik ekonomi, sosial, politik dan lain sejenisnya. Hal ini memiliki tujuan agar penikmat sastra memiliki kesadaran mengenai kritik tersebut dan menindaklanjutinya.

  • Menumbuhkan Rasa Nasionalisme

Adapula sastra yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme melalui sugesti yang dibangkitkan dari dalam diri penikmatnya kemudian sugesti tersebut diperkuat dengan penanaman nilai-nilai serta semangat kebangsaan & nasionalisme

  • Penyampai Pesan Moral

Dalam sebuah karya sastra terkandang mengandung pesan moral dibeberapa bagian misalnya pada awal, tengah dan akhir. Adapun pesan moral itu ada yang disampaikan secara terang-terangan dan ada yang sembunyi-sembunyi, Bertujuan agar penikmat karya sastra tersebut memiliki pandangan atau akan berperilaku seperti ajakan pembuat karya sastra.

  • Melestarikan Budaya

Selain itu, Sastra juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya yaitu budaya yang berasal dari lisan kemudian diabadikan melalui tulisan.

  • Sarana Pendidikan

Secara tidak langsung, penikmat sastra sedang mempelajari nilai, norma dan ajaran budi pekerti luhur.

Manfaat Seni Sastra

  • Menunjukkan kenyataan hidup melalui kisah yang buat.
  • Memperkaya rohani penikmatnya.
  • Karya sastra suatu negara juga dapat terkenal di negara lain. Karya sastra juga akan tetap hidup meski telah ditulis berabad-abad yang lalu.
  • Karena bahasa yang menarik biasanya karya sastra akan menggunakan kalimat yang santun serta sopan yang membuatnya akan melekat pada penikmat sastra tersebut.

Baca Juga :Macam-Macam Puisi Lengkap (Puisi model lama dan Puisi model baru)

Unsur-Unsur Seni Sastra

Terdapat beberapa unsur dari seni sastra ini, diantaranya:

Unsur Instrinsik Seni Sastra

Unsur – unsur instrinsik seni sastra diantaranya:

  • Tema, yang merupakan pokok persoalan yang ada dalam cerita.
  • Amanat, yakni pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca.
  • Karakter/perwatakan, yaitu tokoh dalam cerita.
  • Konflik, yakni permasalahan yang dialami oleh karaktek dalam cerita.
  • Setting/latar, yakni merupakan keterangan tempat, waktu, dan suasana.
  • Plot/alur, yakni jalan cerita dalam karya sastra.
  • Simbol, yakni penggunaan karya sastra untuk mewakili suatu hal-hal yang abstrak.
  • Sudut pandang, yakni merupakan penggambaran karakter tokoh oleh penulis dalam cerita.

Jenis-Jenis Seni Sastra

Jenis – jenis seni sastra diantaranya:

Prosa

Prosa yakni merupakan karya sastra yang berupa uraian yang telah dikemas mengunakan bahasa yang bebas yang tidak terikat dengan diksi, rima, irama dan kemerduan bunyi atau kaidah serta pedoman kesusastraan lainnya.

Prosa umumnya dipakai untuk majalah, novel, ensiklopedia, surat kabar dan jenis media lainnya. Prosa dibagi menjadi 4 jenis, yakni : yaitu:

  1. Prosa eksposisi
  2. Prosa argumentasi
  3. Prosa naratif
  4. Prosa deskriptif

Prosa juga memiliki 2 bentuk, yakni :

1. Roman
Roman yang merupakan cerita yang mengisahkan tokoh secara keseluruhan.

2.Novel
Novel yakni cerita yang mengisahkan kehidupan dari tokoh.

Puisi

Puisi yakni merupakan karya sastra yang diuraikan menggunakan kata pilihan. Puisi juga dapat menimbulkan kecenderungan bagi seseorang untuk meningkatkan kesadarannya melalui bahasa yang bermakna khusus. Contoh : sajak, pantun dan balada.

jenis seni sastra

Berdasarkan isinya, seni sastra dibagi menjadi 4 yakni :

1.Epik

Epik merupakan karangan yang melukiskan sesuatu dengan objektif yang tidak mengikuti pikiran dan perasaan pribadi.

2. Lirik

Lirik yakni merupakan karangan yang berbentuk curahan perasaan seorang pengarang.

3. Didaktif

Didaktif yakni merupakan karya sastra yang mengandung pesan moral, tata krama, agama dan lain-lain.

4. Dramatik

Dramatik yakni merupakan karya sastra yang di dalamnya terkandung suatu kejadian yang melukiskan gambaran yang berlebihan.

Berdasarkan dari sejarah yang ada, karya sastra dapat dibagi menjadi 2 yakni :

1.Sastra Lama

Sastra lama, karya sastra yang dihasilkan oleh sastrawan yang berada pada zaman kerajaan.

2. Sastra Modern

Sastra modern, sastra yang berkembang dalam kehidupan masyarakat modern.

Itulah penjelasan tentang  “Pengertian Seni Sastra – Ciri-ciri, Fungsi, Jenis-Jenis, Unsur Beserta Manfaat Secara Lengkap” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Surat Pembaca : Pengertian, Ciri, Fungsi, Tujuan, Cara Menulis Beserta Contoh Secara Lengkap

Surat Pembaca

Surat adalah salah satu alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan dari seseorang untuk orang lain. Biasanya surat berisi pemberitahuan, perintah, pernyataan, permintaan, permohonan atau berisi laporan.

Ada banyak jenis surat, salah satunya adalah surat pembaca. Apa itu surat pembaca? Kali ini kita akan membahas secara rinci tentang surat pembaca.

Pengertian Surat Pembaca

Surat pembaca ialah surat yang ditulis oleh seorang pembaca yang kemudian dimuat dalam surat kabar/koran, tabloid, atau majalah yang berisi tanggapan, kritik, saran, keluhan, ajakan, imbauan, ucapan terima kasih dan lain sebagainya.

Surat pembaca bisa juga diartikan sebagai surat terbuka yang isinya bisa dibaca oleh siapa saja serta bisa ditujukan kepada lembaga, pemerintah, perusahaan, kantor, perorangan, kelompok, atau organisasi. Seperti surat pada umumnya, struktur surat pembaca terdiri dari tiga bagian yakni pendahuluan, isi, dan penutup.

Ciri-Ciri Surat Pembaca

Berikut ini karakteristik atau ciri-ciri surat pembaca, diantaranya yaitu:

  • Surat berisi mengenai berbagai pesan mulai dari keluhan, pujian, himbauan, undangan, dan sebagainya kepada instansi atau orang tertentu. Selain itu, surat pembaca bisa juga berupa surat balasan yang dikirimkan untuk menjawab keluhan surat pembaca sebelumnya.
  • Bersifat umum artinya surat yang boleh dibaca oleh orang banyak, mengingat isi pesan yang disampaikan mempengaruhi hajat hidup orang banyak
  • Singkat, padat, dan jelas. Surat pembaca terdiri atas 1-4 paragraf. Isi yang akan disampaikan dalam surat pembaca langsung ke pokok inti pembicaraan.
  • Menggunakan bahasa yang baku, sopan dan komunikatif.

Baca Juga : Devisa : Mengenal Fungsi Dan Sumber Devisa

Fungsi dan Manfaat Surat Pembaca

Berikut ini fungsi dan manfaat menulis surat pembaca diantaranya yaitu:

  • Sebagai media perantara antara pengirim surat dengan objek yang dituju.
  • Membantu pengirim surat pembaca mendapatkan jawaban atau tanggapan yang dikirimkan oleh pihak terkait.
  • Menjadi bahan informasi bagi banyak orang karena surat pembaca bersifat public atau umum.

Tujuan Surat Pembaca

Tujuan atau alasan menulis surat atau untuk apa surat pembaca diantaranya yaitu:

  • Sebagai alat untuk melakukan perubahan dan menyelesaikan masalah.
  • Mendapatkan hadiah.
  • Membuat perasaan puas dan lega.
  • Melatih menulis yang baik.
  • Mengembangkan kreativitas menulis.

Cara Menulis Surat Pembaca

Pembuatan surat pembaca ini memiliki pokok atau kerangka, berikut ini pokok surat pembaca diantaranya yaitu:

  • (apa) Apa yang terjadi.
  • (di mana) Dimana itu terjadi.
  • (kapan) Waktu kejadian.
  • (bagaimana) Kronologis, bagaimana itu terjadi.
  • (bagaimana) Saran dan kritik pada sebuah instansi.
  • (pelengkap informasi) Identitas dan alamat penulis surat pembaca.

Berikut ini format ataupun unsur penulisan surat pembaca, diantaranya yaitu:

Judul

Bagian ini menunjukkan keluhan, pujian, terhadap objek yang dituju. Dengan begitu, penyunting dari surat kabar akan lebih mudah menunjukkan surat pada objek yang tepat.

Identitas Pengirim

Pada bagian ini seorang penulis surat pembaca akan mengungkapkan tentang jati dirinya, mulai dari nama, usia, alamat, kontak. Namun tidak perlu khawatir karena sebagian besar identitas pengirim surat akan dirahasiakan oleh penyunting surat pembaca, seperti nama dan kontak akan dilindungi dengan tidak dituliskan dalam kolom surat pembaca.

Isi Surat

Ini merupakan bagian inti dari surat pembaca yang berisi maksud dari surat, bisa berupa keluhan, pujian atau himbauan dan pertanyaan dan lainnya. Pada bagian ini juga akan disertakan atau dilampirkan harapan pengirim surat akan permasalahan yang diungkapkannya.

Baca Juga : Daur Hidup Nyamuk : Fase Dan Cara Berkembang Biak Beserta Gambar

Contoh Surat Pembaca

Surat pembaca biasanya digolongkan menjadi 5 motif, diantaranya:

  1. Surat pembaca bermotif informasi
  2. Surat pembaca bermotif keluhan
  3. Surat pembaca bermotif kritik
  4. Surat pembaca bermotif pujian
  5. Surat pembaca bermotif saran

Surat pembaca tersebut bisa tentang lingkungan sekolah, masyarakat, umum atau yang lainnya.

Contoh Surat Pembaca

Berikut ini beberapa contoh surat pembaca:

Contoh Surat Pembaca Bermotif Saran

Contoh Surat Pembaca 1

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada yang terhormat bapak Kepala Sekolah SMA Negeri Gading

Tiga bulan lagi SMA Negeri Gading akan mengadakan ulang tahun yang ke 30. Menurut saya sekolah perlu membuat perayaan ulang tahun dengan cara yang berbeda. Sebab, beberapa tahun ini kegiatan ulang tahun selalu diisi dengan acara pentas seni dan musik.

Saya memiliki saran agar sekolah mengadakan acara bakti sosial ke panti-panti asuhan sebagai bentuk perayaan ulang tahun. Mengingat jumlah murid di SMA Negeri Gading berjumlah 620 orang yang terbagi dalam 16 kelas, lebih baik jika acara berlangsung di beberapa panti asuhan sekaligus.

Setiap 3 kelas mengunjungi 1 panti asuhan. Sehingga murid-murid mempunya pengalaman langsung bertemu dengan anak-anak di panti asuhan, tidak hanya menyumbang saja. Di panti asuhan murid-murid menyelenggarakan acara makan bersama dan games sederhana untuk menghibur anak-anak yang ada. Tak lupa acara doa bersama untuk mendoakan kebaikan sekolah sekaligus berdoa agar murid-murid kelas 12 dilancarkan saat ujian nasional.

Demikian saran yang bisa saya utarakan terkait inovasi dalam acara ulang tahun sekolah. Terimakasih untuk waktunya. Semoga menjadi bahan pertimbangan di rapat rutin antara kepala sekolah dan OSIS selanjutnya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hormat Saya,

Carolina Chya

Contoh Surat Pembaca Bermotif  Pujian

Contoh Surat Pembaca 2

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada yang terhormat bapak Kepala Sekolah SMK Negeri Gading

Selamat atas terpilihnya Bapak Indransyah sebagai kepala sekolah kami yang baru. Jujur, tiga bulan setelah kepemimpinan bapak ada perubahan yang dirasakan anak-anak kami.

Saya sangat senang ketika bapak menetapkan peraturan baru yaitu adanya kegiatan mengaji Al-Qur’an bersama tiap pagi selama 15 menit dan diharuskannya semua murid yang beragama Islam untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Selain itu ada pula peraturan yang mewajibkan siswa minimal seminggu sekali untuk membaca di perpustakaan.

Tiga peraturan baru ini memberi dampak yang positif bagi anak-anak kami, sehingga mereka tidak hanya mengejar ilmu dunia namun juga ibadah untuk di akhirat kelak.

Semoga program ini dapat berlangsung terus, dan bapak bisa menetapkan kebijakan-kebijakan baru lainnya yang inovatif dan baik.

Sekian surat dari kami, kami ucapkan terimakasih banyak. Semoga bapak sehat selalu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hormat Saya,
Orang Tua Siswa,

Dirgajaya

Baca Juga : Etnosentrisme – Pengertian, Penyebab, Dampak Beserta Contoh Lengkap

Contoh Surat Pembaca Bermotif Kritikan

Contoh Surat Pembaca 3

Yth, Kepala Sekolah SMK Negeri Gading

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya selaku pemilik Katering Mantap Rasa mengaku kecewa terhadap penyelenggaran pentas seni SMK Negeri Gading yang berlangsung kemarin. Sebulan sebelum acara, saya menyetujui proposal sponsor yang diberikan oleh beberapa orang anggota OSIS SMK Negeri Gading.

Dalam proposal saya diberi penawaran untuk menyiapkan katering kue kering sebanyak 1000 buah dan berhak memasang banner bertuliskan nama katering saya di dekat panggung musik. Tapi kemarin, salah satu karyawan saya yang memeriksa tidak menemukan adanya banner yang dijanjikan.

Karyawan saya mencoba meminta penjelasan namun tidak menemui titik terang karena diberikan alasan yang berbelit-belit, mulai dari “nanti akan dipasang”, “tidak ada perintah pemasangan dari ketua panitia acara”, dll.

Saya mohon kejelasan langsung dari bapak kepala sekolah selaku penanggung jawab acara pensi. Saya siap bila diundang untuk bertemu bapak dan panitia penyelenggara.

Demikian kekecewaan yang bisa saya sampaikan, semoga segera mendapat tanggapan dan masalah ini bisa diselesaikan secara baik-baik.

Akhir kata, terimakasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hormat Saya,

Listiana

Contoh Surat Pembaca Bermotif Keluhan

Contoh Surat Pembaca 4

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada yang terhormat bapak Kepala Sekolah SMP Negeri Gading

Beberapa hari ini terjadi hujan deras terus menerus di Gading. Selokan sekolah tidak kuat menampung dan mengalirkan air hujan karena volume air yang meningkat drastis. Hal ini menyebabkan banjir di sekolah, khususnya di wilayah kelas 7A sampai 7D.

Banjir yang terjadi menyebabkan para murid kesulitan saat menuju kelasnya masing-masing, begitu juga guru yang hendak mengajar di kelas 7A sampai 7D. Genangan juga terjadi di sekitar kantin, membuat aktivitas murid ketika istirahat terganggu. Genangan yang tak kunjung surut ini membuat lantai sekolah menjadi kotor karena air hujan becampur dengan tanah.

Menurut pengamatan kami, selain volume air yang meningkat drastis, banyaknya sampah di selokan juga merupakan faktor yang menyebabkan banjir. Menumpuknya sampah yang ada di selokan menggambarkan kesadaran para siswa dan siswi akan kebersihan masih rendah.

Kami berharap sekiranya bapak Kepala Sekolah berkenan untuk menghimbau semua siswa untuk melaksanakan kerja bakti pembersihan selokan, mengingat keadaan sudah mendesak. Kami juga berharap sekali agar peraturan sekolah yang terkait pembuangan sampah secara sembarangan lebih dipertegas lagi.

Hal ini bertujuan agar semua siswa dan siswi lebih berhati-hati dalam bertindak dan timbul kesadaran untuk menjaga lingkungan. Terutama setelah kami semua mengalami salah satu dampak negatif dari membuang sampah sembarangan, yaitu banjir.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hormat Saya,

Dina Anggraina

Contoh Surat Pembaca Bermotif Informasi

Contoh Surat Pembaca 5

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada yang terhormat bapak Kepala Sekolah SMP Negeri Wates

Kami selaku OSIS mendapat tawaran dari Toko Alat Tulis Baru yang baru dibuka seminggu lalu di dekat sekolah. Penawarannya adalah tiap siswa kelas IX SMP Negeri Wates bisa mendapatkan 2 buku catatan dan satu set alat tulis secara gratis hanya dengan menyertakan fotocopy kartu pelajar sebagai bukti bahwa murid benar kelas IX dari SMP Negeri Wates. Promo ini diadakan dalam rangka menyambut ujian nasional yang tinggal dua bulan lagi.

Jika bapak menyetujui penawaran ini, kami akan segera buat surat resminya. Setelah itu baru informasi ini bisa kami sebarkan ke murid-murid kelas IX. Kami mohon sekali dengan hormat agar bapak dapat memberi jawaban secepatnya, karena pihak Toko Alat Tulis Baru hanya memberikan waktu hingga tanggal 25 Agustus 2019 atau tiga hari dari surat ini dibuat untuk mendapatkan jawabannya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.

Terimakasih atas waktu dan perhatiannya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ketua OSIS SMP Negeri Wates,

Abdi Negara

Demikian penjelasan singkat dan jelas tentang  “ Surat Pembaca : Pengertian, Ciri, Fungsi, Tujuan, Cara Menulis Beserta Contoh Secara Lengkap” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :