Gurusekolah.co.id-Kali ini kita akan membahas materi pelajaran tentang tata cara penyembelihan hewan qurban dan aqiqah secara singkat dan jelas sesuai syari’at agama islam

Simaklah penjelasan dibawah ini :

tata cara menyembelih hewan qurban

Teknik Dan Tata Cara Penyembelihan hewan qurban

Inilah di antara yang sangat penting dalam masalah fikih qurban. Untuk itu perlu diperhatikan secara serius. Penyembelihan secara syar’i disamping bernilai ibadah, juga akan menentukan halal tidaknya hewan tersebut.

Langkah-Langkahnya

  • Pastikan pisau atau golok yang akan dipakai dalam keadaan yang sangat tajam. Hal ini dalam rangka meminimalisir rasa sakit pada hewan yang disembelih, mempercepat kematian dan dalam rangka mengamalkan sunnah nabi.
  • Disunnahkan bagi yang berqurban untuk menyembelih hewan qurbannya sendiri, namun boleh diwakilkan kepada orang lain, Rasulullah SAW selalu turun tangan . Terkadang sisanya diwakilkan kepada ‘ali bin abi tholib’. Jika hewannya sapi dan ditanggun 7 keluarga , maka yang paling mengerti di antara mereka yang  disuruh menyembelih.
  • Penyembelih harus sehat jasmani dan rohani nya dan tau tata cara penyembelihan. dan untuk sampai ketahapan ini, perlu banyak praktek dengan menyembelih ayam, itik dan lainnya. Jika sudah siap lalu mencoba kambing jika sudah barulah ketahap sapi.
  • Jika tidak bisa menyembelih, sebaiknya menyaksikan penyembelihan itu. Sebelum proses dimulai, sebaiknya panitia menghubungi para pequrban agar bisa hadir menyaksikan hewan qurban miliknya, istri dan anak-anak juga bisa di ajak yang penting sudah besar. Manfaat dari menyaksikan penyembelihan sangat banyak diantaranya adalah kepuasan lahir dan batin yang berbeda jika dibandingkan tidak menyaksikannya. Belajar dengan melihat langsung bagaimana cara menyembelih, mengenang detik-detik nabi ibrohim menyembelih anaknya, melahirkan jiwa jihad dan pengorbanan.
  • Hadapkan hewan qurban ke arah kiblat. Sisi badan kiri hewan berada diatas tanah. Secara umum arah kiblat adalah barat dan agak bergeser sedikit ke arah utara. maka hadapkan hewan kearah itu. tidak perlu tepat 100 %.
  • Ikat kaki hewan sapi khususnya. Untuk kambing tidak harus di ikat, bisa dipegang saja. Ada juga ulama yang menganjurkan agar kaki kanan dibiarkan agar bisa meronta dan mempercepat keluarnya.
  • Kaki kanan penyembelih menginjakkan badan hewan bagian atas (dekat dengan leher bawah) tangan kiri memegang bagian leher atau kepala.
  • Sebelum meletakkan pisau nya,cari lokasi yang tepat untuk menyembelih. Raba leher hewan dekat dengan telinga. Jika ada ruang yang sepertinya tidak ada tulang maka disitulah letaknya. Biasanya dekat dengan tulang leher yang menonjol. arahnya dekat dengan kepala. Sehingga setelah mati, kepala hewan akan mudah dipisahkan dari badannya.

Penyembelih berdo’a dengan beberapa pilihan :

  1. bismillahi Allohu akbar
  2. Bismillahi wallahu akbar Allahuma hadza minka walaka
  3. Bismillahi wallahu akbar hadza An …  sebut nama pequrban
  • Do’a – Do’a diatas beberapa contoh sederhana dari nabi minimal baca bismillah
  • Letakkan senjata dileher sehingga untuk menyembelih kambing bisa sekali gerak langsung selesai.
  • Ayunkan senjata atau golok dan pisau dengan kuat dan jangan hanya ditekan tapi juga digerakkan ke atas bawah.
  • Memutus empat saluran yaitu : saluran nafas(trachea/hulkum), saluran makan (oesophagus). marii’) dan dua saluran darah(arteri dan vena/wajadain). Jika ke empat saluran itu sudah putus maka sempurnalah penyembelihannya.

Demikian dan sekian artikel dari kami semoga bermanfaat dan bisa dijadikan referensi untuk di terapkan pada waktu musim haji terima kasih…

Artikel Lainnya :

Gurusekolah.co.id – Kali ini kita akan membahas materi makalah tentang hukum qurban yang meliputi kapan menjadi wajib serta hikmah berqurban lengkap

silahkan disimak penjelasan berikut :

hukum qurban

Hukum Qurban

Mayoritas ulama mengatakan bahwa hukum qurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi mereka yang mampu. Dan makruh hukumnya meninggalkannya ketika seorang muslim mampu melaksanakannya.

Hal itu berdasarkan pada hadits Ummu Salamah yang berbunyi :

 إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا

” bila sudah masuk tanggal 10 dzulhijah dan ada salah satu di antara kalian yang mau berqurban, maka hendaklah ia jangan mencukur rambut atau memotong kukunya.”(HR.Muslim 10/170 no.3654)

Abu hanifah berpendapat bahwa hukum berqurban adalah wajib sebagaimana hadits Abu Hurairah yang menyebutkan sabda nabi:

 مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

” Barang siapa mempunyai keluasan rejeki (harta), tetapi ia tidak mau melaksakan qurban, maka janganlah engkau dekati masjidku”

(HR.Ahmad 16/466 no.7924,ibnu majah 9/276 no.3114 Daruqutni 4/285 no.53)

Hadist ini dapat dipahami sebagai bentuk yang sekaligus  perintah dan ancaman. Maka jika ada amalan yang berisi ancaman  sekaligus perintah bagi yang meninggalkan, maka hukumnya adalah wajib.

Dari dua pendapat diatas, pendapat pertama tentu lebih kuat, karena adanya dorongan yang kuat belum tentu bermakna sebagai kewajiban. Hanya saja kita harus berusaha untuk selalu menjaga sunnah-sunnah nabi.

Tetapi jangan juga berlindung di balik hukum sunnah (yang berarti ibadah yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak apa-apa) sehingga tidak pernah berqurban sama sekali. Apalagi sunnah itu juga berarti jalan yang ditempuh oleh nabi. Bukan kah kita ingin mengikuti jejak nabi muhammad saw ?

selain itu juga, sudah banyak fasilitas dan rejeki yang Allah berikan kepada kita secara cuma-cuma tiada henti-hentinya. Qurban adalah salah satu bentuk syukur kepada Allah subhanahu wataala.

Terlebih banyak keutamaan dari ibadah itu. Maka, seharusnya kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk melestarikan salah satu sunnah nabi,menghidupkan dan memasyarakatkan.

Kapan menjadi wajib

Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa hukum asala berqurban adalah sunnah muakkadah. Akan tetapi ia akan menjadi wajib apabila terjadi salah satu dari dua hal dibwah ini :

  • jika telah bernadzar untuk melakukan qurban, sebagaiman hadits

” Barangsiapa yang sudah bernadzar untuk melaksanakan bentuk ketaqwaan kepada Allah, maka hendaklah ia melaksanakan ketaatan itu. Dan barangsiapa yang bernadzar bermaksiat kepada Allah maka jangan lah melaksanakan maksiat kepada-Nya.”

  • JIka telah menentukan hewan untuk melakukan qurban.Dan ini adalah pendapat imam malik. (fikih sunnah 3/319)

Hikmah berqurban

Pertama: Bersyukur atas karunia hidup yang Allah berikan.

Kedua: untuk mengikuti sunnah nabi ibrohim – (kekasih Allah) – alaihis salam, ketika Allah memerintahkan nabi ibrohim untuk mengorbankan anak kesayangannya sebagai nadzar, Ismail alaihis salam pada hari penuh barokah hari raya (Idul Adha).

Ketiga: setiap orang percaya harus mengingat kesabaran Abraham dan Ismail Aleikhim Salam, yang menyebabkan ketaatan kepada Tuhan dan cinta untuknya lebih daripada dia dan anak-anaknya. Jenis pengorbanan ini mengarah pada akhir ujian, dan Ismael berubah menjadi domba. Jika setiap orang percaya mengingat kisah ini, mereka harus meniru kesabaran dalam ketaatan mereka kepada Allah dan mengutamakan kasih Allah dalam nafsu dan kesombongan mereka.

Keempat: menyembah kurban lebih baik daripada memberi uang kepada hewan kurban. Ibnul Qayyim mengatakan: “Korban yang berkomitmen di masa depan lebih berharga daripada amal yang layak dibunuh. Karena itu, jika seseorang ingin mengganti kewajiban penyembelihan dengan maniktu ‘dan qiron bahkan dengan hadiah yang murah hati, tidak mungkin untuk memenuhi prioritas Udhiya. ”

Demikian dan sekian semoga bermanfaat sebelumnya kami ucapkan terima kasih sampai jumpa di artikel berikutnya ya…

Artikel lainnya :

Gurusekolah.co.id-Pada Kesempatan Kali Ini kita Akan menjelaskan Materi Tentang Ilmuwan Islam Pada Masa Bani Umayyah secara singkat dan jelas.

Simak Sama-Sama Penjelasan Yang Ada Dibawah Berikut Ini:

Penjelasan

Ilmuwan Islam Selama periode Umayyah, Bani Umayyah, atau umumnya dikenal sebagai dinasti Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa pemerintahan Hulavaf Rashidin, yang memerintah dari 661 hingga 750 di Semenanjung Arab dan sekitarnya.

Baca Juga Artikel Tentang : Lembaga Agama

Dari 756 hingga 1031 ia memerintah di Cordoba, Spanyol, sebagai Kekhalifahan Cordoba. Dinasti ini mengacu pada nama Umayyah bin Abd asi-Syams, kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiya bin Abu Sufyan. Selama dinasti Umayyah, prestasinya dikenal luas dalam penaklukan dan perluasan wilayah.

Namun, pada kenyataannya, tidak hanya fokus pada perluasan bidang, tetapi juga banyak pemimpin yang telah memimpin minat dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Di era Bani Umayyah, banyak ilmuwan muncul yang menciptakan karya-karya bermanfaat untuk peradaban kehidupan manusia. Pekerjaan mereka telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan peradaban Islam di seluruh dunia.

Selain itu, perkembangan sains ditandai dengan munculnya cendekiawan Muslim di berbagai bidang. Para ilmuwan menerima alat perlindungan dari negara untuk pengembangan pengetahuan mereka lebih lanjut, di antaranya adalah mereka yang memegang posisi tertinggi di istana Khalifa.

Selain itu, ada yang melayani sebagai dokter pribadi, dan lainnya. Untuk penjelasan lebih rinci tentang Cendekiawan Islam selama periode Umayyah, Anda dapat melihat penjelasan berikut.

Sarjana Islam terkemuka selama masa Bani Umayyah dan peran mereka dalam pengembangan peradaban Islam adalah sebagai berikut:

Di bidang yurisprudensi

Cendekiawan Muslim yang berperan dalam bidang fiqih termasuk:

1. Imam Hanafi

Nama Imam Hanfi, Nu’man bin Sabit Al-Marzuban, dikenal sebagai Abu Hanifa, orang pertama yang meletakkan dasar fiqh dan mengajarkan kebijaksanaan yang baik. Imam Hanafi adalah orang pertama yang menyusun koleksi buku-buku seperti tahara (penyucian), doa, dll., Dan kemudian para sarjana seperti Imam Shafi, Malik bin Anas, Abu Dawud, diikuti Imam Bukhari.

Hanafi, pendiri mazhab pemikiran, diberi gelar Imam Ahlur Raya, karena ia menggunakan argumen ulama yang beralasan, tetapi ia juga terus merujuk pada hukum Islam, yaitu Alquran dan Hadits, Ijma, Fatwa sahabat, “Kiyas, Istikhsan and Urf”. , Beliau menulis banyak buku, yaitu:

  • Al-Faraid adalah buku yang secara khusus membahas tentang warisan dan segala bentuknya sesuai dengan hukum Islam.
  • Asy-Syurut, yaitu buku yang membahas perjanjian dalam suatu transaksi atau dikenal sebagai kontrak.
  • Al-fiqh Akbar, buku ini membahas ilmu monoteisme dan teologi.

2. Imam Malik

Malik bin Anas adalah seorang ahli di bidang ilmu hukum dan hadis, yang merupakan bagian dari Imam Mazzab, yaitu Imam Maliki dengan bukunya yang terkenal Al-Muwat. Pada usia muda, beliau hafal Qur’an, Sunnah Nabi, banyak mengunjungi para ulama Mejlis dan belajar di bawah salah satu ulama besar waktu itu, Abdurrahman bin Hurmuz.

Imam Malik, ketika menetapkan hukum, menggunakan sumber-sumber dari Alquran, Hadits, Atsarov, Kiy, tradisi masyarakat Madinah dan al-Maslahah al-Mursala. Karya Imam Malik terkenal “Al-Muwatt” adalah buku tentang semua masalah hukum.

Di bidang tasawuf

Ulama muslim yang memainkan peran utama di bidang tasawuf, yaitu:

1. Hassan Al-Basri

Hassan al-Basri lahir di kota Madinah pada tahun 21 Hijrah (642 AD). Setelah dia menyusui Umm Salam, istri Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Hassan kemudian diklasifikasikan sebagai Tabiin (generasi demi teman). Ajaran utama Hassan al-Basri, yaitu al-Hauf Wal Raj, adalah ilmu tentang ketakutan akan siksaan terhadap Allah Subhanahu wataala

dan berharap untuk janji dan imbalan kebaikan dari Allah Subhanahu wataala. Berkat konsep ini, orang dapat menghindari tindakan tidak bermoral dan selalu memiliki iman dan mengabdikan diri kepada Allah Subhanahu wataala.

2. Rabiah al-Adawiah

Rabiya al-Adawiya, juga dikenal sebagai Rabiya Basri, adalah seorang wanita sufi yang dikenal karena kesucian dan cintanya kepada Allah Subhanahu wataala. Konsep berpikir adalah konsep Mahabbah tentang cinta kepada Allah.

Konsep ini mengajarkan bahwa tidak ada yang harus dicintai selain Allah Subhanahu wataala. Selain itu, ibadah yang dilakukan oleh hamba harus didasarkan pada cinta kepada-Nya, sehingga ketika menyembah itu disertai dengan perasaan ketulusan dan kesenangan.

Di bidang hadits

Abu Huraira adalah seorang sarjana Muslim yang sangat terkenal dan paling banyak berbicara tentang hadis para rasul. Menurut Imam Bukhari, Abu Huraira hafal lebih dari 800 hadis.

Ada banyak hadis yang diperoleh Tabinis dan cendekiawan ketika dibuat sebagai dasar hukum dan dipelajari. Selama Bani Umayyah, Tabini juga berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Hal-hal sebagai berikut.

  • Umar bin Abdul Aziz
  • Ikhrimah
  • Abu Qatada dan Muhammad Sirin

Di bidang interpretasi sains

Interpretasi adalah ilmu yang mempelajari atau mempelajari makna dan tujuan Al-Qur’an sesuai dengan kemampuan manusia. Sarjana Islam terkemuka yang terlibat dalam pengembangan ilmu:

  • Abdullah bin Abbas dari Madinah
  • Abdullah Bin Masoud dari Mekah
  • Saad bin Jabir
  • Al-Asmi dan para siswa Mujahidin Ibnu Abbas.

Gurusekolah.co.id Nah, berikut adalah beberapa cendekiawan Islam dari era Umayyah yang berperan dalam memajukan era dan peradaban Islam di zaman mereka. Sampai hari ini, ini bisa menjadi fondasi dan pengetahuan kita semua. Semoga bermanfaat terima kasih.

Artikel Lainnya :

Gurusekolah.co.id-Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  tentang Zakat – Pengertian, Hukum, Syarat, Macam-Macam Beserta Cara Menghitung Zakat Secara Lengkap

zakat

Pengertian Zakat

Zakat adalah rukun islam nomor 3 yang wajib dilakukan oleh umat Islam. Dalam mengeluarkan zakat terdapat ketentuan-ketentuan yang sebelumnya harus diketahui sebelum seseorang memiliki kewajiban mengeluarkan zakat atau belum.

Zakat penting bagi seseorang, karena hal ini berkaitan dengan fungsi sosial. Dimana ketika seseorang memberikan zakat, maka ada orang lain yang menerimanya.

Diartikan secara etimologis, zakat adalah sesuatu yang menyucikan dan bertumbuh. Artinya, walau secara fisik seseorang mengeluarkan zakat seperti uang, namun hakikatnya uang tersebut tidak hilang atau berkurang. Uang tersebut akan tumbuh menjadi kebaikan dan rezeki si pemberi akan diberikan rezeki lebih karena keihlasannya memberikan zakat.

Secara umum, zakat adalah sejumlah harta wajib yang dikeluarkan seorang muslim kepada golongan yang berhak menerimanya, sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariah islam.

Baca Juga : Sejarah Islam-Pengertian Dan Sejarah kebudayaan Lengkap

Hukum Zakat

Hukum dalam berzakat adalah wajib. Zakat merupakan sebuah kewajiban individu yang wajib dikeluarkan seorang muslim yang memiliki harta tertentu yang telah mencapai nishab.

Syarat Zakat

Syarat wajib mengeluarkan zakat antara lain:

  • Islam

Zakat hanya wajib dikeluarkan oleh seorang beragama Islam, sedangkan Non Muslim tidak wajib membayar zakat.

  • Merdeka

Budak yang tidak memiliki apa-apa tidak diwajibkan untuk membayar pajak, karena semua hartanya adalah milik tuannya.

  • Baligh atau Berakal

Syarat untuk mengeluarkan zakat selanjutnya adalah anak kecil yang belum baligh serta orang gila atau tidak berakal, karena keduanya tidak terkena beban hukum syariat.

  • Memiliki Nishab

Nishab adalah batas atau ukuran terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i sebagai pedoman untuk menentukan batas kewajiban mengeluarkan zakat bagi pemiliknya. Orang yang mempunyai harta dan telah mencapai nishab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat atas dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

:,,.وَيَسْئَلُونَكَمَاذَايُنفِقُونَقُلِالْعَفْوَكَذَلِكَيُبَيِّنُاللهُلَكُمُاْلأَيَاتِلَعَلَّكُمْتَتَفَكَّرُونَ

“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berfikir”. (Al Baqarah:219).

Macam-Macam Zakat

Secara fisik, zakat dibedakan menjadi 2 jenis, yait zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat Fitrah adalah zakat yang diberikan saat bulan Ramadhan sebelum hari raya idul fitri. Zakat fitrah diberikan dalam bentuk uang, beras atau kurma. Tujuan pemberikan zakat fitrah adalah agar semua orang bisa makan makanan layak saat lebaran.

Zakat mal adalah zakat penghasilan seperti hasil pertanian, hasil pertambangan, hasil laut, hasil perniagaan, hasil ternak, harta temuan, emas maupun perak, dan masing-masing jenis penghasilan itu memiliki perhitungannya sendiri.

zakat fitrah

Baca Juga : Rukun Shalat Jum’at – Pengertian,Syarat,Rukun Dan Dasar hukumnya

Penerima Zakat

Golongan yang berhak menerima zakat, antara lain:

  • Fakir : Golongan orang yang hampir tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  • Miskin : Golongan orang yang memiliki sedikit harta, namun tidak mencukupi kebutuhan dasar hidupnya.
  • Amil : Orang yang mengumpulkan dan membagikan zakat
  • Mu’allaf : Orang yang baru masuk islam dan memerlukan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru.
  • Hamba Sahaya : Orang yang ingin memerdekakan dirinya
  • Gharimin : Orang yang berhutang untuk memenuhi kebutuhannya namun tidak sanggup membayar hutannya.
  • Fisabilillah : Orang yang berjuang di jalan Allah
  • Ibnu Sabil : Orang yang kehabisan biaya dalam perjalanan

Perhitungan Zakat

Dalam perhitungan dan perumusan zakat sebetulnya ada kelompok amil atau penyalur zakat yang membantu pemilik harta menghitung zakat yang dikeluarkan. Namun, sebaiknya anda juga perlu memahami cara perhitungannya sehingga proses pemberian zakat akan lebih dekat.

Perhitungan Zakat Fitrah

Perhitungan zakat fitrah adalah hal yang mudah dilakukan. Karena setiap orang mengeluarkan zakat fitrah dalam jumlah yang sama, jadi tidak memerlukan perhitungan khusus. Zakat fitrah yang diberikan berupa bahan makanan pokok yang sesuai dengan makanan sehari hari. Seperti di Indonesia yang rata-rata mengkonsumsi beras sebagai menu utamanya, maka beras dijadikan sebagai media zakat fitrah.

Zakat fitrah dikeluarkan oleh setiap orang mulai dari bayi hingga dewasa, dengan memberikan 3,5 liter atau 2,5kg beras. Atau bisa juga diuangkan dengan jumlah yang sesuai dari harga 2,5kg beras.

Perhitungan Zakat Mal

Perhitungan zakat mal adalah 2,5 % dari harta yang dimiliki selama 1 tahun, dapat berupa emas, hasil panen, atau semua aset yang dimiliki seperti rumah, tanah dan tabungan.

Seseorang yang wajib membayar zakat mal adalah orang yang kekayaanya sudah mencapai 85kali harga emas setiap gramnya.

Contoh:

” Jika hasil panen, harta dan emas yang dimiliki dalam setahun mencapai RP150.000.000, Sementara, harga emas per gram adalah RP.500.000,. Maka nishab atau batas minimal zakat 85 x Rp.500.000, = Rp42.000.000.

Sehingga, harta orang tersebut di atas nishab. Ketentuan perhitungan yang harus diberikan adalah 2,5% x Rp150.000.000 =Rp. 3.750.000 “

Itulah penjelasan tentang  “Zakat – Pengertian, Hukum, Syarat, Macam-Macam Beserta Cara Menghitung Zakat Secara Lengkap” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

GuruSekolah.co.id-Pada Kesempatan Kali Ini, Disini Akan Dijelaskan Tentang Lembaga Agama yang meliputi Pengertian, Fungsi, Dan Contohnya Paling Lengkap

Simak Sama-Sama Penjelasan Yang Ada Dibawah Berikut Ini.

Gambar Lembaga Agama

 

Pengertian Lembaga Agama Menurut Para Ahli :

  • Lembaga Agama Ialah Suatu Sistem Keyakinan Dan Praktik Keagamaan Yang Ada Didalam Masyarakat Yang Telah Dirumuskan Dan Dibakukan (Emile Durkheim). Lembaga Agama Mengatur Kehidupan Dan Juga Tingkah Laku Manusia Dalam Bersosialisasi.
  • Menurut William Kornblum, Agama Ialah Sebagai Jawaban Logis Terhadap Berbagai Macam Permasalahan Dari Keberadaan Manusia Yang Membuat Dunia Menjadi Berarti.
  • Menurut Horton Dan Hunt, Agama Ialah Suatu Sistem Keyakinan Dan Juga Sarana Bagi Sekelompok Orang Untuk Dapat Menafsirkan Juga Menanggapi Terhadap Hal Yang Mereka Rasakan Sebagai Suprantaural Dan Kudus (Suci).
  • Pengertian Lain Dari Lembaga Agama Ialah Organisasi Yang Dibentuk Dengan Tujuan Untuk Memajukan Kepentingan Hidup Beragama Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, Dan Bernegara, Oleh Para Umat Beragama.  Sedangkan Menurut Bruce J, Pengertian Dari Lembaga Agama Ialah Lembaga Yang Memiliki Tujuan Mengatur Kehidupan Menusia Dan Beragama.

 

Simak Juga : Sejarah Islam-Pengertian Dan Sejarah kebudayaan Lengkap

Contoh Lembaga Agama

Beberapa contoh institusi agama yang ada dan diakui di Indonesia ini  harus mampu memberikan perlindungan pada semua keyakinan, antara lain sebagai berikut;

Islam

Contoh-contoh lembaga agama yang ada didalam Islam yang sebagai Agama Masyoritas dan diyakini oleh sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki, Majelis Ulama Indonesia atau yang disingkat dengan MUI. Peranan MUI ini sangat penting, selain mempunyai fungsi memberikan jaminan halal/haram juga dapat memberikan fatwa-fatwa yang berhubungan dengan dinamika kehidupan sosial dimasyarakat.

Kristen

Lembaga agama lainnya yang mengatur tentang tata kelola hidup masyarakat, salah satu diantaranya ialah Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia yang lebih dikenal dengan PGI. PGI ini sendiri mempunyai peranan untuk mencitai dan mengasihi anak tuhan.

Katolik

Bentuk-bentuk lembaga keagamaan yang lainnya adalah khatolik, dengan lekat pada keyakinan ini ialah Konferensi Wali Gereja Indonesia yang kemudian disingkat menjadi KWI. Peranan KWI ini adalah berkerjasama untuk memberikan perlindungan atas pemeluknya.

Buddha

Agama Buddha memiliki simbol institusinya adalah Perwakilan Umat Buddha Indonesia yang biasa disingkat menjadi WALUBI. Fungsi institusi ini selain memberikan regulasi juga bisa memberikan fatwa-fatwa tentang keagamaan.

Hindu

Jenis lembaga agama selanjutnya yang ada dalam Agama Hidup ialah Parisada Hindu Dharma Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan PHDI. Institusi ini bisa memberikan pengulasan tentang beragam masalah sosial di Indonesia serta dapat memberikan perlindungan bagi seluruh WNI yang beragama Hindu.

Khonghucu

Khonghucu adalah merupakan agama termuda yang ada di Indonesia yang telah diakui secara lagalitasnya oleh Presiden K.H. Abdurrahman Wahid, sebagai salah satu keyakinan, ia mempunyai lembaga agama dengan nama Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN). Dengan penyebaran pemeluknya hampir ada disebagaian besar Provinsi-Provinsi yang ada di Indonesia itu sendiri.

Masyarakat

Adapun secara umum, contoh-contoh lainnya tentang lembaga agama ini yang ada dalam kehidupan masyarakat, antara lain ialah ;

  • KUA (Kantor Urusan Agama) yang memiliki fungsi untuk dapat memberikan regulasi tentang pengaduan KDART maupun Pernikahan.
  • Depag (Departemen Agama), menjadi salah satu contoh lembaga agama yang dapat memberikan kontribusi pada peranan pendidikan-pendidikan secara menyeluruh kepada semua masyarakat.
  • Kementrian Agama (Kemenag), menjadi salah satu jenis lembaga agama yang diakui sebagai peranan tertinggi pada masyarakat dengan upaya memberikan hubungan kepada lembaga legistatif yakni presiden.
  • Pengadilan Agama, adalah merupakan salah satu bentuk lembaga agama yang dapat memberikan regulasi tindakan-tindakan menyimpang dengan norma atau juga hukum yang berlaku di dalam masyarakat.

Fungsi Lembaga Agama

  • Untuk Sebagai Pedoman Hidup
  • Untuk Sebagai Sumber Kebenaran
  • Untuk Sebagai Pengatur Tata Cara Hubungan Antara Manusia Dengan Manusia Dengan Tuhan
  • Untuk Sebagai Tuntunan Prinsip Antara Benar Dan Salah
  • Untuk Sebagai Pedoman Pengungkapan Suatu Perasaan Persaudaraan Didalam Sebuah Agama Yang Diwajibkan Untuk Berbuat Baik Terhadap Sesama Manusia.
  • Untuk Sebagai Pedoman Keyakinan Manusia Yang Melakukan Perbuatan Baik Yang Harus Selalu Disertai Dengan Sebuah Keyakinan Bahwa Perbuatannya Adalah Kewajiban Dari Tuhan,  Dan Yakin Perbuatannya Itu Akan Memperoleh Suatu Pahala, Walaupun Perbuatnnya Sekecil Apapun.
  • Untuk Sebagai Pedoman Keberadaan Yang Pada Hakikatnya Makhluk Hidup Didunia Ini Adalah Merupakan Ciptaan Tuhan.
  • Untuk Sebagai Pengungkapan Perasaan Suatu Nilai Estetika Manusia Yang Cenderung Menyukai Keindahan Karena Keindahan Adalah Merupakan Bagian Dari Jiwa Manusia.
  • Untuk Sebagai Pedoman Buat Rekreasi Dan Hiburan. Dalam Mencari Suatu Kepuasan Batin Yang Melewati Rekreasi Dan Hiburan, Tidak Melanggar Suatu Kaidah-Kaidah Dari Agama.

Didalam Hidup Harus Memiliki Pedoman Dan Keyakinan Agar Hidup Lebih Terarah Dan Juga Mempunyai Tujuan.

Tujuan Lembaga Agama

Tujuan Dari Lembaga Agama Ialah Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Beragama Setiap Umat.

Gurusekolah.co.id-tulah Penjelasan Tentang Lembaga Agama : Pengertian, Fungsi, Dan Contohnya Paling Lengkap. Semoga Apa Yang Dibahas Diatas Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca Sekalian. Terima Kasih.

Artikel Lainnya :

Pengertian Cahaya Penjelasan dan Sifatnya Secara Lengkap

Mikrometer Sekrup: Kegunaan,Jenis,Bagian,Fungsi Dan Juga Prinsipnya

Prinsip Etika Bisnis & Pengertian, Tujuan, Manfaat Dan Contohnya Lengkap