GuruSekolah.co.id-Pada pembahasan kali ini kita akan membahas materi tentang Surga dan pengertian surga serta nama – nama Surga Lengkap secara singkat dan jelas.
Mari sama-sama kita bahas penjelasannya berikut :
surga

Pengertian Surga

Semua orang  yang mempunyai agama pasti menyakini akan adanya  kehidupan nyata setelah mati yaitu kehidupan dialam akhirat. Di alam akhirat terdapat 2 tempat yang disiapkan untuk dihuni  manusia ialah surga dan neraka.
Semua  manusia juga  pasti menginginkan kelak nantinya bisa berada di alam surga tak terkecuali umat muslim. Surga adalah  tempat yang  diciptakan oleh Allah untuk  mereka yang diberikan hak oleh Allah SWT untuk memasuki atau tinggal diasana.
Bagi manusia yang tulus serta  ikhlas beribadah, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT maka akan dimasukkan oleh Allah SWT kedalam syurga Nya.
Surga adalah tempat di akhirat yang diciptakan oleh Allah SWT. Di dalam surga ada berbagai kenikmatan serta kebahagiaan yang tiada sedikitpun kesedihan atau kesengsaraan didalamnya.
Di surga nanti apa saja  yang ada di dunia akan  di halalkan oleh Allah SWT . bahkan ditambahkan kenikmatannya berlipat-lipat serta yang diharamkan oleh Allah didunia  akan dihalalkan ketika di surga kelak.

Macam-Macam Nama Surga

1. SURGA FIRDAUS

ialah  surga yang sudah  diciptakan oleh Allah SWT dari  bahan emas yang merah. Surga ini untuk mereka yang ikhals karena Allah dalam megerjakan setiap ibadahnya, orang yang rajin menunaikan zakat, wanita yang tidak melakukan zina dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

2. SURGA ‘ADN

Merupakan  sebuah surga yang diciptakan oleh Allah SWT berbahan intan putih, surga ini diciptakan oleh Allah bagi  mereka yang bertakwa kepada Allah SWT  terkandung dalam surah An Nahl:30-31, berbuat atau juga melakukan amal shaleh terdapat dalam QS: Thaha:75-76,  QS :Fathir:32-33 sabar dalam setiap ujian dan juga kebahagiaan, menginfaqkan akan hartanya dan juga mampu membalas kejahatan dengan kebaikan terkandung dalam QS : Ar-Ra’ad:22-23.

3. SURGA NAIM

Ialah  surga yang diciptakan Oleh Allah  berbahan Perak putih, surga ini diciptakan  bagi mereka yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT dan juga beramal shaleh terdapat dalam QS:  Surah (Al Qalam: 34)

4. SURGA MA’WA

Ialah suatu surga yang diciptakan Oleh Allah berbahan jamrud hijau, surga ini disediakan bagi mereka yang bertakwa kepada Allah SWT terkandung dalam QS: An Najm: 15, beramal shaleh  terdapat dalam QS: As Sajdah: 19, dan takut atas kebesaran Allah SWT serta menahan hawa nafsu terdapat dalam QS: An Naziat : 40-41)

5. SURGA DARUSSALAM

Merupakan  surga yang diciptakan Oleh Allah SWT berbahan yakut merah, surga ini diciptakan hanya  bagi mereka yang kuat imannya dan Islamnya, memperhatikan ayat-ayat Allah SWT juga beramal shaleh.

6. SURGA DARUL MUQAMAH

Merupakan  surga yang diciptakan Oleh Allah berbahan permata, surga ini diciptakan bagi mereka yang selalu bersyukur kepada Allah SWT. Surga ini diciptakan hanya untuk mereka yang bersyukur atas semua yang telah diberikan oleh Allah SWT. sebagaimana yang juga disebutkan di dalam surat Faathir ayat 35.

7. SURGA AL-MAQAMUL AMIN

Ialah  surga yang diciptakan Oleh Allah berbahan permata putih surga ini diciptakan  bagi  mereka yang bertakwa. Tidak pernah menggunjing ataupun juga mencemooh saudara dan tetangganya atau menurut bahasa yang kekinian yaitu bergosip.

8. SURGA KHULDI

Merupakan  surga yang diciptakan Oleh Allah berbahan marjan merah dan kuning surga ini diciptakan  bagi mereka yang taat dan patuh menjalankan segala  perintah Allah SWT serta menjauhi segalanlarangannya (orang-orang yang bertakwa).
Semoga kita semua bisa terus berusaha menjaga kulitas ibadah kita sehingga nantinya kita bisa meninggal dalam keadaan khusnul khotimah dan juga dimasukkan oleh Tuhan yang Maha Baik dan Maha Sempuran Allah SWT kedalam syurganNya. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam tulisan ini.
Demikian lah pembahasan kali ini tentang surga dan pengertian surga dan nama – nama surga lengkap yang bisa Gurusekolah.co.id sampaikan semoga bermanfaat..
Artikel Lainnya :

GuruSekolah.Co.id Pada kali ini akan membahas tentang Rukun Shalat Jum’at secara lengkap yang meliputi pengertian,syarat,rukun dan dasar hukumnya.
Untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini :
rukun shalat jum'at

Pengertian

Hukum Shalat Jum’at

Hukum melaksanakkan shalat jum’at adalah wajib bagi semua laki- laki yang sehat dan tidak memiliki uzur atau halangan seperti sakit parah dan bencana alam.

Syarat Wajib

  • Orang Islam
  • Baligh atau dewasa
  • Berakal sehat atau tidak gila
  • Laki-laki bukan wanita
  • Merdeka
  • Sehat badan

Syarat Sah

  • Bermukim pada daerah dilaksanakannya shalat jumat.
  • Jumlah orang yang melaksanakkan shalat jumat minimal 40 orang
  • Telah tiba  waktu shalat dzuhur

Baca juga : Sejarah Islam-Pengertian Dan Sejarah kebudayaan Lengkap

Rukun Shalat Jum’at

  • Khutbah dua kali
  • Shalat dua raka’at yang  dilaksanakkan  dengan berjama’ah

Syarat Khutbah Jumat

  • Telah masuk waktu dzuhur
  • Khatib harus menutup aurat
  • Berturut-turut antara dua khutbah
  • Suci dari hadas dan naji, baik pada badan, pakaian dan tempat
  • Khutbah terdengar oleh 40 orang jama’ah ahli jumat

Rukun Khutbah Shalat Jum’at

  • Membaca hamdalah pada dua khutbah
  • Membaca shalawat pada nabi saw pada dua khutbah
  • Berwasiat takwa kepada Allah pada dua khutbah
  • Membaca ayat al-quran pada salah satu dua khutbah
  • Berdoa untuk orang mukmin laki-laki dan perempuan

Sunah- Sunnah Shalat Jum’at

  • Mandi dan membersihkan tubuh
  • Berpakaian putih bersih dan suci
  • Memakai wangi-wangian
  • Memotong kuku dan kumis
  • Memperbanyak bacaan ayat al-quran, berdoa dan berzikir
  • Duduk diam dan tenang pada saat  khatib menyampaikan khutbah

Hikmah melaksanakkan shalat jum’at

  • Lambang persatuan Umat Islam
  • Doa yang kita panjatkan  kepada Allah Subhanahu wataala akan dikabulkan lebih cepat.
  • Sarana syiar Islam.

Dasar Hukum Pelaksanaan Sholat Jum’at

  • Al-Qur’an

Islam adalah merupakan agama yang bersumberkan dari wahyu yang diyakini termanifestasi dalam wujud teks yaitu Al-Qur’an dan As- Sunnah.

Kitab al-Qur’an mengandung tentang pesan-pesan Syar’i sebagai bentuk referensi untuk menentukan suatu hukum yang sebahagian bersifat rinci dan sebahagian masih bersifat global (mujmal).

Oleh sebab globalnya petunjuk-petunjuk dalam al-Qur’an maka sudah seharusnya memerlukan penjelasan-penjelasan yang bersifat memerinci (tafsil).

Al-Qur’an sebagai sumber yang pertama dalam istinbath hukum dan tidak diragukan keabsahan nashnya secara naqli. Semua madzhab fiqh sepakat menempatkan al-Qur’an sebagai sumber yang pertama dan utama dalam wacana penetapan hukum Islam (tasyri’ Islami), sedangkan As- Sunnah merupakan sumber kedua yang bersifat naqli.

Penggunaan As- Sunnah ini dilakukan setelah istinbath al-hukm tidak ditemukan pada al Qur’an atau dapat juga penggunaannya sebagai komplemen terhadap al Qur’an.

Di dalam Al Qur’an yang menjelaskan tentang kewajiban shalat Jum’at adalah QS.al Jumu’ah ayat 9 yang berbunyi;

Yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman apabila telah diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah perkara jual beli. Yang demikian ini lebih baik jika kamu mengetahuinya”.(QS. Al-Jumu’ah: 9)22

  • Al Hadits

As Sunnah sebagai sumber hukum yang kedua setelah al- Qur’an juga memuat tentang dasar pelaksanaan pada shalat Jum’at.

Dalam hadits banyak juga yang menerangkan tentang bagaimana pelaksanaan shalat Jum’at, diantaranya adalah:

  • Yang artinya: “Dari Thariq bin Syihab dari nabi solallahualaihiwasalam bersabda: shalat Jum’at wajib bagi setiap muslim dengan berjamaah kecuali bagi empat orang yaitu hamba sahaya, wanita, anak kecil, dan orang sakit”. (HR. Abu Daud)

Dalam hadits yang lain juga disebutkan tentang kewajiban shalat jumat Artinya: “Dari Hafsah r.a berkata : bahwasanya Nabi Solallahualaihiwasalam bersabda: pergi ke Jum’at wajib bagi setiap yang sudah bermimpi (baligh)”.(HR. An-Nasa’i)

  • Al-Ijma

Berdasarkan al qur’an surat al jumuah ayat 9-10 dan kemudian dikuatkan oleh hadits-hadits diatas, kaum muslimin (ijma) bahwa shalat Jum’at hukumnya fardlu A’in, kewajiban bagi masing-masing individu muslim yang sudah memenuhi kriteria yaitu sudah baligh, terkecuali bagi empat orang yaitu wanita, musafir, hamba sahaya dan anak-anak.

Dan pada pelaksanaannya harus dilakukan dengan berjama’ah dengan didahului khutbah.

Meskipun begitu, tidak seluruh ulama sepakat shalat Jum’at itu wajib. Ibnu Rusyd menerangkan bahwa pendapat yang ganjil berasal dari Imam Malik yang menyatakan shalat Jum’at adalah sholat sunnah.

GuruSekolah.co.id itulah makalah tentang Pengertian, Syarat, Dan Rukun Shalat Jum’at, semoga kita sebagai umat  islam diberikan kekutan dan kemampuan untuk bisa melaksanakan segala yang diperintahkan dan menghindari segala yang dilarang oleh Allah SWT. Sehingga kita diizinkan oleh-Nya untuk memasuki surga-Nya. Semoga bermanfaat.

Baca juga :

GuruSekolah.Co.id – Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang Sejarah Islam pada pembahasan kali ini kita akan membahas secara singkat Pengertian Dan Sejarah kebudayaan Lengkap.

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

sejarah islam

PENGERTIAN SEJARAH ISLAM

Dalam kamus umum bahasa Indonesia,W.J.S poerwadarminta mengatakan sejarah adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lalu atau peristiwa penting yang benar-benar terjadi.

Definisi terlihat menekan kepada materi yang peristiwanya tanpa mengaitkan dengan aspek lainnya. Sedangkan dalam pengertian yang lebih komprehensif pada suatu peristiwa sejarah perlu juga dilihat siapa yang melakukan peristiwa tersebut , dimana, kapan, dan mengapa peristiwa itu terjadi. Dengan kata lainnya, dalam sejarah terdapat objek peristiwanya.

Dari pengertian berikut kita dapat mengatakan bahwa apa yang dimaksud dengan sejarah islam adalah peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang sungguh-sunguh terjadi dan seluruhnya berkaitan dengan agama islam.

Berikutnya karena agama islam itu luas cakupannya, sejarah islampun akan menjadi luas cakupannya. diantara cakupannya ialah ada yang berkaitan dengan sejarah proses pertumbuhan,perkembangan dan penyebaran,

tokoh-tokoh yang melakukan pengembangan dan penyebaran pada agama islam tersebut, sejarah kemajuan dan kemunduran yang digapai umat islam dalam berbagai bidang,seperti dalam bidang ilmu pengetahuan agama dan umumnya, kebudayannya, arsitekturnya, politik pemerintahannya, peperangan, pendidikan dan perekonomian.

penelitian yang berkenaan dalam berbagai aspek yang terdapat dalam sejarah islam tersebut sudah banyak dilakukan baik oleh kalangan umat islam itu sendiri maupun para sarjana di barat.

Dengan ini kita dapat simpulkan bahwa yang dimaksud dengan sejarah islam adalah peristiwa atau kejadian yang betul-betul terjadi, dan berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan agama islam dalam berbagai aspek.

Dalam keterkaitan ini, maka muncullah berbagai istilah yang sering digunakan untuk sejarah ini diantaranya:

  • Sejarah islam
  • Sejarah peradaban islam
  • Sejarah  dan kebudayaan Islam

KONSEP KEBUDAYAAN ISLAM

Kata dari kebudayaan yaitu berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal). Budi mempunyai arti yaitu :
  • akal,
  • kelakuan
  • norma
Sedangkan (daya) berarti hasil yang dibuat manusia. Dengan begitu, kebudayaan adalah hasil karya, karsa, dan cipta manusia pada masyarakat. Istilah kebudayaan sering dikaitkan dengan istilah peradaban.
Perbedaannya yiatu: kebudayaan lebih banyak diwujudkan dalam bidang seni, sastra, religi, dan juga moral, sedangkan peradaban diwujudkan dalam bidang politik, ekonomi, dan teknologi.

SEJARAH INTELEKTUAL ISLAM

Dengan menggunakan teori yang dikembangkan oleh bapak Harun Nasution, dilihat dari segi perkembangannya, sejarah intelektual Islam dapat digabungkan menjadi tiga masa yaitu :
  • Masa klasik, antara tahun 650-1250 Masehi
  • Masa pertengahan pada antara tahun 1250-1800 Masehi
  • Pada masa modern atau kebangkitan intelektual Islam kembali, antara tahun 1800 Masehi hingga sekarang dan seterusnya. 

Pada masa klasik lahir ulama-ulama besar seperti Imam Hanafi, Imam Hambali, Imam Syafi’i, dan imam Maliki pada bidang hukum islam. Pada bidang filsafat islam seperti Al Kindi tahun 801 Masehi, yang berpendapat bahwa kaum Muslimin hendaknya menerima filsafat sebagai bagian dari kebudayaan Islam.

Kemudian Al-Razi lahir tahun 865 Masehi, Al-Farabi lahir tahun 870 Masehi, sebagai pembangun agung filsafat Islam. Pada abad selanjutnya lahir pula filosof besar Ibnu Maskawaih pada tahun 930 Masehi, yang terkenal mempunyai pemikiran tentang pendidikan akhlak. 

Selanjutnya Ibnu Sina tahun 1037 Masehi, Ibnu Bajjah tahun 1138 Masehi, Ibnu Tufail tahun 1147 Masehi, dan Ibnu Rusyd tahun 1126. Pada waktu masa pertengahan yaitu antara tahun 1250-1800 Masehi.

PRINSIP-PRINSIP KEBUDAYAAN ISLAM

Prinsip pada dasarnya yang membedakan antara kebudayaan secara umum dengan kebudayaan islam terletak pada sumber yang menjadi pijakannya. 
Kebudayaan secara umum merupakan hasil dari produk manusia semata, sementara kebudayaan islam hasil produk manusia yang prinsip dasarnya ditetapkan oleh Allah dan Rosulnya di dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
Sendi perumusan prinsip-prinsip kebudayaan islam antara lain:
 
  • Sumber segala sesuatu adalah Allah karena dari-Nya berasal semua ciptaan
  • Diembankan amanah khalifah manusia
  • Manusia diberi potensi yang lebih dari makhluk lainnya
  • Ditundukkan ciptaan Allah yang lainnya kepada manusia baik dari tanah, air, angin, tumbuhan, dan hewan
  • Dinyatakan bahwa semua fasilitas dan amanah tersebut akan diminta pertanggung jawabannya kelak.

Lima hal pokok diatas secara eksplisit menjelaskan bahwa manusia itu diberi fasilitas dan tanggung jawab untuk berbagai hal dalam kehidupan. Dengan adanya fasilitas itu, akan melahirkan berbagai ide dan muncul keinginan untuk selalu berbuat suatu hal dan berkarya. Pada waktunya manusia akan menghasilkan sesuatu yang disebut kebudayaan.

Itulah materi makalah lengkap tentang sejarah islam pengertian dan sejarah kebudayaan lengkap yang dapat GuruSekolah.co.id sampaikan. Semoga Bermanfaat…
Artikel lainnya :

Gurusekolah.co.id-Kali ini kita akan membahas materi makalah tentang Cara berwudhu yang benar untuk wanita berhijab secara singkat dan jelas lengkap

Cara berwudhu yang benar untuk wanita berhijab

Cara berwudhu yang benar untuk wanita berhijab

Di antara rukun wudhu ialah, Anda harus menyeka kepala Anda dengan tangan yang dibasahi air. Dengan dalil yaitu firman Allah subhahu watala sebagai berikut :

وامسحوا برؤوسكم

Dan usap kepalamu. (QS Al Maida: 6)

Tujuan penyeka adalah untuk memegang atau menggosok tangan Anda di bagian yang digosok, menggosok tangan sebelumnya dengan air. Yang disebut kepala mulai dari pertumbuhan rambut di bahagian depan / depan hingga belakang kepala.

Al-Khanafiya mengatakan bahawa tidak semua bahagian kepala diperlukan untuk menyeka, tetapi hanya sebagian dari kepala. Pilih dengan ubun dan di atas telinga.

Sementara Al-Malikiya dan Al-Khanabil mengatakan bahawa yang diperlukan untuk menyeka kepala Anda adalah bagian dari kepala.

Sebaliknya Al-Khanabil meminta mereka untuk mencuci bagian belakang dan depan telinga. Karena mereka mengira kedua telinga juga merupakan bagian dari kepala.

Seperti Hadits Ibnu Majah katakan: dua telinga adalah bagian dari kepala. Hanya diperlukan sekali, bukan tiga kali.

Sementara Ashya-Shafiyiy, ia mengatakan bahawa Anda perlu menambahkan hanya sebagian dari kepala, tetapi hanya satu rambut. Argumen yang ia gunakan adalah hadits al-Mugirah:

وعن المغيرة بن شعبة أن النبي توضأ, فمسح بناصيته, وعلى

Dari al-Mugirah bin Shuab. bahawa Rasulullah (saw) menyeka ubin dan imamnya (serban). (HR Muslim)

Secara khusus, dalam hadits ini ia sering disalahpahami sebagai pribadi, seolah-olah itu membolehkan mengusap kerudung sebagai pengganti mengusap rambut dan dijadikan alasan untuk mengusap kerudung saja mencari kemudahan .

Faktanya, hadits secara eksplisit mengutip bahwa Rasulullah (saw) menyeka diumumkan untuk supaya membasuh ubun dan sorban peutup kepalanya. Tapi dia tidak hanya membasuh sorban, tetapi juga membasuh sebagian besar ubun dan rambutnya. Dan ini adalah bagian kuncinya sah nya berwudhu.

Oleh karena itu, pendapat orang-orang yang dapat membuka hijab diterima dan di potong ada yang bisa diterima dan ada yang tidak mereka terima. Dan, tentu saja wudhu, yang tidak dapat diterima, karena ia kekurangan satu syarat wudhu tersebut.

“Kamu juga tidak bisa mengambil sebagai kiyas dari Syariah untuk mengambil alasan, agar diijinkan mencuci kaki sebagai pengganti nya.” karena jelas sudah ada alasan yang jelas dari Rasulullah.

Sementara untuk kerudung, ini tidak boleh dibenarkan dengan sepatu. Setiap orang harus memiliki proposal sendiri dari Rasulullah.

Jika masalah terkait dengan masalah dibuka di depan umum dan di luar ruangan, Anda dapat menyeka bagian kepala tanpa membuka kerudung. Terutama jika Anda menggunakan pendapat As-Shaf’i, yang mengizinkan Anda menyapu rambut Anda. Ini sangat mudah dilakukan, cukup letakkan tangan yang basah di dalam kerudung, kompilasi, ada bagian rambut yang basah, lalu diperintahkan untuk menyeka kepala Anda. Ini bisa dilakukan tanpa melepas kerudung.

Adapun hijab tidak bisa dijadikan dalil atau disamakan dengan sepatu masing-masing punya dalil sendiri-sendiri yang mereka pahami.

wallahu a’lam bishowab

Artikel Lainnya :

Gurusekolah.co.id-Kali ini kita akan membahas materi makalah tentang idzhar Syafawi yang meliputi pengertian, cara membaca dan contohnya lengkap dan jelas

izhar syafawi

Memahami hukum Izhar Safawi

Definisi membaca izhar syafawi adalah salah satu pengulangan membaca Al-Qur’an jika huruf hijaya mim sukun atau mim mathi (م) ditemukan dengan salah satu dari 26 huruf hijai selain huruf hijaya mim dan hijah ba, maka itu dapat dibaca dengan huruf menyala dan jernih dengan mulut tertutup, dan ini harus lebih diperjelas jika huruf Mim Mati (Mim Sukun) memenuhi huruf Wawu dan FA.

Cara membaca Hukum Izhar Safawi

Mengenai Jalur Bacaan Izhar Syafawi, harus dibaca dengan jelas dengan mulut tertutup jika huruf hijaya mim sukun atau mim mathi (م) ditemukan dengan salah satu dari 26 huruf hijaiya selain huruf mim hijaya, dan harus lebih jelas lagi jika surat dari Mim Sukun cocok dengan huruf Wawu dan FA

Hukum Izhar Syafawi, yang harus dibaca dengan jelas, diterapkan dalam ayat-Alquran, yang merupakan satu kata (kalimat) atau luar satu kata (kalimat). Dan di bawah ini kami memberikan contoh surat hijaiyah yang perlu dibaca di Izhar Syafawi (Cerah dan Jelas) kompilasi bertemu dengan Surat Min Mati (Mim Sukun).

Contoh hukum  Bacaan

Setelah Anda cukup membaca “Memahami dan membaca bacaan Izhar Safawi,” di bawah ini Anda akan melihat beberapa contoh bacaan izhar Safawi dan beberapa contoh bacaan oleh Izhar Safawi di Alquran.

Contoh hukum sederhana Izhar Syafawi

idzhar syafawi

Contoh-contoh Bacaan Izhar syafawi dalam Al-Quran

Di bawah ini ada beberapa contoh agama Islam di dalam Al Qur’an, dan kami berharap mereka bisa memberikan tambahan pengetahuan yang berguna untuk semua orang.

contoh idzhar syafawi

contoh izhar syafawi

Jadi, pembahasannya adalah tentang memahami, contoh dan cara membaca hukum Izhar Syafawi. Kami berharap materi yang dibahas dalam artikel ini dapat membantu bagi Anda semua, pembaca Muslim dan Muslimah, karena sekali lagi penulis percaya masih banyak masyarakat Muslim yang tidak benar-benar tahu dan tidak mengerti tentang salah satu dari mereka. ilmu tajwid izhar sefawi.

Artikel Lainnya :