Cara berwudhu yang benar untuk wanita berhijab

Posted on

Gurusekolah.co.id-Kali ini kita akan membahas materi makalah tentang Cara berwudhu yang benar untuk wanita berhijab secara singkat dan jelas lengkap

Cara berwudhu yang benar untuk wanita berhijab

Cara berwudhu yang benar untuk wanita berhijab

Di antara rukun wudhu ialah, Anda harus menyeka kepala Anda dengan tangan yang dibasahi air. Dengan dalil yaitu firman Allah subhahu watala sebagai berikut :

وامسحوا برؤوسكم

Dan usap kepalamu. (QS Al Maida: 6)

Tujuan penyeka adalah untuk memegang atau menggosok tangan Anda di bagian yang digosok, menggosok tangan sebelumnya dengan air. Yang disebut kepala mulai dari pertumbuhan rambut di bahagian depan / depan hingga belakang kepala.

Al-Khanafiya mengatakan bahawa tidak semua bahagian kepala diperlukan untuk menyeka, tetapi hanya sebagian dari kepala. Pilih dengan ubun dan di atas telinga.

Sementara Al-Malikiya dan Al-Khanabil mengatakan bahawa yang diperlukan untuk menyeka kepala Anda adalah bagian dari kepala.

Sebaliknya Al-Khanabil meminta mereka untuk mencuci bagian belakang dan depan telinga. Karena mereka mengira kedua telinga juga merupakan bagian dari kepala.

Seperti Hadits Ibnu Majah katakan: dua telinga adalah bagian dari kepala. Hanya diperlukan sekali, bukan tiga kali.

Sementara Ashya-Shafiyiy, ia mengatakan bahawa Anda perlu menambahkan hanya sebagian dari kepala, tetapi hanya satu rambut. Argumen yang ia gunakan adalah hadits al-Mugirah:

وعن المغيرة بن شعبة أن النبي توضأ, فمسح بناصيته, وعلى

Dari al-Mugirah bin Shuab. bahawa Rasulullah (saw) menyeka ubin dan imamnya (serban). (HR Muslim)

Secara khusus, dalam hadits ini ia sering disalahpahami sebagai pribadi, seolah-olah itu membolehkan mengusap kerudung sebagai pengganti mengusap rambut dan dijadikan alasan untuk mengusap kerudung saja mencari kemudahan .

Faktanya, hadits secara eksplisit mengutip bahwa Rasulullah (saw) menyeka diumumkan untuk supaya membasuh ubun dan sorban peutup kepalanya. Tapi dia tidak hanya membasuh sorban, tetapi juga membasuh sebagian besar ubun dan rambutnya. Dan ini adalah bagian kuncinya sah nya berwudhu.

Oleh karena itu, pendapat orang-orang yang dapat membuka hijab diterima dan di potong ada yang bisa diterima dan ada yang tidak mereka terima. Dan, tentu saja wudhu, yang tidak dapat diterima, karena ia kekurangan satu syarat wudhu tersebut.

“Kamu juga tidak bisa mengambil sebagai kiyas dari Syariah untuk mengambil alasan, agar diijinkan mencuci kaki sebagai pengganti nya.” karena jelas sudah ada alasan yang jelas dari Rasulullah.

Sementara untuk kerudung, ini tidak boleh dibenarkan dengan sepatu. Setiap orang harus memiliki proposal sendiri dari Rasulullah.

Jika masalah terkait dengan masalah dibuka di depan umum dan di luar ruangan, Anda dapat menyeka bagian kepala tanpa membuka kerudung. Terutama jika Anda menggunakan pendapat As-Shaf’i, yang mengizinkan Anda menyapu rambut Anda. Ini sangat mudah dilakukan, cukup letakkan tangan yang basah di dalam kerudung, kompilasi, ada bagian rambut yang basah, lalu diperintahkan untuk menyeka kepala Anda. Ini bisa dilakukan tanpa melepas kerudung.

Adapun hijab tidak bisa dijadikan dalil atau disamakan dengan sepatu masing-masing punya dalil sendiri-sendiri yang mereka pahami.

wallahu a’lam bishowab

Artikel Lainnya :

Related posts: