GuruSekolah.co.id – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang Momen Inersia yang meliputi Pengertian dan Contoh Soal Momen Inersia secara lengkap

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

momen inersia

Apa rumus dimensi momen inersia,momen gaya ? Penurunan dari rumus momen inersia silinder pejal Penurunan Rumus Momen Inersia Plat Segiempat? Rumus momen inersia silinder berongga dan juga silinder tipis berongga!

Pengertian Momen Inersia

Inersia ialah kecenderungan benda untuk bisa mempertahankan keadaannya ( tetap diam atau bergerak). Benda yang sulit bergerak dikatakan mempunyai inersia  yang besar. Begitu juga bumi yang selalu dalam keadaan berotasi mempunyai inersia rotasi.

Maka, Momen Inersia ialah ukuran dari besarnya kecenderungan berotasi yang ditentukan oleh suatu keadaaan benda atau partikel penyusunnya.

Kecenderungan sebuah benda untuk mempertahankan keadaannya yang diam atau juga bergerak lurus beraturan disebut dengan inersia. Inersia dapat disebut juga lembam. Keadaan alami benda ini berhubungan erat dengan hukum I Newton. Oleh sebab itu, hukum I Newton bisa disebut juga hukum inersia atau juga hukum kelembaman.

Rumus Momen Inersia

Apakah momen inersia itu?, ayo kita mulai dari pembahasan momen inersia titik partikel. Gambar berikut di bawah, melukiskan sebuah titik partikel dengan massa m sedang melakukan gerak rotasi pada sumbunya dengan jari-jari R.

Contoh Gambar Gerak Rotasi PartikelMomen inersia dari titik partikel tersebut bisa dinyatakan sebagai hasil kali massa partikel dengan kuadrat jarak partikel ke sumbu putar (jari-jari). Dengan begitu, momen inersia titik partikel dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

 I = m.R2

Keterangan:

I  ialah = Momen Inersia (Kg m2)
m ialah  = Massa partikel (Kg)
R ialah = Jari-jari Rotasi (m)Benda yang terjadi dari beberapa partikel yang berotasi pada sumbunya maka momen inersianya adalah merupakan jumlah momen inersia dari partikel – partikel yang terkandung di dalam sebuah benda tersebut. Sehingga bisa dinyatakan dengan rumus berikut :

 I = Ʃmn.Rn2

Benda-benda yang teratur bentuknya dan yang berotasi pada suatu sumbu tertentu memiliki persamaan momen inersia tertentu seperti pada tabel berikut ;
ontoh Tabel 1 Momen Inersia untuk Bangun Beraturan

Contoh Tabel 2 Momen Inersia untuk Bangun Beraturan

Contoh Momen Inersia dalam kehidupan sehari-hari

Apakah yang akan terjadi bila sepeda motor yang melaju tinggi lalu di rem secara tiba-tiba? Sebenarnya, pada saat tersebut masih ada kecenderungan sepeda motor untuk mempertahankan geraknya.

Namun, apakah kecenderungan tersebut dapat berlaku pada benda yang kondisinya dalam keadaan diam? Cobalah kamu letakkan penghapus kamu di atas sebuah kertas Polio yang ada di atas meja, lalu tarik kertas tersebut secara cepat.

Kondisi tersebut ternyata membuat penghapusnya tetap tertinggal berada di atas meja tersebut. Sehingga jelas jika ada sifat alami sebuah benda yang cenderung untuk dapat mempertahankan keadaannya walaupun dalam keadaan diam.

Namun pada batang homogen, yaitu batang yang memiliki massa tersebar merata sampai pusat massanya ada di tengah. Akan terlihat jelas jika ada pengaruh dari letak sumbu putar dengan momen inersia.

Jika Porosnya berada di Pusat, maka sumbu putarnya berada pada titik pusat massa dan juga berlaku pada rumus:

I = 1/12m.l2

Keterangannya:

  • I = ialah momen inersia dengan satuan (kg m2)
  • l = ialah panjang batang dengan satuan (m)
  • m = ialah massa dengan satuan (kg).

Gurusekolah.co.id-Demikian pembahasan tentang Momen inersia, yang meliputi pengertian dan contohnya lengkap semoga bermanfaat bagi anda semua. Terimakasih.

Artikel Lainnya :

Ekskresi-Pengertian Ekskresi,Sekresi dan Defekasi Secara Lengkap

Pasar Oligopoli-Pengertian Ciri-Ciri Pasar Oligopoli Beserta Contohnya

Vektor & Pengertian,Jenis,Proyeksi,Contoh Soal Dan Pembahasannya

GuruSekolah.co.id – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang Bilangan Komposit yang meliputi Pengertian dan Contohnya secara singkat dan jelas.

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

Bilangan komposit

Bilangan ialah salah satu dari konsep matematika yang dipakai untuk pencacahan dan juga dipakai untuk pengukuran.  Bilangan ini terdiri dari beberapa jenis, berikut dibawah ini adalah jenis-jenis dari bilangan ;

 

  • Bilangan Asli ; bilangan asli ialah suatu bilangan bulat yang dimulai dari angka satu
  • Bilangan Bulat ; bilangan bulat ialah bilangan yang bukan pecahan.
  • Bilangan pecahan ; bilangan pecahan ialah bilangan yang dinyatakan a/b , dimana ‘a’ ialah pembilang dan ‘b’ ialah penyebut.
  • Bilangan prima ; bilangan prima ialah bilangan yang hanya bisa dibagi oleh angka itu sendiri
  • Bilangan Cacah ; bilangan cacah ialah bilangan bulat yang dimulai dari angka nol
  • Bilangan Rasional ; bilangan rasional ialah bilangan yang dinyatakan “a/b” dimana a dan b merupakan bilangan bulat dan tidak boleh nol. Bilangan rasional terdiri atas beberapa bilangan, yakni bilangan bulat, bilangan pecahan, bilangan cacah, bilangan prima, bilangan komposit bilangan asli,.
  • Bilangan Irasional ; bilangan irasional ialah bilangan yang tidak bisa dibagi.
  • Bilangan Komposit ; bilangan komposit ialah bilangan asli yang lebih besar dari 1 tetapi tidak termasuk bilangan prima.

Pengertian bilangan komposit

Bilangan komposit ialah bilangan asli yang lebih besar dari 1 (satu) yang bukan termasuk bilangan prima. Bilangan komposit juga dapat diartikan sebagai faktorisasi dari suatu bilangan bulat.

Atau bisa juga didefinisikan, bahwa bilangan komposit ialah merupakan hasil perkalian antara dua bilangan prima atau lebih.

Ada juga yang mendefinisikan bahwa bilangan komposit ialah bilangan cacah selain 1 (satu) dan 0 (nol) serta bukan termasuk dari bilangan prima. Sebutan lain dari bilangan komposit ialah bilangan tersusun.

Selain pengertian-pengertian di atas, masih ada yang mengartikan bahwa bilangan komposit ialah bilangan yang mempunyai faktor lebih dari dua.

Demikian pengertian lengkap dari bilangan komposit yang diperoleh dari berbagai sumber.

Baca Juga : Rumus Pemuaian-Panjang, Luas dan Volume Secara Lengkap

Contoh bilangan komposit

Berdasarkan pengertian – pengertian tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa contoh – contoh dari bilangan komposit ialah sebagai berikut;

1. Bilangan komposit yang kurang dari 10 (sepuluh)

( 4, 6, 8, 9 )

2. Sepuluh dari bilangan komposit pertama

[ 4 ; 6 ; 8 ; 9  ; 10 ; 12 ; 14 ; 15 ; 16 ; dan juga 18 ]

3. Bilangan komposit yang kurang dari 20 (dua puluh)

[ 4 ; 6 ; 8 ; 9  ; 10 ; 12 ; 14 ; 15 ; 16 ; dan juga 18 ]

4. Bilangan komposit pada sebuah dadu

( 4, 6 )

5. Bilangan komposit 1-100

Contoh Bilangan Komposit 1-100

Tips untuk dapat mengetahui bilangan komposit ialah kita harus mengetahui dan memahami bilangan prima, sebab kebalikan dari bilangan prima ialah bilangan komposit.

Contoh :

1.Bilangan prima antara 1 sampai dengan 10 ialah 2, 3, 5, 7 

Maka, bilangan komposit dari 1 sampai 10 ialah bilangan yang tidak termasuk bilangan prima, yakni 4, 6, 8, 9. Ingat 1 tidak termasuk kedalam bilangan komposit, sebab dari pengertian bilangan komposit ialah bilangan asli yang lebih besar dari 1 dan tidak termasuk bilangan prima.

Baca Juga :Rumus Deret Geometri-Pengertian, Rumus Dan Contoh Soalnya

2.Bilangan prima antara 1 sampai dengan 100 ialah

  • 1 sampai dengan 20 = 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19
  • 20 sampai dengan 40 = 23, 29, 31, 37
  • 40 sampai dengan 60 = 41, 43, 47, 53, 59
  • 60 sampai dengan 80 = 61, 67, 71, 73, 79
  • 80 sampai dengan 100 = 83, 89, 97

Maka, bilangan komposit dari 1 sampai dengan 100 ialah bilangan yang tidak termasuk dari bilangan prima diatas, yakni ;

  • 1 sampai dengan 20 adalah = 4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 18, 20
  • 20 sampai dengan adalah 40 = 21, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 30, 32, 33, 34, 35, 36, 38, 39, 40
  • 40 sampai dengan adalah 60 = 42, 44, 45, 46, 48, 49, 50, 51, 52, 54, 55, 56, 58, 60
  • 60 sampai dengan adalah 80 = 62, 63, 64, 65, 66, 68, 69, 70, 72, 74, 75, 76, 77, 78, 80
  • 80 sampai dengan adalah 100 =81, 82, 84, 85, 86, 87, 88, 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 98, 99, 100.

3. Membuktikan pengertian bilangan komposit

Untuk membuktikan pengertian bilangan komposit ialah faktorisasi dari bilangan bulat dan hasil kali dua bilangan prima atau lebih.

Contoh : 2 x 2 = 4 atau 2 x 2 x 2 = 8 , 4 dan 8 adalah bilangan komposit

3 x 3  = 9 atau 3 x 3 x 3 = 27, 9 dan 27 adalah bilangan komposit

Lambang dari himpunan bilangan komposit

Secara umum sebenarnya tidak ada lambang khusus untuk menyatakan bilangan komposit, tetapi untuk menyatakan suatu bilangan komposit seringkali mmakai simbol huruf ‘K’ (huruf k besar).

Himpunan bilangan komposit

1. Himpunan Bilangan komposit yang kurang dari 10 (sepuluh)

K = { 4, 6, 8, 9 }
Maka,  anggota himpunan bilangan komposit kurang dari 10 berjumlah 4.

2. Himpunan Sepuluh bilangan komposit yang pertama

K ={ 4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, dan juga 18 }

3. Himpunan Bilangan komposit yang kurang dari 20 (duapuluh)

K = { 4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, dan juga 18 }
Maka, himpunan bilangan komposit kurang dari 20 anggotanya berjumlah 10.

4. Himpunan bilangan komposit antara 1 sampai dengan 50

K = {4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 18, 20, 21, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 30, 32, 33, 34, 35, 36, 38, 39, 40, 42, 44, 45, 46, 48, 49}

Jadi, jumlah anggota himpunan bilangan komposit antara 1 sampai 50 ialah 33.

Gurusekolah.co.id-Demikian pembahasan secara lengkap dan detail mengenai bilangan komposit mulai dari pengertian bilangan komposit, contoh bilangan komposit, lambang bilangan komposit dan juga himpunan bilangan komposit.
Artikel Lainnya :

GuruSekolah.co.id – Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang Penyakit Tulang yang meliputi Macam-macam Penyakit Tulang,Gangguan dan Kelainannya lengkap

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

Macam-macam Gangguan Pada Tulang

Tulang pada manusia sering kali terjadi gangguan, baik yang terjadi gangguan tulang sejak lahir. Karena makanan yang telah kita konsumsi, posisi dari tubuh yang salah, terkena suatu penyakit, kecelakaann, dan lain sebagainya. Dibawah ini adalah merupakan macam-macam kelainan, gangguan tulang atau penyakit pada tulang yang akan dibahas secara lengkap dan juga jelas.

1. Gangguan Tulang Sebab Kebiasaan Posisi Tubuh Yang Salah

Kebiasaan yang kurang baik akan memengaruhi dari pertumbuhan tubuh. Sikap tubuh yang salah ketika duduk, berdiri, tidur, atau juga ketika membawa beban yang terlalu berat bisa menyebabkan gangguan pada tulang belakang atau punggung sebagai berikut ;

a. Skoliosis

Skoliosis yakni kondisi di mana tulang belakang bagian punggung menjadi bengkok ke kiri atau juga ke kanan. Penyebabnya ialah posisi duduk yang salah. Skoliosis juga bisa terkena pada seseorang yang sering membebani salah satu sisi tulang belakang, dan kebiasaan ini dilakukan selama bertahun-tahun.

b. Lordosis

Lordosis yakni kondisi di mana tulang belakang bagian punggung menjadi bengkok ke belakang. Hal itu bisa timbul, jika kita sering duduk di kursi dengan meja yang terlampau tinggi.

c. Kifosis

Kifosis ialah kondisi yang berkebalikan dari lordosis. Kifosis, yakni tulang belakang bagian dorsal perut menjadi bengkok ke depan. Hal itu bisa timbul disebabkan kebiasaan menulis yang terlalu membungkuk dalam waktu yang lama.

Contoh Gangguan pada tulang karena salah kebiasaan

2. Gangguan Tulang Karena Penyakit

Baca Juga :5 Macam Alat Pencernaan : Macam-Macam Alat Pencernaan Manusia

a. Polio

Penderita polio akan mengalami kelumpuhan sehingga lama kelamaan tulangnya akan menjadi mengecil. Penyakit polio bisa dicegah dengan menggunakan vaksin polio. Pemberian vaksin polio iini biasanya dilakukan melalui mulut pada saat anak berusia di bawah lima tahun.

b. Layuh Semu

Layuh semu timbul akibat infeksi penyakit sifilis yang terjadi pada anak semasa dalam kandungan ibunya, akibat tertular oleh ibu yang terjangkit penyakit sifilis, akibat tulang tulang anggora gerak pada bayi atau juga anak menjadi layuh atau menjadi tidak bertenaga.

c. Rakhitis

Rakitis ialah merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan terhambatnya pada pertumbuhan tulang. Penyakit ini terjadi disebabkan penderita kekurangan vitamin D dan juga sinar matahari pada pagi hari. Orang yang menderita penyakit rakhitis mempunyai tulang yang lemah dan biasanya berbentuk X ataupun O karena tidak bisa menahan berat tubuh.

d. Kaku Sendi

Kaku sendi adalah merupakan cacat pada persendian dimana sendi tidak bisa digerakkan. Penyakit ini disebabkan oleh karena persendian terinfeksi penyakit sifilis atau juga gonorhoe sehingga minyak yang ada di sendi menjadi kering dan tidak mampu digerakkan, contohnya pada lutut yang tidak bisa dibengkokkan. Kaku sendi biasanya sering kali terjadi pada orang dewasa.

e. Kanker Tulang

Virus juga bisa merusakkan pertumbuhan sel sel tulang yang tidak dapat terkendali, sehingga di beberapa tempat pada tulang bisa tumbuh benjolan benjolan yang dapat berpindah pindah dan juga timbul rasa sakit. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada penderita.

f. TBC Tulang

TBC tulang ialah penyakit pada tulang diakibatkan oleh infeksi Tuberculosis yang sehingga membuat tulang menjadi rusak.

g. Osteoporosis

Osteoporosis atau bisa disebut juga tulang keropos adalah penyakit yang menyebabkan tulang mudah retak atau juga patah. Penyakit ini biasanya dapat menyerang orang lanjut usia, terutama pada perempuan. Penyebab dari osteoporosis ini ialah tubuh kekurangan zat kapur (kalsium).

h. Rikets

Rikets adalah kelainan tulang pada anak yang disebabkan defisiensi vitamin D. Tulang ini biasanya lunak dan jika berjalan maka tulang akan menjadi melengkung.

i. Osteomalasia

Osteomalasia ialah kelainan tulang kerena defisiensi vitamin D pada orang dewasa. Tulang yang kekurangan fosfor dan kalsium sehingga tulang menjadi lunak. Osteomalasia kebanyakan diderita oleh para wanita yang kurang makan padi-padian, susu, jarang terkena sinar matahari, dan juga sering melahirkan.

j. Steoporosis atau osteopenia

Kelainan tulang yang kebanyakan diderita oleh para orangtua yang sudah menopause. Kelainan ini dapat berupa menurunnya kerja sel osteoblas sebagai akibat dari penurunan produksi hormon estrogen. Tulang akhirnya menjadi rapuh dan juga mudah patah. Penyakit ini bisa diatasi dengan banyak minum susu yang mengandung kalsium tinggi.

k. Artritis

Artritis adalah gangguan tulang yang berupa peradangan pada sendi yang disebabkan keseleo, infeksi, dan juga luka sendi.

l. Mikrosefalus

Mikrosefalus adalah kelainan akibat pertumbuhan tulang-tulang tengkorak yang terhambat karena kekurangan zat kapur saat pembentukan tulang tengkorak pada waktu bayi, sehingga ukuran kepala menjadi kecil (ukurannya tidak proporsional). Akibat lebih lanjut biasanya bisa berpengaruh pada perkembangan mental.

Macam-macam Kelainan dan Gangguan pada Persendian

Gangguan persendian ada beberapa macam, yakni dislokasi, terkilir, ankilosis, dan juga artritis.

1) Dislokasi

Dislokasi terjadi jika sendi bergeser dari kedudukan semula karena ligamentum (jaringan penggantung) sobek ataupun juga tertarik.

2) Terkilir

Terkilir dapat disebabkan oleh gerakan yang tiba-tiba atau tidak biasa dilakukan sehingga ligamentum menjadi tertarik, tetapi sendi tidak mengalami pergeseran posisi. Terkilir juga menyebabkan rasa sakit yang cukup hebat dan mengalami pembengkakan.

3) Ankilosis

Ankilosis ialah suatu keadaan persendian yang tidak dapat digerakkan karena seolah-olah kedua tulang itu menyatu.

4) Artritis

Artritis ialah peradangan yang terjadi pada sendi disertai dengan rasa sakit dan kadang-kadang posisi tulang mengalami perubahan.

Gurusekolah.co.id -Demikian makalah dan ulasan tentang Penyakit Tulang yang meliputi Macam-macam Penyakit Tulang,Gangguan dan Kelainan yang dapat disampaikan, semoga dapat bermanfaat, Terima kasih.

Artikel Lainnya :

Metabolisme & Pengertian,Karbohidrat, Protein,Lemak Dan Prosesnya

Perubahan Kimia-Sifat Fisika dan Kimia Serta Contohnya Lengkap

7 Urutan Organ Pernapasan pada Manusia Dan Fungsinya

GuruSekolah.Co.id Pada kali ini akan membahas tentang mikrometer sekrup yang meliputi Kegunaan,Jenis,Bagian,Fungsi Dan Juga gambarnya lengkap
Untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini :
mikrometer sekrup

Pengertian Mikrometer Sekrup

Mikrometer Sekrup atau micrometer screw gauge, ialah alat yang dipakai untuk bisa mengukur besaran panjang yang terdiri dari poros tetap yang berfungsi sebagai skala utama dan juga poros putar yang berfungsi sebagai skala nonius. Tingkat ketelitian dari mikrometer sekrup ini adalah mencapi 0,01 mm dan mampu mengukur ketebalan atau diameter benda yang sangat kecil dengan presisi dengan batas maksimal panjang benda 25 mm.

Kegunaan Mikrometer Sekrup

Fungsi atau kegunaan mikrometer sekrup ada empat, yakni:

  1. Untuk mengukur ketebalan suatu benda yang sangat tipis seperti misal, lempeng baja, aluminium bahkan kertas sekalipun
  2.  Untuk dapat mengukur diameter luar suatu benda yang sangat kecil seperti misal, diameter bantalan dari peluru, kabel, kawat dan lain sebagainya.
  3. Untuk mengukur garis tengah dari lubang pada suatu benda yang cukup kecil.
  4. Untuk mengukur kedalaman suatu lubang yang cukup kecil seperti lubang pada pipa dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Mikrometer Sekrup

Macam-macam dari mikrometer sekrup bisa dibedakan menjadi dua, yakni berdasarkan dari jenis skala dan juga berdasarkan fungsinya ;

1.  Jenis-jenis dari mikrometer sekrup berdasarkan jenis skalanya

A.    Mikrometer Sekrup Manual 

Mikrometer jenis ini, skalanya terdiri atas skala utama dan juga skala nonius. Sesuai namanya pembacaan hasil dari pengukuran masih manual melalui serangkaian perhitungan dari hasil skala utama dan juga nonius.

B.    Mikrometer Sekrup Digital

 

Skala mikrometer digital berbentuk layar digital, dimana hasil pengukuran dengan menggunakan mikrometer ini langsung terbaca pada layar tanpa harus melalui proses perhitungan.

2.  Jenis-jenis dari mikrometer sekrup berdasarkan fungsinya

A.    Mikrometer Luar

Mikrometer luar ialah merupakan jenis mikrometer yang dipakai untuk dapat mengukur diameter luar suatu benda.


B.    
Mikrometer Dalam

Mikrometer dalam ialah merupakan jenis mikrometer yang dipakai untuk mengukur diameter dari suatu lubang.

Baca Juga : Rumus Pemuaian-Panjang, Luas dan Volume Secara Lengkap

C.     Mikrometer Kedalaman

Mikrometer dalam ialah suatu jenis mikrometer yang dipakai untuk dapat mengukur kedalaman suatu lubang

 

 

 

 

Bagian-Bagian dan Fungsi Mikrometer Sekrup

Berikut ini adalah contoh gambar dari bagian-bagian mikrometer sekrup ;

 

Fungsi bagian-bagian mikrometer sekrup diatas ialah sebagai berikut ;

Baca Juga : Pengertian Skala-Rumus Skala dan Cara Menghitung Skala Peta

  1. Frame (bingkai)

Frame ini menyerupai seperti bentuk huruf C atau juga U. frame ini terbuat dari bahan logam yang tahan panas dengan desain yang cukup tebal dan juga kuat bertujuan untuk bisa meminimalisir terjadinya pemuaian panjang yang dapat mengganggu dari proses pengukuran.

Selain itu, frame ini juga dilapisi dengan suatu lapisan plastik untuk mencegah terjadinya transfer panas dari tangan pengukur terhadap logam pada saat pengukuran

  1. Anvil (poros tetap)

Poros tetap berfungsi sebagai penahan saat sebuah benda yang akan diukur.

  1. Spindle (poros gerak)

Poros gerak adalah merupakan sebuah silinder logam yang bisa digerakkan maju-mundur, menjauh atau juga mendekati poros tetap.

  1. Lock Nut (pengunci)

Pengunci memiliki fungsi untuk menahan poros gerak agar tidak bergerak pada saat proses pengukuran pada suatu benda.

  1. Sleeve

Adalah merupakan batang logam tempat terletaknya skala utama (dalam satuan mm)

  1. Thimble

Adalah merupakan batang logam yang bisa diputar, berukuran lebih besar dari sleeve dan juga merupakan tempat terletaknya skala nonius atau skala putar (dalam satuan mm)

  1. Ratchet

Mempunyai fungsi untuk mengencangkan dari poros gerak jika telah menyentuh benda yang caranya diputar searah dengan jarum jam sampai terdengar suatu bunyi ketukan logam (tik). Untuk dapat memastikan ujung poros gerak telah menempel sempurna dengan benda, maka ratchet bisa diputar sebanyak 2 atau sampai 3 putaran.

Prinsip Kerja Mikrometer Sekrup 

Cara kerja mikrometer sekrup ialah sebagai berikut ;

Pada bagian Sleeve terdapat skala utama yang berisi angka 1,2,3,4 dst ( pada bagian atas) dan juga angka 0,5, 1,5, 3,5 dst ( pada bagian bawah), sehingga jarak antar 2 skala terkecil dengan skala utama ialah 0, 5 mm.

Sedangkan pada bagian Thimble terdapat skala nonius yang berisi angka dari 1-50 (kelipatan 5). Jika thimble diputar satu kali putar penuh (maju atau juga mundur), maka skala utama akan bertambah 0,5 mm atau berkurang 0,5 mm. Sehingga 1 skala putar = 0,5/50 = 0,01 mm, yang artinya jarak antara 2 skala terkecil skala nonius ialah 0,01 mm.

Gurusekolah.co.id-Demikianlah artikel lengkap mengenai definisi, kegunaan, macam-macam, bagian dan juga fungsi serta cara kerja mikrometer sekrup. Semoga bisa bermanfaat.

Artikel Lainnya :

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran Secara Lengkap

Ekskresi-Pengertian Ekskresi,Sekresi dan Defekasi Secara Lengkap

Prisma-Rumus Luas,Rumus Volume,Prisma Segitiga Dan Contoh Soalnya

Gurusekolah.co.id-Berikut ini penjelasan tentang tabung yang meliputi pengertian tabung, rumus keliling tabung, unsur unsur tabung, gambar tabung dan contohnya.

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini :

Pengertian Tabung (Silinder)

Perhatikan gambar di bawah ini, amati dan perhatikan bentuk geometri bangun tersebut. Tabung (silinder) adalah bangun sisi lengkung yang mempunyai bidang alas dan juga bidang atas berbentuk lingkaran yang sejajar dan kongruen.

Contoh Gambar Tabung

” Dalam istilah geometri tabung atau disebut juga silinder ialah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh dua buah lingkaran identik yang sejajar dan sebuah persegi panjang yang mengelilingi kedua lingkaran itu, tabung mempunyai 3 sisi dan juga 2 rusuk “.

Rumus Keliling Tabung

Rumus keliling tabung ialah sebagai berikut :

K = 2 (p + t)

Contoh Soal – Soal pada Keliling Tabung

1. Ada sebuah gelas berbentuk tabung yang memiliki panjang 4,71 cm dan mempunyai tinggi 3,5 cm. cari dan hitunglah keliling dari gelas tersebut,

Penyelesaian :

Diketahui :

  • p = 4,71 cm
  • t = 3,5

ditanya : K = …?

Jawab :

  • K = 2 (p + t)
  • K = 2 (4,71 + 3,5)
  • K = 2 (8,21)
  • K = 16,42 cm

Maka, keliling gelas berbentuk tabung tersebut ialah = 16,42 cm

2. Ada sebuah kaleng susu berbentuk tabung yang memiliki panjang 3,63 cm dan  juga memiliki tinggi 2,5 cm. cari dan hitunglah keliling dari kaleng susu tersebut,

Penyelesaian :

Diketahui :

  • p = 3,63 cm
  • t = 2,5

ditanya : K = …?

Jawab :

  • K = 2 (p + t)
  • K = 2 (3,63 + 2,5)
  • K = 2 (6,13)
  • K = 12,26 cm

Maka, keliling kaleng susu berbentuk tabung tersebut adalah = 12,26 cm

3. Ada sebuah botol berbentuk tabung yang memiliki panjang 6,21 cm dan juga mempunyai tinggi 7,5 cm. cari dan hitunglah keliling dari botol tersebut,

Penyelesaian :

Diketahui :

  • p = 6,21 cm
  • t = 7,5

ditanya : K = …?

Jawab :

  • K = 2 (p + t)
  • K = 2 (6,21 + 7,5)
  • K = 2 (13,71)
  • K = 27,42 cm

Maka, keliling botol berbentuk tabung tersebut ialah = 27,42 cm

4. Ada sebuah drum berbentuk tabung yang memiliki panjang 8,63 cm dan  mempunyai tinggi 5,5 cm. cari dan juga hitunglah keliling dari gelas tersebut,

Penyelesaian :

Diketahui :

  • p = 8,63 cm
  • t = 5,5

ditanya : K = …?

Jawab :

  • K = 2 (p + t)
  • K = 2 (8,63 + 5,5)
  • K = 2 (14,13)
  • K = 28,26 cm

Maka, keliling dari drum berbentuk tabung tersebut ialah = 28,26 cm

5. Ada sebuah pipa paralon berbentuk tabung yang memiliki panjang 2,91 cm dan mempunyai tinggi 1,5 cm. cari dan juga hitunglah keliling dari gelas tersebut,

Penyelesaian :

Diketahui :

  • p = 2,91 cm
  • t = 1,5

ditanya : K = …?

Jawab :

  • K = 2 (p + t)
  • K = 2 (2,91 + 2,5)
  • K = 2 (5,41)
  • K = 10,82 cm

Maka, keliling dari pipa paralon berbentuk tabung tersebut ialah = 10,82 cm

Baca Juga :Rumus Deret Geometri-Pengertian, Rumus Dan Contoh Soalnya

Unsur-unsur Tabung

Perhatikan Gambar tabung yang ada di atas, tabung mempunyai unsur-unsur sebagai berikut :
  1. Sisi alas, yakni sisi yang berbentuk lingkaran dengan pusat P1, dan sisi atas yaitu sisi yang berbentuk lingkaran dengan pusat P2.
  2. Selimut tabung, yakni sisi lengkung tabung (sisi yang tidak diraster).
  3. Diameter lingkaran alas, yakni ruas garis AB, dan diameter lingkaran atas yaitu ruas garis CD.
  4. Jari-jari lingkaran alas (r), yakni garis P1A dan P1B serta jari-jari lingkaran atas (r) yaitu ruas garis P2C dan P2D.
  5. Tinggi tabung, yakni panjang ruas garis P2P1, DA, dan CB.

Contoh Tabung dalam Kehidupan Sehari-hari ialah;

Contoh Tabung dalam Kehidupan Sehari-hari

Diantara contoh benda-benda yang memiliki bentuk tabung dalam kehidupan sehari-hari ialah kaleng susu, bedug, drum, kaleng sprite, gelas, dan juga lainya.

Sifat – Sifat Tabung

Tabung mempunyai sifat – sifat tertentu yakni sebagai berikut :

  • Tabung bagian alas dan juga bagian atas memiliki bentuk lingkaran dan besarnya sama,
  • mempunyai 3 sisi yakni alas, atap dan bagian selimutnya,
  • Tidak mempunyai titik sudut,
  • Tabung mempunyai 2 buah rusuk yaitu yang melingkari alas dan juga atasnya,

Jenis – Jenis Tabung

Tabung juga mempunyai jenis – jenisnya  tertentu yakni, diantaranya,

  • Tabung tertutup
    Tabung tertutup ialah sebuah tabung yang seluruh bidang atau sisi – sisinya tertutup,
  • Tabung terbuka
    Tabung terbuka ialah tabung yang salah satu sisi alasnya atau juga sisi atapnya terbuka atau bahkan kedua-duanya antara sisi alas dan sisi atapnya terbuka,

Gurusekolah.co.id -Demikian makalah dan ulasan tentang Unsur-Unsur tabung-Pengertian,Rumus Keliling, dan Contohnya yang dapat disampaikan, semoga dapat bermanfaat, Terima kasih.

Artikel Lainnya :

Perkembangan Dan Pengertian Teknologi Informasi Serta Komunikasi

Sistem Peredaran Darah-Alat Peredaran Darah Manusia Dan Gambarnya

5 Macam Alat Pencernaan : Macam-Macam Alat Pencernaan Manusia